LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
180. Pedang Naga bergola dan Hyang Triloka.


__ADS_3

Akhirnya Shun land berhenti mencoba menarik pedang tersebut dengan nafas memburu lalu duduk di tepi batu besar yang di depan gagang pedang tersebut.


"Garuda, Naga bumi Sabui aku tidak bisa mencabut pedang Naga bergola berikan aku saran." Shun land bicara dengan telepati.


"Tenangkan pikiran dan hati tuan muda tidak mungkin leluhur agung Hyang Triloka tidak memberi kunci untuk mencabut pedang Naga bergola yang di khususkan untuk tuan yang memiliki tubuh empat lintang kelima pancer." Naga bumi Sabui menjawab dengan tenang dia yakin tuan pertamanya tidak mungkin tidak memberikan kunci untuk mencabutnya.


Terdengar sang Rajawali Api bicara dengan nada yang tegas tidak seperti biasanya.


"Tuan muda duduklah bersemedilah mintalah petunjuk pada yang maha kuasa, benar kata Naga bumi Sabui ini pasti ada kuncinya."


Shun land akhirnya menuruti ucapan kedua sahabat sejatinya, dia duduk bersila di batu besar menghadap ke gagang pedang Naga bergola.


Sebelum menutup matanya shun land membaca perlahan tulisan yang ada di dinding di samping pedang Naga bergola yang menancap di kedua batu.


"Setinggi-tingginya langit masih ada langit di atasnya."


"Bersikaplah seperti padi semakin berisi semakin merunduk."


Shun land memejamkan matanya dia pun melakukan proses bersemedinya di hati paling dalamnya ingin menemui guru batinnya.


Tidak seperti biasanya kali ini Shun land merasa tempat duduknya berubah menjadi sebuah ruangan dengan ragu-ragu Shun land membuka matanya perlahan.


Shun land melihat sebuah ruangan istana yang megah tapi istana kosong tidak berpenghuni, bangunan istana ini sangat besar Shun land berjalan mendekati kursi singgasana istana tersebut lalu dia duduk di tangga paling bawah yang menuju kursi singgasana.


"Istana ini lebih megah dan lebih indah dari istana kerajaan ku di kota Martapura besarnya pun mungkin lebih besar istana ini sepuh kali lipat bahkan lebih." Shun land berkata dalam hati.


Tanpa diketahui oleh Shun land duduk seorang yang sudah tua dengan berpakaian serba putih, dia tidak berkata apa-apa hanya duduk satu undak lebih atas dari tempat duduk Shun land.


Shun land menoleh ke atas ingin melihat seberapa megah singgasana yang ada di istana itu.


Tapi sebelum sampai pandangan mata ke singgasana tatapan itu terhalang sosok leluhur agung yang dia anggap sebagai gurunya.


Shun Land lalu menangkupkan kedua belah telapak tangan di letakkan di depan wajahnya, seraya berkata.

__ADS_1


"Maafkan murid yang tidak bisa menghormat ketika guru datang."


"Aku mengetahui apa keinginan mu ingin menemui ku, tapi sebelum aku menerangkan apa yang menjadi keperluanmu, Jawab dulu pertanyaanku, 'megah mana istana ini dengan istanamu?'. Pertanyaan kedua 'adakah yang ilmunya lebih tinggi dari ku?'. Pertanyaan ketiga, 'Apa tujuan mu ingin memiliki ilmu dan senjata pusaka tinggi?'.


Sosok leluhur mengakhiri pertanyaannya, lalu berdiri dan berjalan menaiki tangga menuju singgasana sambil menyuruh Shun land untuk mengikutinya.


Setelah sampai di atas sosok leluhur itu duduk di singgasana istana itu sedangkan Shun land duduk di kursi yang lebih kecil di samping singgasana yang terlihat megah dan agung.


"Silahkan jawab pertanyaanku menurut pendapat mu sendiri."


Sosok leluhur mempersilahkan Shun land untuk menjawab pertanyaannya.


Shun land menjawab tanpa ragu-ragu dengan jelas dan tegas menurut pemikirannya.


"Istana ini lebih megah lebih besar dari istanaku yang berada di kerajaan Kutai khal."


Setelah berhenti sejenak Shun land melanjutkan menjawab pertanyaan yang kedua.


"Menurut pendapat saya untuk sekarang ini tidak ada yang lebih tinggi ilmunya dari guru, tujuan ku ingin memiliki ilmu yang tinggi dan menguasai senjata Bintang kelas tinggi hanya ingin menegakkan keadilan membela yang lemah dan mensejahterakan rakyatku."


"Saya sudahlah yakin dengan jawaban ku setidaknya itu menurut keyakinanku".


Shun land menjawab dengan teguh hati.


"Jawaban pertamamu benar, jawaban kedua itu salah karena ilmu diriku tidak ada apa-apanya dengan ilmu guruku, jawaban yang ketiga juga benar itu adalah alasan yang tepat untuk mempelajari ilmu dan menguasai senjata Bintang kelas tinggi".


"Satu pertanyaan lagi untuk mu, 'siapakah orang yang paling tinggi ilmunya, dan ilmu apa yang paling tinggi menurutmu".


Sosok leluhur itu memberikan pertanyaan lagi kepada Shun land, Shun land tidak langsung menjawab dia terdiam sesaat lalu dia pun menjawab tanpa ragu.


"Saya tidak mengetahuinya guru orang yang ilmunya paling tinggi untuk saat ini, menurut saya jurus tarian Rajawali api itu jurus yang tertinggi itu Menurut pendapat saya".


"Untuk jawaban kali ini jawaban mu salah, baiklah aku akan menerangkan tentang pertanyaan yang terakhir pada mu dengarkan baik-baik hingga ini menjadi suatu pelajaran bagimu". Sosok leluhur itu berhenti sejenak, lalu melanjutkan bicaranya dengan kata-kata yang jelas.

__ADS_1


"Orang yang paling tinggi ilmunya adalah orang yang mengamalkan ilmu tersebut untuk kemaslahatan banyak orang, karena pada hakikatnya tidak ada orang berilmu tertinggi setinggi apapun ilmu seseorang pasti mempunyai kelemahan, ilmu tertinggi adalah ilmu sang maha Pencipta, jawabanmu salah di dunia ini tidak ada jurus yang tinggi karena setiap jurus apapun itu mempunyai kelemahan, apakah kau mengerti dan memahami apa yang ku jelaskan tadi, bila ada suatu pertanyaan untukku tanyakanlah hingga tidak ada ganjalan di hatimu terhadapku".


Sosok leluhur itu menjelaskan dengan panjang lebar dan mempersilahkan Shun land untuk bertanya.


"Guru selama ini saya selalu bertanya-tanya siapakah sebenarnya guru ini, saya pun ingin bertanya apa sebenarnya makna dari 4 lintang ke5 pancer". Shun land bertanya siapakah sebenarnya guru batinnya ini.


"Nama ku Hyang Triloka, aku akan menjelaskan makna dari 4 lintang kelima pancer, penjelasan ku ini mungkin tidak sepenuhnya benar tapi setidaknya bisa menjadi patokan sebelum engkau mendapat jawaban yang lebih bagus, empat lintang artinya empat kekuatan, empat arah, ke5 pancer artis yang kelima adalah diri kita,....


Empat kekuatan Api, Air, angin/udara, bumi, membentuk menjadi satu yaitu tubuh kita, dengan kata lain empat unsur itu membentuk satu unsur lagi yang kelima yaitu diri kita,......


Empat arah barat, timur, Utara dan Selatan, bisa juga diartikan 4 arah ini adalah, depan, belakang, samping kiri dan samping kanan, dan yang kelima adalah diri kita yang berada di tengah dan harus berada di tengah kita tidak boleh condong ke manapun entah ke kiri entah ke kanan kita harus tegak berdiri lurus ke atas, lebih jelasnya kita harus menjadi adil tidak boleh terpengaruh apapun harus lurus adil dengan seadil-adilnya,....


Itulah makna yang terkandung dalam kalimat 4 lintang kelima pancer atau orang dulu ada yang menyebut 'sedulur papat kelima pancer' andaikan aku menjelaskan tentang masalah ini tentu tidak akan habis dibicarakan selama 7 hari 7 malam".


Sosok leluhur menerangkan dengan panjang lebar dan didengarkan oleh Shun land dengan seksama.


Shun land lalu bertanya tentang hal pokok tujuan dia menemui sang guru batinnya.


"Guru murid ini sedang kesusahan untuk mencabut Pedang Naga bergola yang guru ciptakan berikanlah murid suatu petunjuk hingga bisa mencabut pedang tersebut dan bisa mempelajari kitab pedang tarian Rajawali api".


Sang Guru leluhur agung Hyang Triloka tersenyum lembut lalu dia menjawab dengan tenang.


"Sebenarnya pedang itu telah memiliki kunci untuk memilikinya yang tertulis di dinding gua tersebut pelajarilah olehmu dengan benar bukan dengan hawa nafsumu nanti setelah kau mengerti dan memahami dua baris kalimat itu dengan sendirinya senjata bintang kelas tinggi itu akan menghampiri mu tanda dia tunduk padamu".


Setelah menjelaskan tentang cara mencabut pedang Naga bergolak leluhur agung Hyang Triloka memudar tubuhnya menjadi ribuan bahkan jutaan cahaya dan membumbung tinggi hilang dari pandangan shun land.


Shun land tertegun dia pun mengingat baris kalimat yang tertulis di dinding dekat dengan pedang Naga bergolak, dengan pelan-pelan Shun land memikirkan makna kalimat tersebut.


"Aku mengerti di dunia ini tidak ada yang lebih tinggi daripada kekuasaan sang maha Pencipta karena di setiap manusia pasti ada kelemahan tidak ada yang sempurna, sedangkan sikap manusia semakin tinggi ilmunya maka semakin dia merasa rendah di hadapan sang maha Pencipta".


Shun land duduk bersila memusatkan segala pemikirannya untuk masuk ke alam batin lalu kejiwanya dan dia pun telah berada di dalam tubuhnya kembali perlahan-lahan dia membuka matanya betapa kagetnya dia Pedang Naga bergola telah berada di pangkuannya.


Shun land memegang Pedang Naga bergola lalu dia pun turun dari batu tersebut berjalan menuju keluar.

__ADS_1


---------------*****-------------


__ADS_2