
Shun land bermaksud mempelajari gulungan itu, di ruang penyimpanan harta leluhur, yang sangat aman tidak akan ada sembarangan masuk, kecuali dirinya, pamannya dan ibundanya.
Di sisi Utara kota Nusa kencana.
Sebuah padepokan kecil yang hanya ada 7 bangunan terbuat dari kayu besi yang sangat kuat.
Padepokan itu letaknya agak ke dalam hutan, di samping padepokan ada sungai yang airnya sangat jernih, sebagai sumber air, untuk kebutuhan sehari-hari.
Tiga bangunan saling berhadapan dengan halaman yang cukup luas, ujung halaman terdapat bangunan yang paling besar, di depannya ada pendopo tanpa dinding.
Walau ada di dalam hutan pendopo itu penuh dengan perabotan bernilai seni tinggi, dari meja, kursi, dan pintu pun di hias dengan ukiran yang sangat indah.
Lantai pendopo terbuat dari batu pualam, tersusun rapih, di ujung ada batu dekat tiang tengah ada batu bulat dengan posisi agak tinggi dari lantai, tempat duduk ketua atau guru mereka ketika sedang duduk bersama.
Anggota padepokan semuanya ada 12 orang, laki-laki 7 dan perempuan 5, di bangunan utama tempat, ada sepasang suami istri, yang setia mengikuti ketua padepokan kemanapun berada.
Padepokan ini sudah beberapa kali pindah, bila alam di sekitarnya sudah banyak di jamah tangan manusia.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka menanam umbi-umbian, sebagai pelengkap makanan lainnya, mereka berburu hewan di lingkungan hutan tersebut, di sungai pun tidak kurang, dengan ikan-ikan yang cukup besar.
Di hari itu semua anggota di perintahkan untuk berkumpul di pendopo utama, semua anggota padepokan duduk melingkar, ketua padepokan, duduk di batu yang sedikit tinggi.
"Kita sudah lama mendiami padepokan ini, Beratus tahun bahkan ribuan tahun, kita mempertahankan ajaran warisan leluhur kita, bahwa kita harus sejalan dan selaras dengan alam, kita pun mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, selain ilmu olah kanuragan, kita akan selalu konsisten menjaga warisan leluhur dengan sekuat yang kita mampu, pendahulu kita telah berjuang dengan segenap jiwa dan raga mereka, agar kita bisa hidup dengan baik, menuju masa depan kejayaan peradaban kita bangkit lagi'' tetua berhenti bicara sejenak, untuk mengambil nafas, lalu melanjutkan bicaranya
"Dalam catatan leluhur kita, tertulis bahwa kita akan menghadapi perang besar melawan musuh abadi manusia, yaitu keserakahan dan ke tidak Adilan, kekuatan besar telah mulai tumbuh dengan cepat, kekuatan ini di tunggangi oleh sosok serakah, dan watak iblis di hatinya, kekuatan ini bila tidak di lawan akan membuat kerusakan besar di alam semesta ini" sang ketua menghela nafas dalam-dalam,
Membuang beban berat di hatinya.
Semua anggota padepokan mendengarkan dengan seksama tak seorangpun berani menyela, karna ketua mereka bukan manusia sembarangan, dia adalah salah satu tokoh yang sudah melintas waktu dan alam.
"Naga penjaga bumi, naga Sabui telah bangun dari tidurnya, musuh abadinya pun sama telah bersiap menyerang, ini menunjukkan perang besar telah dekat, antara kebajikan dan kebatilan, kakak seperguruan ku telah memberikan, kitab ilmu Api dan air kepada manusia terpilih, seorang anak manusia dalam Ramalan, yang akan melawan dan memerangi kekuatan besar itu, telah muncul"
"Dalam catatan leluhur juga di tegaskan, bahwa kita harus mendukung dan membela dengan segenap jiwa dan raga kita, manusia terpilih ini, anak manusia dengan tubuh empat lintang ke5 pancer ini, ada juga yang menyebut tubuh ini dengan nama, tubuh naga bintang, ada juga yang menyebut, tubuh bintang braja, yang jelas anak manusia ini akan memimpin kita menuju era pembuktian bahwa sang maha agung, selalu berpihak kepada kebenaran"
__ADS_1
Ketua padepokan ini adalah sesepuh supranatural Nyai Kunti Devanti, mengadakan pembicaraan tentang Ramalan kejadian, yang sekarang sudah mulai terjadi.
Ketua nyai Kunti Devanti melanjutkan bicaranya.
"Tian agan dan yu asri haring, kalian mempunyai tugas untuk, mendekati pangeran Shun Land, dan memberikan bimbingan tentang ilmu Danum kehidupan, sebagai penyeimbang ilmu olah Kanuragan, pangeran Shun Land, tapi jangan terlalu dekat, keberadaan kita pun harus di rahasiakan, biarkan alam dan sang maha pencipta memberi jalan sendiri"
Kedua murid pun mengangguk patuh,
"Baik guru, aku dan adik yu asri haring akan melamar jadi anggota pengawal istana, sebagai samaran, melindungi pangeran dari orang-orang terdekat nya yang ingin berbuat mencelakainya, kapan kami harus berangkat" Tian agan menimpali ucapan sang guru.
"Besok kalian berangkat, dan kepada semua anggota padepokan Rahasiakan hal ini jangan sampai keluar, lindungi rahasia ini dengan jiwa dan ragamu, kejadian kemarin matinya utusan kakak seperguruan ku, menjadi tanda bahwa musuh sudah mengetahui, anak yang terpilih"
Pertemuan pun bubar, mereka kembali ke kegiatan masing-masing, ada yang berburu, ada yang berlatih olah Kanuragan, ada yang bermeditasi dan lainnya.
Di ibu kota Nusa kencana tepatnya di istana Sunda ageng.
Tabib Lau lien dan putrinya telah di tempatkan di salah satu bangunan, khusus buat tamu kerajaan,
Di hari itu istana sangat sibuk sekali, guna mempersiapkan peresmian pengangkatan pangeran Shun Land, sebagai putra mahkota yang sah, bila di suatu waktu Ratu dan perdana menteri ada suatu hal, tidak bisa melaksanakan tugas sebagai kepala pemerintahan, dengan otomatis pangeran Shun Land bisa duduk di kursi kepemimpinan,
Bersamaan dengan itu pula akan di adakan pesta besar, 1 untuk pesta di kukuhkan nya, pangeran Shun Land sebagai putra mahkota, ke 2 pesta kemenangan kontes latih tanding, ke3 pesta penyambutan Tabib Lau Lien, sebagai tabib istana.
Sedangkan sidang pengadilan untuk pangeran Khal Shugal, akan di undur selama
waktu yang belum di tentukan.
Seluruh pengisi kota, dari Bangsawan dan rakyat biasa sangat antusias menyambut acara besar tersebut.
Di setiap pinggir jalan di pasang umbul-umbul dan bendera kerajaan, di jalan besar sampai ke jalan-jalan desa.
Sore itu di taman istana dekat bangunan pangeran Shun Land, di kursi pendopo taman, pangeran Shun Land sedang berbicara pada Boma.
"Boma tolong kau bicara pada May lien, untuk menemui ku disini"
__ADS_1
"Kapan waktunya" Boma balik bicara
"Ya sekarang" pangeran Shun Land sedikit keras.
Melihat pangeran Shun Land, begitu serius Boma tidak banyak membuang waktu segera pergi menemui may Lien.
Di tempat Tabib Lau Lien, mereka sedang duduk menikmati teh hangat khas racikan bangsa tirai bambu, harum semerbak sampai jauh.
"Babah apa keputusan Babah menerima menjadi tabib istana, dan menjadi guru sekolah ketabiban, karna permintaan May" May lien bertanya dengan serius.
Tabib Lau lien menjawab seperti biasa kalem dan tenang.
"Tidak semua karena may, keputusan Babah, menerima menjadi tabib istana dan menerima menjadi guru sekolah ketabiban, antara lain,
Babah ingin ilmu Babah tidak sia-sia, setelah Babah ke kahyangan, karna banyak murid yang mewarisi ilmu ini.
Alasan Ke 2. Babah ingin mengabdi pada masyarakat kerajaan ini, walau kerajaan ini bukan tempat kelahiran Babah, tapi Babah merasa kerajaan ini, bagai negeri sendiri.
Alasan ke 3. Babah melihat kamu menyukai dan betah di sini "" Tabib Lau lien memberi alasan panjang lebar, sebab menerima tawaran pihak istana sebagai tabib istana.
Boma terlihat walau masih agak jauh,
May lien segera melambaikan tangannya, kearah Boma" melihat itu Boma mepercat jalannya.
"Salam Paman Tabib Lau, beginilah nasib orang penting Babah Tabib, kesana kemari banyak yang nyari" Boma bicara dengan gaya khasnya, gaya bangsawan yang di bikin-bikin.
May lien hanya tertawa melihat sahabat barunya ini, sedangkan tabib Lau lien hanya tersenyum, mulai mengerti tabiat Boma.
...****************...
__ADS_1
like end komennya 🙏🙏🙏