LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
222. Kembali ke istana Sundapura


__ADS_3

Shun land masuk keruang makan di sana telah tersedia berbagai makanan lezat.


"Yu kita makan, kau harus makan yang banyak badan mu kurus karena menjaga ku dalam bersemedi".


Shun land mengajak putri Serindang bulan makan tanpa di suruh dia kali putri Serindang bulan makan dengan lahap.


Shun land tersenyum melihat putri Serindang bulan yang makan bagai orang yang tidak makan berhari-hari.


Sambil makan pemikiran Shun Land tidak berhenti berpikir. "Apa yang harus aku lakukan untuk mengejar Mara Deva dan Pancasiksa, bagai mana pun caranya dia harus ku temukan karena akan menjadi batu sandungan di masa depan".


Hati Shun Land selalu di penuhi bahwa suatu hari nanti Pancasiksa dan Mara Deva akan membahayakan anak keturunannya belum lagi ajian Rawarontek yang melanggar kodrat manusia.


"Ilmu Rawarontek harus di musnahkan beserta pemiliknya ini sangat berbahaya bila sampai menyebar di Dunia persilatan".


"Mengapa paduka tidak makan, tubuh paduka sudah sebelas hari tidak makan paduka harus makan".


Suara putri Serindang bulan membuyarkan lamunan Shun Land ternyata Shun Land bersemedi Selama sebelas hari.


Shun land pun dengan cepat menghabiskan makanan di piringnya.


Keduanya keluar dari dari penginapan Kembang Tanjung baru saja pintu penginapan terbuka terlihat seluruh keluarga istana kerajaan dan pejabat tinggi telah menunggu di sana juga nampak leluhur Ki Bagus Atma dan Ki Srengga gurunya.


"Salam hormat dan sembah bakti untuk paduka". Mereka serempak memberi penghormatan pada raja mereka.


Yang paling depan tiga permaisuri, bunda Ratu SHI khal, perdana menteri Jhasun, pangeran Shan Shan, di samping itu leluhur Ki Bagus Atma dan Sang guru Ki Srengga.


Di barisan belakang ada putri Dian Prameswari dwibuana, pangeran Makkamaru, Antaka, Ki Bajul Pakel, Ki Aria Natanagara, Ki Aria Wirasaba panglima Tarpa dan laksamana Sarpa, Upiak Arai pun ada.


Shun land berdiri di samping nya putri Serindang bulan, Shun Land menatap satu persatu tiga orang terdekatnya tidak nampak di pandangan mata Shun Land.


Semuanya tertunduk hanya leluhur Ki Bagus Atma dan Ki Srengga yang menatap balik Shun Land dengan tatapan yang penuh tanya tidak biasanya Shun land bersikap seperti ini.


"Bangunlah kalian bunda Ratu, ayahanda bila kalian berlutut di hadapan ku lagi aku tidak akan menjadi Raja seumur hidup ku, karena setinggi apapun jabatan seorang anak tidak akan melebihi tinggi derajat Ibu dan bapaknya".


Setelah bicara demikian Shun land melangkah dan berlutut dan mencium kaki sang ibunda dan ayahandanya.


Setelah itu Shun Land memberi hormat pada leluhur Ki Bagus Atma dan Ki Srengga gurunya.

__ADS_1


Ketiga permaisuri mendekati Shun land yang telah berdiri setelah memberi hormat pada leluhur Ki Bagus Atma dan Ki Srengga.


Mereka bertiga berlutut dan mencium kaki suami mereka secara bergantian.


Mata ketiga permaisuri menatap tajam putri Serindang bulan, yang di tatap jadi salah tingkah.


"Dia adalah putri dari bangsawan Rejang Renah Selawi dan dia yang selama ini menjaga ku saat aku sedang bersemedi memulihkan diri". Shun Land memecah kekakuan putri Serindang bulan.


"Paduka apa lebih baik kita bicara di istana kerajaan, sekarang ini istana Sundapura telah perbaiki hingga 80% dan untuk ruangan penting istana telah selesai di perbaiki dan lebih besar dan megah dari sebelumnya".


Permaisuri Sari Tungga Dewi berbicara memberi saran.


"Baiklah kita ke istana Sundapura". Shun land berjalan di depan menuju istana.


Permaisuri Dewi Sumayi menghampiri putri Serindang bulan dan mengandengnya berjalan mengikuti Shun land.


Iring-iringan Shun Land berjalan kaki menyusuri jalan kota Sundapura menuju istana kerajaan, sepanjang jalan Shun Land di elu-elukan rakyatnya.


Kota Sundapura yang porak-poranda kini telah tersusun rapi kembali 70% telah di bangun dengan cepat.


Bekas pasukan Naga hitam yang berjumlah 40.000 di kerahkan untuk membantu membangun istana kerajaan dan membangun kota hingga pembangunan dalam hitungan hari cepat selesai.


Pasukan naga hitam di bagi dua kelompok, satu kelompok membangun istana kerajaan dan satu kelompok lagi membangun kota.


Sambil berjalan Antaka memberi laporan tentang bekas pasukan Naga hitam Shun Land begitu kaget tidak ada di benaknya pasukan Mara Deva hingga sebanyak itu.


Antaka pun memberitahukan bahwa Kama Deva, Asvaghosa dan Deva Putta bawahan utama Mara Deva tidak di temukan menghilang bersama perginya Pancasiksa dan Mara Deva.


Shun Land duduk di singgasana di sebelah kiri permaisuri May Lien di sebelah kanan permaisuri Sari Tungga Dewi bersebelahan dengan permaisuri Dewi Sumayi.


Wajah Shun Land sedikit murung karena ada orang yang sangat spesial di hatinya tidak ada di pandangannya, dari pertama membuka mata sehabis semedi tidak terlihat batang hidungnya sang kakak angkatnya Boma dan Mawinei juga anaknya.


Di sebelah permaisuri May Lien Ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun.


Berbaris di sisi kanan Tabib Lau Lien dan nyai Iseng atau Lien seng ibunda permaisuri May Lien berdampingan dengan putri Serindang bulan, di sebelahnya leluhur Ki Bagus Atma, Ki Srengga, tuan Upiak Arai.


Di sisi kiri para petinggi kerajaan Putri Dian Prameswari dwibuana, pangeran Makkamaru Antaka, Ki Bajul Pakel, panglima Tarpa laksana Sarpa.

__ADS_1


Di depan ada dua mantan panglima Naga hitam bawahan Kama Deva dan bawahan Asvaghosa, mereka berdua sebenarnya sudah bosan dan lelah menjadi bawahan Asvaghosa dan Kama Deva.


Setelah terjadi pertarungan besar antara Shun land dan Mara Deva yang di menangkan oleh Shun Land hati keduanya bersorak.


Sebelumnya keduanya di perintahkan agar melarikan diri tetapi mereka tidak melakukan karena menurut mereka berdua ini adalah kesempatan untuk membebaskan diri dari cengkraman kekuasaan Mara Deva yang kejam dan tidak berprikemanusiaan.




Panglima Demagog mempunyai bawahan 1. Karma dan Udacca




Panglima Durjana mempunyai bawahan 1.Banaspati dan Durgapati.




Keduanya sekarang menjadi bawahan Antaka panglima tertinggi kerajaan Tarumanagara di bawah langsung sang Raja Shun Land.


Di samping para panglima perang Naga hitam ada 4 pendekar para ketua perguruan besar di daratan luas Dwipa.


Ki Aria Wirasaba di samping kirinya ada calon mantu pangeran Jaya lelana atau pangeran Shan land kakak sang raja dan putri Ayu Sondari.


Di samping kanan nya ada ketua Koalisi para pendekar Ki Aria Natanagara, Ki Mahisataka dan Ki Wirantaka.


Dalam kesempatan itu Shun land memerintahkan Panglima besar Antaka untuk mencari Nyai Dewi Kamalia pemilik penginapan Kembang Tanjung yang di duga menjadi mata-mata Mara Deva.


Shun land pun mengemukakan setelah pembangunan istana kerajaan selesai dia akan pergi ke daratan luas Swarnabumi untuk mengambil alih istana Naga hitam di kaki gunung Kerinci tepatnya di lembah hitam.


Istana itu akan di berikan kepada bangsawan Rejang Renah Selawi ayah dari Putri Serindang bulan kerajaan itu akan di bernama kerajaan Gendis, kerajaan perwakilan kerajaan Tarumanagara.


________*****________

__ADS_1


__ADS_2