
"jangan mencari masalah kita tidak Banyak mengenal kerajaan ini". Shun Land memberikan nasihat pada putri Serindang bulan.
Putri Serindang bulan mengangguk dan berkata. "Habis aku kesal orang lain pada mengantri dia enak banget langsung jalan kedepan".
"Dia berjalan juga karena mereka semua yang mengantri memberikan jalan, dia sendiri tidak meminta untuk di dahulukan". Shun Land memberikan pengertian.
Satu kereta mewah di tarik oleh dua kuda di depannya empat orang pengawal menunggang kuda mengatur orang untuk menyingkir dari jalan.
"Berhenti......!!!
Teriak seorang pria di dalam kereta memerintahkan kusir untuk berhenti segera.
Kerat kuda berhenti seketika satu orang paruh baya tapi masih terlihat gagah keluar dari kereta Lalu menghampiri Shun Land.
Tanpa ragu-ragu dia berlutut para pengawal melihat tuannya berlutut segera turun dari kudanya dan ikut berlutut.
"Salam hormat paduka". Orang tersebut memberi hormat.
"Tuan Bungaran cepat berdiri di sini saya buka seorang raja". Shun land bicara sambil melirik kanan kiri dirinya merasa tidak nyaman jadi pusat perhatian.
Tuan Bungaran berdiri dan melangkah mendekati Shun Land.
"Kalian masuklah dulu dan bawa kereta ku". Tuan Bungaran memberi perintah pada anak buahnya.
"Mari tuan saya antar ke para penjaga gerbang nanti setelah di dalam kita bicara".
Tuan Bungaran mempersilahkan Shun untuk mengikutinya mereka memberikan jalan pada tuan Bungaran.
Shun Land dan putri Serindang bulan mengikuti dari belakang tanpa banyak bicara.
Ternyata tuan Bungaran mempunyai pengaruh yang besar sebab para penduduk sangat hormat padanya.
Para penjaga gerbang pun langsung mempersilahkan tuan Bungaran tanpa pemeriksaan.
"Tuan Bungaran ada pekerluan apa tuan ke kerajaan ini, apa nama kerajaan ini ???".
__ADS_1
Mereka berjalan menuju penginapan sambil berbincang, Shun Land bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya.
"Paduka Kerajaan ini bernama kerajaan NAGUR keperluan saya kemari adalah ingin berbicara pada pada ketiga menantu raja untuk mengusulkan bergabung dengan kerajaan yang di pimpin Paduka, karena untuk saat ini raja kami paduka Narayad Damadik sedang bertapa Brata bersama istrinya, sudah beberapa tahun belum kembali, paduka sendiri bagaimana sampai kemari apa memang ada keperluan penting dengan kerajaan Nagur ???".
Tuan Bungaran menjawab panjang lebar dan di akhiri dengan pertanyaan.
"Tidak tuan Bungaran saya kesini secara tidak sengaja keluar dari dermaga AjiBata Parapat saya tidak bertanya lagi jalan menuju ke kerajaan Rijang Renah Selawi saya langsung mengikuti jalan saja".
Shun Land berkata apa adanya tuan Bungaran memberikan saran untuk langsung bertamu ke istana dan menginap di sana tapi Shun land menolak dengan alasan ingin melihat-lihat keindahan kota.
Tuan Bungaran mengantar ke salah satu penginapan terbesar dan termewah yang dekat dengan istana segala keperluan Shun land dan putri Serindang bulan di tanggung tuan Bungaran untuk beberapa hari.
Tuan Bungaran berpamitan untuk segera menemui ketiga menantu raja Narayad Damadik yang sedang perang dingin di antara ketiganya memperebutkan singgasana kerajaan yang di tinggal sang Raja untuk bertapa.
Dalam hal ini Tuan Bungaran yang menjabat sebagai penasehat kerajaan dan sekaligus salah satu panglima kerajaan mempunyai kewajiban untuk mencegah terjadinya perang saudara memperebutkan singgasana kerajaan.
Shun Land berjalan menuju kamarnya bersama putri Serindang bulan di antara seorang pelayan laki-laki muda.
Shun Land memasuki kamarnya sedangkan putri Serindang bulan hanya diam di luar kamar lalu bertanya di mana kamarnya.
"Paman pelayan di mana kamar saya tolong antar saya, saya sudah ingin membersihkan diri".
Pelayan itu menduga mereka berdua adalah suami istri, mendengar perkataan pelayan wajah putri Serindang bulan memerah bagai tomat matang.
Tanpa bicara lagi putri Serindang bulan masuk ke dalam mengikuti Shun Land.
Shun Land mengerutkan dahinya melihat putri Serindang bulan ikut masuk ke kamarnya.
"Tuan Bungaran hanya memesan satu kamar mau pesan kamar lagi kata pelayan penginapan tidak ada kamar yang kosong".
Putri Serindang bulan memberi penjelasan melihat mimik wajah Shun Land keheranan.
"Putri silahkan duluan untuk membersihkan diri". Shun Land mengalah belakangan untuk ke kamar mandi.
Dengan cepat putri Serindang bulan masuk kekamar mandi badannya terasa sangat lengket karena seharian dalam perjalanan.
__ADS_1
Ketika hendak memakai pakaian yang bersih putri Serindang bulan baru sadar bahwa pakaiannya tertinggal di luar.
"Paduka tolong aku ambilkan pakaian ganti ku yang tertinggal di atas tempat tidur".
Shun Land langsung mengambil buntelan tempat pakaian dan menuju kamar, tanpa bicara lagi Shun Land mendorong pintu kamar mandi tanpa mengetuk di pikiran Shun Land putri Serindang bulan ingin mencuci kotor yang di luar kamar.
Begitu pintu terbuka Shun Land terperangah melihat tubuh putri Serindang bulan yang tidak tertutup sehelai benang pun.
Lekuk tubuh indah putri Serindang bulan terlihat indah kulit putih mulus tanpa cacat rambut terurai sedikit basah butiran-butiran air menghias di kulit putih mulus menambah jantung Shun Land berdetak kencang.
"Maaf saya kira putri sudah berpakaian". Shun Land berkata sambil memalingkan wajahnya ke samping dan mengulurkan pakaian putri Serindang bulan.
"Mengapa Paduka memalingkan wajah katanya kakak menyukai ku, apa tubuh ku jelek tidak seindah para permaisuri mu". Putri Serindang bulan berkata sambil menarik tangan Shun Land.
Tubuh Shun Lann tidak hilang keseimbangan hingga menabrak putri Serindang bulan.
Putri Serindang bulan menahan tubuh Shun land dengan tubuhnya sambil berkata, "maaf aku menarik kakak terlalu kuat".
Tangan kiri putri serindang bulan menutup pintu kamar mandi.
"Kakak izinkan aku membantu kakak membersihkan punggung kakak".
Shun land yang masih dalam posisi tubuhnya menempel pada putri Serindang bulan hanya mengangguk.
Kejadian selanjutnya author tidak berhak menceritakan karena alasan tertentu yaah mungkin karena jari author terasa Kelu.
Shun Land keluar dari kamar mandi sambil membopong putri Serindang bulan.
"Kakak Shun jangan tinggalkan aku". Putri Serindang bulan berkata manja dalam bopongan Shun Land, di balas dengan anggukan kepala.
Malam itu terasa sangat indah bagi putri Serindang bulan, karena dia telah membuktikan bahwa dia pun sama cantik dan menarik dengan ketiga permaisuri lainya.
Pada jaman itu hubungan kedua jenis walau pun tidak melalui acara ritual pernikahan di anggap hal yang lumrah dan wajar tidak seperti jaman sekarang.
Di lain segi pada jaman itu populasi wanita lebih banyak bahkan hampir 65% berbanding 35% ini di sebabkan peperangan antar kerajaan yang memakan korban yang tidak sedikit bagi kaum Adam.
__ADS_1
Bagi seorang wanita pada waktu itu ada yang membuahi keturunan itu sudah Suatu ke beruntung karena bisa meneruskan generasi selanjutnya apa lagi anaknya laki-laki akan di istimewakan di kelompoknya.
______*****______