LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
161. Perguruan Pagaruyung


__ADS_3

Shun land diam saja dia tidak ingin ikut campur persoalan para pendekar sepuh.


Dewi bulan merah bertanya pada Ki Sobarna.


"Kang Sobarna sebenarnya siapa nak mas Satria Nusa kencana ini, dari mana akang mengetahuinya sedangkan kang Sobarna baru bertemu dengannya". Dewi bulan merah dengan sangat penasaran.


"Guru ku sepuh Aswatama adalah teman seperjuangan bisa di sebut sahabat dekat kerena mempunyai ilmu yang bersumber dari satu orang guru, leluhur Suda Paksi.


Leluhur Suda Paksi mempunya murid tiga.


1.Jati Purwa.


2.Singa lodra.


3.Aji Raksa.


Sepuh Ki Srengga berguru pada Leluhur Jati Purwa sedangkan sepuh Ki Aswatama berguru pada Leluhur Aji Raksa.


Guru mempunyai catatan bahwa yang mempunyai tubuh empat lintang kelima pancer dia yang akan bisa menguasai ilmu saipi dengan sempurna dan dia juga yang akan memiliki negri ini, itulah yang saya ketahui". Ki Sobarna diam sejenak lalu meneruskan bicaranya.


"Guru saya pada waktu pembantaian besar dunia persilatan dia sudah sangat tua dan sedang sakit parah hingga tidak bisa menyelematkan perguruan Pagaruyung, pada saat itu kita tahu belum ada yang mempunyai tenaga dalam yang cukup untuk menghentikan para pembunuh misterius itu, sepuh Ki Srengga dan ketiga muridnya kalau tidak sedang bertapa di guha hyang Sirah kemungkinan selamat sangat kecil". Ki Sobarna mengakhiri bicara.


Dewi bulan merah dan Wirantaka baru mengerti kenapa Shun land dengan mudah mengalahkan pedang setan dan Pendekar Badak liar.

__ADS_1


"Pantas saja nak mas Satria dengan mudah mengalahkan pedang setan dan Pendekar Badak liar dari labuhan". Dewi bulan merah setengah bergumam.


Nyai Darsiati dan Ayu Sondari datang membawa nasi dan ikan bakar yang di taburi garam piring-piring tembikar di susun.


Mereka menciduk nasi dari katel besar dengan centong yang terbuat dari kayu.


Pada masa itu memang ilmu peleburan sudah ada tapi untuk alat-alat dapur belum ada yang membuat karena bahan logam yang sangat terbatas teknik peleburan baru digunakan hanya untuk pembuatan senjata dan barang-barang mahal lainnya.


Selesai makan Ki Sobarna memulai pembicaraan. "Nak mas Satria katakan semua rencana nak mas biar kami bisa membantu sebisa kami".


Sebelum menjawab Shun land berpikir sejenak untuk memilih bahasa yang tepat.


"Para sepuh semua untuk sekarang ini saya berfokus memperkuat kerajaan, kerajaan yang di dataran luas Kalimantan, dan kerajaan Tarumanagara yang baru saya bentuk di muara sungai Citarum, saya juga ingin mempunyai armada laut yang kuat, karena menurut saya golongan hitam Mara Deva sudah memiliki pasukan yang kuat di dataran luas Swarnabumi, armada laut mereka pun sudah stabil terbukti mereka menguasai perairan Krakatau (selat Sunda).


Semua terdiam mereka membenarkan semua rencana Shun land, mereka sangat heran dengan pemikiran mereka sendiri mengapa tidak terpikirkan oleh pemikiran mereka membuat suatu wadah untuk bersatu dalam satu kesatuan.


Shun land menyambung bicaranya. "Setelah saya amati dari cerita sepuh Ki Sobarna dan sepuh Ki Rangga Wisesa serta sepuh Aria Wirasaba dari perguruan singa perbangsa, saya menyimpulkan prahara pembunuhan dunia persilatan di dalangi oleh kelompok Mara Deva dan kaki tangannya, karena tidak berselang lama di klan ku di daratan luas Kalimantan bangsawan MA memberontak ingin menguasai daratan luas Kalimantan,.


Dan salah satu kaki tangan Mara deva telah membunuh ibu susuku dengan keji, saya datang ke daratan luas Dwipa mempunyai beberapa keperluan, 1. Ingin memburu pembunuh Ibu susuku. 2. Ingin membentuk kekuatan untuk melawan Mara Deva 3. Ingin mencari keberadaan kakakku yang menurut mimpi ibu susuku bahwa dia berada di daratan luas Dwipa itulah beberapa alasan aku datang ke daratan luas Dewi Pak di sini juga aku bertemu langsung dengan guruku sesepuh agung Ki Srengga". Shun land mengakhiri bicaranya.


"Menurut nak mas Satria apa yang seharusnya saya laksanakan untuk sekarang ini". Ki kiso barna meminta petunjuk dari Shun land.


"Menurut saya sepuh Ki sobarna segera menghubungi perguruan perguruan yang sekiranya mempunyai misi yang sama untuk menegakkan keadilan dan kebenaran membela yang lemah untuk segera bergabung bersama kerajaan Tarumanegara, yang saya dirikan terletak di muara Citarum, dan mungkin untuk sekarang ini Pelabuhan Cilamaya pun akan segera kita kuasai karena sebelum berangkat saya telah menugaskan panglima armada laut naga biru untuk menaklukkan atau menguasai Pelabuhan Cilamaya. Setelah itu pelabuhan-pelabuhan di dataran luas Dwipa ingin saya kuasai untuk mempersempit gerakan dari kelompok Mara Deva". Shun Lang mengatakan apa yang menjadi rencananya.

__ADS_1


"Baik kalau begitu saya dan Mahisa taka mencari informasi dan mengajak aliran putih untuk segera bergabung di wilayah barat, Dewi bulan merah dan Wirantaka di daerah timur". Ki Sobarna bicara.


"Bagai mana dengan kompetensi pendekar muda persilatan di perguruan Gelap ngampar". Ki Mahisa taka bertany.


"Kita akan bergerak setelah kompetisi pendekar muda persilatan usai, sekaligus saya mempunyai dugaan bahwa perguruan gelap ngampar tidak sedehan yang kita duga". Shun land langsung memberi jawaban.


Mereka semua mengikuti semua rencana Shun Land yang memiliki pemikiran lebih luas walau dia masih muda.


"Sebentar neng cantik ini berarti anak nakal putri Aria Wirasaba". Ki Sobarna menunjuk ke Ayu Sondari setelah pembicaraan penting selesai.


"Iya Abah makanya saya berani ikut bantuin nyai masak, saya mah diam pura-pura tidak kenal Abah dan Ambu juga tidak kenal saya". Ayu Sondari bicara seenaknya.


"Iih Gusti nu agung dasar budak Bangor(anak nakal) ngerjain orang tua". Nyai Darsiati gelang kepala ayu Sondari hanya senyum senyum.


"Anak saya Darja juga di perguruan Singa perbangsa, saya dan Ki Aria Wirasaba bersahabat sejak muda kami sama-sama mengpelajari jurus jurus tapak Singa yang berasal dari sepuh agung Singa lodra saudara seperguruan kakek guru nak mas Satria". Ki Sobarna melengkapi ucapan nyai Darsiati.


"Bagai mana kabar Darja anak Ambu neng ?".


Nyai Darsiati menanyakan kabar anaknya.


"Kang Darja sehat dia baik baik saja" ayu Sondari tidak menceritakan peristiwa jadi tahanan gerombolan Singa maruta.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2