
"Apapun keputusan mu dan apa pun resikonya aku selalu ada di belakang mu, aku tidak perduli, mau kau jadikan istri yang ke berapapun, aku akan tetap berada di sisimu"
Ucapan lembut itu terngiang di telinga pangeran Shun Land.
"Mulai besok mungkin kita jarang berjumpa, bila ada yang penting kau tulis dan berikan ke Boma, sekali lagi ku berharap kau harus menjauhi politik kerajaan, kau mengerti"
Pangeran ingin memastikan orang yang pertama mengisi relung hatinya ini, menjauhi politik kerajaan, yang tidak mengenal kata persaudaraan, kata persahabatan, kata kasihan.
Malam semakin larut mereka berdua menikmati sinar rembulan yang indah. Berhias bintang bintang yang bertaburan.
Pangeran Shun Land mengantar putri May lien sampai ke kediamannya.
Pangeran Shun Land memanggil Rajawali api dengan mata telepati melalui batinnya.
Mereka pun masuk ke Ruangan warisan leluhur agung,
Dan setelah itu tak pernah terlihat lagi di lingkungan istana.
Di kediaman juragan pasar tuan Upiak arai, tetua Niraya Sura sedang mengintrogasi Maasiak.
"Katakan apa yang kau perbuat di lingkungan istana" amarah Niraya Sura, meledak andai Sudah tidak di butuhkan lagi, mungkin sudah di hancurkan jasad maasiak ini.
"Kau ini anak yang baru belajar berjalan, jangan sok jadi sudah berlari, kau bisa masuk karena ayah mu, sekarang kau mencari masalah, ceritakan bila ada yang di tutup tutupi, aku tak segan-segan melenyapkan seluruh keluargamu"
"Aku menyewa pembunuh bayaran, dari daratan Dwiva yang sudah lama tinggal di kota ini, pendekar tapak Geni, aku menyuruh dan memberi akses ke istana, waktu pesta pernikahan targetku ibu angkat putra mahkota pangeran Shun Land"
Maasiak menjelaskan apa yang telah di perbuatannya di hari pesta pernikahan panglima Shu khal.
"Apa kau meminta izin dulu ke ayah mu"
Tetua Niraya Sura bertanya lebih lanjut
"Tidak tetua"
"Kau tau, perbuatan mu ini, bisa menggagalkan rencana kunjungan besar, bila ini terbukti, kau akan menerima akibatnya"
"Murka dewa, Asur Pati" tetua Niraya Sura memanggil kedua bawahannya dengan suara keras.
Murka dewa dan asur Pati, datang cepat, dan menghadap tanpa banyak bicara, mereka tau pimpinannya sedang murka, bisa-bisa kena imbas jika salah bicara.
"Kau berdua cari dan bunuh pendekar tapak Geni yang telah membunuh ibu angkat pangeran, jangan sampai di dahului oleh pihak kerajaan" Tetua Niraya Sura memberi tugas
"Baik tetua" keduanya tidak banyak bertanya langsung pergi.
Di sebuah kedai makan yang tidak begitu besar, di pinggir pasar besar kota Nusa kencana.
Kedai ini terlihat dari luar seperti kedai biasa, sama seperti kedai kedai makan lainnya, tetapi bila masuk ke kedai itu, ada pintu yang berbeda, pintu itu agak besar dan di jaga oleh dua pria berbadan besar.
__ADS_1
Sosok pemuda tampan seumuran pangeran Shun Land, tapi dia mempunyai kumis dan jenggot, dia masuk kedalam kedai itu.
Kedai itu terdiri dari dua kelas, satu kelas biasa, dan yang lainnya kelas elite.
Sepuluh meja lengkap dengan kursinya di kelas biasa, kebanyakan tamu kelas ini dari warga sekitar dan para pedagang pasar.
Sedangkan kelas elite, tamu yang ingin masuk ke sana harus membayar satu keping emas.
Seorang pelayan perempuan muda dengan dandanan yang sedap di pandang kaum Adam, menghampiri pemuda tersebut.
" Selamat datang di kedai kami, Tuan apa yang bisa saya bantu" pelayan itu menyapa dengan suara lembut dan segera melanjutkan ucapannya.
"tuan ingin di sini, apa tuan ingin masuk ke dalam yang lebih nyaman" pelayan itu sambil menunjuk pintu yang di jaga dua pria kekar
"Berapa yang harus saya bayar untuk masuk keruangan khusus itu"
"Tuan cukup membayar 1 koin emas sekaligus dapat minum selamat datang" jawab pelayan itu
Pemuda itu tidak banyak bertanya mengeluarkan satu keping emas dan sepuluh keping perak untuk tiv pelayan itu.
Tentu saja pelayan itu sangat senang, hanya mengantarkan kedalam ruangan kelas elite dapat uang tiv.
Pemuda itu masuk kedalam di antara pelayan cantik berkulit hitam manis.
Delapan meja besar dengan enam kursi di tiap-tiap meja tersusun rapih, empat meja sudah ada yang mengisi dengan pelayan-pelayan cantik berbusana seksi dan terbuka menuangkan minuman di masing masing tamu.
Pemuda itu hanya mengangguk setuju.
Pemuda itu duduk dengan tenang, seraya berkata.
"Bisakah nona menemani saya, saya akan memberikan bayaran yang nona minta"
Mendapatkan tawaran ini pelayan itu dengan senang menjawab.
"Bisa tuan, tapi tunggu dulu sebentar tuan, saya akan menyuruh teman saya menggantikan tugas jaga di depan"
Wanita muda cantik berkulit putih manis itu pergi, tak lama kembali sambil membawa minuman selamat datang.
"Silahkan di minum tuan" pelayan itu menuangkan minuman dan menyodorkan ke pemuda itu,
Pemuda itu menangkap gelas itu, sambil bicara,
"Apa nama kedai ini, aku tak sempat baca waktu masuk, boleh aku tau nama mu nona ??"
Pelayanan itu tersenyum, rupanya pemuda ini sangat polos dan baru pertama masuk kemari
"Nama kedai ini, kedai bunga mawar merah tuan, nama ku Dasem tuan, maaf namanya kurang bagus maklum dari kampung tuan"
__ADS_1
Pelayanan itu menjawab dengan malu-malu, baru kali ini ada yang menanyakan namanya.
"Dasem bisa kau duduk di dekat ku, ada yang ingin sampaikan tapi aku tak ingin orang mendengarnya" pemuda itu menyuruh pelayan Dasem mendekatinya.
"Tuan bila ingin bicara pribadi, tuan sebaiknya menyewa kamar, itu lebih terjamin tidak ada yang mendengar, kalau di sini banyak yang memperhatikan"
Pelayanan Dasem memberikan solusi, mereka pun berjalan menuju pintu Ruang yang ketiga.
Ketika pemuda berada di depan pintu hendak melangkah kedalam, tiba-tiba badannya di tabrakan seorang yang bertubuh besar pendek, membawa minuman di tangannya.
Minuman itu tumpah, kalau saja pemuda itu tidak menghindar tentu saja minum itu mengenai wajahnya.
Melihat minumannya tumpah jagoan pasar itu marah dan meminta ganti rugi.
"Berjalan harus dengan mata, kau telah menumpahkan minuman ku, kau harus Menganti rugi, kalau tidak ku pastikan kau pulang berjalan dengan tanpa kakimu"
Jagoan pasar si Sade tahya mengancam sambil mengeluarkan aura membunuh, menakuti calon perasannya.
Pelayan Dasem menarik tangan pemuda itu
"Tuan beri saja atau menghindar dari pada berurusan dengan jagoan pasar, dia sering memeras yang baru kesini, dan memeras para pedagang yang baru di pasar ini"
Dasem sangat ketakutan, karena dia salah satu jagoan pasar yang sering membuat onar.
Tapi pemuda itu tersenyum, bukannya ketakutan,
Pemuda itu mendekati jagoan pasar Sade tahya, sambil mengeluarkan aura panas yang luar biasa, di tujukan pada jagoan pasar itu.
Jagoan pasar sangat kaget dan kakinya bergetar, nafasnya tersengal-sengal, wajahnya pucat pasi.
"Kau berurusan dengan orang yang salah, kau ini harus di berantas, karena kau penyakit negri ini''
Pemuda itu melayangkan tapaknya ke dada sang jagoan pasar, menghancurkan tujuh titik penting di tubuh jagoan pasar itu, hingga ilmu Kanuragan jagoan pasar itu musnah, tak bisa lagi menghimpun dan menyalurkan tenaga dalam.
"Tuan ampuni saya tuan jangan ambil nyawa ku" jagoan pasar itu bersimpuh dan bersujud di kaki pemuda itu.
"Baik aku akan mengampuni mu, pergilah lebih baik jadi penjahit pakaian dari pada jadi jagoan pasar, jangan ulangi lagi perbuatan merugikan orang lain"
Pemuda itu asal bicara saja, jagoan pasar pergi dengan perasaan sangat menyesal karena ceroboh menyerang orang yang salah.
Di duga pemuda itu tak memiliki ilmu yang tinggi ternyata ilmunya sangat tinggi, membuat ilmu yang selama ini di latih bertahun-tahun hilang tanpa bekas.
...****************...
like and support nya jangan lupa.
saran dan kritik di tunggu di kolom komentar 🙏🙏🙏
__ADS_1
sehat selalu buat semua sahabat-sahabat NOVELTOON Aamiiin