LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
399. Jaya S 132. Pemikiran matang Shun Land.


__ADS_3

Shun Land pun memberi penjelasan sangat hati-hati agar di pahami dan dimengerti dengan mudah.


"Tuan Bungaran, Adik pangeran, tujuan awal saya berjuang memperkuat diri dengan mempelajari ilmu olah Kanuragan dan kebatinan adalah untuk membela yang lemah memerangi Angkara murka di bumi ini, dan yang paling tertindas dan terzalimi adalah rakyat, situasi saat ini yang kita hadapi tujuannya sama membela rakyat kecil yang lemah, dalam peperangan yang selalu menjadi korban adalah masyarakat kecil,....


,..... Andaikan perang pecah bergecamuk terus banyak rakyat kecil kita yang jadi korban itu menandakan kita telah kalah walau pun di akhir peperangan kita bisa mengalahkan musuh, saya ingin sebelum perang terjadi rakyat kecil kita telah memiliki tempat perlindungan hingga terhindar dari ganasnya peperangan andaikan Sang Maha Pencipta menakdirkan kita kalah tetapi kita telah mencapai inti peperangan ini,....


,..... Saya ingin membangun pengungsian bagi rakyat kecil yang tempat itu tidak jauh dari tempat mereka singgah dan ruangan pengungsian ini atasnya tahan terhadap Api, Saya di beri oleh Sang Maha Pencipta penglihatan kondisi peperangan itu melalui mimpi saya, di sana saya melihat daratan luas Swarna Bumi dan Sunda Dwiva penuh dengan api, mimpi ini bukan sekali tetapi hampir setiap saya tertidur penglihatan itu terlihat jelas, begitulah alasan saya ingin membangun tempat pengungsian di bawah tanah di setiap wilayah yang banyak penduduknya". Shun Land menjelaskan panjang lebar.


Tuan Bungaran dan pangeran Agam serta yang hadir di sana terdiam membisu memikirkan mereka tidak sampai di sana, dalam benak mereka yang ada adalah bagai mana membunuh lawan sebanyak mungkin hingga sampai kemenangan.


Pangeran Agam menjadi tersadar tujuan dan inti dari peperangan, Shun Land melanjutkan bicaranya. "Tuan Bungaran, pangeran Agam dan yang ada di sini, Andaikan hanya ingin melindungi diri saya dan orang-orang terdekat saya saja, bagi diri saya sangat mudah saja, saya yakin kakang Jaya Lelana tidak akan berani menyentuh saya dan orang-orang terdekat saja, saya mampu mengalahkan 3000 prajurit yang di kelas pendekar kelas menengah dengan muda, tetapi bagai mana dengan yang lain dan bagai mana jika kekuasaan di pegang oleh mereka sekarang saja mereka berbuat sewenang-wenang,....


,.......saya mendirikan kerajaan dengan 3 tujuan pokok. Pertama setiap orang mendapatkan derajat yang sama, semuanya dapat perlakuan hak yang sama dan kewajiban yang sama, Tujuan yang kedua dapat melindungi segenap rakyat dari segala golongan, dan tujuan ketiga adanya hukum hingga tidak ada yang berbuat sekehendak hatinya yang dapat merugikan individu atau pun suatu golongan, dengan hukum itu dapat menghukum mereka yang berbuat Jahat pada orang lain atau pun dirinya sendiri,....


,.... Itulah pokok yang mendasari saya ingin mendirikan kerajaan, semoga kalian semua bisa memahami penjelasan saya ini". Shun setelah bicara mengambil minuman belum juga air melewati tenggorokannya di luar bergemuruh suara warga Samosir berteriak-teriak.

__ADS_1


"pendekar Rajawali Api telah kembaliiii...!!!".


Tapi suara itu hening seketika bersamaan dengan angin sang Legenda Rajawali Api turun ke halaman. Ada suara dari warga.


"Dia bukan Raja dan pendekar Legenda Rajawali Api yang asli".


Tentu saja kalimat itu membuat sang penunggang naik darah lalu membalas ucapan penduduk Samosir. "Hai haaaai orang yang kalian maksud berada di dalam cepat bantu aku menurunkan barang raja kalian" dalam hal ini Boma sekalian memanfaatkan mereka untuk meringankan pekerjaan dirinya.


Para penduduk sangat antusias membantu Boma, mereka berbondong-bondong mendekati sang Legenda Rajawali Api, Boma langsung menurunkan peti-peti kepingan koin emas dan para penduduk menangkap dari bawah lalu mengantarkan langsung ke dalam ruangan utama kediaman Bangsawan Samosir.


"Maaf aku di suruh leluhur Harsa membawa 10 peti karena menurut leluhur di dalam kapal perang peti-peti kepingan koin emas sangat banyak" Boma memberi laporan lalu di jawab oleh Shun Land dengan cepat.


"Tidak apa-apa kak Boma itu lebih bagus mungkin leluhur Harsa sudah mempunyai perhitungan sendiri, Kak Boma dan adik pangeran Agam tolong bagikan satu kotak koin emas ini kepada para penduduk di sini, dan satu kotak untuk keperluan Adik ku bersama tuan Bungaran dan keluarga besar di sini, yang delapan untuk membuat ruang bawah tanah untuk pengungsian dan benteng pertahanan di pelabuhan yang di penting". Shun Land bemberikan arahan pada pangeran Agam dan Tuan Bungaran.


Boma, pangeran Agam, Dewi Langit putri Anggiat dan putri Tritiasa keluar untuk membagikan keping koin emas, para pendukung sangat gembira mendapatkan koin emas, para penduduk berbaris antri dengan tertib.

__ADS_1


Ada sisa di bagikan kepada para pelayan keluar besar Bangsawan Samosir, para penduduk Samosir dan para pelayan laki-laki dan perempuan sangat berterima kasih pada Shun Land dan Bangsawan Samosir.


Setelah selesai membagikan keping koin emas pada penduduk, pangeran Agam memberi pidato kepada seluruh penduduk Samosir dalam inti pidatonya, pangeran Agam memberitahukan prihal pembangunan ruang bawah tanah untuk pengungsian dan peristiwa penyerangan kerajaan Nagur oleh pasukan Kama Deva sebagai alasan untuk pembuatan ruang bawah tanah ini.


Para penduduk menyambut rencana ini dengan bersemangat dan akan membantu dengan segenap kekuatan yang di milikinya.


Dalam kesempatan itu Dewi langit atau putri Shi Maharati adik Shun Land bicara pada kakaknya Shun Land. "Kakak adik sudah ke istana Martadipura menemui kakak Shan Land agar merubah niatnya untuk berkuasa di daratan Sundaland ini, tetapi kakak Shan land tetap berpendirian ingin berkuasa tidak bisa di ingatkan,....


,..... kakang Khal Shugal juga ingin keluar dari lingkungan istana dan berlayar ke daratan luas Sunda Dwiva bergabung dengan kakang tetapi pada waktu itu kakak khal Shugal masih belum bisa keluar karena masih melindungi para tetua Panglima Shu Khal dan tetua Sri khal serta ayah dan ibunya,.....


,.... Kakak Khal Shugal tidak ingin seperti keluarga besar tetua Saman Adyatma bangsawan Banjar yang di bantai secara mesterius karena menentang secara terang-terangan keputusan kakak Shan land yang sewenang-wenang terhadap rakyatnya, pangeran Labas Paban yang mempunyai ilmu Kanuragan tinggi dapat meloloskan diri dan tidak di ketahui keberadaannya,......" Dewi Langit Berhenti bercerita Shun Land diam saja mendengarkan.


"Kakang Jaya Sempurna harus mengabarkan pada pangeran Makkamaru bahwa tetua Labusa Bangsawan Andi juga harus mengungsi ke daratan pedalam karena menurut desas-desus setelah bangsawan Banjar Bangsawan Andi yang di pimpin tuan Labusa yang menjadi incaran Keluarga istana kakak Shan land, bangsawan Andi juga sama tidak mau ikut menyetujui banyak keputusan kerajaan yang sangat memberatkan masyarakat". Dewi Langit sang adik mengakhiri ceritanya.


_______-------&&&&&------_______

__ADS_1


__ADS_2