
Tuan Bungaran mengakhiri ceritanya.
"Apa tuan pernah menanyakan pada Dewi langit tentang asal usulnya setelah dia sembuh pada waktu itu".
Shun Land bertanya lebih lanjut.
"Saya pernah menanyakan nama dan ibu bapaknya tapi dia hanya mengingat namanya saja dia berkata nama Shi Maharati selain itu dia tidak mengingat apa-apa, malah bila di suruh mengingat nama ayah ibunya dia menangis jawabnya tidak ingat,...
Setelah pulang dari kompetisi olah Kanuragan di kerajaan paduka saya pernah menceritakan tentang asal usulnya dan menyuruh untuk menelusuri ayah ibunya dia menolak karena dia sudah merasa Saya dan istri saya sebagai orang tua kandungnya,...
Kami pun tak pernah membeda-bedakan dia dan ketiga kakaknya". Tuan Bungaran menjawab tidak ada yang di tutup-tutupi.
"Tuan Bungaran sebenarnya saya ke sini mencari adik perempuan saya yang hilang pada waktu malapetaka badai angin put*** beliung".
Shun Land pun lalu menceritakan prihal kehilangan kedua saudaranya kakak dan adik perempuannya yang terbawa badai put*** beliung dari awal sampai akhir.
Shun land pun menceritakan bahwa kakaknya telah di temukan di daratan luas Dwipa.
"Tuan Bungaran adik saya mempunyai tanda lahir satu tahi lalat di lengan atas sebelah kiri dekat dengan bahu, ke 2 mempunyai tanda merah (toh merah) di pinggul kanan sebelah atas".
Shun Land menceritakan tentang tanda lahir adiknya putri Shi Maharati.
"Pak puji syukur pada sang maha Pencipta akhirnya anak angkat kita menemukan keluarganya pantas saja dia sangat pintar dan sangat cantik ternyata anak kita adik seorang raja besar, tidak menyangka kita selama ini merawat kerabat kita sendiri".
Nyonya Cici berkata sambil meneteskan air mata setelah mendengar ciri-ciri tanda lahir adik Shun land. Nyonya Cici yang sering memandikan sejak kecil mengetahui tanda lahir di tubuh Dewi langit.
Setelah suara Nyonya Cici berakhir dari pintu belakang Dewi langit berlari menuju Shun Land dan langsung memeluk Shun Land yang duduk bersila dari samping.
"Kakak maaf Maharati tidak mengenal kakak tapi Maharati masih mengingat wajah ibunda tapi tidak ingat namanya aku pun samar-samar ingat kakak Boma yang sering menggendongku".
Shun Land tidak bisa menahan air matanya adik perempuan yang selama ini di carinya telah menjadi gadis cantik, dengan sedikit terbata-bata Shun Land berkata.
__ADS_1
"Kakak selalu mengingat mu, tapi ini semua berkat ibunda Kamen yang selalu menguatkan keyakinan kakak untuk mencari mu dia selalu berkata "kakak dan adik mu masih hidup' di saat yang lain menganggap kau dan kak Shun telah meninggal".
Mereka pun melepaskan kerinduan setelah tenang Shun Land berkata sedikit keras.
"Kak Boma adik kecil mu yang nakal telah menjadi bidadari yang cantik jelita".
Boma yang mendengar perkataan Shun land berlari setelah sampai di pintu Boma malah berdiri terpaku ingatannya kembali ke masa itu di mana saat pulang bermain dari tepi hutan dia yang selalu mengendong hadis manja dan lincah di atas punggungnya karena dia yang paling besar dan paling tua walau beda beberapa tahun.
Sambil menunjuk Dewi langit Boma berjalan pelan air matanya jatuh membasahi pipinya sambil berkata pelan.
"Putri manja kuuu.... Putri manja kuuu....".
Mendengar kalimat dari Boma ingatan Dewi langit seakan di picu bayangan saat bermain, bayangan merengek meminta sesuatu, bayangan Boma menggendong sambil mengomel Putri manja putri manja sampai dia tertidur di gendongan Boma terlintas jelas di ingatannya.
Sontak saja Dewi langit Berdiri dan menyongsong Boma lalu memeluknya sambil dengan erat sambil berkata dengan Isak tangis.
"Kak Boma jangan biarkan adik manja ini jauh dari pandangan mata kak Boma".
"Hey hey sudah meluknya nanti calon suami mu marah". Boma berkata untuk mengalihkan rasa harunya.
"Biarkan saja marah nanti juga kalau lihat wajah putri manja yang cantik marahnya akan hilang".
Dewi langit menimpali sambil melepaskan pelukannya.
Pangeran Agam, putri Angiat dan putri Tritiasa masuk ke dalam rumah, putri Angiat mendekati Dewi langit dan memeluk dengan erat keluar kata-kata yang penuh kekhawatiran.
"Adik ku pantas saja kau sangat pintar dan cantik kau ini anak seorang Ratu dan adik seorang raja besar dan sakti, apa kau akan pergi meninggalkan kami terus melupakan kami".
"Tidak kakak ku aku tidak akan pergi dari sini karena di sini Ayah dan ibuku juga keluarga ku". Dewi langit menjawab dengan pasti.
Putri Serindang bulan merasa lega karena tadinya ada sedikit rasa cemburu pada Dewi langit karena Shun land selalu memperhatikan gadis cantik itu, yang ternyata Dewi langit adalah adik Shun Land yang lama tidak bertemu.
__ADS_1
Sampai malam Dewi langit langit tidak mau jauh dari kakak nya pangeran Agam yang Melihat ini jadi terlihat agak murung karena biasanya Dewi langit hanya bermanja pada dirinya sekarang tidak mau jauh dari kakaknya.
Setelah makan malam Shun Land meminta izin pada tuan Bungaran dan Nyonya Cici untuk membawa Dewi bulan ke istana Sundapura untuk menemui ibunda dan ayahandanya.
Pada pembicaraan itu pangeran Agam mengungkapkan ingin ikut bersama Dewi langit.
Akhirnya di putuskan Boma akan mengantar Dewi langit dan pangeran Agam ke istana Sundapura kerajaan Tarumanagara.
Sedangkan Shun land dan putri Serindang bulan akan kembali melalui jalan darat sambil menunggu sang Rajawali Api kembali.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Dewi Langit dan pangeran Agam telah bersiap sedangkan Boma masih tertidur pulas.
Shun Land berkata melalui Batinnya pada sang Rajawali Api untuk datang ke halaman rumah Tuan Bungaran yang cukup luas.
Burung besar terbang dari hutan melintas di atas Danau Toba menuju Pulau Samosir tidak lama sang Rajawali Api turun dan hinggap di halaman rumah Tuan Bungaran.
Para penduduk yang dekat dengan rumah tuan Bungaran merasa ketakutan di antara mereka ada yang datang menghadap tuan Bungaran.
Setelah ada keterangan dari tuan Bungaran para penduduk merasa tenang malah berbondong-bondong ke rumah tuan Bungaran ingin melihat sang Rajawali Api dari dekat.
Mereka juga ingin melihat dan menyapa Shun land sang pendekar Rajawali Api, yang jadi buah bibir dan topik pembicaraan di setiap kedai.
Karena para penduduk dan keluarga besar tuan Bungaran pada datang akhirnya acara makan pagi di rubah menjadi makan bersama para penduduk yang ingin mengenal pendekar Rajawali Api.
Para penduduk Samosir sangat senang karena sikap Shun Land yang ramah dan sopan, Shun Land tidak menunjukan sikap seorang raja tapi lebih terlihat seperti para penduduk biasa.
Setelah selesai acara makan bersama, Dewi langit dan pangeran Agam berpamitan.
Boma meloncat ke punggung sang Rajawali Api di ikuti Dewi langit dan pangeran Agam.
Dengan sekali hentakan kakinya sang Rajawali Api melesat angkasa dan hilang dari pandangan.
__ADS_1
______*****_______