
Begitulah menurut pendapat dan kesimpulan saya mengenai kelemahan ilmu ajian Rawarontek". Shun land mengakhiri penjelasannya.
Mereka semua merasa sangat tertipu oleh pemikiran mereka sendiri, ternyata penjelasan Shun land sangat sederhana, tidak seperti pemikiran mereka yang sangat ngejelimet hingga jangankan untuk menemukan titik kelemahan ilmu ajian Rawarontek malah mereka terseret oleh pemikiran yang tidak berujung.
Para sepuh semuanya mengerti tentang ilmu saipi banyu/air yang di sana di terangkan bila bisa menguasai dengan sempurna sempurna bisa mengobati berbagai penyakit dan luka.
Secara teori sederhana ilmu saipi Banyu/Air di ambil inti sari dalam pengobatan niscaya dengan sendirinya tubuh meregenerasi sendiri di paduka dengan ilmu saipi Bumi yang sangat kuat sebagai sumber wadah untuk menarik semua tubuh yang terpotong atau hancur menjadi suatu kesatuan yang utuh kembali.
Mereka pun tidak memikirkan bahwa ilmu saipi banyu/Air mempunyai kelemahan sifat air yang selalu mengalir kebawah, dan Air bila berada di udara dia kehilangan kekuatannya seberapa pun kuatnya dan banyaknya air bila di udara tidak akan berdaya melawan kekuatan Angin.
Secara sifat bentuk dan sifat Air berpasangan dengan bumi dia tidak akan bisa di pisahkan sedangkan Api berpasangan dengan Angin, Seberapa kuat dan besarnya api dia tidak akan menyala bila tidak ada Angin atau udara.
Inilah kodrat alam yang luput dari pemikiran para sepuh, berbeda dengan cara berpikir Shun land yang sederhana dan mengambil hal yang pokok, setelah mengetahui pasangan masing-masing kekuatan yang empat dia menyimpulkan, Ilmu Ajian Rawarontek di bentuk oleh kedua kekuatan Air dan Bumi, bila kekuatan itu di pisahkan maka kekuatan yang mendominasi yaitu Air akan hilang, apa lagi bila bertemu dengan kekuatan Api dan angin air akan menguap dan habis.
Itulah pondasi berpikir dan keyakinan Shun land menyimpulkan kelemahan Ilmu Ajian Rawarontek harus bertarung di udara tanpa menyentuh tanah.
Hanya satu yang jadi ganjalan Shun land bahwa dia belum menguasai tenaga dalam yang memadai untuk menggunakan ilmu Tarian Rajawali Api jurus ke 4 dan ke 5, tahapan 3 dan 4, untuk tahapan 1 dan 2 dia sudah mampu, tapi itu akan sia-sia bila mengahadapi seorang yang mempunyai tenaga dalam yang cukup tinggi.
"Eyang, guru, kakek Sepuh Panglima Kumbang saya mempunyai kendala, tenaga dalam saya belum cukup untuk mengunakan pedang Naga Bergola yang berpasangan dengan ilmu tarian Rajawali Api, saya ingin bersemedi meningkatkan tenaga dalamnya saya agar mencapai seratus ribu lingkaran mungkin eyang dan guru mempunyai tempat yang pas dan aman untuk saya bersemedi".
Shun land mengatakan niatnya untuk meningkatkan tenaga dalamnya.
__ADS_1
"Itu sangat mudah cucu ku, di daratan luas Dwipa ini hanya ada tempat yang cocok untuk mu untuk meningkatkan kekuatan tenaga dalam yang mempunyai elemen panas, tempat itu satu di wilayah tengah di gunung Merapi kedua ujung kulon ini tepatnya di gunung Krakatau di sana ada kawah yang selalu mendidik magmanya, sebaiknya nanti eyang sendiri yang mengantar dan menjaga mu cucu ku". Leluhur Ki Bagus Atma memberi masukan.
"Guru dan sepuh panglima Kumbang sementara saya mengasingkan diri tolong pimpin koalisi perguruan Dunia persilatan yang akan di adakan di istana kerajaan, dan pada kakek dan nenek apa kalian tidak kangen pada ibunda Ratu SHI dan cucu laki-laki yang lain kakang Shan land". Shun land berkata sambil melirik ke arah Leluhur Khalma jaya dan Dewi Minawati neneknya.
Dua orang murid menghadap Ki Sadewa bahwa di luar ada murid Leluhur Ki Srengga Narpat Maja ingin menghadap.
"Suruh langsung masuk". Ki Sadewa menjawab dengan singkat.
Masuk lah sosok laki-laki seumuran Antaka namun dia lebih memiliki kulit yang lebih bersih dan wajah yang tampan, dia adalah Narpat Maja murid terakhir sebelum Shun land datang.
"Salam hormat pada guru dan Sepuh semua juga sembah bakti pada paduka raja Tarumanagara". Narpat Maja memberi hormat.
(Baca chapter 86)
"Guru dan paduka raja serta semua yang hadir, untuk sekarang ini saya telah menemukan istana tempat Mara Deva, dia mengerahkan seluruh Armada lautnya yang di pimpin oleh Asvaghosa ke daratan luas Kalimantan, dan pasukan darat mereka yang di pimpin oleh Kama Deva sedang gerakkan menuju timur, menurut informasi setelah armada laut Naga hitam bisa menaklukkan kerajaan Kutai khal di daratan luas Kalimantan Kama Deva akan menyerang daratan luas Dwipa melalui jalan darat, begitu lah yang saya ketahui sekarang ini".
Narpatmaja mengakhiri laporannya.
"Kakang Narpatmaja apa kakang bisa menebak berapa hari lagi pasukan darat Kama Deva bisa sampai ke pelabuhan labuhan, kira-kira berapa jumlah kekuatan pasukan tersebut". Shun land bertanya dengan teliti.
"Jumlah pasukan itu sekitar 10 ribu, menurut perkiraan saya dalam satu bulan dia baru nyampe ke perairan Krakatau, karena pergerakan pasukan besar sangat lambat terutama mereka yang membawa perbekalan". Jawab Narpatmaja dengan jelas.
__ADS_1
"Terima kasih kakang Narpatmaja atas informasinya, sebaiknya kita harus menguasai pelabuhan Labuan dahulu, saya akan memerintahkan Paman Antaka dan pasukannya untuk menguasai pelabuhan Labuan, tetapi di sana ada perguruan Badak liar". Shun land berhenti bicara dia sedikit bingung karena dia ingin memfokuskan untuk bersemedi.
"Nak mas Satria jangan khawatir biar aku yang akan membatu Antaka untuk menundukkan perguruan Badak liar". Panglima kumbang mengajukan diri.
"Terima kasih sepuh Panglima Kumbang, saya sedikit bimbang karena saya ingin bersemedi meningkat tenaga dalam, saya pun akan meminta sepuh Mahisa taka dan mantan kelompok Panca Braja untuk membantu menundukkan perguruan Badak liar". Shun land langsung mengambil keputusan.
"Itu lebih bagus biarkan situasi saat ini kami yang tua ini melemaskan otot-otot yang lama sudah tidak di gerakkan, Tenanglah dalam menghimpun tenaga dalam biar kami yang turun tangan". Leluhur Ki Srengga ikut memberi masukan.
Shun land mengutus Boma pada perguruan Ciomas untuk memberitahukan pada sepuh Mahisataka dan Colet untuk berkumpul di perguruan Gajah Mungkur menunggu pimpinan tertinggi pasukan khusus senyap datang untuk segera menaklukkan perguruan Badak liar yang di pimpin oleh Ki Arya Teja.
Boma mengendari sang Rajawali Api agar menyingkat waktu.
Leluhur agung Khalma jaya dan Dewi Minawati pergi ke ibukota Sundapura di kerajaan Tarumanagara untuk menemui putri mereka sang ratu SHI khal dan menantu Jhasun.
Akan tetapi kepergian leluhur Khalma jaya dan Dewi Minawati yang akan melalui jalan darat di larang oleh Shun land mereka berdua berangkat ke ibukota akan di antar oleh Boma mengendarai sang Rajawali Api.
Setelah mengatur semuanya Shun land berpamitan pada yang ada di sana dia akan menuju ke puncak gunung Krakatau di temani Leluhur Ki Bagus Atma Canggahnya sendiri.
(Canggah adalah bapak dari buyut).
-------------------*****---------------------
__ADS_1