
Setelah berpelukan Shun Land bicara sedikit keras. "Ibu mertua... paman tadi menanyakan wanita mana calonnya, kasih tahu tidak..?".
Jelas saja tetua Sri khal langsung turun dari kursi penonton dan masuk ke area sambil menggerutu, "dasar laki-laki tak tahu malu bikin jengkel saja".
Sesampainya di depan panglima Shu Khal langsung menjewer telinganya sekuat tenaga menarik keluar arena sambil bicara, "Cepat turun kita selesaikan di rumah".
Panglima Shu Khal tidak bisa bicara cuma menunjuk lurus ke arah Shun Land, yang di tunjuk langsung berkata. "Maaf paman saya tidak bisa menolong, ibu mertua jangan di kasih hati beri peringatan yang keras, saya juga sebagai keponakan tidak akan membela kalau jelas salah".
Shun Land bicara dengan wajah datar saja, yang hadir di sana tertawa melihat kejadian tadi kegagahan panglima Shu Khal hilang tak berbekas. Sebelum jauh terdengar suara permaisuri Dewi Sumayi.
"Paduka apakah tantangan berlaku juga bagi wanita".
"Iya tantangan berlaku untuk semuanya". Shun menjawab dengan santai. "Paduka kami ingin mencoba tapi dengan tiga sarat agar adil, karena jelas ini jelas tidak adil karena kekuatan paduka jauh berbeda".
Permaisuri Dewi Sumayi meminta tiga sarat.
"Baik aku tidak ingin di sebut orang yang tidak adil, aku kabulkan syarat itu". Shun Land menjawab sambil bersedekap. Dewi Sumayi menimpali dengan cepat.
"Syarat pertama paduka tidak boleh mengunakan kekuatan Api, yang kedua paduka tidak boleh menggunakan tenaga dalam, dan yang terakhir paduka harus menggunakan penutup mata, ini semua tidak bisa di tolak". Permaisuri Dewi Sumayi bersemangat.
"Tidak ada masalah aku penuhi syarat ini walaupun seperti mau membuat membunuh perlahan". Shun Land berkata penuh percaya diri.
Tiba-tiba dari arah pintu bangunan terdengar suara. "Siapa yang mau bertaruh, Permaisuri Sari Tungga Dewi dan putri Dian Prameswari Dwibuana melawan Sang prabu yang tidak menguntungkan kekuatan Api dan tenaga dalamnya juga memakai penutup mata".
__ADS_1
Boma bicara sambil berjalan menghampiri Ratu Galuh Sindula dan membisikan sesuatu. Lalu melanjutkan bicaranya. "Siapa yang berani taruhan satu banding dua sesuai dengan, satu di sang prabu dua di pihak permaisuri Sari Tungga Dewi dan putri Dian Prameswari Dwibuana, bila Merasa kurang pangeran Sanjaya triloka, paman Delay, paman Pataya paman Lamsijam semuanya maju, bila kalian semua tidak maju berarti kalian Cemen, lupa satu lagi Adik Pramuja juga harus maju, ini adalah perintah sang prabu untuk menguji ilmu Kanuragan kalian,
Taruhan 7 banding satu, satu lagi peraturan kalian tidak boleh menahan kekuatan kalian jangan remehkan raja kalian walau pun tidak menghiraukan Tenga dalamnya".
Permaisuri Dewi Sumayi langsung menimpali, "Aku bertaruh pada Kakak permaisuri Sari Tungga Dewi dengan taruhan seribu keping koin emas".
Di dahului oleh permaisuri Dewi Sumayi semuanya bertaruh hingga taruhan mencap lima ratus ribu keping koin emas. Di pihak Shun Land hanya Boma dan Ratu Galuh Sindula. Semuanya masuk ke arena latih tanding.
Shun Land sudah di tutup matanya oleh Permaisuri Dewi Sumayi agar tidak curang. Sebelum di mulai Boma berkata lagi dengan keras.
"Satu lagi tambahan pertarungan paman panglima Tarpa maju jangan meremehkan sang prabu, ingat sekali lagi jangan menahan kekuatan tenaga dalam kalian, jangan khawatir sang prabu tidak akan mati walaupun tidak menggunakan tenaga dalam karena sang prabu Jaya Sempurna memilih tubuh istimewa empat lintang ke5 pancer".
Panglima Tarpa langsung memasuki area. Dalam batin Shun Land berkata pada Roh Ruyi Jingu Bang. "Tongkat Sakti lindungi aku tapi jangan kau buat mereka semua terluka".
"Baik tuan Jaya Sempurna aku akan melindungi tubuh tuan dengan kecepatan sangat cepat agar tidak terlihat oleh mereka". Roh tongkat sakti Ruyi Jingu Bang menjawab.
"Jangan khawatir pangeran Sanjaya triloka dan yang lainnya serang aku dengan seluruh kekuatan tenaga dalam kalian santai saja aku tidak akan mati, bila tubuh ku rubah posisi sedikit saja kalian menang, dan mendapatkan hadiah dari Ki".
Shun Land menegaskan agar mereka tidak merasa khawatir.Semuanya bersiap mengerahkan seluruh kekuatan mereka untuk menyerang Shun Land.
Jurus andalan pamungkas mereka kerahkan, terlihat Ratu Galuh Sindula berbisik pada Permaisuri May Lien. "Kakak permaisuri May apa tidak berbahaya buat kalah Prabu Jaya di keroyok oleh mereka apalagi paman Lamsijam dan pangeran Sanjaya triloka juga pangeran Makkamaru kekuatan mereka hampir 100ribu lingkaran tenaga dalam.".
"Tenang Nyai Ratu kakang prabu Jaya sudah mengukur dan mempersiapkan semuanya dia adalah orang yang sangat perhitungan" permaisuri May Lien menenangkan, sedangkan Boma malah menghitung kepingan koin emas lalu berkata.
__ADS_1
"Adik Ratu taruhan kita bagi tiga biar saya yang mendapatkan 150 ribu keping koin emas, yang 350ribu terserah Adik Ratu mau di bagi kesiapa, saya mau pamitan dulu, akan berangkat ke istana kebangsawanan Wajak menemui Betari ayah Maruta memohon agar aku menemuinya". Tanpa menunggu jawaban Boma berlalu sambil membawa taruhan bagiannya.
"Yang keluar dari bangunan ini ketika kembali akan di sidang untuk mengawini dua pelayan istana Naga hitam di kerajaan Gendis". Terdengar suara Shun Land yang menggema.
Boma langkahnya terhenti mendengar suara Shun Land, dirinya jadi menggerutu, "Dasar raja mata jereng sama pinggul bisanya mengancam dengan kelemahan orang". Boma akhirnya kembali lagi duduk di samping permaisuri May Lien.
"Suami kalian berdua tidak boleh melihat orang senang sedikit padahal siapa kedua pelayan wanita itu". Boma berkata dengan nada kesal. Mawinei melihat Boma yang senewen dari belakang tanpa di sadari oleh Boma.
Permaisuri May Lien yang tahu Mawinei di belakang Boma mencoba menjebak Boma dengan bertanya. "Emang kak Boma ada hubungan dengan kedua pelayan di Istana Naga Hitam kata kakak permaisuri Dewi Sumayi pernah bermalam bersama dua pelayan itu".
"Itukan kecelakaan ketika itu saya sedang mandi mereka berdua menghampiri saya, saya sebagai laki-laki mana tahan, itukan bukan kesalahan saya adik Permaisuri May".
Habis berkata kuping Boma di tarik keatas. "Pulang.... Aku akan meminta paman Maruta untuk memanggil adik Betari ke istana Galuh Purba, kita bicarakan masalah ini bertiga". Suara Mawinei penuh amarah.
"Sudah mendapatkan aku, mendapatkan hati adik Betari yang sangat cantik dengan kulit putih seperti adik permaisuri May besar dan tinggi masih saja serong". Mawinei melanjutkan.
Boma mulutnya menganga lalu berkata, "kalian berdua menjebak ku" Boma sambil menunjuk pada Permaisuri May Lien dan permaisuri Dewi Sumayi.
Di tengah arena 8 orang melakukan serang secara bersamaan, tekanan di arena sangat kuat oleh aura tenaga dalam delapan orang.
Sebelum serangan itu sampai secara tiba-tiba keluar tongkat sakti Ruyi Jingu Bang dari gagang pedang Naga Bergola, dengan sangat cepat melindungi tubuh Shun Land.
Delapan Serangan bagai membentur lapisan baja tebal, mereka semua terpental hingga 3 depa. Shun Land lalu membuka penutup matanya lalu berkata "kalian kalah.... tidak ada kesempatan kedua karena kalian maju bersama-sama, kita kembali ke istana".
__ADS_1
Shun Land berjalan menghampiri permaisuri Sari Tungga Dewi yang sedang mengatur nafas setelah mengeluarkan seluruh tenaga dalamnya.
_______________