LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
236. Tiga menantu Raja Narayad Damadik 1. Naraga 2. Narasi 3. Narasag.


__ADS_3

Shun Land pagi itu terbangun dari tidurnya di sampingnya ada putri Serindang bulan yang pulas dengan mimpi indahnya.


Pintu kamar terdengar ada yang mengetuk Shun Land telah membersihkan diri membuka pintu terlihat dua pelayan cantik dengan pakaian bercorak balutan kain yang melingkar membawa baki makanan.


"Maaf tuan kami mengganggu waktu tuan, hanya melaksanakan tugas mengantarkan makan pagi".


"Taruh di meja saja terima kasih ini sekedar untuk membeli jajanan". Shun Land menghampiri sambil memberikan beberapa keping emas sebagai uang tip.


Kerajaan Nagur saat ini menghadapi masalah yang sulit untuk menentukan pilihan meneruskan kepimpinan kerajaan karena Raja agung Narayad Damadik tidak meninggalkan pesan kepada siapa tapuk kepimpinan akan di berikan terhadap ketiga menantunya.


Kedua putranya aslinya menolak untuk menjadi pemimpin mereka berdua memilih jadi pertapa.


Tuan Bungaran sebagai penasihat mempunyai kewajiban untuk mencegah terjadinya perang saudara memperebutkan kekuasaan.


Dalam ruangan istana kerajaan telah duduk ketiga menantu Raja agung Narayad Damadik di samping istrinya masing-masing.


Dalam pertemuan tertutup ini hanya di hadiri ketiga menantu Raja Narayad Damadik dan tuan Bungaran, mereka berempat ingin pembicaraan ini tidak di ikuti pihak yang sering memanfaatkan situasi permusuhan untuk kepentingan pribadinya atau golongannya.


"Pangeran pangeran semua kita memiliki problem serius sekarang ini, karena di kalangan para pembesar kerajaan ingin memanfaatkan kekosongan kepimpinan kerajaan menjadi suatu situasi yang menguntungkan bagi pribadi mereka, mereka mengeluarkan isu bahwa kalian bertiga sedang dalam berebut kekuasaan hingga di kalangan para pembesar kerajaan mulai berkelompok kelompok bahkan sampai para pembesar-pembesar pasukan kerajaan mulai saling mencurigai, .....


Saya sebagai penasehat kerajaan mempunyai gagasan untuk merendahkan gejolak ini apa kalian akan mendukung gagasan saya ???".


Tuan Bungaran membuka pembicaraan langsung pada permasalahan pokok dan mengakhiri dengan pertanyaan.


"Saya sendiri merasa heran dengan keadaan ini saya dengan kedua adik saya merasa tidak ada masalah tapi di luar seolah-olah kita bermusuhan atau pun berebut kekuasaan". Pangeran Naraga(Sinaga) menimpali.


"Benar yang di katakan kakang Naraga saya sendiri telah sepakat dengan istri saya lebih memilih jadi pertapa dari pada meneruskan kepemimpinan kerjaan ini".


Menantu ke dua raja Narayad Damadik pangeran Narasi(Purba) menimpali sedangkan menantu ketiga pangeran Narasag hanya mengiyakan ucapan keduanya.

__ADS_1


"Katakan paman bagai mana solusi paman penasehat agar masalah ini bisa selesai dengan aman, saya tahu mereka yang memanfaatkan kekosongan kepimpinan ini mempunyai kekuatan yang bisa saja membelah persatuan kerajaan ini".


Pangeran Narasag(Saragi) angkat bicara melihat penasehat kerajaan tuan Bungaran terdiam.


"Menurut saya ada solusi yang tepat untuk membuat para pejabat yang memang haus kekuasaan dan harta benda menjadi takut membuat masalah lebih jauh yaitu kita menggabungkan diri ke kerajaan Tarumanagara yang mempunyai raja seorang pendekar hebat yang telah mengakhiri kekuasaan istana Naga hitam dengan mengalahkan Mara Deva seorang diri dengan begitu mereka yang akan takut dengan kesaktian dan kekuatan armada lautnya yang sangat besar dan kuat, saya mendengar kerajaan Rijang Renah Selawi yang banyak rongrongan dari luar dan dalam tetapi setelah menyatakan bergabung kerajaan mereka menjadi aman".


Penasehat kerajaan tuan Bungaran menjelaskan panjang lebar.


pangeran Narasi langsung ikut bicara.


"Paman bagai mana cara untuk menemui raja Tarumanagara itu sangat jauh memerlukan waktu yang lama".


"Tenang pangeran...!!n sebenarnya pangeran Naraga telah bertemu dengannya hanya tidak mengenalinya saja". Penasehat kerajaan tuan Bungaran berkata sambil tersenyum.


Pangeran Naraga menjadi mengerutkan keningnya dia mengingat-ingat kapan menemui seorang yang terlihat seperti raja tetapi tetap saja tidak menemukannya lalu bertanya pada penasehat kerajaan tuan Bungaran.


"Saya telah mengingat-ingat untuk seminggu ini tapi saya tidak pernah berjumpa dengan seorang yang seperti raja, andaikan saya telah bertemu kapan dan di mana paman, dengan paman sendiri baru bertemu lagi setelah hampir sebulan lamanya".


Penasehat kerajaan tuan Bungaran menjelaskan, mendengar ini pangeran Naraga terperangah dia tidak percaya pemuda berpakaian sederhana seorang pendekar adalah seorang Raja sakti kerajaan Tarumanagara.


"Andaikan kita bergabung dengan kerajaan Tarumanagara bagai mana cara menyakinkan para pejabat kita tentang kesaktiannya mereka kan tidak mengetahui atau menyaksikan sendiri". Pangeran Narasag bertanya lebih lanjut.


"Itu mudah pangeran, kita adakan latih tanding di halaman laman latih tanding semua pejabat kerajaan dan para petinggi keamanan untuk menyaksikan dan boleh menjajal kehebatannya, tapi persoalannya mau tidak Raja Shun Land nya".


"Paman penasehat masalah mau atau tidak itu kita tanyakan pada beliau tetapi sekarang Raja Shun Land nya bisa kita temui tidak..??".


Pangeran Naraga bertanya pada poin yang paling penting.


"Sekarang ini raja Shun Land berada di penginapan dekat istana, memang benar pangeran Naraga kita harus menemuinya dan mengundang mereka berdua ke istana".

__ADS_1


Jawab penasehat kerajaan tuan Bungaran.


Ketiga menantu raja Narayad Damadik menyetujui saran dari penasehat kerajaan tuan Bungaran, akhirnya mereka berempat memilih langsung mengundang Shun Land di penginapan.


Sementara itu Shun Land dan putri Serindang bulan sedang menikmati pemandangan kota Kerajaan Nagur dari jendela penginapan.


Kamar Shun Land berada di lantai tiga hingga bisa melihat keindahan kota dengan leluasa.


"Kak Shun liat kebawah tuan Bungaran menuju kemari bersama tiga orang dari pakaian seperti petinggi penting kerajaan".


Putri Serindang bulan bicara sambil menunjuk kebawah yang di sana terlihat dua kereta mewah dan tuan Bungaran bersama tiga menantu Raja Narayad Damadik menuju ke pintu penginapan.


"Sepertinya mereka akan menemui kita, sebaik kita bersiap". Shun Land berkata setelah melihat ke bawah.


"Paman penasehat semoga saja raja Shun Land mau menerima kita menjadi bagian kerajaan Tarumanagara yang memang tidak ada keuntungan apapun untuk kerajaan Tarumanagara".


Pangeran Naraga berkata sambil berjalan ketiga menantu raja Narayad Damadik berharap Shun Land mau menerima kerajaan Nagur untuk bergabung.


Tidak lama kemudian tuan Bungaran mengetuk pintu kamar sambil berkata.


"Paduka saya Bungaran mengantar ketiga pangeran Nagur yang ingin menemui paduka maaf kami mengganggu waktu istirahat Paduka".


Pintu terbuka putri Serindang bulan memberi hormat dan mempersilahkan mereka untuk masuk.


Di dalam kamar ada empat kursi dengan meja kecil ketiga menantu raja Narayad Damadik duduk bersama Shun land sedangkan penasehat kerajaan tuan Bungaran mengalah berdiri, putri Serindang bulan duduk di tepi tempat tidur.


"Silahkan pangeran bicara ada keperluan apa ketiga pangeran menemui saya". Shun Land berkata langsung pada pokok persoalan.


"Begini paduka saya dan kedua adik saya ingin mengundang paduka ke istana kerajaan ada yang ingin saya bicarakan pada paduka". Pangeran Naraga yang tertua setelah memberikan hormat langsung menjawab.

__ADS_1


________*****_______


__ADS_2