LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
371. Jaya Sempurna 104. Peralihan ibu kota Kerajaan.


__ADS_3

"Salam paduka, saya di utus untuk menyampaikan bahwa permaisuri May Lien dan Sang ratu Galuh Sindula berangkat mendahului ke gunung Gora bersama nyai Gora Sindula menaiki Sang Legenda Rajawali Api, itulah yang ingin saya sampaikan amanat dari permaisuri May Lien". Prajurit penjaga berkata apa adanya.


Shu Land hanya menarik nafas dalam-dalam mendapati kelakuan kedua istrinya ini.


"Kita berangkat melalui daratan, mereka telah melampaui batas seorang istri hukum apapun tidak ada yang membenarkan seorang istri pergi tanpa seizin suaminya". Shun Land berkata sambil berdiri terlihat sekilas wajahnya memerah.


"Paduka jangan marah pada mereka Ratu Galuh Sindula masih sangat muda mohon di maaf kan Nanti saya akan memberikan peraturan padanya" permaisuri Sari Tungga Dewi meredam amarah Shun Land.


Saat mempersiapkan segala sesuatunya Boma datang menatap mereka bertiga penuh curiga, "Tunggu dulu ada apa ini kenapa tidak memberitahu ku".


Boma menatap tajam wajah Shun Land Shun Land menjawab singkat. "Kami akan berangkat ke gunung Gora, kakak Boma nanti menyusul bersama Putri Dian Prameswari dwibuana saya sudah mengaturnya".


Boma yang melihat wajah Shun Land tidak baik-baik saja tidak melanjutkan bicaranya tetapi membantu berkemas. Mereka bertiga meninggalkan istana, Boma di perintah untuk menyampaikan pada putri Dian Prameswari Dwibuana bahwa mereka berangkat melalui jalan darat.


Sang Legenda Rajawali Api terbang membawa Ratu Galuh Sindula dan permaisuri May Lien serta nyai Gora Sindula. Nyai Gora Sindula mencoba membujuk putri angkatnya ini untuk kembali karena telah menyalahi peraturan adab seorang istri terhadap suaminya.


"Putri ku ibu minta sebaiknya kita kembali ke istana karena ini telah berlebihan, ibu tidak akan membela mu bila paduka marah". Nyai Gora Sindula berkata.


"Tidak ibu, kakang Jaya juga meninggalkan ku begitu saja, sekarang aku pergi dari istana memberi tahu kakang Jaya ini baru adil". Ratu Galuh Sindula membela diri.

__ADS_1


"Putri ku suami mu meninggalkan mu karena suatu sebab dan bukan keinginannya, kau lihat tiga permaisuri mereka sama di tinggalkan tanpa pemberitahuan atau pun kabar berita tetapi mereka mengerti bahwa suaminya bukan miliknya saja tetapi Mereka menyadari bahwa suaminya milik seluruh negeri,.....


,.. ...mereka mempercayai setiap sikap dan tindakan paduka raja berdasarkan kepentingan yang lebih besar bukan semata-mata karena kepentingan pribadinya, kau harus belajar jadi orang besar mulai sekarang karena sikap dan perilaku akan menjadi contoh rakyat banyak,.....


,.... Tidakkah kau perhatikan suami mu tak pernah menunjukkan rasa susah di hatinya rasa sakit di tubuh dan jiwanya dia tanggung sendiri, bukankah kau sering melihat di duduk sendiri sedangkan yang lain terlelap, kau beruntung karena takdir kau harus ingat kau di nikahi bukan karena kau di inginkannya tetapi dia ingin menyelamatkan banyak orang karena sumpah Nazar mangku bumi,.....


,....Tetapi suami mu mentaati aturan hukum sebagai seorang suami walau pun pada waktu itu dia belum mencintaimu, tapi sikap dan perlakuannya tidak membedakan dirimu dan para permaisuri, apa itu tidak cukup bagi mu putri ku". Nyai Gora Sindula bicara panjang lebar memberikan nasehat pada titisan Ratu Galuh Sindula yang masih muda belia. Sedangkan permaisuri May Lien diam saja dirinya ikut bersama Ratu Galuh Sindula karena takut terjadi sesuatu hal, bagai mana pun permaisuri May Lien tahu betapa pentingnya kedudukan Ratu Galuh Sindula sebagai pewaris tahta kerajaan Sunda Land dari sang raja Agung Sunda Land Jatiraga.


Dewi Pakuan yang di panggil Ratu Galuh Sindula terdiam seribu bahasa, kecerdasan nya menerima hatinya membenarkan semua yang di ucapkan nyai Gora Sindula perasaannya mulai di hinggapi rasa bersalah, tindakan ini sebenarnya hanya karena keinginan Bersenang-senangnya tetapi tidak menyangka bahwa tindakannya ini benar-benar suatu perbuatan yang besar menyangkut hukum dan tindakan yang tidak terpuji.


Dewi Pakuan yang masih belum mengerti tentang tata tertib dan hukum kebangsawanan merasa sangat menyesal dan ingin memperbaiki dan belajar bangai mana menjadi seorang istri raja yang baik.


"Tidak apa-apa Nyai Ratu Galuh Sindula, nanti bila kakang Jaya Sempurna marahi jangan berkata apapun terima dan akui bahwa Nyai ratu bersalah, Suami kita orang yang welas asih dan sangat adil, nanti saya juga akan berusaha memberikan penjelasan bahwa nyai Ratu belum mengerti tata tertib dan hukum perilaku seorang istri raja".


Permaisuri May Lien yang lebih dewasa paham Tatang hukum tata tertib istana, memberikan ucapan yang membuat rasa takut Dewi Pakuan berkurang dengan kemarahan sang suami mereka.


"Sang Garuda Kita kembali ke istana, aku harus mempertanggung jawabkan perbuatan ku ini". Dewi Pakuan bicara pada Sang Legenda Rajawali Api yang terbang dengan tenang pada saat itu berada di atas pegunungan Ceremai sebentar lagi sampai ke kawasan perguruan Gora.


Sang Legenda Rajawali Api tidak mau berurusan dengan Dewi Pakuan yang telah terbuka batinnya bisa mendengarkan bicara batinnya, sang Legenda Rajawali Api memutar berbalik arah terbang dengan cepat.

__ADS_1


Sementara itu Shun Land telah sampai di pelabuhan Cilamaya dirinya menemui Juragan Tarman untuk mengambil kotak harta Asvaghosa yang telah terbunuh di pertarungan dengannya.


Juragan Tarman tidak banyak alasan langsung mengeluarkan kotak-kotak koin emas warisan dari Asvaghosa, semuanya tersisa berjumlah 32 kotak berukuran sedang.


Shun Land membeli kereta kuda yang bagus yang di tarik empat ekor kuda, dirinya pun menyewa kusir anak buah Juragan Tarman, kereta ini bukan saja untuk mengangkut kotak-kotak koin emas tetapi untuk di kedua permaisuri agar tidak terlalu cape berkuda dan kuda nya di gunakan untuk menarik kereta.


Shun Land meninggalkan dua kotak koin emas satu untuk juragan Tarman dan satunya lagi untuk di bagikan ke rakyat yang membutuhkan di sekitar itu terutama para anak buah Juragan Tarman sendiri.


Tetapi sebelum berangkat permaisuri Dewi Sumayi bicara pada Shun Land. "Kakang Jaya Sempurna..... Dewi ingin kakang jangan berkuda kakang membeli lagi satu kereta yang kecil untuk kotak koin emas dan kakang bisa naik kereta ini bersama kami kami lama tidak bersama kakang ingin kesempatan ini banyak ngobrol dengan kakang, betul kan kakak Sari yang aku katakan".


"Betul kakang kami sebenarnya sangat ingin berdekat dengan kakang, tapi kami bisa memaklumi kakang bukan hanya milik kami tapi milik rakyat dan Negri ini". Permaisuri Sari tungga dewi menimpali ucapan permaisuri Dewi Sumayi.


Shun Land mengalah meminta tolong kepada juragan Tarman untuk mencari kereta kecil untuk mengangkut kotak-kotak koin emas yang di tarik dua kuda.


Tidak butuh waktu lama kereta sudah datang dengan seorang kusir kepercayaan juragan Tarman. Kereta yang membawa kotak harta koin emas berjalan di depan kereta yang di tunggangi Shun Land dan kedua istrinya berjalan di belakang, Shun Land memerintahkan kusir untuk berjalan tidak terlalu cepat hingga mereka bisa ngobrol dan bercanda bersama di dalam kereta.


Bagi mereka bertiga hanya saat-saat seperti ini bisa bicara bebas tidak seperti di istana yang memang di padatkan dengan kesibukan yang luar biasa.


****************

__ADS_1


__ADS_2