
Kuda Shun Land di pacu cepat hanya beberapa waktu saja Shun Land telah sampai ke tempat rombongan istirahat.
Dengan sekali hentakan kaki Shun Land telah berada di atas pohon besar saja Delay masih tidur dengan nyenyak, Shun Land duduk dekat kepala Delay. "Bangunlah ada pekerjaan untuk mu".
Delay mendongak ada suara di telinganya "maaf tuan saya lelah sekali, ada pekerjaan apa lagi tuan siap melaksanakannya sebagai terima kasih saya telah di berikan kesempatan kedua untuk berubah menjadi baik". Delay berkata dengan kepala tertunduk.
"Tugas mu mengundang seluruh golongan hitam yang sering beroperasi di jalur alas Roban ini sampai ke ujung jalur alas Roban, jangan takut bila ada yang mengancam keselamatan mu kau cepat menemui ku, aku yang akan membereskannya dan ini ada uang untuk mu". Shun Land menjelaskan apa yang harus di lakukan Delay sambil memberikan 2 Katong keping koin emas.
Delay menerima dan memberikan penjelasan jalur Alas Roban ini. "Tuan seluruhnya ada 6 kelompok di jalur alas Roban 4 kelompok mungkin saya bisa membawa ke hadapan tuan tetapi Untuk 2 kelompok saya tidak menjamin kelompok Raja tengkorak dan kelompok tapak besi".
"Tidak apa-apa, tapi kau tahu sarang kedua kelompok itu, lebih bagus lagi bila kau tahu berasal dari perguruan mana mereka berdua ???". Shun Land melanjutkan dengan bertanya.
"Sebenarnya Raja tengkorak dan Tapak besi adalah sepasang kekasih, Tapak besi satu guru dengan pembunuh bayaran Ki tapak sakti yang mendirikan perguruan di daratan Nusa kencana konon katanya Ki tapak sakti terbunuh oleh Raja Shun Land. Keduanya murid dari Tiga raja kematian Ki Kala Durga. Sedangkan Raja tengkorak adalah adalah kakak seperguruan Dewi Andita si pedang setan, Raja tengkorak selain berguru pada Dewi angin-angin dia juga berguru pada Dewi Sukma, tapi jangan salah tuan bila tuan bertemu dengan Raja tengkorak walaupun terlihat cantik sebenarnya dia adalah laki-laki demi memperdalam ilmu gendam merenggut Sukma Raja tengkorak rela merubah dirinya jadi wanita, sarang mereka ada di alas Kaliungu ujung jalur alas Roban".
Delay menerangkan dengan panjang lebar Shun Land mendengar dengan santai, hati Shun Land berkata. "sang maha Pencipta menunjukkan jalan padaku kepada orang yang aku cari".
Shun Land merasa sangat beruntung tidak membunuh Delay dengan. "Kau sebarkan saja berita ada empat juragan yang membawa dagangan barang mewah dan satu bangsawan membawa koin emas yang banyak ke kelompok Raja Tengkorak dan kelompok tapak besi mereka akan keluar kalau mendengar keping koin emas banyak".
Shun Land memberikan arahan setelah itu turun dan memacu kudanya mengejar Rombongan yang sudah jauh meninggalkannya.
Kepala pengawal yang bernama Marta menganggukkan kepalanya ketika Shun Land datang tanda menghormat dalam pemikiran Marta, Shun Land bukan orang yang sederhana di depan matanya sendiri membunuh satu kelompok perampok berjumlah 20an orang hanya perlu beberapa tarikan nafas, sedangkan di antara mereka ada yang termasuk pendekar kelas menengah yang memiliki tenaga dalam hampir 50ribu lingkaran tetapi Shun Land membunuhnya hanya dengan satu sabetan dan terbelah menjadi dua.
Marta yang sedikit banyaknya sudah malang melintang di dunia persilatan mulai menyadari bahwa Shun Land adalah pendekar pilih tanding yang menyamar untuk menumpas para pelaku kejahatan ini jelas terlihat dari cara membunuh dan tidak menyisakan satu pun dari mereka.
__ADS_1
Rombongan berjalan pelan hingga tengah hari mereka semua berhenti untuk makan setelah selesai mereka melanjutkan. Tidak ada yang bicara di perjalan ini.
Hingga sore hari sampailah di sungai yang berwarna ungu penduduk di sana menyebutnya kaliungu, jalan makin terjal dan sulit hutan alas Roban sungguh hutan yang sangat lebat dan menyeramkan.
Sekitar satu waktu menanak nasi sampai ke pedukuhan Kaliungu empat orang berkuda menghadang jalan, Marta langsung menghentikan Rombongan dan langsung kedepan.
"Bagus kalian langsung mengerti untuk berhenti kau mungkin kepala pengawal, katakan pada majikan mu, ketua alap-alap menginginkan semua barang bawaan kalian di tinggalkan di sini dan kalian bisa lewat dengan membawa nyawa kalian". Salah satu dari mereka berkata lantang.
"Kalian bisa mengambil yang kalian inginkan tetapi langkahi dulu mayat kami". Marta menjawab dengan lalu mencabut pedang pendek di pinggangnya.
"Kalian punya nyali juga hahahaha". Para pembegal tertawa lebar. Tanpa sungkan dua orang begal menerjang ke Marta mengayunkan golok panjang kearah leher Marta.
Melihat temannya di serang oleh dua orang anak buah Marta meloncat dari kudanya menahan salah satu serangan dengan goloknya.
Tidak berhenti sampai di situ beberapa anak panah meluncur cepat ke arah para pengawal yang sedang sibuk menahan serangan kelompok Alap-alap.
Sebelum sampai pada tubuh para pengawal anak panah di hantam batu-batu kecil hingga hancur, Marta melirik ke arah Shun Land yang masih duduk di atas kuda dengan tenang.
---------&&&---------
Shun Land turun dari kuda lalu memungut beberapa batu sebesar jempol kaki dengan berjalan santai Shun Land melemparkan ke atas tanpa di duga 2 orang terjatuh dan tidak bergerak lagi.
Empat orang yang masih di atas pohon saling pandang, salah satu dari mereka berkata keras. "Jangan banyak berpikir serang pemuda itu".
__ADS_1
Empat anak panah mengarah ke Shun Land dua pengawal yang tidak kebagian musuh menangkis panah tersebut sambil berteriak "Awas tuan muda". Shun Land menunduk sambil melemparkan batu dua orang menjadi korban berikutnya mereka jatuh dengan kepala di bawah.
Pemanah yang tinggal dua memutuskan untuk turun ikut bertarung membantu temannya yang kalah jumlah 8 begal melawan 10 pengawal.
Shun Land hanya menonton dirinya tidak ikut membantu karena pertarungan masih seimbang malah terlihat ketua pengawal Marta terlihat unggul lawannya sudah mendapatkan luka sabetan pedang pendek Marta walaupun bukan luka serius.
Tiba-tiba meluncur sebuah pedang besar akan membokong Marta dari belakang, anak buah Marta yang melihat tidak bisa berbuat apa-apa mereka sendiri sedang menghadapi musuh masing-masing mereka hanya bisa menjerit dengan keras.
"Awas kang Marta dari arah belakang". Marta yang sedang menghalau serangan jadi menengok ke belakang membuat tangkisan pedangnya tidak sempurna hingga membuat pedang musuh ujungnya mengenai lengan atasnya.
Mata Marta terbelalak melihat serangan yang sangat cepat menuju ke arah lehernya. Dengan tanpa kuda-kuda Marta menangkis pedang tersebut dengan pedang pendeknya tetapi karena tidak mempunyai kuda-kuda Marta terdorong ke belakang hingga jatuh.
Pedang besar yang menyerang Marta ujung gagangnya ada rantai ke tangan pemiliknya, dengan sekali tarikan pedang kembali lagi ke pemiliknya.
Dengan langkah santai pemimpin kelompok Alap-alap mendekati pertarungan dan berkata keras di lambari tenaga dalam. "Menyerahlah kalian semua sebelum kalian menjadi mayat yang penasaran".
Yang sedang bertarung berhenti semua dan menjadi kesempatan mengatur pernafasan. Marta melirik ke Shun Land meminta bantuan kerena musuh di atas kemampuannya.
Shun Land yang tadinya ingin menyembunyikan diri terpaksa menunjukkan kemampuannya ke semua orang.
Dengan sekali gerakan Shun Land merebut pedang salah satu kelompok Alap-alap. "Aku hitung sampai tiga kalian kuberi kesempatan hidup". Semuanya tertawa kecuali yang di rebut pedangnya karena telah melihat kecepatan gerakan Shun Land.
"Hitung hayo sampai bibir mu Jontor hahahaha". Pemimpin kelompok Alap-alap mengolok-olok Shun Land.
__ADS_1
********************