LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
49.Sumpah dan janji seorang pendekar dan pemimpin negeri


__ADS_3

Pendekar syair kematian mengakhiri ceritanya, tentang pusaka bintang pedang naga bergola".


"Paman walau pun saya belum bertemu langsung sesepuh Ki Srengga, tapi aku sudah menganggapnya sebagai guru ku sendiri, maka perintah nya wajib aku laksanakan, beliau telah dengan susah payah mengirimkan, wejangan dan dua buah kitab sangat penting dalam perjalanan ilmu olah kanuragan''


Pangeran Shun Land meneruskan bicaranya.


'tetapi untuk saat ini aku belum bisa, memenuhi perintahnya, untuk menghadap dan membantu daratan luas Dwipa di selatan, yang sedang mengalami bencana, karena ulah manusia yang mempunyai, sifat-sifat setan dan iblis, di dalam tubuh dan hatinya"


"Paman sebenernya aku sendiri, berniat untuk menyambangi daratan Dwiva, untuk mencari keberadaan, kakak dan adik ku, yang menurut penglihatan mata batinku, keberadaan mereka berada di daratan Selatan dan di daratan barat"


Pangeran Shun Land pun menceritakan kejadian pahit 9 tahun yang lalu.


"Setelah memastikan masalah kerajaan, sudah dalam keadaan stabil di berbagai segi , aku akan segera ke sana paman"


Pangeran Shun Land memungkas bicaranya.


Keduanya kembali ke istana kerajaan, masuk melalui jalan rahasia, agar tidak terlihat oleh pihak musuh, kejadian itu sangat Rahasia, bahkan sang ibunda Ratu dan sang ayah perdana menteri Jhasun, tidak di beritahu.


keesokan harinya, istana kerajaan sudah terlihat Ramai, berita pengangkatan pangeran Shun Land, sebagai putra mahkota tersebar sangat cepat, hingga penduduk berduyun-duyun ingin menyaksikan kejadian, yang sangat jarang terjadi ini.


Pihak kerajaan pun tidak melarang, hingga halaman istana penuh dengan masyarakat yang ingin menyaksikan acara tersebut.


Pintu gerbang istana dibuka lebar, pemandangan di dalam istana pun bisa dilihat dari luar dengan jelas.


Semua sukacita tergambar dari semua yang hadir di sana, mereka sangat mengagumi dan mendukung, pangeran Shun Land menduduki posisi putra mahkota.


Dari segenap semua kalangan dari yang atas sampai yang paling bawah telah mengetahui sikap tabiat, dan ilmu olah Kanuragan yang di miliki pangeran Shun Land.


Semuanya mempunyai keyakinan apabila kerajaan dipimpin oleh pangeran Shun Land, akan mempunyai masa depan yang cerah.


Negeri yang makmur adil dan beradab akan segera terwujud.


Di dalam istana.


"Semua di harap berdiri dan memberikan salam hormat, Sang Ratu dan perdana menteri segera memasuki istana" suara pangeran Kitri terdengar, dia di tunjuk sebagai pembawa berita acara jalannya sidang istimewa kerajaan, dalam acara pengangkatan pangeran Shun Land sebagai putra mahkota.


Sang Ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun, duduk setelah membalas salam hormat para pejabat tinggi negara dan para bangsawan yang hadir.


Tidak begitu lama sang pembawa acara, terdengar bersuara.

__ADS_1


"Kepada pangeran Shun Land, untuk segera memasuki istana dan menempati tempat yang telah di sediakan".


Pangeran Shun Land, memasuki istana.


Di sebelah kanan sang ibu angkatnya, di sebelah kiri putri Sari Tungga dewi.


Di belang ada panglima Shu khal dan tetua Sri khal, di sebelah panglima putri May lien dan di selah Tetua Sri khal putri Dewi sumayi, yang cemberut karena, tempat yang di inginkan, di tempati putri Sari Tungga Dewi.


Di barisan ketiga ada Boma beriringan dengan mawinei, dan yang paling belakang ada, kepala pengawal istana Djata, pendekar syair kematian, Tian agan dan yu asri haring.


Mereka sebagai pengawal keamanan rombongan pangeran Shun Land.


Semua menunduk hormat, di belas oleh pangeran Shun Land,


Setelah pangeran Shun Land duduk beserta Rombongan dengan tenang dan Rapih.


Pangeran kitri berdiri, untuk memulai acara.


"Kepala sang Ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun, kepada panglima Shu khal, kepada pangeran Shun Land, kepada seluruh tetua kerajaan, kepada para bangsawan dan tamu undangan kerajaan, dan kepada seluruh Rakyat kerajaan Kutai khal.


mohon perhatian, dan di harap tenang, karena acara prosesi pengangkatan putra mahkota segera di mulai.


Kepada pangeran Shun Land untuk segera menghadap ke depan singgasana, menghadap Ratu agung dan perdana menteri, guna menerima mahkota kerajaan, dan mengucapkan sumpah ikrar janji, sebagai putra mahkota"


Datang dua gadis cantik dengan membawa nampan, yang satu membawa mahkota dan yang satunya lagi jubah kebesaran.


Keduanya menghadap ke sang Ratu SHI khal.


Semua hadirin berdiri.


Sang Ratu SHI khal mengambil mahkota dan memberikan kepa perdana menteri Jhasun, untuk di pakaian kepada putra mereka.


Semua hadirin sangat kagum kepada keputusan, sang Ratu memberikan mahkota kerajaan, kepada perdana menteri Jhasun.


Inilah sikap perempuan penuh dengan adab sopan santun yang tinggi, walau secara jabatan, sang Ratu SHI khal adalah jabatan tertinggi kerajaan, tapi dalam kedudukan pribadi, dia di bawah suaminya.


Tindakan tadi mencerminkan, bahwa dia walau mempunyai jabatan tertinggi, dia ingin menunjukkan bahwa dirinya tidak akan mendahului wewenang suaminya yang notabene, kepala tertinggi dalam kehidupan pribadinya.


Perdana menteri Jhasun memakai mahkota, dan jubah kebesaran, setelah itu pangeran Shun Land, berbalik menghadap ke hadirin. Seraya mengucapkan sumpah ikrar janji setia kepada kerajaan dan seluruh Rakyat negri ini.

__ADS_1


"Aku pangeran Shun Land, bersumpah dan berjanji, di hadapan kalian semua dan di hadapan sang maha pencipta, dengan di saksikan bumi dan langit.


Aku akan menegakan keadilan dengan seadil-adilnya, dan berusaha melindungi dan mengayomi seluruh kerajaan tanpa mengenal golongan"


Semua yang hadir berseru dengan serempak menyebut nama pangeran Shun Land.


Tiba-tiba awan hitam datang berarak menutupi istana, semua yang di luar istana menengadahkan kepalanya ke atas.


Gemuruh halilintar bersahutan, cuaca menjadi gelap.


Bumi bergetar halus.


Bumi dan langit, menunjukkan bahwa mereka mendengar sumpah dan ikrar janji pangeran Shun Land.


Kejadian itu hanya sebentar, sesaat kemudian alam kembali normal.


"Kepada paduka Ratu dan perdana menteri di persilahkan meninggalkan aula istana"


Pangeran Kitri memberikan pengumuman


Semua berdiri sebagai tanda mengiring kepergian sang Ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun.


"Kepada putra mahkota kerajaan pangeran Shun Land beserta Rombongan, di persilahkan meninggalkan aula istana"


Pangeran Kitri melanjutkan.


Pangeran Shun Land dan Rombongan, meninggalkan ruangan aula persidangan.


"Dengan ini acara pengangkatan putra mahkota di tutup, kepada seluruh yang hadir, dari kalangan para pejabat, dan para bangsawan, serta seluruh rakyat kerajaan Kutai khal, pihak kerajaan mengucapkan terima kasih, dan di persilahkan kembali ke kediaman masing-masing"


Pangeran Kitri menutup acara tersebut.


Masyarakat yang menyaksikan, yang berada di halaman utama, berangsur-angsur meninggalkan istana, begitu juga dengan, para tetua dan para bangsawan meninggalkan aula istana.


Suasana istana kerajaan kembali sepi, hanya para prajurit penjaga, dan pelayanan kerajaan yang sibuk merapihkan bekas acara tersebut.


...****************...


saya akan berusaha update, tiap hari, walau satu chapter

__ADS_1


like end komennya juga support nya di tunggu. untuk perkembangan tulisan ini.


terima kasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2