LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
208. Putri Serindang bulan dari Rejang Renah Selawi.


__ADS_3

Sebuah kapal cukup besar melaju dari labuan ke Kalianda dataran timur Swarnabumi.


Seorang pemuda duduk di geladak kapal dengan pakaian seorang pendekar sangat sederhana di hampiri seorang pedagang batu perhiasan.


"Ki sanak bolehkah saya duduk di samping kisanak sekedar ingin berbincang menghilangkan kejenuhan dalam perjalanan".


"Silahkan nona". Pemuda itu menjawab singkat tanpa menoleh.


"Perkenalkan Nama ku Serindang bulan dari Rejang Renah Selawi, kalau boleh tahu siapakah Ki sanak ini dan hendak kemana tujuan kisanak". Wanita cantik berkulit putih bermata sedikit sipit memperkenalkan diri.


(Daerah Lebong dulu bernama Renah Selawi, Palembang dulu Selebar daun dan Bengkulu dulu bernama Limau nipis atau Sungai serut)


Shun land tertegun mendengar kalimat Rijang dia teringat laporan Antaka pendekar Syair kematian, bahwa bangsawan Rejang ingin bergabung ke kerajaan Tarumanagara.


Shun land menengok ke arah suara lembut di sampingnya, kemudian berkata.


"Nama ku Satria Nusa kencana dari kerajaan Tarumanagara tujuan ku ingin menjelajahi daratan Swarnabumi yang konon katanya daratan sangat luas". Shun land menjawab sambil pandangnya kembali melihat ke depan.


"Adik ini hendak pulang ke Rejang". Shun land menyelidik.


"Benar saya ingin pulang habis berdagang batu permata saya bersama dua orang teman, tuan Satria bolehkan saya bertanya sesuatu pada tuan". Gadis muda yang bernama Serindang bulan menjawab dan balik bertanya.


"Boleh silahkan bila pertanyaan mu aku ketahui jawabannya saya akan menjawab". Shun land menjawab singkat.


"Tuan pendekar ini berasal dari kerajaan Tarumanagara pernahkah tuan bertemu dengan Raja muda Shun land dan bagai mana Sifat baik atau buruk". Putri Serindang bulan bertanya tentang Shun land yang berada di depannya.

__ADS_1


Shun land tidak langsung menjawab dia mencari kalimat yang untuk menjawabnya.


"Nona bertanya tentang Raja muda kerajaan Tarumanagara sepertinya nona ada keperluan pada raja tersebut, andaikan nona percaya saya adalah saudara seperguruannya, saya bisa membantu nona untuk bertemu dengannya asal ada imbalan yang setimpal". Shun land meminta imbalan untuk menghilangkan kecurigaan.


"Memang saya ada keperluan yang ingin di sampaikan padanya tapi saya tidak punya cukup uang untuk membayar tuan, saya hanya mempunyai beberapa ratus keping emas itu pun untuk bekal di perjalanan, bagai mana bila tuan saya bayar bila sampai ke Rejang". Putri Serindang bulan bicara sambil menundukkan kepalanya.


"Itu tidak ada masalah, tapi apa hubungan Nona dengan Bangsawan Rejang". Shun Land menyelidik sedikit dalam.


"Tuan Satria bagai mana kalau sekarang ini tuan bergabung dengan saya jika tujuan tuan ingin menjelajah daratan luas Swarnabumi ini". Putri Serindang bulan tidak menjawab pertanyaan Shun land akan tetapi mengajak Shun land bergabung dengannya.


"Baik saya akan bergabung dengan nona lagian saya belum tahu jalan dan mengenal Swarnabumi, tapi apakah kedua pengikut nona bisa di percaya". Shun land menyahuti.


"Tenang tuan dia sebenarnya bukan pelayan saya tetapi pengawal pribadi saya yang di tugas oleh ayah saya sebagai ketua bang sawan Rejang". Jawab putri Serindang bulan.


Berbeda dengan putri Serindang bulan yang duduk dekat Shun Land suhu di sekitar itu begitu hangat di sekitar Shun Land berada.


Putri Serindang bulan bukan gadis kemarin sore dia telah mengetahui hawa hangat itu bukan alami tetapi keluar dari aura Shun land hingga ia tidak merasa kedinginan.


Melihat pemuda ini memiliki ilmu yang tinggi putri Serindang bulan sengaja mengajak untuk bergabung, dalam hal ini dia mempunyai keuntungan jika dalam perjalanan di hadang oleh para perambok atau penyamun.


"Mengapa nona begitu percaya pada saya padahal nona baru bertemu dengan saya hingga nona mengajak saya bergabung dengan nona". Shun land bertanya ingin mengetahui motif di balik itu.


"Tuan Satria mempunyai ilmu yang begitu tinggi, andai tuan memiliki niat jahat pada saya tuan dengan mudah melakukan tanpa ada yang mengetahui dan mungkin sedari tadi sudah tuan Satria lakukan, tetapi sampai saat ini saya masih utuh, sebaliknya tuan malah melindungi saya dari hawa dingin yang nusuk sampai ke tulang dengan hawa hangat yang tentram hingga hati saya pun merasa damai dan aman duduk di samping tuan".


Jawab putri Serindang bulan sangat tepat hingga Shun land tidak terdiam untuk sesaat mengiyakan ucapan putri Serindang bulan.

__ADS_1


"Nona sebenarnya hal apa yang akan nona sampaikan kepada Raja Shun land andai nona bertemu dengannya, saya berjanji tidak untuk merahasiakan dari siapapun".


Shun land memancing putri Serindang bulan untuk menceritakan keperluannya ingin bertemu dengan dirinya.


"Tuan untuk saat ini wilayah utara Swarnabumi sangat tidak menentu keaman sangat memprihatinkan banyak penduduk yang tertekan mereka tidak leluasa untuk pergi mencari nafkah ketakutan selalu menghantui mereka,.....


Putri Serindang bulan menceritakan keadaan keadaan dataran Swarnabumi, sejak berdiri kekuasaan yang menamakan utusan tuhan dari lembah hitam, pertama memang seperti melindungi dan mengasihi, mereka memberikan bantuan pangan pada penduduk yang kekusahan hingga Bangsawan Rejang yang di pimpin oleh Ajai bitang bergabung.


Tapi kebaikan itu hanya tipuan belaka setelah enam bulan kemudian mereka memungut pajak pertama memang tidak memberatkan tetapi lama-lama pajak itu sangat mencekik penduduk dari pera pedagang sampai ke buruh tani.


Bila ada yang melawan atau tidak mengirimkan upeti atau pajak mereka akan mengutus para pendekar untuk menghukum dengan siksaan sangat berat bahkan ada yang sampai mati, mereka menuduh yang melawan dengan tuduhan pemberontak dan memusuhi utusan Tuhan.


Ini berlangsung telah lama hanya untuk lima belas tahun terakhir lebih parah dan merajalela tidak cukup sampai di situ para perampok dan penyamun pun menjamur di setiap daerah Swarnabumi tidak jarang banyak penduduk yang mempunyai anak gadis di bawa ke istana mereka dengan paksa dengan alasan istana butuh perempuan untuk beribadah pada Tuhan.


Yang menjadi keganjilan para gadis itu tidak kembali lagi pada keluarganya, ibadah macam apa yang tidak membolehkan penyembahnya untuk menemui keluarganya.


Bila ada yang nekad melarikan diri mereka memburu dengan alasan telah mencuri atau yang lainnya.


.... itulah keadaan Swarnabumi sekarang ini Saya di utus ayah saya untuk menemui Raja Shun land yang konon menurut kabar sangat menganyomi dan membela kebenaran, kami berniat untuk bergabung dan meminta bantuan, kami siap untuk setia dan siap berkorban jiwa raga kami bila Raja Shun land menerima dan membantu kami dan rakyat di sekitar kami,....


tulah tujuan saya datang ke daratan luas Dwipa tapi sayang sampai di kerajaan Tarumanagara kami tidak bisa menemuinya, kami hanya di temui oleh permaisurinya dia pun tidak bisa memberikan keputusan".


Putri Serindang bulan mengakhiri ceritanya.


------------------*****---------------

__ADS_1


__ADS_2