LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
24.Kontes latih tanding 3.


__ADS_3

Putri Dian Prameswari dwibuana tidak menyadari perhatiannya kepada pangeran Shun Land tidak luput dari pandangan putri Sari Tungga Dewi sepupunya sendiri dari pihak ibu.


Sorot mata putri Sari Tungga Dewi menunjukkan ketidak suka sepupunya memberi perhatian lebih kepada pangeran Shun Land.


Tetua Mantikai memberi aba-aba pertarungan di mulai


Pangeran Kitri yang tenaga dalamnya hanya baru memiliki seribu lingkaran lebih tidak bisa memberikan perlawanan pangeran Agam yang memiliki tenaga dalam hampir mencapai empat ribu lingkaran


Pangeran Agam hanya memanfaatkan satu serangan balik pukulannya telak bersarang di dada pangeran Kitri, akibat serangan ini pangeran Kitri terpental cukup jauh sampai enam Depa, darah menyembur dari mulutnya dan tidak dapat bangun lagi.


Pangeran kitri hanya mampu duduk sedeku satu kaki tangan kirinya memegang dada yang terasa hancur hawanya sangat dingin,


Tetua Mantikai segera menghentikan pertarungan dan mengumumkan pangeran Agam sebagai pemenang pertarungan ini


''Maafkan saya pangeran telah melukai anda'' pangeran Agam meminta maaf dengan tulus


Pangeran Kitri membalas dengan senyuman getir dan membalas perkataan pangeran Agam


''Tidak pangeran saya yang harus berterima kasih andai pangeran mengeluarkan kekuatan penuh mungkin tubuh saya sudah menjadi serpihan'' pangeran Kitri dengan suara kagum atas sikap pangeran Agam yang rendah hati


Pangeran Agam membantu pangeran Agam dengan menyalurkan tenaga dalamnya mengurangi rasa sakit pangeran Kitri, lalu memapah untuk mendapatkan perawatan


Semua penonton bergemuruh atas tindakan kedua pangeran


Pangeran Agam yang menunjukkan sikap pendekar sejati yang rendah hati, dan sikap lapangan Dada pangeran Kitri menerima kekalahan.


Tetua Mantikai segera memanggil peserta kelompok ke tiga pangeran Shun Land dan pangeran Sanjaya triloka dari daratan luas Dwiva


Seluruh penonton bergemuruh lebih kencang mendengar peserta selanjutnya pangeran Shun Land yang berlaga.


Ini adalah momen yang di tunggu-tunggu seluruh yang hadir baik dari kalangan para bangsawan atau dari masyarakat biasa.


Semua ingin melihat putra mahkota menunjukkan ilmu olah Kanuragan yang di milikinya.


Pangeran Shun Land berjalan pelan memasuki arena pertandingan dan memberikan salam keseluruhan penonton dan menundukkan tubuhnya kearah Rombongan Sang Bunda Ratu SHI Khal menghaturkan hormat

__ADS_1


Semua terdiam terhipnotis oleh aura agung yang di keluarkan tubuh Shun land Suasana hening sejenak


para gadis-gadis terpaku mematung melihat ketampanan wajah pangeran Shun Land, Rambutnya yang hitam sebahu tergerai tertiup angin, menambah kesan kebangsawanannya semakin tinggi.


''tTak menyangka putra mahkota kerajaan pangeran Shun Land sangat tampan dan sopan dan santun''


''Bagai pangeran dari negeri dongeng pangeran Shun Land ini ''


Suara pujian keluar dari mulut para penonton tanpa sadar memuji pangeran Shun Land


Suara hening berganti suara Riuh rendah mengelu-elukan putra mahkota kerajaan


Tak berselang lama pangeran Sanjaya triloka masuk ke dalam arena pertandingan, aura kebangsawanan keluar walau tidak sebanding aura agung Shun Land tapi cukup menunjukan pangeran Sanjaya triloka ini tidak rendah.


Ketampanan pangeran Sanjaya hampir menyamai ketampanan pangeran Shun Land, bisa di sejajarkan dengan pangeran Agam dari daratan luas Swarna, hanya pangeran Agam pembawanya teduh menenangkan sedangkan pangeran Sanjaya triloka pembawanya tegas berkarisma.


Seluruh penonton bergemuruh walau tidak seramai waktu pangeran Shun Land muncul.


Semua merasa tidak sia-sia datang dari jauh bisa menyaksikan para pangeran yang tampan dan mempunyai ilmu olah Kanuragan tinggi.


Mereka yang hadir melalui menebak-nebak kemenangan, ada yang menebak pangeran Shun Land, ada yang menebak pangeran Sanjaya triloka yang menang, masing-masing mempunyai alasan tersendiri.


Kedua telah berdiri berhadapan saling memberi hormat, setelah tetua Mantikai memberi aba-aba pertarungan di mulai


Aura meledak pangeran Sanjaya triloka menekan pangeran Shun Land,


Pangeran mengimbangi dengan aura Api abadi dari leluhur agung, hingga Aura Sanjaya triloka tidak berpengaruh yang berarti


''Silahkan pangeran untuk menyerang dahulu'' Shun land memberi kesempatan kepada lawan tandingnya


''Aku tidak akan sungkan sepupu jauh'' pangeran Sanjaya triloka menimpali


Memang sebenarnya antara pangeran Shun Land dan pangeran Sanjaya triloka masih ada jalur kekerabatan walau sudah jauh.


perdana menteri Jhasun adalah anak sepupu dari ketua klan Wajak Mahisa birawa, berbeda dengan tetua agung Khal San yang memperistri dari adik istri dari mahisa birawa.

__ADS_1


Dewi Iswari adalah adik dari Prameswari Dwibuana istri mahisa Birawa ketua klan Wajak dari daratan luas Dwiva.


Pangeran Sanjaya triloka mengerahkan tenaga dalamnya lalu mengalirkan ke kedua telapak tangannya membentuk sebuah cakar,


Pangeran Sanjaya triloka bermaksud mengeluarkan ilmu cakar singa lodra jurus pertama


Dengan berteriak keras untuk menguatkan tekad hatinya pangeran Sanjaya memulai serangan dengan cepat


''Cakar singa mengoyak mangsaaaaaa.....


bagaikan gelombang cakar dari pangeran Sanjaya menerjang menerkam ke arah vital dari tubuh pangeran Shun Land.


Mendapat serangan yang bertubi-tubi, Shun land dengan tenang menghindar semua serangan dengan sempurna, jurus Saipi anginnya sangat membantu,


Sambil menghindar sesekali Shun Land melancarkan serangan Dengan jurus tapak harimau kumbang, jurus pertama dan kedua


Pertarungan semakin sengit, tidak seorang pun bisa memprediksi siapa yang keluar sebagai pemenang.


Ratu SHI khal betapa gembiranya melihat putra satu-satunya memiliki ilmu Kanuragan tinggi, Di wajahnya tidak ada rasa khawatir sedikit pun kepada putranya akan kalah,


Ratu SHI khal sesekali melirik kearah kearah suaminya minta pendapat hasil pertarungan putranya dengan pangeran Sanjaya.


Perdana menteri Jhasun hanya bisa menjawab dengan menggeleng


Di suatu kesempatan Shun Land mendapati kesempatan menyerang, dengan memanfaatkan, goyahnya kuda-kuda,


Shun Land menghentakkan kakinya, hingga tubuhnya melesat ke udara kemudian turun bagai meteor sambil membuka tapak kedua tangannya menyodorkan ke arah depan,


Pangeran Sanjaya triloka mendapatkan serangan tiba-tiba. dia hanya bisa menaruh telapak tangan di depan dada untuk menghalau serangan pangeran Shun Land.


Semua ikut menahan napas, sorot mata penonton semua tertuju pada satu titik yaitu tengah arena....


...****************...


maaf hanya sedikit 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Nusantara


''


__ADS_2