
"Aku sangat gembira kau mempelajari kitab itu dengan sangat baik dan semangat hingga hasilnya lumayan, jurus-jurus mu meningkatkan lebih cepat dan teratur pertahanan mu juga bagus, yang membuat aku sangat senang adalah tenaga dalam mu meningkat dua kali lipat" Shun Land bicara dengan wajah ceria.
"Terima kasih tuan Jaya telah memberikan latih tanding yang sesungguhnya, andai tuan ingin membunuh saya itu semudah membalikkan tangan". Pangeran Sanjaya triloka mengucapkan terima kasih. Dirinya baru menyadari bahwa saat ini orang di depannya hanya mengujinya.
Shun Land kemudian mengeluarkan Pusaka cupumanik astagiana lalu memberikan pada pangeran Sanjaya triloka lalu memberikan arahan.
"Minumlah tiga tetes, setelah itu minumkan pada pengikut ku dan seluruh Adik seperguruan mu". Tanpa pikir panjang Pangeran Sanjaya triloka menerima pusaka cupumanik astagiana dan meminum air sebanyak tiga tetes setelah itu meminumkan pada Lamsijam, Aji Wisesa, Aji Wijaya dan semua adik seperguruannya.
Pusaka cupumanik astagiana di berikan lagi pada Shun Land begitu menempel di telapak tangan Shun Land pusaka cupumanik astagiana melayang masuk ke balik bajunya.
Entah kenapa mereka yang terluka setelah meminum air dari pusaka cupumanik astagiana berangsur-angsur membaik dan sembuh seratus persen tenaga dalam mereka pun kembali pulih.
Pramuja alias pendekar Kilat Pati mendekati Shun Land dan berlutut membungkuk badannya hingga dahinya menyentuh tanah lalu berkata penuh penyesalan.
"Terima kasih tuan Jaya, tuan telah membiarkan kami hidup tiada yang setimpal dengan ini kecuali di bayar dengan nyawa kami, dengan ini saya menyatakan sebagai pelayan tuan sampai akhir hayat nyawa saya. Saya sungguh menyesal atas tindakan saya terhadap tuan dan pengikut tuan".
4 Bawahan pendekar Kilat Pati melihat pimpinan mereka menyatakan sumpah setia merekapun mengikuti jejak pemimpin mereka.
__ADS_1
Shun Land melihat ini hatinya risau apakah harus di terima atau di tolak, kalau di terima terlalu banyak pengikut takut mengganggu Laku ritual Topongramenya, tidak di terima mereka benar-benar tulus ingin mengikutinya, ini bisa di lihat oleh Shun Land dengan mata batinnya yang semakin tajam andai di antara mereka mempunyai jiwa yang tidak bisa di rubah niscaya mereka semua sudah menjadi mayat.
"Baiklah kalian aku terima tapi bukan sebagai pengikut atau pun anak buah saya tetapi kalian semua aku terima dari bagian keluarga ini". Shun Land akhirnya menerima Mereka hati kecilnya memutuskan dengan pertimbangan ucapan guru Batiniahnya Sanghyang Triloka. 'Terimalah seseorang di tengah perjalanan mu yang ingin mengikuti mu'. Dengan dasar ini Shun Land menerima mereka karena Sanghyang Triloka tidak menyebutkan satu orang tetapi menyebutkan seseorang.
Shun Land pun mulai memikirkan di kemanakan pengikutnya ini tetapi segera ingat ucapan Nyai Gora Sindula bahwa dirinya akan mendampingi Ratu untuk berperang melawan keangkara murkaan. Akhirnya Shun Land memutuskan mereka akan di titipkan pada nyai Gora Sindula dan sekaligus menjaga keamanan jalur alas Roban.
Semuanya berkumpul karena Matahari berada di atas kepala, mereka duduk melingkar, Pramuja, Anggada, Antakusuma, Sarpatinaka dan Kinayung saling bermaaf-maafan dengan Lamsijam, Delay dan Aji Wisesa serta Aji Wijaya.
Tiga wanita datang membawa makanan ini adalah masakan kedai Kalingga yang sengaja di buat agar tidak cepat basi hingga kuat sampai beberapa hari.
Selain itu pangeran Sanjaya triloka memperkenalkan dirinya dan istinya kepada mereka semua termasuk pada Adik iparnya Pramuja suami dari adiknya Dyah Prameswari dwibuana.
Semua mata memandang ke arah Pendekar Kilat Pati Pramuja ingin mengetahui seorang menantu Bangsawan bisa terjerumus ke jalan hitam.
Pendekar Kilat Pati Pramuja meminum segelas air yang terbuat dari bambu dan menarik nafas dalam-dalam seakan ada beban berat di jiwanya lalu menjawab pertanyaan kakak iparnya pangeran Sanjaya triloka.
"Ayah mertua baik-baik saja begitu juga ibunda Prameswari dwibuana, hanya saja Ayah mertua Leluhur Birawa banyak menghabiskan waktunya di persemendian sepertinya sedang mengkhawatirkan sesuatu walau pun kakak Dian Prameswari dwibuana sering memberi kabar bahwa dia sedang baik-baik saja, untuk saat ini di sekitar lembah begawan Solo sedang mengalami masa-masa sulit banyak kegagalan panen masyarakat sangat kesusahan mendapatkan makanan saya ingin membatu mereka,.....
__ADS_1
,..... Saya meminta izin pada Ayah mertua untuk pergi ingin membantu mereka dan saya juga bicara pada ayah mertua jangan melarang apapun jalan yang saya tempuh, kami berlima sepakat memutuskan untuk menjadi begal dan perampok dengan catatan tidak boleh membunuh, tetapi kami pun ikut menumpas para begal dan rampok lainnya,....
,..... Bila Kami mendapatkan harta kami langsung membagikan pada mereka yang memang sangat membutuhkan di lihat langsung kondisinya sangat menyayat hati, belum lagi di pedukuhan-pedukuhan banyak gangguan dari golongan hitam yang marak". Pramuja mengakhiri ceritanya.
Shun Land terdiam seribu bahasa mendengar penuturan Paramuja hatinya jadi ragu untuk menitip Paramuja ke Nyai Gora Sindula sekaligus menjaga keamanan jalur alas Roban, ternyata Pramuja lebih di butuhkan disini untuk menjadi penunjuk pedukuhan-pedukuhan yang memerlukan bantuan keamanan dan pangan.
Akhirnya Shun Land mengurungkan niatnya menitipkan Pramuja dan ke 4 adik seperguruannya. "Lebih banyak anggota keluarga lebih baik". Gumam hati Shun Land.
"Berapa lama bila kita menuju lembah begawan ke bangsawan Wajak". Shun Land bertanya dirinya ingin melihat langsung kondisi di sekitar Kebangsawanan Wajak, Shun Land pun ingin membatu mereka walaupun tidak banyak.
Tetapi tujuan utama Shun Land ingin. Menyisir tempat itu dari kejahatan yang meresahkan masyarakat hingga mereka takut untuk keluar dari wilayahnya sendiri untuk mencari nafkah.
"Hanya dua hari tuan" pangeran Sanjaya triloka menjawab cepat. Shun Lang kemudian berkata memberikan perintah langkah selanjutnya.
"Sekarang kita mendirikan tenda di sini, besok kita menuju Lembah begawan Sangiran, Malam ini kita tunggu 2 kelompok lagi bawahan Raja tengkorak bila tidak muncul besok aku dan paman Lamsijam akan mendatangi markas mereka, dan kalian di pimpin Pangeran Sanjaya triloka dan Pramuja berangkat apa kalian setuju". Nada bicara Shun Land sedikit tinggi setelah mengetahui keadaan masyarakat yang sedang mengalami masa-masa sulit.
"Serujuuuuuu......!!!".
__ADS_1
Semuanya menjawab serentak, Shun Land langsung berdiri dan berjalan ke arah sungai kecil yang ada di sekitar. Lamsijam dan Delay serta yang lainnya mulai membongkar peralatan di dalam gerobak dan memulai membuat tenda hanya dua tenda yang di buat, walaupun ada empat peralatan tenda yang di bawa. Mereka kaum laki-laki sepakat akan tidur di luar tenda dan berjaga bergiliran.
*******************