LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
296. Jaya Sempurna 29. Perjamuan di istana Sundapura.


__ADS_3

Kereta meninggalkan penginapan menuju istana Sundapura Boma dan panglima Tarpa mengawal dari belakang di ikuti sepuluh prajurit di belakangnya.


Tidak berapa lama kereta sampai di istana di sana telah menunggu permaisuri Sari tungga dewi dan putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru untuk mengantar ke bangunan yang di khususkan untuk para tamu besar.


Kereta berjalan pelan-pelan mengitari istana menuju sebuah ruangan yang berada di samping istana, ruangan itu di samping kediaman permaisuri May Lien yang paling ujung.


Di samping kanan istana tiga kediaman permaisuri berjejer yang pertam kediaman permaisuri Sari tungga dewi, kediaman permaisuri Dewi Sumayi dan yang paling ujung kediaman permaisuri May Lien lalu ruangn khusus tamu. Sedangkan di sisi kiri istana kediaman para pejabat tinggi kerajaan dari kediaman putri Dian Prameswari dwibuana kediaman penglima dan kediaman pejabat tinggi kerajaan lainnya.


"Silahkan tuan pendekar Jaya Sempurna dan nona Lasmini hanya ini yang bisa kami sediakan semoga berkenan". Permaisuri Sari tungga dewi mempersilahkan Shun Land dan Lasmini begitu keduanya turu dari kereta kuda.


Shun Land dan Lasmini tidak langsung masuk mereka berdua duduk di ruangan depan permaisuri Sari tungga dewi dan putri Dian Prameswari dwibuana menemani. Sedangkan barang bawaan Shun Land di bawa kedua pelayan istana yang di tugaskan untuk melayani Shun Land dan Lasmini sementara ada di lingkungan istana.


Dalam kesempatan itu permaisuri Sari tungga dewi menjelaskan semua kebiasaan raja Shun Land dan menekankan pendekar Jaya Sempurna untuk bersikap seperti yang permaisuri Sari tungga dewi jelaskan.


"Tenang ratu saya akan mengingat dan berusaha merubah tabiat sayawnjadi seperti suami ratu, dan satu lagi bagai mana saya harus bersikap terhadap ratu dan ke 2 permaisuri lainnya". Shun Land berkata di akhiri senyum yang lebar tetapi kakinya di injak Lasmini dengan keras.


Sebenarnya Shun Land sangat merasa geli ketika permaisuri Sari tungga dewi menjelaskan kebiasaan dan tabiatnya sendiri, tetapi di sela-sela penjelasan permaisuri Sari tungga dewi menyelipkan berkali-kali pujian pada dirinya.

__ADS_1


"Apakah ratu merindukan raja Shun Land, bagai mana bila saya yang mengantikannya untuk mengobati rasa rindu ratu saya tidak keberatan hahahaha". Shun Land menggoda permaisuri Sari tungga dewi.


"Aku memang sangat merindukan suami ku, tapi untuk di gantikan tuan pendekar Jaya walaupun sangat mirip dengannya itu tidak mungkin tuan pendekar sangat kasar dalam bertingkah laku". Permaisuri Sari tungga dewi bicara sambil bergidik badannya.


"Heeemmmm...!!". Lasmini berdehem sambil melotot ke arah Shun Land.


"Maaf saya cuma bercanda saya cukup satu saja ini sangat spesial". Shun Land berkata sambil melirik ke Lasmini yang manyun.


"Tuan pendekar Jaya besok istana Sundapura mengadakan jamuan bersar yang di hadirin seluruh pejabat tinggi dan para raja yang bernaung di bawah panji-panji kebesaran Kerajaan Tarumanegara ini, selain itu di hadiri seluruh ketua perguruan yang masuk dalam koalisi dengan kerajaan, tolong tuan bersikaplah seperti yang telah saya jelaskan tadi". Permaisuri Sari tungga dewi memberi tahu acara yang akan di laksanakan besok.


"Tenang ratu saya akan berusaha seperti raja aslinya, tapi tolong izinkan istri saya berpakaian seperti ratu dan ke2 permaisuri lainnya dia harus duduk di samping saya". Mendengar ucapan seperti ini permaisuri Sari tungga dewi hatinya sangat terenyuh dan sakit sikap seperti ini yang selalu membuatnya teringat bahwa yang di depannya adalah suaminya.


"Tidak masalah tuan pendekar nona Lasmini bisa memakai pakaian saya sepertinya badannya sama dengan saya, tuan pendekar saya dan putri Dian meminta pamit masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan".


Shun Land dan Lasmini berdiri mengantar kepergian kedua orang sangat penting di kerajaan Tarumanegara ini. Keduanya masuk Lasmini sangat terpukau dengan semua perabotan yang ada di dalam ruangan itu, semuanya sangat mewah. Shun Land yang sudah tahu dan memang semua rancangan bangunan dan isi di dalamnya atas persetujuannya.


"Kakang semua perabotan sangat mewah Lasmini tidak akan memakainya takut ada yang rusak dan harus menggantinya". Lasmini berkata dengan polosnya.

__ADS_1


"Pakai saja kalau rusak nanti kita ganti Kitakan sekarang banyak koin emasnya". Shun Land memberikan dorongan agar Lasmini tidak takut untuk memakai perabotan yang ada di sana.


Hari sudah berganti malam Shun Land dan Lasmini di undang untuk makan bersama dan harus memakai pakaian kebesaran Kerajaan, sebelumnya dua pelayan mengantarkan dua buah stel pakai untuk di pakai Shun Land dan Lasmini.


Di aula besar tempat perjamuan istana semua pejabat tinggi kerajaan sudah hadir ketiga permaisuri sudah duduk di tempat biasanya semua kursi penuh dengan pejabat istana, hanya ada dua kursi yang kosong satu yang biasa di duduki sang raja Shun Land yang satunya biasa di duduki permaisuri May Lien, karena bila ada di istana Shun Land selalu di dampingi permaisuri May Lien. Tetapi kali ini permaisuri May Lien duduk berjejer bersama kedua permaisuri lainnya di tambah putri Serindang bulan yang belum kembali ke kerajaan Rijang Renah Selawi.


"Seluruh yang hadir di harap berdiri paduka raja Shun Land segera memasuki ruang perjamuan". Kepala penjaga di depan pintu berkata dengan keras.


Lasmini yang berjalan di samping Shun Land sangat kaget dan sedikit gemetar. "Santailah berjalan seperti biasa tenang bila yang di istana ini mempermalukan mu suami mu akan meratakan istana ini dengan tanah". Shun Land berkata memberikan dorongan mental pada Lasmini.


Lasmini mengangguk tetapi tetap saja ada rasa grogi yang masih ada hanya tidak terlihat gemetar ketika berjalan.


Shun Land dan Lasmini duduk di kursi yang telah di sediakan kali ini Shun Land bersikap seperti Shun Land Raja besar Tarumanegara sikap pendekar Jaya Sempurna tidak di pakai.


"Silahkan para permaisuri ku dan para pejabat tinggi kerajaan untuk duduk kembali mati kita mulai makan bersama, tapi sebelumnya perkenalkan istri baru saya bernama Lasmini tapi sayang dia tidak mau di angkat menjadi permaisuri. Dan kepada putri Serindang bulan yang katanya ingin menikah dengan saya sabar ya nanti kalau persoalan kerajaan selesai kita adakan perta pernikahan yang mewah,....


,..... Maaf untuk ketiga permaisuri ku dan sahabat semua mungkin terlalu lama aku meninggalkan kalian dalam pertapaan. Tapi sekarang kita bisa berkumpul kembali mari kita mulai acara makannya". Shun Land lalu memulai makanya seperti biasanya.

__ADS_1


------------&&&&------------


__ADS_2