
Kekuatan api Naga Bergola mengalir ke tubuh Shun Land menyatu dengan api abadi milik Shun Land dengan otomatis tubuh Shun Land di penuhi kilatan-kilatan api berwarna putih.
Perlahan-lahan tubuh Shun Land di penuhi api yang membara dengan pedang yang berkobar di hiasi api biru di tengahnya.
Raja manusia purba raksasa Taksaka mundur satu langkah baru kali ini dia merasa terintimidasi bara api yang sangat kuat, dirinya langsung mengeluarkan palu besar dari telapak tangannya senjata pusaka warisan leluhurnya yang bisa mengecil.
Tenaga dalam di alirkan seluruhnya ke palu besar bermata dua, Palu itu perlahan-lahan di selimuti sinar kekuningan menandakan mempunyai kekuatan angin, suara berdengung terdengar pelan keluar dari pusaka palu itu.
Pangeran Sanjaya triloka tercengang melihat apa yang ada di depan matanya, malam yang temaram karena sinar bulan tua kini terang oleh api yang keluar dari tubuh Shun Land pangeran Sanjaya pun teringat akan pertarungan Shun Land dan Mara Deva, hanya Shun Land yang mampu mengeluarkan kekuatan api ini, tapi tiba-tiba di telinganya terdengar suara, "pangeran Sanjaya tolong jangan ceritakan pada siapapun apa yang kau lihat sekarang ini istri mu juga jangan, ingat sahabat mu Shun Land yang sedang bertapa Brata akan hancur tubuhnya dan kehidupannya untuk selama-lamanya bila kau ceritakan apa yang kau lihat saat ini, ingat juga aku mendengar setiap apa yang kau katakan di hati mu".
Shun Land sengaja bicara melalui telepati batin ke telinga pangeran Sanjaya triloka dan sedikit berbohong untuk menutupi laku Ritual Topongramenya.
Para rakyat Manusia purba raksasa merasakan ngeri di hati mereka sekaligus terkagum oleh kekuatan Shun Land yang tidak di miliki bangsa mereka walaupun yang tinggi ilmu kedigdayaannya.
Tubuh Shun Land meliuk-liuk di udara sangat cepat dan meluncur bagaikan meteor besar jatuh menerjang ke arah Raja manusia purba raksasa Taksaka, raja Taksaka tidak tinggal diam dia mengangkat palu besarnya menahan serangan pedang Naga Bergola.
"Duuuuummmm......!!! Suara tabrakan dua kekuatan besar tanah mencekung debu berterbangan dedaunan dan rumput mengering seketika dan terbang berserakan di sekitar lapang sampai ke pinggir.
Raja manusia purba raksasa Taksaka mundur dua langkah tetapi dia tidak kehilangan keseimbangan ini adalah hasil pengalaman bertarung ratusan tahun.
Raja manusia purba raksasa Taksaka dengan cepat mengayunkan palu besarnya ke arah Shun Land tetapi Shun Land yang mengambang di atas bumi dengan mudah menghindari dengan melesak ke samping kiri memutar kebelakang tubuh raja manusia purba raksasa Taksaka.
__ADS_1
Shun Land dengan cepat segera menyerang dengan jurus pedang tarian Rajawali bersayap api jurus kedua Rajawali menahan prahara. Dalam kesempatan Shun Land tidak langsung ke tahap akhir tetapi menyerang mengunakan Jurus kedua dari tahap satu.
Pedang naga Bergola menebas ke arah Raja manusia purba raksasa Taksaka dengan api yang lebih besar kali ini Naga Bergola mengunakan 40% Kekuatannya Shun Land pun mengunakan 50 persen kekuatan api abadinya.
Yang terlihat oleh penonton hanya kelebatan api besar mengarah ke tubuh Raja manusia purba raksasa Taksaka, raja Taksaka dengan sekali melirik sudah mengetahui arah serangan Jurus pedang tarian Rajawali api dengan mengayunkan palu besarnya Raja Manusia purba raksasa Taksaka menghalau pedang Naga Bergola dengan seluruh kekuatan tenaga dalamnya.
"Duuuaaaaarrr.......!!!
Suara memekakkan telinga terdengar imbas benturan ini pun kali sampai ke para penonton, gelombang panas membuat mereka harus menghindar ke belakang, begitu pula pangeran Sanjaya triloka walaupun melindungi tubuhnya dengan tenaga dalamnya tetapi itu belum cukup hingga membuatnya terlempar cukup jauh untung saja tidak terluka karena tubuhnya di lindungi tenaga dalam.
Untuk kali ini Shun Land tidak memberikan kesempatan raja manusia purba raksasa Taksaka dirinya langsung menyerang dari atas dengan jurus yang sama di tahap ke dua.
"Duuuuuuaaaaaaarrrrrrr.........
Kali ini benturan lebih dahsyat Naga Bergola Bergola menaikan kekuatannya 10 persen begitu juga Shun Land. Tubuh Raja manusia purba raksasa Taksaka amblas ke dalam tanah sebatas pangkal paha hingga tubuhnya tidak bisa bergerak.
Shun Land sudah melayang sangat cepat dengan pedang di depan dada, pedang Naga Bergola mengarah ke leher Raja manusia purba raksasa Taksaka, tiga detik sebelum sampai ke leher Raja manusia purba raksasa Taksaka terdengar suara keras.
"Hentikan aku menyerah" suara itu berasal dari raja manusia purba raksasa Taksaka dirinya sudah tidak mampu menggerakkan tangan nya untuk mengangkat pusaka palu besar yang membutuhkan tenaga dalam yang besar, sedangkan tenaga dalam Raja manusia purba raksasa Taksaka di gunakan untuk melindungi tubuhnya dari panasnya serangan Shun Land, selain kekuatan besar menghantam serangan Shun Land juga mengandung tiupan panas yang luar biasa.
Raja manusia purba raksasa Taksaka dalam pertarungan ini tenaga dalamnya di bagi dua satu untuk melindungi tubuhnya dari panasnya serangan Naga Bergola yang kedua menahan serangan pedang tersebut secara langsung ini membuat tenaga dalamnya cepat terkuras habis.
__ADS_1
Pedang Naga Bergola berhenti seketika dan mengeluarkan kobaran api besar di depan wajah raja manusia purba raksasa Taksaka, raja Taksaka menutupi wajahnya dengan tangan kirinya hingga wajahnya tidak terbakar. Sebenarnya ini adalah imbas dari kekuatan Shun Land dan Naga Bergola menahan laju pedang agar berhenti tiba-tiba.
"Apa yang kubilang Naga yang satu ini tidak berubah sedikit pun walaupun sudah tidak mempunyai tubuh, musuh sudah menyerah tidak harus mengeluarkan api di depan wajahnya, yaaah mungkin ingin di lihat mempunyai kekuatan api yang kuat, intinya pameeeeer". Suara roh tongkat sakti Ruyi Jingu Bang bergema di ruang batin Shun Land.
"Diam kau itu bukan pamer tapi karena imbas kekuatan api yang harus berhenti agar pedang tidak sampai ke leher musuh, lama-lama aku ingin membakar wadah wadah mu yang terbuat dari emas itu, aku lebur jadikan sandal tuan ku, kau sungguh menjengkelkan sama dengan Si emprit" Naga Bergola menimpali penuh emosi.
"Sekali lagi kau sebut aku si emprit ku remas pedang wadah wadah mu dengan cakar apiku biar kau jadi roh gentayangan". Suara mahluk mitologi Legenda Rajawali Api terdengar keras di batin Shun Land.
"Sudah jangan bicara lagi, Garuda jangan kau menampakkan diri di sini ada pangeran Sanjaya triloka kau paham kan". Suara Shun Land melerai tiga Roh mahluk abadi yang sedang beradu bicara.
"Baik tuan saya akan kembali ke gua Hyang Sirah, tatapi ada berita bahwa Boma akan mengunjungi gua Hyang Sirah, bagai mana aku bersikap padanya" sang Legenda Rajawali Api bercerita.
"Kau berpura-puralah sedang bersemedi keluarkan sedikit kekuatan api mu agar lebih menyakinkan Boma saudaraku itu biasannya sangat ngeyel jangan bersuara sedikit pun biarkan dia berkata sampai putus asa dan pergi kembali". Shun Land memberikan saran pada sang Legenda Rajawali Api yang telah membesarkan namanya dan sekaligus sebagai Sahabat sejatinya bila dia merasa sakit dirinya pun akan merasa sakit.
Setelah itu tidak terdengar lagi suara mahluk mitologi sang Legenda Rajawali Api. Tepati Sura roh Ruyi Jingu Bang bicara. "Hai Naga pamer tadi itu suara tunggangan Raja Agung pertama Sunda Land aaah kau tidak mengenalnya padaku".
Tetapi Naga Bergola yang sudah tersulut rasa kesal menjawab hanya dengan satu kalimat pendek "Kenalan sendiri sana ikuti dia di neraka".
Shun Land memasukan pedang Naga Bergola ke warangkanya dan perlahan tubuhnya turun dan menapakkan kakinya di depan raja manusia purba raksasa Taksaka.
****************
__ADS_1