
Leluhur Ki Bagus Atma merasa semakin kecil saja di hadapan Shun land yang notabene keturunan dia sendiri yang ke enam.
Tanpa di sadari oleh Shun land dan Leluhur Ki Bagus Atma sekelompok serigala berjumlah besar telah mengelilingi mereka berdua.
Tetapi mereka tidak berani menyerang leluhur Ki Bagus Atma yang sudah berdiri di dekat Shun land dia mengeluarkan kepalanya mengapa Alam seakan menghalangi perjalan mereka yang menuju puncak gunung Krakatau.
Shun land diam melihat puluhan bahkan sepertinya ratusan Serigala besar yang mengelilinginya.
Di saat-saat yang Shun land akan mencabut Pedang Naga Bergola sebuah teriakan sang Sahabat sejati dia sang Legenda Rajawali Api menekankan telinga tidak lama dari atas meluncur sang Rajawali Api sambil mengepakan kedua sayapnya tertuju pada segerombolan serigala yang berada di sekitar Shun land.
Kekuatan angin yang di sertai panas yang sangat kuat menghantam tubuh-tubuh siluman serigala menjadi seperti dedaunan yang terkena angin topan berterbangan jauh.
Para serigala yang tersisa melihat temannya banyak yang terbawa kibasan sayap sang Rajawali Api, tubuh itu berakhir dengan tubuh hangus, mereka melarikan diri menyelamatkan diri.
Sang Rajawali Api berdiri di depan Shun land dan Leluhur Ki Bagus Atma bergaya seperti biasa membusungkan dada, Lalau berkata dengan telepati pada Shun land.
"Untung aku datang tepat waktu kalau tidak woooow". Suara sang Rajawali Api dengan pongah.
"Burung emprit emang kebiasaan menjadi pahlawan kesiangan, dulu di perguruan Tapak Maut, orangnya pergi kau menyerang, ini juga sama tadi ada Badak besar bercula satu setengah siluman kau tak datang, giliran ada serigala bengek kau datang aaah terlaluuuuu". Shun lan menimpali asal asalan.
"Eyang sebaiknya kita menaiki burung Rajawali agar cepat sampai ke puncak gunung Krakatau". Shun land mempersilahkan leluhur Ki Bagus Atma untuk naik duluan.
Sang Rajawali Api sudah merendahkan tubuhnya bersiap di naiki tuannya.
Leluhur Ki Bagus Atma merasa kikuk karena dia baru pertama menaiki sang Rajawali Api bukannya loncat naik tetapi malah celingukan.
Melihat tingkah Leluhur Ki Bagus Atma Shun land akhirnya mendahului meloncat ke punggung sang Rajawali Api, melihat Shun land meloncat ke punggung sang Rajawali Api leluhur Ki Bagus Atma mengikutinya.
Sesampainya di punggung sang Rajawali Api Leluhur Ki Bagus Atma celingukan melihat ke sekeliling, menutupi rasa malunya pada sang cucu.
__ADS_1
Dengan satu hentakan sang Rajawali Api membungbung tinggi meliuk-liuk diantara dahan pohon besar yang menjulang tinggi.
(Konon jaman dahulu kala pohon-pohon di hutan Nusantara tingginya Sampai ratusan meter).
Tidak membutuhkan waktu lama sang Rajawali Api hinggap di tepi kawah yang besar dan dalam, Leluhur Ki Bagus Atma turun di tepian Kawah sedangkan Shun land masih tetap di punggung sang Rajawali Api.
Sang Rajawali Api terbang turun menyusuri kawah mencari tempat yang cocok untuk bersemedi, di dalam kawah ada batu besar yang menjorok ke dalam sumur magma.
Sang Rajawali Api turun lalu berkata dengan pasti. "Seperti nya tempat ini cocok untuk kita bersemedi menyerap hawa murni panas bumi".
"Benar apa yang kau katakan". Shun land menjawab dengan singkat.
Shun land mencari tempat yang rata untuk duduk bersemedi setelah mendapatkan permukaan batu yang rata dia mencabut Pedang Naga Bergola lalu menancapkan tepat di depannya.
"Kau ku tugaskan menjaga tubuh ku dengan benar aku akan bersemedi ke zat sang maha Pencipta, setelah itu aku akan akan menyerap hawa murni panas bumi untuk meningkatkan kekuatan api ku dan kekuatan tenaga dalam ku".
"Jangan hawatir tuan, ku akan selalu menjaga tuan dengan seluruh kekuatan saya dan nyawa saya". Sang Naga Bergola menjawab.
Shun land dan sang Legenda Rajawali Api bersemedi menghadap sang maha Pencipta untuk mendapat restu dan keberkahan setelah itu Shun land dan sang Legenda Rajawali Api memulai menyerap hawa murni panas bumi yang keluar dari sumur lahar panas gunung Krakatau yang mendidih.
Tidak seperti biasanya kali ini Shun land dan Sang Legenda Rajawali Api menyerap dengan skala besar tidak ada rasa takut tubuhnya meledak.
Shun land masuk keruang batinnya terlihat jiwanya perlahan berubah menjadi warna merah membara dengan warna biru yang di tengahnya.
Di tepian kawah gunung Krakatau Leluhur Ki Bagus Atma memperhatikan dengan seksama dia tidak ingin cucu nya dapat masalah ketika dalam bersemedi.
Sementara di dasar perairan selat Sunda Naga bumi Sabui meluncur dengan cepat mengikuti arah penanda jiwa yang Shun Land miliki.
Setelah di tepian gunung Krakatau Naga Bumi Sabui mengenali aura kekuatan saudaranya Naga Bergola.
__ADS_1
Dia segera mengembangkan sayapnya terbang ke puncak gunung Krakatau.
"Tidak menyangka setelah sekian ribu tahun akhirnya kita bertemu lagi, semoga di pertemuan kali ini kau sudah berubah menjadi baik". Suara Naga Bumi Sabui menggelegar memenuhi Kawah gunung Krakatau.
Naga Bergola mendengar suara sang adik yang selama hidupnya selalu dia tekan dan dia sakiti perasaan bagai di sayat-sayat sembilu penuh dengan penyesalan.
Hingga di suatu ketika sang adik yang selalu sabar dan mengalah kali ini melawan dengan segala kekuatan nya yang dia selalu sembunyikan.
Pada saat itu Naga Bergola berpendapat bahwa manusia adalah makhluk yang lemah tidak patut untuk di jadikan teman apa lagi sebagai junjungan.
Akan tetapi pendapat sang adik Naga Bumi Sabui sangat berbeda dengan dirinya dia sangat menghormati kedudukan manusia bahkan mengganggap manusia lebih mulia dari bangsa para Naga.
Alasan Naga Bumi Sabui menganggap Manusia lebih mulia dari bangsa Naga adalah manusia turu ke bumi di bekali dengan ilmu pengetahuan oleh sang maha Pencipta, sedangkan bangsa Naga turun ke Bumi oleh karena menentang kehendak Sang Maha Pencipta, hanya bangsa naga terusir dari kahyangan di anugerahi umur yang panjang selagi tidak melanggar aturan Sang Maha Pencipta.
Akhirnya karena berbeda pendapat Naga Bergola dan Naga Sabui bertarung habis-habisan.
Naga Bergola ingin menguasai bumi untuk berbuat sekehendak hatinya sedangkan Naga Sabui melindungi bumi dari keserakahan Naga Bergola.
Walau satu keturunan akan tetapi keduanya di anugerahi kekuatan yang berbeda Naga Bergola di berkahi kekuatan Roh Na atau Roh Ra kekuatan matahari yaitu api sedangkan Naga Sabui di anugerahi kekuatan Dewi bulan Atau Roh Ci berkekuatan Air.
(Dalam ilmu bangsa negeri tirai bambu di sebut YAN-YIN).
Kedua bertarung akan tetapi Naga bergola kalah dengan tubuh yang membeku dan hancur berkeping-keping yang tersisa haya tulangnya saja yang kemudian tulan tersebut di buat gagang dan warangka Pedang Naga Bergola oleh Sang Hyang Triloka.
Kemenangan Naga Sabui melindungi bumi dari keserakahan Naga Bergola dia mendapatkan sematan nama Bumi di Namanya, dari Naga Sabui menjadi Naga Bumi Sabui.
"Maaf kan Aku adikku Naga Sabui, sekarang Kakang mendapatkan kesempatan untuk menebus dosa dengan berdiam di Pedang ini dan mengabdi kepada seorang pemuda yang luhur Budi". Suara Roh Naga Bergola penuh dengan penyesalan.
"Tidak apa-apa kakang Naga Bergola semua sudah di atur oleh sang maha Pencipta dan akhirnya kita bisa bertemu dan bersatu kembali membela kebenaran dengan jalan mengabdi kepada seorang pemuda yang telah di pilih Sang Maha Pencipta". Jawab sang Naga bumi Sabui.
__ADS_1
"Terima kasih adik ku Naga Sabui yang tidak mempunyai dendam pada kakang". Roh Naga Bergola berterima kasih pada sang adik yang mempunyai kesabaran dan kebersihan hati.
-----------------*****-----------------