LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
316. Jaya Sempurna 49. ucap janji Lamsijam.


__ADS_3

Delay melempar pedangnya Shun Land menangkap tanpa melihat. Dengan gerakan yang sangat unik dan susah di ikuti mata Lamsijam Shun Land menyerang Warok dan ke lima anak buahnya tanpa menyisakan satupun dan lagi-lagi tidak ada satu tetes pun darah yang jatuh dari tubuh ke enam yang berjatuhan ke tanah.


Lamsijam hanya melongo belum sempat ia berkata ingin menasehati agar mereka semua agar berhati-hati di lihatnya mereka sudah tumbang dengan berbagai macam sabetan pedang hanya butuh waktu satu tarikan nafas Shun Land membunuh semuanya.


"Delay ganti pedangmu pedang ini sangat rapih". Shun Land berkata sambil melemparkan pedang Delay dan benar saja pedang itu hancur berkeping-keping.


"Pertunjukan telah berakhir ingat janji mu Lamsijam bila tidak aku akan membuat kau merasa mati segan hidup pun tak mau".


Suara Shun Land kali ini sangat menggema seperti keluar dari setiap sudut berbarengan dengan suara itu udara di sekitar terasa kering dan waktu seperti berhenti gelombang aura keluar dengan dahsyat Lamsijam sampai tidak bisa bernafas.


Tubuh Shun Land melayang ke udara dan menghampiri Lamsijam yang seperti tercekik. "Kau harus segera melakukan sumpah darah ke bumi dan aku memberikan tanda jiwa di jantung mu bila kau melanggarnya kau akan meledak berkeping-keping.


"Baik tuan pendekar Jaya Sempurna". Suara Lamsijam terbata-bata, Semua yang ada di sana tidak bisa berpikir apa-apa hanya melihat kejadian langka ini tanpa berkedip seumur hidup mereka baru kali ini melihat orang yang bisa melayang di udara dan terbang seperti burung.


Shun Land menempelkan telunjuknya ke kening Lamsijam rasa hangat mengalir kulit lalu ke tulang kepala lalu berlanjut ke otak turun ke urat-urat leher dan berhenti di jantung kemudian hilang tak berbekas.

__ADS_1


Shun Land perlahan turun setelah melihat Lamsijam melakukan sumpah darah ke bumi. Tindakan Shun Land terhadap Lamsijam berbeda dengan tindakan pada penjahat lainnya entah apa yang di rencanakan Shun Land ke depannya.


Shun Land mendaratkan di dekat Delay. "Sekarang bagian tugas mu dan Lamsijam untuk mengubur mayat-mayat ini tugas ku sedang selesai, Lamsijam jangan banyak berpikir yaaa kerjakan saja" Shun Land bicara seperti biasa sambil bercanda.


Aji Wisesa dan Aji Wijaya tanpa di perintah langsung membantu Delay dan Lamsijam pekerjaan seperti itu sangat mudah bagi mereka yang mempunyai tenaga dalam yang tinggi, tidak butuh waktu lama ke tujuh mayat itu sudah terkubur di pinggir jalan dan di beri tanda dengan pedang dan senjata mereka sebagai nisan.


"Neng Lasmini ambilkan nasi dan lauknya untuk paman Lamsijam yang sudah membantu menguburkan mayat para begal yang mungkin di beri kesempatan juga akan kembali ke jalan hitam lagi". Shun Land berkata pada Lasmini.


Aji Wisesa dan Aji Wijaya membereskan dua gerobak yang ada di tengah jalan milik kelompok Warok. Di sana juga ada empat kuda berkualitas bagus bekas milik Warok dan anak buahnya.


Setelah beres semuanya Delay dan Aji Wisesa juga adiknya Aji Wijaya duduk bersama Shun Land dan Lasmini menunggu Lamsijam yang sedang makan dengan lahap.


Setelah selesai makan Shun Land berkata pada Lamsijam. "Paman Lamsijam lupakan janji dan sumpah darah ke bumi sekarang paman bebas menentukan sikap dan jalan hidup paman, saya tidak mengharuskan paman untuk jadi pengikut saya, tujuan saya dalam perjalan ini adalah ingin memberantas kejahatan, keangkara murkaan di daratan luas Sunda Land ini, hanya satu catatan paman tidak boleh merugikan orang lain lagi".


Shun Land panjang lebar memberikan pengertian pada Lamsijam yang duduk di sebelah Delay. "Tuan Jaya saya sudah berjanji dan tidak akan mengingkari janji sebagai seorang pendekar pantang menjilat ludah yang sudah keluar tuan harus mengetahui saya mengikuti kakang Tangan besi karena memenuhi janji kepada mendiang ibu kandung saya untuk saling menjaga, terus terang sekarang ini saya seperti orang baru pemikiran saya ringan dan beban jiwa saya ringan". Lamsijam berhenti bicara tapi kemudian melanjutkan.

__ADS_1


"Saya juga ingin ilmu orah Kanuragan saya yang telah saya latih berpuluh tahun lamanya ada guna dan manfaatnya tolong saya tuan Jaya membimbing saya yang lama larut dalam kegelapan walau pun sebenarnya hati saya tersiksa karena ingkar dari hati nurani saya". Lamsijam berkata bersungguh-sungguh dan inilah yang membuat Lamsijam walaupun di jalan yang hitam tetapi Lamsijam bisa membuka mata batin karena hati nurani Lamsijam tidak mati dia secara jujur dalam hatinya mengakui kejahatan yang dia lakukan hingga hidupnya terasa tersiksa.


Banyak para pendekar yang mengaku dari aliran putih tetapi mereka tidak bisa membuka mata batinnya karena telah mematikan nuraninya.


Dan terjawab pula mengapa Shun Land memperlakukan Lamsijam berbeda dari penjahat lainnya, Lamsijam telah membuka mata batinnya hingga bisa melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa melihat, seperti Aji Wisesa dan Aji Wijaya keduanya belum bisa membuka mata batinnya walaupun kekuatan tenaga dalamnya sudah cukup tinggi.


"Baiklah paman Lamsijam, paman Delay kita ikrar janji akan menumpas kejahatan bersama, dan untuk kakang Aji Wisesa dan Aji Wijaya itu terserah saya tidak meminta dan tidak menolak jika kakang berdua ikut bergabung, sebenarnya seluruh daratan Sunda land yang meliputi 3 daratan besar daratan luas Nusa kencana, daratan luas Swarna Bumi dan daratan luas Sunda Dwiva akan menghadapi perang besar perang ini sebenarnya simbul dua kekuatan besar antara jahat dan baik, antara keadilan dan ketidak adilan, antara putih dan hitam, kita akan memihak kepada kebenaran yang bersumber dari Sang Maha Pencipta".


Shun Land panjang lebar menjelaskan berbagai hal. Delay nyeletuk bicara "kapan tuan perang besar itu dan siapa musuh kita".


"Itu masih rahasia sang pemilik alam semesta ini dan yang menjadi musuh pun masih belum terlihat tetapi saya yakinkan bahwa perang itu aka. Terjadi bila kita kalah yang membela kebenaran akane jadi seperti makan di tengah meja makan". Shun Land menjawab dengan menyakinkan.


Aji Wisesa setelah lama mendengarkan Shun Land bicara akhirnya berbicara, "Adik Jaya saya dan adik saya akan mengembara bersama dengan adik dan paman Lamsijam untuk memerangi kejahatan dan membela kebenaran".


Semua mata memandang ke arah Aji Wisesa dan Aji Wijaya, "Terima kasih kakang Aji Wisesa dan kakang Aji Wijaya atas dukungannya maka berjanjilah pada diri sendiri untuk selalu membela kebenaran walau harus berkorban jiwa dan raga, bukan berjanji kepada saya itu salah".

__ADS_1


Keduanya mengangguk di hati mereka mengucapkan janji akan selalu membela kebenaran dengan jalan mengikuti jalan yang di tempuh Shun Land.


*******************


__ADS_2