LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
65.Perjalan baru pangeran Shun land 3


__ADS_3

Mendengar pertanyaan ini pangeran Shun Land, tersenyum lembut.


"Saat ini aku merasa nyaman berada di dekat kakak sari, yang jelas aku akan berbuat yang terbaik untuk kakak sari"


Jawaban pangeran Shun Land tidak mengada-ada, itulah yang dia rasakan saat ini terhadap kakak sepupunya ini.


Hidangan makan telah siap pangeran Shun Land dan Putri Sari Tungga Dewi, di panggil untuk makan bersama.


Setelah makan bersama pangeran Shun land berpamitan,


Sesampainya di dalam kamar, pangeran Shun Land merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Sang Rajawali api hinggap di tepi Ranjang,


"Musuh sudah mendekat, kau harus meningkatkan kekuatan mu, kau pun harus Segera mendapatkan mustika air panca warna, karna itu sangat penting sebagai pasangan mustika api merah delima.....


Walau secara pemahaman kau telah memahami mustika api merah delima, dan meredam panas dengan kekuatan batin mu.


Tubuh mu memang mampu menampung kekuatan besar, karena di anugerahi oleh sang maha agung, tetapi bukan berarti tanpa kelemahan.


Ingat kekuatan tubuh manusia ada batasnya bila kelebihan beban akan meledak.


Musuh mu, telah mendekat, dan mereka telah menyiapkan sebuah rencana untuk menghancurkan mu, dan orang orang sekitar mu, bila kau tidak segera mendahului, menyerang mereka.


maka walau pun kau menang tapi hakekatnya kau kalah, karena orang-orang di sekitar mu akan menjadi korban mereka"


Sang Rajawali api, memberi masukan tentang keadaan yang sebenarnya yang sedang terjadi.


"Aku mengerti Rajawali api, aku sudah mempunyai rencana, untuk menghancurkan, mereka yang telah mengusik ku, dan orang-orang yang kucintai....


Mereka telah mengibarkan bendera perang terhadapku, aku tidak akan mundur setapak pun, akan memastikan bahwa mereka mendapatkan keadilan seadil-adilnya...


Mereka telah mengambil jantung hati ku, mereka telah membunuh ibu ku, aku bisa memaafkan mereka bila menyakiti ku, tapi aku tidak akan bersikap lunak, terhadap orang yang telah menyerang orang yang paling aku sayangi"


Pangeran Shun Land setelah itu, bermeditasi untuk meningkatkan kekuatan alam batinnya.


Pangeran pun berusaha memahami meditasi tahap selanjutnya yaitu, meditasi rasa


Jiwa pangeran pangeran Shun Land tengelam dalam meditasi yang sangat dalam.


Mata batin pangeran shun Land, melihat setiap Roh yang berada di tubuhnya, Roh sumpit raja neraka, Roh mustika api merah delima, telah bersemayam di alam jiwanya.


Jangkauan mata batin pangeran shun Land, semakin jauh, dia bisa merasakan, Roh naga bumi Sabui walaupun jaraknya sangat jauh.


Pemahaman tentang rasa dan perasannya meningkat, semakin peka dan halus.


Tidak terasa hari mulai berganti pagi.


Samar-samar terdengar suara putri Dewi Sumayi memanggil, pangeran Shun Land membuka matanya, bergegas membuka pintu.

__ADS_1


Putri Dewi sumayi berdiri di depan pintu membawa segelas teh dan makanan untuk sarapan.


"Kakak Pangeran aku bawakan sarapan untuk mu aku sendiri yang membuatnya semoga kakak pangeran menyukainya"


Putri Dewi sumayi masuk dan meletakan di atas meja kecil, pangeran membersihkan diri, dan memakai pakaian kebesaran sebagai putra mahkota.


Putri Dewi sumayi melihat pangeran Shun Land keluar dengan pakaian kebesaran, dia meloncat memeluknya.


"Kakak sangat gagah dan tampan"


Putri Dewi sumayi tidak bisa menahan bibirnya untuk memuji calon suaminya.


Setelah selesai sarapan, mereka berdua melangkah ke istana, hari ini adalah hari penting untuk sebuah rencana yang besar.


Di dalam istana Sang Ratu SHI khal dan maha Patih Jhasun sudah hadir, semua pejabat tinggi kerajaan sudah hadir.


Melihat putra mahkota kerajaan pangeran Shun Land terlihat, pangeran Kitri Segera memberi pengumuman


"Kepada seluruh pejabat kerajaan, agar berdiri, memberi hormat kepada putra mahkota, salam kepada putra mahkota kerajaan pangeran Shun Land"


Semua hadirin memberi hormat.


"Salam hormat kepada Bunda Ratu dan ayahanda maha Patih, salam keseluruhan anggota persidangan dan salam keseluruhan rakyat kerajaan yang tercinta....


Persidangan ini segera saya buka mewakili bunda Ratu dan ayahanda maha Patih, silahkan pangeran Kitri, membaca agenda sidang ini"


Pangeran Shun Land langsung membuka persidangan


Untuk agenda kedua pengangkatan putri Sari Tungga Dewi, sebagai wakil putra mahkota, sementara putra mahkota pangeran Shun Land, menjalankan misi pribadinya ke daratan luas Dwipa.


Agenda ketiga mengangkat pejabat baru diantaranya pengangkatan pangeran Dehen sebagai pembantu utama putri Sari Tungga yang menjadi wakil pemerintahan kerajaan


Dan pengangkatan putri Dewi sumayi sebagai duta diplomasi kerajaan.


Dan agenda terakhir, peresmian pengangkatan, tuan Tian agan dan yu asri haring sebagai Panglima perang kerajaan Kutai khal"


Setelah persidangan selesai, semua pejabat tinggi kerajaan, mengucapkan selamat jalan kepada pangeran Shun Land yang akan berangkat ke daratan luas Dwipa.


Di malam harinya pangeran Shun Land, menemui putri May lien di pendopo taman bekang istana.


Mereka berdua duduk di pendopo memandangi kolam ikan, di sana berbagai ikan besar dan kecil berenang, warna warni sangat indah pandangan.


Dalam keheningan putri May lien, berkata sambil matanya tetap memandang ikan yang menari indah di kolam.


"Kakak Pangeran andai aku boleh memilih, aku memilih hidup di dalam hutan asal bersama mu, dari pada hidup di istana megah tapi penuh dengan, trik dan intrik keserakahan....


...kadang aku merasa camas akan keselamatan engkau, karena banyak yang mengincar dan ingin merebut kekuasaan yang ada pada kakak pangeran"


Putri May lien matanya berkaca-kaca, karena harapannya berbeda dengan kenyataan.

__ADS_1


Dia menganggap hidup di istana kerajaan dengan orang yang di cintai nya akan tentram dan damai, Tapi kenyataanya sangat berbeda jauh dengan harapan


Di istana kerajaan bagaikan hutan belantara salin sikut, dan tusuk dari belang.


Pangeran Shun Land hanya menarik nafas dalam-dalam,


"Aku ingin kau jangan ikut campur urusan kerajaan, kau pokus saja mengurusi akademi pengobatan" hanya itu yang keluar dari lisan pangeran.


Pangeran Shun Land, tidak ingin menempat putri May lien, dalam kancah politik kerajaan


"Tidak, aku tidak akan berpangku tangan, sedangkan kedua calon istri mu, mereka berjuang demi kerajaan ini dan kehormatan calon suaminya"


Putri May lien berbeda pendapat


"Aku mengerti keinginan mu dan maksud mu, tapi kau harus mengerti mereka sudah terbiasa dengan lingkungan istana ini, dan mengerti seluk-beluk di dalamnya, berbeda dengan engkau, ku tau kau tidak takut apapun, tapi mengertilah dan turuti keinginanku"


Pangeran memberi pengertian lebih jauh.


Putri May lien menengok pangeran Shun Land dan menyandarkan kepalanya di bahu pangeran Shun Land


"Apapun keputusan mu dan apa pun resikonya aku selalu ada di belakang mu, aku tidak perduli, mau kau jadikan istri yang ke berapapun, aku akan tetap berada di sisimu"


...****************...


trim's yang telah dengan setia mengikuti tulisan ini, hingga lulus kontrak. maaf belum bisa memasukan nama dalam tulisan ini,


belum ada ending memasukan tokoh baru. saya akan penuhi ucapan saya.


sebagai ucapan terima kasih, karena kalian tulisan ini bisa lulus kontrak,


kang Rudi Gustaman


kang aji Prabowo


kang jati priantoro


kang Wisnu Pratama


kang Setyo Adi.


Di mana tidak belum ada pembaca dan di lihat banyak orang, kalian mengantarkan tulisan ini, sampai sejauh ini.


bagi yang baru menengok tulisan ini, semoga jadi hiburan penghantar istirahat yang nyaman.


tulisan ini masuk ke tahap kedua, kemungkinan banyak tulisan menggambarkan kekerasan, tolong bijak menanggapinya.


jangan lupa jaga kesehatan 🙏🙏🙏


SALAM NUSANTARA

__ADS_1


SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2