
Antaka memerintah anak buahnya mengambil kotak uang kepingan emas, yang jumlahnya tidak sedikit.
Terhitung ada 126 kotak, ukuran lebar 2 jengkal dan panjang 2 setengah jengkal, sedangkan tinggi dua jengkal.
Pangeran Shun Land, sangat terkejut, hatinya bertanya-tanya dari mana uang sebanyak ini, dan untuk apa,
"Bibi Dewi lerna, tolong jelaskan uang ini sebenarnya dari mana dan untuk apa, mungkin bibi tau, karena bibi dulu bawahan Niraya Sura"
Dewi lerna segera menjawab.
"Pangeran uang ini sebagian di datangkan dari daratan luas Dwipa dan daratan luas timur, dan sebagain lagi dari hasil bisnis hiburan dan minum, dana ini nantinya akan di gunakan untuk menyogok pejabat tinggi kerajaan, yang sekiranya pejabat itu bisa di ajak kerjasama untuk menguasai kerajaan ini begitulah yang saya ketahui"
Pangeran Shun Land seakan napasnya berhenti, mendengar penjelasan Dewi Lerna.
"Bibi Dewi lerna apakah menurut bibi masih ada peti-peti lain yang di sembunyikan Upiak arai dan Niraya sura"
Pangeran Shun Land meneliti lebih jauh.
"Masih pangeran, di setiap kedai hiburan di bawahnya ada Ruangan tersendiri untuk jalan pelarian dan penyimpanan harta benda"
Dewi lerna memberi keterangan tidak ada ada yang di tutupi, membuktikan bahwa dia benar-benar ingin berubah menjadi lebih baik lagi.
"Paman segera perintah pasukan khusus senyap, untuk mengambil semua peti-peti koin emas yang ada di kedai-kedai hiburan...
"Bibi bisakah kedua adik bibi menjadi penunjuk ke ruang bawah tanah di setiap kedai hiburan, dan siapakah nama kedua adik bibi ini"
Pangeran memerintahkan Dewi lerna dengan halus.
"Adik saya ini kembar, yang tertua Tuti baniah dan adiknya Tuti ulwiyah, mereka saudara angkat saya, mereka di temukan oleh ayah saya di tepi pantai salam keadaan pingsan, pada usia Lima tahunan, kemungkinan mereka dari negeri seberang dan Kapalnya terkena badai, terlihat dari namanya"
Dewi lerna sedikit memberi keterangan tentang adiknya.
"Baniyah dan ulwiyah kawal mereka yang mengambil peti-peti koin emas di kedai-kedai kita"
"Baik kaka" diantara mereka menjawab.
"Bibi Dewi jangan di bawa semua, sisakan dua peti di setiap Kedai, untuk jaga-jaga, kedai bibi sepi untuk memberi upah yang bekerja di sana"
Pangeran memerintahkan supaya jangan di ambil semua, bagai manapun sebagiannya hasil jerih payah mereka.
__ADS_1
"Paman Antaka dan bibi Dewi lerna setelah penobatan ku, jadi Raja negri ini, aku akan segera berangkat ke daratan luas Dwipa, untuk itu, aku percayakan keamanan kerajaan ini, bila dugaan ku benar mereka menuju ke daratan luas Dwipa"
Pangeran Shun Land memberi tahukan Rencana.
Tapi belum sempat Pendekar Antaka akan bicara, Dewi Lerna bicara lebih dulu.
"Maaf pangeran memotong pembicaraan, saya ingin bertanya tentang Kedai-kedai yang saya kelola, bagi mana kelanjutannya"
"Bibi Dewi lerna, kedai-kedai itu tetaplah bibi kelola, tapi dengan syarat,
Jangan pekerjakan wanita di bawah umur,
Jangan ada kekerasan dalam prakteknya
Jangan ada paksaan kepada pekerja wanitanya.
Dan jadikan kedai-kedai bibi sebagai tempat mencari informasi tentang segala hal, tentang keamanan kerajaan ini"
(Perlu di ketahui pada jaman ini belum ada agama resmi, jadi tempat hiburan dan minuman di anggap lumrah, peraturan kerajaan, pun hanya menyangkut masalah keamanan kerajaan, dan tindakan yang merugikan orang lain)
"Pangeran bagai mana dengan koin-koin emas ini" pendekar Antaka mempertanyakan koin emas ini.
Pangeran Shun Land berpikir sejenak.
"Sebagai bagikan kepada anggota pasukan khusus senyap, tentukan jumlahnya oleh paman, agar mereka dan keluarga mereka hidup dengan layak...
Bibi Dewi lerna juga harus menghitung seluruh pegawai bibi, untuk mendapatkan koin emas ini untuk mereka dan keluarga mereka..
Saya kita bila dua puluh persen dari koin koin emas ini, akan sangat cukup untuk merubah kehidupan mereka dan keluarga mereka....
Yang dua puluh persen lagi berikan kepada paman panglima Tian agan dan tetua Mantikai, untuk di bagikan kepada para prajurit kerajaan, suruh mereka membagi dengan adil...
Dua puluh persen lagi gunakan oleh paman untuk merekrut para pemuda yang mempunyai bakat olah Kanuragan, sebanyak-banyaknya, yang sangat berpotensi masukkan ke pasukan khusus senyap...
Yang kurang berpotensi untuk menjadi prajurit biasa di bawakan pimpinan paman panglima Tian agan...
__ADS_1
Sedangkan yang empat puluh persen, paman simpan di penyimpanan istana kerajaan"
Pangeran Shun Land memberi arahan yang jelas dan teliti.
"Baik pangeran saya akan laksanakan, Dewi lerna tolong bantu" pendekar Antaka pun meminta Dewi lerna ikut membantu.
"Paman tentang pengejaran pendekar tapak Geni, biar saya saja yang melakukan, karena saya ingin paman mengawasi kerajaan ini dan membereskan sisa-sisa anak buah Niraya Sura"
Pangeran Shun Land, berubah rencana, dia ingin mendatangi langsung padepokan tapak maut yang jadi persembunyian pendekar tapak Geni, dia akan mengunakan kedua pendekar tapak besi dan tapak Bayu sebagai petunjuk jalan.
Setelah merasa cukup pangeran Shun Land berpamitan ingin kembali ke istana kerajaan dan beristirahat sudah beberapa hari tidak tidur.
Pangeran Shun Land sudah terbiasa masuk melalui gerbang belakang, karena dari sejak dahulu sangat tidak suka bertemu dengan para prajurit dan pelayan yang memberi hormat.
Dia sangat malas memberi hormat kembali, bila di tak melakukan dia kan di cap sebagai pengeran sombong di lingkungan istana.
Pangeran Shun Land sangat lega masalah kerajaan yang utama telah bisa di selesaikan.
Dia berjalan santai dia lupa telah berjanji pada putri May lien untuk menemuinya di kediaman sementara tabib Lau lien.
Dan ketika melihat ke pendopo yang di terangi cahaya lentera kecil, terlihat Lodaya sedang berbaring di pendopo di temani sosok yang dia kenal dengan baik.
Dia segera melangkah dengan cepat, sesampainya di pendopo taman belakang istana, putri May lien tertidur pulas di perut Lodaya sang harimau besar.
Hati pangeran Shun Land merasa berdosa, telah melupakan janjinya. Hingga putri May lien menunggunya di pendopo taman, yang pasti di lewati ketika di pulang ke kediamannya.
Dengan pelan-pelan pangeran membopong tubuh putri May lien, gadis yang pertama mengisi relung hatinya, yang setiap saat memberi rasa ingin segera kembali ke istana hanya untuk bertemu dengannya.
Pangeran berjalan dengan pelan tidak ingin membangunkan Putri May lien yang berada di bopongannya.
Putri May lien yang pura-pura tidur sangat senang di berada di bopongan calon suami yang selalu menemani hari-hari nya.
Sesampainya di ruang pribadi pangeran meletakkan putri May lien di atas pembaringan yang biasa dia tempati.
Setelah meletakkan tubuh putri May lien, pangeran ingin beranjak pergi, tapi tiba-tiba tangannya di tarik oleh putri May lien, ada suara lembut terdengar.
"Jangan pergi temani aku"
...****************...
__ADS_1