
Sebuah kapal dagang besar bersandar di pelabuhan Martadipura seorang saudagar perlente turun dari kapal di iringi 4 pengawal dengan tubuh kekar berpakaian sangat bagus menandakan empat pengawal ini bukan pengawal sembarangan.
Saudagar perlente dan empat pengawalnya adalah Panca Braja, Baraja musti menjadi saudagar dan empat saudaranya jadi pengawal.
Merdeka di utus oleh Mara Deva untuk mendekati Raja perwakilan Shun Land di kerajaan Kutai Martadipura yang sekarang di pimpin oleh kakak kandung Shun Land sendiri pangeran Shan land di bantu pangeran Khal Shugal sepupunya.
Panca Braja yang di bantu sisa-sisa anak buah Kama Deva masuk ke ibukota Martadipura dengan mudah mereka menyamar sebagai saudagar kaya raya.
Bekas anak buah juragan Upiak Arai merapat ke barisan Braja musti dan adik-adiknya mereka membangun jaringan peradangan di ibukota baru kerajaan Kutai Martadipura.
Di topang permodalan yang besar Braja musti dengan mudah menguasai perdagangan di kota Martapura, dengan hati-hati Braja musti yang di dampingi Mazusi ahli strategi dagang dan diflomatik memasuki kalangan istana kerajaan.
Mazusi adalah anak buah nomor 1 juragan Upiak Arai, hingga ilmu dagang dan ilmu diplomatik yang di pelajari dari juragan Upiak Arai dapat di kuasai Mazusi dengan sempurna.
Pada saat ini kerajaan Kutai Martadipura di Rajai oleh pangeran Shan land dengan permaisuri Ayu Sondari, sebagai Mahapatih pangeran Khal Shugal sepupunya Shunlan.
Di bawahnya Mahapatih ada pangeran Dehen yang menjabat sebagai Administrasi kerajaan. Adik pangeran Dehen putri Sanja menjabat sebagai Kepala keuangan kerajaan, sedangkan sebagai panglima kerajaan di pegang oleh pangeran Sanjaya triloka kakak putri Dian Prameswari dwibuana dari bangsawan Wajak daratan luas Dwipa.
Pangeran Sanjaya triloka yang jatuh hati pada adik pangeran Dehen dan menikahinya memutuskan untuk tinggal di daratan luas Nusa kencana (Kalimantan).
Sementara itu pangeran Sanjaya triloka putra dari Birawa Bangsawan Wajak atau kakak dari putri Dian Prameswari dwibuana menjabat sebagai panglima pasukan khusus senyap mengantikan Panglima Antaka yang pada waktu itu di tarik ke kerajaan Tarumanagara di daratan luas Dwipa.
Pangeran Sanjaya triloka di bantu tiga Dewi kematian Dewi Lerna dan duo Dewi Tuti ulwiyah dan Tuti Baniah.
__ADS_1
Pasukan khusus senyap sendiri setelah Pangeran Shan land dekat dengan juragan Mazusi dan saudagar musti jarang mengikut sertakan keberadaan Pasukan khusus senyap yang di pimpin pangeran Sanjaya triloka.
Secara diam-diam pangeran Shan land atau pangeran Jaya lelana belajar ilmu Kanuragan kepada Baraja musti yang berganti nama menjadi saudagar Musti.
Sedikit demi sedikit hasutan dari juragan Mazusi dan saudagar Musti masuk ke pemikiran pangeran Shan land kakak Shun land, hingga dalam hati kecil Pangeran Shan land muncul keinginan memiliki kekuatan ilmu Kanuragan yang tinggi melebihi adiknya Shun Land dan bila tahapan ilmu Kanuragan setahap dengan Shun Land pangeran Shan land ingin melepaskan diri dari kekuasaan kerajaan Tarumanagara yang di pimpin Adiknya Shun Land.
Mungkin ini yang di sebut kacang lupa akan kulitnya yang di alami pangeran Shan land, padahal dia bisa menduduki singgasana kerajaan atas kasih sayang sang adik Shun Land.
Dengan sendirinya orang-orang yang terlihat setia pada Shun Land sedikit demi sedikit di jauhkan dari kancah kekuasaan di lingkungan istana Martadipura.
Seperti sekarang ini pangeran Sanjaya triloka dan pasukan khusus senyap yang sangat setia pada Shun Land mulai di tinggalkan bila ada pertemuan penting kerajaan.
Pangeran Sanjaya triloka dan tiga Dewi kematian yang di pimpin Dewi lerna akan di undang ke istana bila hanya membicarakan hal-hal yang tidak penting dan hal-hal yang tidak menyangkut kekuasaan.
Di suatu saat juragan Mazusi dan panca Braja di undang di kediaman pribadi Raja Jaya lelana, Nama panggilan dan Nama kebesaran pangeran Shan land menggunakan Nama pemberian ayah angkatnya pangeran Jaya lelana dengan alasan menghormati orang yang telah menyelamatkan nyawanya, tapi alasan sesungguhnya adalah ingin melepaskan pengaruh bahwa dia di angkat menjadi Raja karena sang adik Shun land.
Hingga di kalangan istana atau pun di kalangan rakyat kerajaan Kutai Martadipura yang menyebut namanya tidak mengikatkan Raja yang sebenarnya berkuasa yaitu Raja Shun Land.
Sebutan paduka Raja Jaya lelana Raja kerajaan Kutai Martadipura melekat hingga yang orang yang baru dan tidak tahu asal usul kerajaan berdiri menyangka bahwa Raja Kaya lelana Raja yang sesungguhnya berkuasa padahal aslinya hanya Raja perwakilan dari kekuasaan Raja Shun Land yang berada di kerajaan Tarumanagara Dataran Dwipa.
Berbeda dengan kerajaan Rijang Renah Selawi yang di kuasai oleh putri Serindang bulan yang sangat mencintai Shun Land dia di setiap pertemuan para pembesar kerajaan selalu membuka pertemuan dengan mengucapkan doa untuk raja Shun Land untuk mengingatkan bahwa kekuasaan sekarang ini di pegang oleh Raja agung kerajaan Tarumanagara Shun Land.
Ruangan itu sangat tertutup malah bisa di bilang sangat rahasia yang mengetahui ruangan pertemuan itu hanya permaisuri Ayu Sondari istri Jaya lelana sendiri.
__ADS_1
Setelah sudah ada kepercayaan dari Jaya lelana Brajamusti pun membuka nama aslinya dan menceritakan asal usul dirinya sebagai murid dari Ki Braja Geni.
Brajamusti pun menceritakan bahwa perguruannya masih bersumber satu aliran dengan leluhur Shan land yaitu guru dari Ki Braja Geni adalah Aswatama murid dari Aji Raksa saudara seperguruan Jati Purwa guru dari Ki Srengga yang di bunuh oleh murid murtad Suda Paksi Kala Durga.
Salam hal ilmu Kanuragan pangeran Jaya lelana yang mempunyai tubuh elemen api sangat mudah menyerap ilmu saipi Geni yang di ajarkan Brajamusti.
Dalam hal ini pangeran Jaya lelana yang mempunyai garis darah langsung dari leluhur dan Raja agung Jatiraga tubuhnya sangat cepat menyesuaikan pelajaran ilmu Kanuragan yang bersumber dari ilmu saipi ini.
Selain belajar langsung dari Brajamusti pangeran Jaya lelana di berikan kitab lengkap ilmu Saipi dari Saipi angin, saipi banyu, Saipi Geni dan Saipi Bumi, pemberian kitab ini langsung dari Mara Deva atas perintah Pancasiksa.
Pancasiksa mempunyai rencana akan menurunkan ilmu Ajian Rawarontek pada pangeran Shan land atau Pangeran Jaya lelana, dalam perhitungan dan pemikiran Pancasiksa yang dapat mengalahkan Shun land adalah saudaranya sendiri.
Dalam pertemuan itu juragan Mazusi berkata.
"Paduka Raja memang sangat berbakat bahkan lebih berbakat dari adik paduka sendiri hanya dalam hitungan bulan paduka bisa menguasai ilmu Saipi angin dan ilmu panca Braja yang bersumber dari ilmu Saipi Geni, menurut saya keputusan sang adik raja Shun Land tidak pantas mendudukan paduka sebagai raja bawahan harusnya paduka di beri kedudukan yang sejajar walau pun ilmu Kanuragan paduka di bawah raja Shun Land karena paduka sebagai kakak lebih berhak menurut tradisi leluhur kita, Anak tertua yang berhak menduduki tahta,.....
Tapi paduka raja jaya lelana sangat rendah hati mau menerima keputusan ini membuktikan seorang raja Agung yang pantas menduduki tahta tertinggi, bukan begitu tuan Brajamusti". Juragan Mazusi memprovokasi dengan halus.
"Benar perkataan mu Mazusi, tapi tenang saja sebentar lagi junjungan kita ini ilmu Kanuragannya akan melewati Raja Shun Land di saat itu junjungan kita akan menjadi orang nomor satu di dataran luas Sundaland ini, paduka untuk sekarang ini saya tidak bisa mengajarkan ilmu apapun karena ilmu yang saya punya sudah terserap dengan lebih baik pada paduka untuk itu sebaiknya paduka memulai tahap yang lebih tinggi berguru langsung pada guru saya Ki Braja Geni".
Brajamusti menimpali ucapan juragan Mazusi dan memberikan petunjuk selanjutnya.
_____*****______
__ADS_1