
Dan empat lagi di berikan kepada pak Kasjan kepala pedukuhan Tanjung untuk keperluan pedukuhan Tanjung.
Kediaman dukun Cidra, di resmikan sebagai pusat kegiatan pedukuhan Tanjung.
Pangeran Shun land memberikan 4 kotak lagi untuk perbaikan rumah tersebut untuk keperluan pemerintah pedukuhan, untuk tempat ibadah, untuk tempat penyediaan air bersih dan lain sebagainya.
Sisa 18 peti dan di kirimkan 13 peti ke kedai melati untuk di simpan, Darja dan kedua temannya serta bekas kelima pelayan wanita dukun Cidra, pergi ke kedai bunga melati di ibu kota Nusa kencana kerajaan Kutai khal.
Setelah menguburkan jenazah pendekar racun kematian pedukuhan mengelar acara sukur kepada sang maha pencipta.
Esoknya pangeran Shun land meneruskan perjalanan ke dalam hutan untuk mengunjungi nyai Kunti Devanti di padepokan Ot Danum kehidupan dalam hutan.
Kepergian pengeran yang di kenal Satria Nusa kencana di iringi tangis haru, apa lagi anak gadis anak kepala Pedukuhan Yanti sangat memaksa ingin ikut bersama pangeran Shun land tetapi pangeran Shun land tetap tidak mengijinkan.
Pangeran Shun land melesat dengan cepat dia telah mengetahui jalan dari petunjuk Panglima perang Tian agan dan Yu asri haring.
Sementara Suara Sang Rajawali api mengiringi kelebatan sang Raja muda manusia terpilih yang di anugerahi tubuh spesial kodrat alam yang di persiapkan untuk melawan iblis yang berbentuk manusia, kekejaman dan liciknya tidak ada bandingannya.
Dalam benak pangeran Shun land sangat terganggu setelah bertemu Ki Kama Deva, yang ilmu tenaga dalamnya hampir mencapai dua puluh ribuan.
Pangeran Shun land memulai perhitungan kekuatan musuh utamanya, dia hanya mempunyai pendekar Antaka pendekar syair kematian yang setara dengan Niraya Sura.
Selain itu yang termasuk sedikit di bawah Antaka hanya pangeran Khal Shugal. Selain itu dia tidak mempunyai pendekar yang mencapai tingkatan lima belas ribuan lingkaran tenaga dalam.
Walaupun pangeran Shun land banyak pengikut yang ilmu olah Kanuragan di tahapan menengah tingkat pertengahan, seperti duo tapak besi dan tapak Bayu, Badrowi dan yang lainnya.
Tapi bila bentrok langsung itu sama saja mengantarkan nyawa,
Kepergian pengeran Shun Land menemui nyai Kunti Devanti adalah untuk membicarakan, apa tujuan sebenarnya kelompok ini terhadap dirinya,
__ADS_1
Menurut perhitungan pangeran Shun land bila ingin melenyapkan dirinya dan seluruh pasukannya itu tidak begitu sulit, cukup Niraya Sura dan Ki Kama Deva sudah cukup.
Ini sesuatu yang mengganggu pemikiran pangeran Shun land, bukan berarti dia takut tapi mungkinkah mereka merencanakan sesuatu yang besar, hingga akibatnya dapat menghancurkan peradaban yang dia berusaha bangun kembali.
Untuk sekarang ini daratan luas Kalimantan besar dan daratan luas Kalimantan kecil telah mengalami perubahan terutama masalah keamanan yang tadinya rawan perampokan dan pemerkosaan di kota-kota besar atau pun di pelosok negeri berkurang hingga 90% lebih, walau tidak sampai seratus persen.
Ini membuktikan usaha pangeran Shun land untuk tindak kesewenang-wenangan turun drastis.
Gaung pasukan bayangan kerajaan Kutai khal sangat membuat para pelaku kejahatan ketakutan, karena pelaku kejahatan yang ngeyel melakukan kejahatan yang merugikan rakyat akan mati secara tiba-tiba atau lenyap bagai di telan bumi.
kematian pelaku kejahatan yang misterius meninggalkan suatu pertanyaan besar siapa sebenarnya yang melindungi rakyat kecil ini.
Keluarnya nama Satria Nusa kencana sebagai perwujudan pendekar Legenda Rajawali Api membuat khalayak ramai meyakini pelindung mereka adalah pendekar Budiman tersebut.
Ini menjadi spirit yang kuat memicu para pemuda dan pemudi untuk menjadi maju mengikuti jejak pendekar Legenda Rajawali Api, menumbuhkan rasa nasionalisme yang kuat.
Banyak dari mereka berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi prajurit demi menyalurkan hasrat kepahlawanan yang di tularkan oleh sosok pemuda kuat dan berbudi luhur pendekar Legenda Rajawali api.
Kerajaan yang mempunyai pahlawan berkekuatan tinggi dan wujud mahluk hewan legenda sang Rajawali Api menjadi simbol pemersatu negeri yang mulai menata kembali ke peradaban yang maju dan beradab.
Gaung pendekar Legenda Rajawali Api semakin menggema seiring luasnya wilayah yang terus bertambah,
Semuanya merelakan ikhlas tunduk di bawah kekuasaan kerajaan Kutai khal selain nama pendekar Satria Nusa kencana, nama raja muda Shun Land pun ikut bersinar karena keadilan dan kebijakan yang selalu membela hak-hak rakyat banyak.
Wilayah kerajaan yang tadinya hanya di pulau kecil di perairan selat Makassar, kini meluas dari aliran sungai Barito sampai ke aliran sungai Mahakam. hanya dalam waktu yang sangat singkat.
Kembali ke Pangeran Shun land, sekarang ini berada di depan pintu pelataran padepokan Ot Danum kehidupan, gerbang masuk yang hanya di tandai dengan kedua batu besar tinggi di letakan kanan dan kiri.
Dua orang laki-laki satu pemuda dan satunya lagi agak berumur menghampiri pangeran Shun land yang tidak berani langsung masuk menjaga adab kepada sesepuh spiritual nyai Kunti Devanti.
__ADS_1
"Tuan ini siapa ada keperluan apa hingga tuan sampai ke sini". laki-laki sang sedikit berumur bertanya dengan sopan kepada pangeran Shun land.
pangeran Shun land sangat terkagum walau mereka hidup di pedalaman hutan tapi mempunyai adab yang tinggi sedangkan mereka yang hidup di kota dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mereka banyak yang tidak memiliki etika dan moral.
"perkenalkan saya ini Satria Nusa kencana ingin bertemu dengan ketua sekaligus guru padepokan ini". pangeran Shun land bicara menangkupkan kedua tangannya di depan dada sambil membungkuk.
keduanya langsung berlutut mereka mendapat informasi dari Tian agan dan Yu asri haring nama tersebut adalah raja kerajaan Kutai khal.
"Salam hormat dan sembah bakti kepada paduka raja maaf kan mata ini tidak bisa mengenali paduka".
"Bangunlah kalian antarkan aku ke Sesepuh nyai Kunti Devanti". pangeran Shun land terlihat tidak senang dengan penghormatan seperti ini.
pangeran Shun land di antar ke pendopo utama tempat mereka mendapatkan pelajaran, ilmu olah Kanuragan atau pun ilmu tentang kehidupan di alam semesta ini.
Setelah sampai pangeran Shun land di persilahkan duduk di lantai batu yang bersih dan tersusun rapih karena di sana tidak ada kursi, ajaran mereka memperlakukan semua orang sama sederajat, tidak mengenal yang berilmu tinggi dan rendah, kaya dan miskin, pejabat atau rakyat jelata.
mereka memperlakukan mereka sama, leluhur mereka mengajarkan yang tertinggi adalah yang mempunyai rasa syukur pada yang maha kuasa, dan menyelaraskan hidup dengan alam semesta bukti rasa syukur itu.
Murid yang pemuda masuk kedalam kediaman nyai Kunti Devanti sedangkan yang sedikit berumur menemani pangeran Shun land, sambil mengobrol keadaan mereka.
Dia pun mempertanyakan keadaan panglima perang Tian agan dan yu asri haring, saudara seperguruan mereka.
...****************...
Dukungan kalian sangat membatu tulisan ini.
Like dan supportnya serta komentar sungguh membantu author sebagai penyemangat dalam menulis.
Terima kasih sahabat NOVELTOON yang telah mendukung tulisan ini.
__ADS_1
SALAM NUSANTARA
SALAM GARUDA PERKASA