LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
99. Memburu pendekar tapak Geni sang pembunuh 14


__ADS_3

Putri Dian Prameswari dwibuana sangat kaget dan bangga, ternyata sahabatnya ini, seseorang yang telah di ramalkan sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan ribuan tahun yang lalu.


"Bangunlah aku sama seperti kalian semua, dan sang Rajawali api itu, kebetulan aku memeliharanya sejak kecil"


Pangeran Shun Land sendiri tertegun, benarkah yang di ucapkan para penduduk itu, tapi perasaan bangga mendapatkan julukan itu segera di tepisnya, karna itu bisa memupuk rasa tinggi hati.


---------------***-----------------


Sang Rajawali api, turun di halaman istana, para penjaga segera menghampiri, memberi hormat kepada pangeran Sanjaya triloka.


Seluruh isi istana segera keluar yang paling depan permaisuri Dewi sumayi karena dia hapal dengan suara sang Rajawali api, di ikuti permaisuri Sari Tungga Dewi dan permaisuri May lien, panglima Tian agan dan yu asri haring tidak ketinggalan.


Pangeran Khal Shugal pun segera menghampiri.


Setelah dekat para permaisuri sedikit kecewa karena yang datang bukan suami mereka.


Pangeran Sanjaya triloka segera berlutut di depan permaisuri Sari Tungga Dewi, dan mengeluarkan lencana Raja kerajaan Kutai khal, milik pangeran Shun Land, menandakan dia benar-benar mewakili titah raja.


Kepala kampung Sotang sangat kaget ternyata yang meringkus dan mengalahkannya adalah Raja kerajaan Kutai khal sendiri.


Pangeran Sanjaya menceritakan semua dengan jelas dan gamblang, serta memerintahkan segera memenggal kepala pengikut aliran sesat Sotang.


Pangeran Sanjaya triloka juga menyampaikan agar pendekar Antaka, untuk mengutus dua pasukannya yang berilmu tinggi untuk melatih para pemuda menjadi prajurit di sana.


Pangeran Shun Land berencana kampung Santui menjadi basis wilayah perwakilan kerajaan Kutai khal, yang ada di sekitar wilayah tersebut.


Hingga masyarakat yang ada permasalahan ke amanan di sekitar itu, tidak harus melapor ke ibu kota kerajaan, yang jaraknya sangat jauh.


Pendekar Antaka yang melihat dari jauh, bisa mendengar dengan jelas, dia segera mengutus, duo pendekar tapak besi dan tapak bayu, serta mengutus Rumaga.


Walau dia masih muda, tapi ilmunya tidak kalah dengan duo tapak, tapak besi dan tapak Bayu.


Antaka pendekar syair kematian, masih mengkhawatirkan kesetiaan duo tapak ini, untuk menjaga itu dia memilih Rumaga menjadi pemimpin di sana.


Pertimbangannya pendekar Antaka, satu Rumaga asli dari klan kendayan, kedua dia sudah teruji kesetiannya terhadap kerajaan, dia juga murid dari padepokan Ot Damum, dia tidak ingin beresiko adanya penghianatan.


Pendekar Antaka datang dengan ketiga bawahannya, tanpa di panggil.


Pangeran Sanjaya triloka kebingungan apakah sanggup sang Rajawali api menerbangkan dengan empat orang beban.


Sang Rajawali api melihat lirikan pangeran Sanjaya triloka, hatinya menggerutu, "jangankan empat orang istana ini dapat aku hancurkan dalam satu kepakan sayap api ku", hatinya bergumam.

__ADS_1


Sang Rajawali api menganggukkan kepalanya di hadapan pangeran Sanjaya triloka, menghilangkan keraguan pangeran tersebut.


Sebelum berangkat sang Rajawali mendekati permaisuri Dewi sumayi lalu menundukkan kepalanya.


Permaisuri Dewi sumayi memeluk kepala sang Rajawali api.


Lalu sang Rajawali api menunjukkan kepalanya kepada permaisuri Sari Tungga Dewi, dengan lembut permaisuri Sari Tungga Dewi membelai-belai kepala Sang Rajawali api.


Dan yang terakhir sang Rajawali api berbalik ke arah permaisuri May lien, dia menempelkan sisi wajahnya yang besar ke pipi permaisuri May lien, seakan dia tahu dari tiga permaisuri, yang paling di cintai tuannya adalah permaisuri May lien.


Permaisuri May lien mencium wajah sang Rajawali api dan mendekapnya.


Setelah itu sang Rajawali api merendahkan tubuhnya memberikan isyarat pada pangeran Sanjaya triloka dan ketiga anak buah pendekar Antaka untuk naik.


Dalam sekejap Sang Rajawali api telah hilang dari pandangan.


 


Kampung Santui tetap jadi ramai, menunggu pangeran Sanjaya triloka kembali.


Pangeran Shun Land duduk berbincang-bincang dengan para tokoh-tokoh kampung, setelah di sepakati bersama pengganti Sotang adalah pak Kalur.


Mereka berpendapat, satu pak Kalur mempunyai sifat toleransi yang tinggi kedua dia mempunyai tabiat yang pantas memimpin mereka.


Semuanya menyambut dengan suka cita. Dengan adanya pusat pemerintahan perwakilan kerajaan Kutai khal, Kampung mereka akan menjadi ramai dan di masa depan bisa menjadi sebuah kota.


Putri Dian Prameswari dwibuana tidak ketinggalan, memberikan tehnik tehnik pertanian kepada para penduduk.


Boma yang menjadi pangeran perwakilan kerajaan, memberikan uang tiga puluh ribu keping emas, kepada kepala kampung untuk biaya pembangunan tersebut.


Boma pun mengganti nama perkampungan menjadi Pedukuhan Santui.


Boma berdiri dengan gagah dan bergaya, dengan gaya yang khas bangsawan gadungan.


"Saudara-saudara ku sekalian karena kedepannya kampung ini menjadi pusat pemerintahan perwakilan kerajaan, maka atas nama raja kerajaan Kutai khal. Perkampungan ini berubah menjadi pedukuhan, yang membawahi daerah di sekitarnya. Hidup Raja Shun land hidup pendekar legenda Rajawali api" suara Boma berapi-api sambil mengepalkan tangan keatas.


Pangeran Shun Land hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala.


Para penduduk kampung yang berada di luar rumah ikut berdiri, dan berteriak mengikuti suara orasi Boma.


Putri Dian Prameswari dwibuana merasa perjalan kali ini sangat berkesan di hatinya, dia yakin bahwa pangeran Shun Land akan menjadi simbol suatu persatuan negri di kepulauan Sunda besar dan Sunda kecil.

__ADS_1


Matahari berjalan di garisnya dengan konsisten, dia telah condong ke barat.


Sebuah teriakan sang Rajawali api, membuat seisi rumah keluar, ipeng yang tidak pernah jauh dari Boma ikut keluar dengan memegang tangan Boma, dia bagaikan perangko menempel kemana pun Boma pergi.


Pangeran Shun Land menyindirnya sambil mesem-mesem.


"Ingat di rumah ada yang sedang mengandung". Tentu saja Boma mendengus kesal, tapi ipeng tatap saja tak perduli,


Putri Dian Prameswari dwibuana mendekati pangeran Shun Land berdiri sangat rapat.


Dengan gaya pongah Boma melewati pangeran Shun Land, dan menyenggol bahu pangeran Shun Land, lantas membalas ucapan pangeran Shun land.


"Ingat di rumah sudah ada tiga yang menunggu". Boma berlalu di samping pangeran Shun land.


Pangeran Sanjaya triloka dan tiga pendekar utusan Antaka pendekar syair kematian, melompat di hadapan pangeran Shun Land, dan Boma.


Mereka berempat berlutut di hadapan Boma yang berdiri sedikit ke depan, semua yang hadir menyangka mereka berlutut ke bangsawan Boma, padahal mereka menghormat pangeran Shun Land yang sedikit di belakang.


"Untuk masalah ini saya wakilkan kepada pengawal saya Satria Nusa kencana, silahkan Satria Nusa kencana ke depan". Boma mengerti apa yang harus di lakukan, untuk hal-hal yang penting.


Pangeran Shun Land maju ke depan.


"Terima kasih pangeran Boma telah mempercayai saya".


"Pendekar legenda Rajawali api, saya diamanatkan oleh paduka raja bahwa saudara Rumaga menjadi pemimpin perwakilan kerajaan Kutai khal". Pangeran Sanjaya triloka memberikan keterangan.


"Kepada seluruh penduduk pedukuhan Santui, untuk sekarang ini, pimpinan perwakilan kerajaan Kutai khal adalah paman Rumaga, bila ada masalah keamanan dan lainnya laporkan kepada dia, kalian mengerti ???" Pangeran Shun Land mengakhiri dengan bertanya.


Semuanya serentak menjawab "mengertiiiii".


...****************...


Like dan support serta komentar di tunggu.


trima kasih yang telah memberikan vote dan dukungan lainnya.


sahabat NOVELTOON jangan lupa kesehatan, dengan pola hidup sehat.


🙏🙏🙏🙏🙏


SALAM NUSANTARA

__ADS_1


SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2