
"Hey burung emprit mengapa kau memanggil ku keras sekali aku tidak tuli". Terdengar suara di batin sang Legenda Rajawali Api.
"Dasar Raja mata jereng kata kakak mu Boma, lihat sekarang di sekeliling mu ada siapa cepat buka mata mu agar sembuh dari jerengnya". Sang Legenda Rajawali Api berkata sekenanya.
Shun Land perlahan membuka matanya terlihat Sang Ratu Galuh Sindula duduk bersimpuh di samping kepalanya sambil mengelap keringat di keningnya.
Mata Sang Ratu Galuh Sindula terpejam untuk menghentikan air matanya yang selalu keluar tanpa henti, hingga tidak melihat Shun Land yang sudah terbangun. Begitu matanya terbuka melihat sang suami pujaan hatinya menatap keheranan, langsung saja sang Ratu Galuh Sindula meraih kepala Shun Land ke pangkuannya sambil berkata.
"Terima kasih Sang Maha Tungal telah menghidupkan kembali Suamiku, aku akan melaksanakan janjiku bila suami ku hidup kembali yaitu menabur kembang tujuh rupa di pantai selatan".
Permaisuri May Lien dan permaisuri Dewi Sumayi langsung bersujud di dekat ranjang kebesaran raja sambil mengucapkan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta.
"Terima kasih Sang Maha Berkehendak telah mengembalikan suami ku". Mereka berdua pun segera menghampiri Shun Land yang sudah duduk keheranan.
"Sebentar.....! tolong Ratu Galuh Sindula jelaskan ada apa ini kalian semua seperti melihat ku sudah mati". Shun Land bertanya dengan serius keheranan Melihat tingkah dan ucapan ketiga istrinya.
Sedangkan para pelayan dan nyai Dewi Darmawati melihat sang prabu Jaya Sempurna telah terbangun dari tidurnya keluar memberikan privasi kepada Prabu jaya Sempurna dan para istrinya sekali Gus ingin mengabarkan ini kepada putri Serindang Bulan dan permaisuri Sari Tungga Dewi yang berada di Ruang utama istana Rijang Renah Selawi menemui para tamu undangan.
"Maafkan kakang telah membuat kalian semua khawatir tetapi untuk masalah ini kakang tidak bisa menceritakan kejadian yang sebenarnya, karena ini di luar jangkauan akal dan ini pun suatu rahasia yang tidak bisa kakang ceritakan, yang penting sekarang kakang sudah kembali lagi seperti semula,.....
__ADS_1
"Sebaiknya kalian semua bersiap-siap untuk membantu putri Serindang bulan dan permaisuri Sari Tungga Dewi kakang akan segera menyusul setelah mandi badan kakang entah kenapa mengeluarkan keringat kekuningan yang sangat baik amis".
Setelah berkata Shun Land bangkit dari duduknya berjalan menuju pintu kamar mandi, permaisuri Dewi Sumayi berkata pada permaisuri May Lien dan Nyai Ratu Galuh Sindula.
"Permaisuri May dan Nyai Ratu Galuh sebaiknya kalian berdua yang menemani dan membantu mempersiapkan sang prabu, biarkan aku yang menemui kakak permaisuri Sari dan adik putri Serindang Bulan".
Belum juga berangkat permaisuri May Lien berkata. "Tunggu kakak permaisuri Dewi aku ikut, biarkan yang paling muda di beri kesempatan untuk melayani sang prabu".
Mendengar ucapan permaisuri May Lien Nyai Ratu Galuh Sindula bicara bersungut-sungut. "Dasar kalian......". Mereka berdua tersenyum pada Nyai Ratu Galuh Sindula dan keluar dari ruang pribadi Raja.
Nyai Ratu Galuh Sindula merapikan riasan dan pakaiannya setelah itu mempersiapkan pakaian kebesaran seorang raja, Shun Land keluar dari kamar mandi langsung memakai pakaian kebesaran di bantu Nyai Ratu Galuh Sindula dan keduanya bergegas keluar menuju ruang utama istana Rijang Renah Selawi.
Permaisuri Sari Tungga Dewi setelah mendapatkan berita dari permaisuri May Lien bahwa prabu Jaya Sempurna sudah terbangun hati menjadi lega begitu juga perasaan putri Serindang bulan hatinya tak henti-hentinya memuji dan bersyukur kepada Sang Maha Pencipta alam semesta.
Shun Land duduk di kursi singgasana Keprabon kerajaan Rijang Renah Selawi di sebelah kanan Ratu Galuh Sindula dan permaisuri Sari Tungga Dewi dan permaisuri Dewi Sumayi, di sebelah kiri Putri Serindang Bulan dan permaisuri May Lien.
Di lihat oleh para pembesar kerajaan dan para tamu undangan istana seluruhnya menyangka putri Serindang Bulan dan permaisuri May Lien bersaudara karena di lihat dari wajah dan kulit mereka sangat mirip.
"Terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan para pejabat tinggi kerajaan yang telah meluangkan waktu untuk hadir di istana ini memenuhi undangan istana, selain ungkapan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta ada dua prihal yang ingin saya sampaikan kepada kalian semua". Shun Land memulai pembicaraan.
__ADS_1
Semua yang hadir diam mendengarkan raja mereka bicara, Shun Land lalu melanjutkan bicaranya. "Prihal pertama yang ingin saya sampaikan pada kalian semua adalah prihal membangun pengungsian di bawah tanah yang atasnya kuat terhadap api, pembangunan ini di setiap kota dan pelosok yang berpenghuni, tujuan pembangunan ini lain waktu akan saya terangkan,...
"Untuk prihal kedua adalah membangun benteng pertahanan di setiap pelabuhan besar ini bertujuan untuk menghadang musuh dari luar jangan sampai kejadian di kerajaan Nagur terulang kembali, Mari kita bersama-sama membangun peradaban ini dan mempertahankan peradaban ini dengan sepenuh jiwa dan raga kita demi untuk generasi yang akan datang,....
"Kita harus belajar dari sejarah pahit masa lalu di mana kita di cengkraman oleh kekuatan Mara Deva dan Pancasiksa ribuan tahun hingga kita menjadi budak Nafsu serakah Mara Deva dan Pancasiksa yang membuat mental dan fisik kita lembah,...
Kita tegakan kembali kepala kita, dan kita akan tunjukkan pada dunia bahwa kita mempunyai peradaban yang tinggi dan mempunyai nilai-nilai kebaikan yang penuh dengan rasa welas asih,.....
"Negeri Sundaland adalah negeri kita dan kita pula yang akan mempertahankan dan memelihara nilai-nilai peradaban yang tinggi hanya ini yang ingin aku sampaikan pada kalian semua, saya yakin kalian tidak ingin mati menjadi pecundang, mari kita bersama-sama berjuang demi peradaban kita apa kalian setujuuuuuu".
Shun Land mengakhiri bicaranya dengan berorasi membangkitkan semangat juang bagi rakyatnya di jawab dengan serempak dan penuh semangat keras menggema keseluruh istana dan sekitarnya.
"Setujuuuuuuuuuuu.......!!!".
Bagaikan api yang di siram bensin semangat kebebasan yang selama ribuan tahun di kurung sekarang membara membakar dada rakyat seluruh Negri Sundaland warisan dari leluhur sejak puluhan ribu tahun yang lalu.
Setelah Shun Land berpidato acara di teruskan makan bersama, Shun Land yang tadinya duduk di atas singgasana bersama para istrinya sedangkan para pejabat dan tamu undangan duduk berbaris di lantai, tetapi ketika acara makan Shun Land memerintahkan kelima istrinya duduk bersama di lantai dirinya pun mendahului duduk berma rakyatnya.
Paduka raja Rijang Renah Selawi keluar setelah mendengar gemuruh suara keluar dari ruang peristirahatannya, lalu bergabung makan bersama dengan Shun Land dan para pejabat lainnya.
__ADS_1
Sambil makan Shun Land memberikan penjelasan tentang makna perjuangan yang sebenarnya, menerangkan makna pengabdian terhadap negri yang sebenarnya, Shun Land pun menerangkan sedikit tentang makna pengabdian terhadap Sang Maha Pencipta.
_______*****_______