
Berhentinya ucapan Dewi Darmawati bersamaan mereka berdua yang terbungkus menjadi satu oleh pusaka selendang ungu mendarat di tanah.
Semuanya terdiam ternyata di antara mereka berdua ada cinta yang tak pernah di ungkapkan sampai ratusan tahun. "Aku akan menjawab tapi kau lepaskan dulu aku malu di lihat banyak orang menempel tanpa jarak sampai dada mu menghimpit dada ku". Panglima Bajul pakel berkata pelan di telinga Dewi Darmawati.
"Jangan berbisik di mana kejantanan mu Bajul pakel, aku sudah berada di hadapan mu bukan kah ini yang kau inginkan, katakan lamar aku di depan Raja Galuh Sindula Jaya Sempurna sekarang baru aku lepaskan, kau bisa melepaskan sendiri dengan seluruh kekuatan tenaga dalam mu dan kita akan mati bersama-sama itu yang kau inginkan untuk menutupi malu mu". Dewi Darmawati berkata keras menantang sikap kejantanan panglima Bajul pakel.
"Baik aku akan melamar mu di hadapan paduka raja asal kau jangan menolak ku". Panglima Bajul pakel berkata masih pelan. Di balas Dewi Darmawati. "Katakan saja dengan keras aku akan menjawabnya nanti jangan jadi pengecut cinta Bajul pakel". Kalimat Dewi Darmawati sangat pedas membuat panglima Bajul pakel tidak berdaya.
"Paduka raja saksikan aku melamar Dewi Angin-angin untuk jadi istriku apa paduka mengijinkan". Suara panglima Bajul pakel dengan keras bicara. Di timpali suara Dewi Darmawati.
"Hay Bajul pakel aku yang kau lamar... kenapa kau bertanya pada paduka raja, ulang kalimat lamaran mu baru aku melepaskan mu".
Dewi Sukma Yeng melihat ini tersenyum lucu atas keluguan bujangan tua semuanya ingin tertawa tapi menahannya.
"Dewi Angin-angin Aku melamar mu di hadapan paduka raja Galuh Sindula Prabu Jaya Sempurna maukah kau menjadi istriku". Panglima Bajul pakel berkata dengan lantang.
__ADS_1
"Aku mau Bajul pakel itu sudah lama ku ingin mendengar ucapan itu" Dewi Darmawati menetes kan air matanya. Tapi tiba-tiba datang pukul angin sangat keras menghantam keduanya hingga tubuh mereka yang masih menyatu terbungkus pusaka selendang ungu terhempas ke atas sangat jauh.
Semua orang melongo menyaksikan kejadian itu karena sangat cepat sekali tiba-tiba Shun Land berkata. "Biarkan mereka berdua mengungkapkan rasa cinta mereka yang terpendam selama ratusan tahun kita sekarang siapkan ritual pernikahan nikahan mereka sore ini juga, Nyai Dewi Sukma pimpin ritual nanti sore dan semuanya murid bantu menyiapkan ritual guru kalian".
Setelah bicara Shun Land berbalik dan berjalan memasuki pendopo perguruan di ikuti ke empat istrinya dan yang lainnya. Semuanya bubar para murid perempuan dan laki-laki sibuk mempersiapkan ritual pernikahan di pimpin langsung Dewi Sukma dan putri Sanja serta putri Dyan Prameswari Dwibuana.
Shun Land sengaja mengeluarkan kekuatan anginnya agar mereka berdua terpental jauh tanpa melukai, memberikan kesempatan untuk mereka bicara berdua.
Panglima Bajul pakel yang sebenarnya memiliki tubuh tegap dan wajah tampan jaman waktu muda banyak wanita yang tergila-gila tapi panglima Bajul pakel mengunci hati karena cinta nya pada janda Sukama Aji kakak Dewi Sukma, tapi Sukma Aji tewas dalam pertarungan dengan leluhur Ki Bagus Atma waktu inginkan pusaka Tombak Trisula Raja Agung Sundaland Jatiraga. Pada waktu itu Dewi Darmawati pun membela suaminya dan hampir terbunuh oleh leluhur Ki Bagus Atma tetapi Bajul pakel menyelamatkannya dan memohon ampunan atas nama gurunya Ki Srengga.
Tubuh mereka berdua melayang sangat tinggi tapi Dewi Darmawati tidak melepaskan ikatannya selendangnya, "adik Bajul pakel mengapa kau tidak mengatakan rasa cinta mu pada ku sejak dahulu, aku sangat ingin saat seperti ini". Dewi Darmawati berkata sambil menyusup kan kepalanya pada dada bidang panglima Bajul pakel.
"Aku tidak berani karena merasa tidak pantas dengan nyai ilmu ku Kanuragan ku jauh di bawah mu nyai, aku takut Nyai menolak ku dan membuat hati dan perasaan ku lebih terluka, alasan kedua dulu kita tidak sejalan berbeda haluan di dunia persilatan". Panglima Bajul pakel berkata apa adanya.
"Yang aku benci dari mu adalah kau tidak pernah sedikitpun memperjuangkan cinta mu padaku, agar kau memiliki ku dengan segenap ke kuatan mu dan tekadmu, tapi kau tahu alasan mu tidak menikah selama-lamanya sampai saat ini karena kau mencintai ku hingga kau tak bisa melupakan ku,......
__ADS_1
,..... sebenarnya sejak kau menyelamatkan nyawaku tanpa memperdulikan nyawamu pada waktu itu sejak itu pula aku selalu mengingat mu dan lama-lama jadi rasa cinta pada mu, tapi kau tak pernah datang padaku hingga untuk menyalurkan hasrat wanitaku, aku harus jadi bulan-bulanan tua bangka Kala Durga, tapi aku sangat bahagia aku ingin sisa hidup ku bersama ku". Dewi Darmawati berkata sedikit panjang mengungkapkan apa yang menjadi ganjalan di hatinya. Tapi Panglima Bajul pakel diam dia tidak tahu apa yang harus di ucapkan karena baru pertama kali dirinya bersama wanita tanpa jarak.
"Bajul tatap aku......" Dewi Darmawati memegang kedua pipi Bajul pakel dan di hadapkan pada wajahnya lalu meneruskan bicaranya,...... "jangan malu-malu eeeh ada yang bergerak di bawah kau menginginkan sekarang apa nanti setelah ritual pernikahan".
Wajah panglima Bajul pakel memerah bersamaan di lepaskannya ikatan pusaka selendang ungu, mereka turun dan duduk di atas dahan pohon sangat besar menghadap ke barat menyaksikan matahari yang sebagian telah tenggelam.
Dewi Darmawati meletakan kepalanya pada bahu kiri panglima Bajul pakel tanpa bicara perasaan dan hatinya tidak menyangka akan bisa bertemu dengan orang kedua yang mengisi hatinya di usia yang senja, dirinya sudah mengubur rasa itu hanya menjadi suatu kenangan tetapi takdir berkata lain dirinya bisa merasakan lagi cinta, buka nafsu belaka dulu hubungannya hanya napsu birahi belaka tanpa ada rasa cinta tetapi sekarang dia merasa setiap kulit yang bersentuhan terasa sampai ke sanubarinya.
"Maaf kan saya Nyai Dewi karena terlalu pengecut tapi aku sangat mencintai nyai Lebih dari apapun". Panglima Bajul pakel berkata memberanikan diri. Dewi Darmawati yang sudah sangat berpengalaman mendongak menatap panglima Bajul pakel yang aslinya sangat tampan dan gagah.
"Apa Adik Bajul tidak birahi melihat tubuhku karena sudah tua hingga adik Bajul tidak ingin menyentuh ku atau mencium ku". Dewi Darmawati berkata tanpa rasa canggung.
"Tidak nyai aslinya aku ingin sekali menyentuh mu tapi aku sangat malu sekali, aku belum pernah menyentuh wanita, aku pun masih ragu andai aku menyentuh Nyai membuat kenangan pada nyai terus nyai masih mau di sentuh pria lain, aku takut hati ini kecewa". Panglima Bajul pakel berkata sangat polos apa yang ada di hatinya.
Dewi Darmawati termenung sesaat mendengar ucapan calon suaminya ini, setelah mencerna kalimat itu baru Dewi Darmawati mengerti akan ketakutan Bajul pakel, Dewi Darmawati memaklumi prasangka panglima Bajul pakel yang ketakutan dirinya seperti dahulu yang sering berganti pasangan tidur sekehendak hatinya.
__ADS_1
*********************