LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
285. Jaya Sempurna 18. Tipu daya Boma dan Mawinei.


__ADS_3

Dalam kesempatan itu hanya permaisuri May Lien yang tidak ikut bicara hanya mendengarkan dan mencacat semua kejadian di dalam hatinya.


Tapi di antara ketiga permaisuri yang terlihat sangat terpukul adalah permaisuri May Lien dari semula pertemuan dan menjalin Asmara dengan Shun Land putri May Lien andai boleh memilih dia ingin pangeran Shun Land menjadi tabib atau petani dari pada menjadi Raja, menurut permaisuri May Lien kebahagiaan tidak harus mewah atau harus di hormati banyak orang tetapi kebahagiaan bisa di raih dengan hidup sederhana tetapi bersama orang yang kita sayangi.


Ketika mereka akan bubar dua orang masuk istana bagaikan istana miliknya dia adalah Boma dan panglima Tarpa yang telah mengantarkan surat ke setiap perguruan persilatan sekutu kerajaan Tarumanegara.


"Oooh oooh ada tamu dari daratan luas Swarna Bumi waktunya menagih hutang yang belum di bayar, jangan pura-pura lupa waktu di kerajaan Nagur kesepakatan hasil taruhan akan di bagi dua". Boma berkata sambil menengadahkan tangan. (Lihat chapter 237-240 episode Kerajaan Nagur).


"Baik aku akan membayarnya tapi izinkan aku bercerita ketika berada di penginapan Saloka milik ibunda kakak permaisuri May Lien". (Lihat chapter 225). Putri Serindang bulan menjawab dengan tenang.


Mendengar ucapan putri Serindang bulan wajah Boma pucat pasi lalu berkata sambil cengar-cengir. "Kalau begitu saya ikhlas kan harta tersebut untuk membantu sesama sayakan orang dermawan".


Semuanya sebenarnya tidak mengetahui percis kejadiannya tapi karena mimik Boma yang memang sangat memelas membuat semuanya tertawa.


"Tuan putri Serindang bulan tolong ceritakan apa sebenarnya yang terjadi di kedai Saloka apa suami ku ada yang menindas atau menyiksa aku akan menuntut balas". Terdengar suara Mawinei dari arah pintu samping istana sambil melangkah masuk.


Mawinei datang menuntun anak perempuannya sedangkan anak angkat laki-lakinya Wisanggeni telah di titipkan di sebuah perguruan silat mengingat bakat ilmu olah Kanuragan Wisanggeni sangat tinggi. Boma memutuskan untuk menitipkan Wisanggeni ke perguruan persilatan agar bakat Wisanggeni berkembang, Andai Wisanggeni tetap bersamanya bakat Wisanggeni akan terbuang sia-sia.


Boma mengedipkan matanya ke putri Serindang bulan mengisyaratkan agar tidak menceritakan kejadian waktu menginap di penginapan Saloka.


"Bila cerita empat kotak penuh koin emas bagian ku". Boma bicara pelan tapi terdengar jelas oleh putri Serindang bulan dan permaisuri Dewi Sumayi.


"Ceritakan saja adik Bulan masalah yang empat peti kami bertiga akan mampir membayarnya bila adik Bulan tidak membawanya". Permaisuri Dewi Sumayi berkata dengan serius.

__ADS_1


"Aku siap membantu bila memang harus membayar 2 kotak dari ku" permaisuri Sari tungga dewi menimpali. Mendengar ini wajah Boma semakin pucat pasi lalu berdiri sambil berkata.


"Istriku mari kita pulang ceritanya tidak seru aku sudah kangen banget sama kamu dan Dede gadis manis ku tersayang".


"Tidak aku ingin mendengar ceritanya ketika kau di sana, tuan putri tolong ceritakan biar saya bisa tidur tenang". Mawinei berkata sambil memelas pada putri Serindang bulan.


Putri Serindang bulan menceritakan sebagai mana yang di cerita Shun Land padanya karena yang mengetahui hanya Shun Land.


"Begitu lah Mawinei yang terjadi mana mungkin laki-laki dan perempuan tidur bersama tanpa pakaian tidak melakukan hal-hal yang lain". Putri Serindang bulan mengakhiri ceritanya dan sedikit memprovokasi Mawinei.


Mawinei berdiri dengan geram menjewer kuping Boma. "Kita pulang urusan di selesaikan di rumah".


Boma berdiri dengan kuping yang di jewer sambil berkata. "Ingat ucapan Ratu adalah hukum 4 kotak koin emas ku harus di antar ke rumah". Boma berjalan sambil mengasuh.


Setelah keluar dari pintu istana yang masih terbuka terdengar suara mereka berdua tertawa puas. Putri Dian Prameswari dwibuana penasaran mendengar tawa Boma dan Mawinei memanggil penjaga prajurit penjaga pintu istana.


"Saya mendengar mereka berkata 'kita berhasil memeras mereka lalu keduanya tertawa bersama". Prajurit penjaga berkata apa yang dia dengar.


Permaisuri Sari tungga dewi dan permaisuri Dewi Sumayi sangat geram karena telah terkena siasat Boma dan Mawinei membayar yang bukan hutangnya.


Sedangkan permaisuri May Lien yang tidak terlibat hanya tersenyum dan berkata santai. "Kakak Sari dan kakak Dewi harus membayar masing-masing 2 kotak koin emas kalau tidak membayar aku merasa malu takut di katakan permaisuri raja tidak mempunyai uang". Permaisuri May Lien sengaja memojokkan mereka berdua. Sedangkan putri Serindang bulan pura-pura bodoh tidak ikut bicara.


"Awas kau Boma akan ku balas" berkata permaisuri Sari tungga dewi dengan permaisuri Dewi Sumayi hampir berbarengan karena telah terjebak tipu muslihat mereka berdua.

__ADS_1


Semuanya tertawa hanya mereka berdua yang diam menahan kemarahan dan rasa malu kena tertipu Boma dan Mawinei.


Mereka pun meninggalkan aula istana karena tidak ada yang di perlu di bicarakan lagi putri Serindang bulan di ajak ke kediaman permaisuri Dewi Sumayi agar bermalam di sana, mereka berdua sudah akrab karena sudah pernah bersama beberapa waktu yang lalu.


Sementara itu perjalanan Shun Land dan Lasmini sudah sampai di gerbang kota Sundapura ternyata benar saja banyak para perantau yang sedang mengantri untuk masuk ke ibukota kerajaan Tarumanegara mereka ingin mengadu nasib di kota Sundapura yang tumbuh menjadi kota besar.


Kota Sundapura selain menjadi kota nelayan kota Sundapura juga menjadi kota perdagangan antar daratan wilayah Sunda land yang mencakup 3 daratan luas daratan Sunda Dwiva, daratan Swarna Bumi dan daratan Nusa kencana.


Tetapi selain itu ada juga beberapa kapal besar yang berasal dari negeri tirai bambu dan kapal dagang dari dataran luas Hindustan benar-benar suatu pertumbuhan kota yang luar biasa belum genap kota berusia 10 tahun tetapi sudah menjadi kota pusat perdagangan dunia.


Yang menjadi daya tarik tersendiri dari kerajaan Tarumanegara adalah hasil rempah-rempah yang melimpah ini menjadi incaran berbagai pedang untuk mengeruk keuntungan dari sana.


Shun Land ikut berdesakkan dengan yang lainnya mengantri untuk masuk ke ibukota. Pas giliran Shun Land yang di periksa penjaga itu mulutnya menganga matanya terbelalak penjaga itu secara spontan langsung mengijinkan masuk tanpa pemeriksaan.


"Silahkan paduka tidak usah mengantri langsung masuk". Penjaga itu membungkukkan badan penuh hormat.


Semua orang melihat dengan kaget, mereka tidak menyangka orang yang berdesakan dengan mereka seorang raja, begitu juga dengan Lasmini dirinya yang sudah menyaksikan Shun Land di datangi burung besar berapi berprasangka semakin kuat bahwa suaminya ini raja besar Tarumanegara demi menghilangkan prasangkanya Lasmini memberanikan diri untuk bertanya.


"Kakang benarkah apa yang di katakan prajurit penjaga gerbang kota menyebut kakang paduka berarti kakang ini seorang raja". Mata Lasmini menatap wajah Shun Land dengan tajam menunggu jawaban.


"Beginilah keuntungan memiliki wajah yang mirip dengan seorang raja mereka menyangka kakang ini raja mereka, mana ada seorang raja mengembara jalan kaki, andai kakang seorang raja kakang mengembara dengan kereta yang mewah dan membawa pelayanan dan prajurit pasti tidak cape seperti ini". Shun Land menjawab dengan wajah datar.


Sementara itu komandan penjaga gerbang memberikan perintah kepada kedua anak buahnya untuk melaporkan ke istana, bahwa ada orang yang masuk ke ibukota dengan wajah yang mirip 100 persen dengan paduka raja.

__ADS_1


----------------&&&&---------------


Trim's yg telah mengikuti cerita LRA berkah selalu untuk Supportnya sehat selalu Aamiiin...


__ADS_2