
Hanya beberapa perguruan dunia persilatan yang tidak mau bergabung seperti perguruan Badak liar, perguruan pedang setan dan perguruan lainnya.
Ki Mahisa Taka menceritakan bahwa tidak ada yang berani mengunjungi perguruan Gajah Mungkur karena guru besar perguruan tersebut sangat temperamen tinggi, selain itu ilmu Kanuragan Ki Bagus Atma sangat tinggi hanya Leluhur Ki Srengga yang bisa menandingi ilmu kanuragan nya.
Shun land memerintahkan Colet untuk tetap tinggal di perguruan Ciomas dia pun memberikan perintah pada Ki Mahisa Taka untuk mengutus salah satu muridnya untuk menemui Ki Aria natanagara dan permaisuri Sari Tungga Dewi.
Bahwa pasukan untuk segera di berangkatkan menuju ke perguruan Ciomas sebagai benteng pertahanan sebelum menguasai kota labuan yang di kuasai perguruan Badak liar di bawah kekuasaan Kama Deva.
Keesokan harinya Shun land dan Boma berangkat berdua dengan mengendari sang Rajawali Api menuju kaki gunung Pulosari.
Hanya butuh beberapa waktu saja sang Rajawali Api sampai di perguruan Gajah Mungkur.
Sang Rajawali Api turun menukik ke arah jejeran rumah yang tersusun rapih.
Shun land turun dari punggung sang Rajawali Api dengan meloncat bersama Boma.
Sang Rajawali Api terbang kembali dan bertengger di atas bangunan yang paling besar.
Para murid perguruan Gajah Mungkur di buat heboh atas kedatangan seekor burung legenda Rajawali Api yang ada di dongeng orang-orang tua mereka.
Salah satu murid kepercayaan Ki Bagus Atma berlari masuk ke kediaman Ki Bagus Atma yang sedang bersemedi.
Ki Bagus Atma sudah tiga tahun lebih hidupnya di habiskan dengan bersemedi di ruangan bawah tanah, dia merasa dunia persilatan sekarang tidak setenang dahulu.
Ki Bagus Atma yang mempunyai ilmu olah Kanuragan sealiran dengan Leluhur Ki Srengga memutuskan untuk tidak ikut campur urusan dunia persilatan.
Walau begitu perguruan gajah Mungkur tidak ada yang mengusik karena tidak ada yang bisa menandingi ilmu kanuragan Ki Bagus Atma, Kama Deva pun tidak mau mengambil resiko untuk mengusik perguruan Gajah Mungkur.
Sadewa mengetuk pintu tempat Ki Bagus Atma bersemedi, "guru di luar ada tamu yang menunggang Sang Rajawali besar seperti di ceritakan guru dia ingin bertemu dengan guru".
Mendengar ucapan muridnya Ki Bagus Atma seakan di sambar petir tubuhnya melayang ke arah pintu lalu membukanya.
"Di mana dia Sadewa aku sudah menunggunya hampir setengah abad". Ki Bagus Atma bertanya dengan tidak sabar.
"Dia masih di halaman tempat berlatih murid-murid". Sadewa menjawab dengan jelas.
Ki Bagus Atma usianya sungguh sudah hampir dua abad tetapi dia mempunyai tubuh yang kokoh konon dia mempunyai ilmu Saipi yang sempurna terutama ilmu saipi Air dan ilmu ot Danum kehidupan seperti nyai Kunti Devanti, hingga Ki Bagus Atma memiliki usia yang panjang.
__ADS_1
Rambut Ki Bagus Atma sudah memutih semua, rambut tersebut di biarkan panjang kumis dan jenggotnya pun sama di biarkan panjang.
Dari pancaran raut wajah yang putih penuh wibawa tersimpan gurat-gurat kesedihan yang tersembunyi.
Murid tertua Ki Bagus Atma, Ki Sadewa usianya seumuran Leluhur Ki Srengga guru dari Shun land.
Entah sebenarnya tidak ada yang tahu pasti tentang usia guru besar perguruan Gajah Mungkur yang sebenarnya.
Ki Bagus Atma dan Ki Sadewa melayang di udara dan turun di depan Shun land dan Boma.
Tanpa memberi peringatan Ki Bagus Atma menyerang Shun land dengan tangan kosong, sambil bicara pada Ki Sadewa.
"Sadewa kau pergi pada Srengga suruh dia kemari dan bila ada panglima kumbang dia juga harus kemari kau mengerti jangan lama-lama".
"Sebentar sepuh saya hanya ingin berbicara baik-baik". Shun land berkata sambil menghindari serangan Ki Bagus Atma.
Akan tetapi Ki Bagus Atma tidak mendengarkan ucapan Shun land dia malah menyerang lebih cepat.
Pertarungan tangan kosong terjadi begitu sengit semakin lama semakin cepat.
Dengan terpaksa Shun land mengungkapkan jurus Saipi Geni, tiba-tiba tubuh Shun land di bungkus oleh kilatan-kilatan api merah.
Jurus api membakar raga menerjang Ki Bagus Atma, akan tetapi Ki Bagus Atma dapat mengimbangi dengan jurus tapak harimau kumbang dengan mudah.
"Bagai mana kau bisa mengalahkan Mara Deva jurus jurus mu masih mentah semua".
Di sela-sela pertarungan Ki Bagus Atma berkata dengan tenang.
Shun land mengeluarkan seluruh kekuatan api abadinya dia pun sekaligus menyerap kekuatan hawa murni di sekitar.
Shun land kembali mengunakan jurus jurus tapak harimau kumbang dari tahapan pertama sampai tahapan terakhir akan tetapi semua sia-sia Ki Bagus Atma dapat mematahkan dengan mudah.
Pertarungan tersebut sudah begitu lama hingga matahari mulai condong ke barat.
Bersamaan dengan itu tiga sosok datang Leluhur Ki Srengga dan panglima Kumbang di kawal Ki Sadewa.
"Srengga bagai mana kau melatih muridmu ini, apa kau melatihnya sambil tidur".
__ADS_1
Ki Bagus Atma menyalahkan Leluhur Ki Srengga.
Shun land yang mendengar ini hatinya sedikit tidak enak karena bagai manapun leluhur Ki Srengga adalah gurunya, dia tidak terima gurunya di lecehkan oleh orang yang tidak di kenal.
Shun land lantas mencabut pedang Naga Bergola dan bersiap dengan jurus pertama dari kitab Tarian Naga Kahyangan, jurus Naga Bertapa.
Tanpa di duga oleh Shun land Ki Bagus Atma di telapak tangannya tiba-tiba muncul Tombak trisula Sula yang selama ini di gegerkan hilang bersama sang pemilik Raja agung Jatiraga, ternyata senjata itu muncul di tangan Ki Bagus Atma.
Shun land tanpa ragu-ragu menyerang dengan cepat hampir separuh kekuatan api abadi dan api Naga Bergola di keluarkan.
Tubuh Shun land melesat cepat mengayunkan pedang Naga Bergola yang penuh kobaran api.
Ki Bagus Atma dengan tenang menghalau serangan Shun land dengan pusaka tombak trisula yang kelasnya sama.
Bentrokan dua senjata pusaka lintang menimbulkan percikan api dan daya kejut yang luar biasa debu dan kerikil berterbangan keatas.
Mereka berdua terpental lima tombak masing-masing, tapi dari keduanya tidak ada tanda-tanda untuk mengakhiri Pertarungan.
"Naga bergola alirkan kekuatan mu lebih besar pada ku, aku ingin mencoba jurus pertama dari ilmu tarian Rajawali Api".
Jurus Tarian Rajawali Api menerjang badai di peragakan untuk pertama kalinya.
"Tuan hati-hati tuan belum melatihnya terlebih dahulu" suara Naga Bergola bergema di batin Shun land.
"Tenang saja aku sudah mulai terbiasa dengan kekuatan api mu dan meleburnya dengan kekuatan api abadi ku". Jawab Shun land dengan enteng.
Shun land dari gerakan pelan sedikit demi sedikit menjadi cepat dan menjadi sangat cepat tubuhnya membumbung tinggi lalu menerjang dengan cepat dengan Pedang Naga Bergola di ayunkan secara menyilang ke arah Ki Bagus Atma.
Pedang naga bergola menunjukkan kelasnya kobaran api merah kehitaman keluar dari bilahnya membakar setiap yang di laluinya udara mengering di jalur pedang tersebut.
Ki Bagus Atma tersenyum melihat serangan Shun land yang meluncur cepat ke arahnya.
Ki Bagus Atma tidak banyak melakukan gerakan dia hanya menghentakkan kakinya meluncur cepat menyongsong serangan Shun land dengan Pusaka tombak trisula.
Leluhur Ki Srengga dan panglima Kumbang serta Boma sangat khawatir Shun land dapat cedera atau luka dalam, akan tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa kerena itu di luar jangkauan kekuatan mereka.
----------------*****--------------
__ADS_1