
Pangeran Shun Land mendapati seekor naga besar, bisa bicara, dan mengaku dirinya sebagai junjungan nya, sangat kaget bagai di sambar petir
"Aku bukan junjungan mu, wahai naga, siapa diri mu, aku tak mengerti apa yang kau maksud, dengan menanti titah ku"
Naga bumi Sabui mengangkat kepalanya dan menatap sang Rajawali api dengan tajam.
"Hai burung emprit apa yang sedang kau rencanakan, apa kau tidak menerangkan, mengapa aku menunggu dan menjaga batu mustika api merah delima, ribuan tahun di tempat ini" Nada naga Sabui mulai meninggi.
Dia benar-benar marah merasa di permainkan, hingga sampai ribuan tahun, oleh sang Rajawali api.
Menggapi ini pangeran Shun Land agak terkejut, ternyata naga bumi Sabui mengenali sang Rajawali api.
"Tunggu dulu naga, jangan cepat emosi, coba ceritakan semua, mengapa kau mengenal sahabat ku Rajawali api ini"
Pangeran Shun Land mendinginkan amarah naga bumi Sabui, menurutnya kalau naga bumi Sabui benar-benar marah, akan merepotkan.
Sedangkan yang membuat ulah diam saja bagai tak mempunyai dosa malah berkelit, balik menuduh
"Apa yang aku lakukan pada mu naga bau, dasar naga tukang tidur bangun tidur, bikin ulah, aku tak takut pada mu, walau tubuh mu besar'' sang Rajawali api malah menantang.
Aura lembut tapi menekan, keluar dari tubuh naga bumi Sabui, pangeran Shun Land, cepat bertindak.
"Diam kau burung emprit, sekali lagi bicara ku lempar ke sumur lahar" suara pangeran Shun Land keras penuh tenaga dalam, padahal hanya ingin mereda amarah naga bumi Sabui.
"Naga bumi tolong cerita kan dengan jelas" pangeran Shun Land bicara dengan lemah lembut.
Melihat sikap pangeran Shun Land, yang seolah bersikap memihaknya amarahnya sedikit menurun
Naga bumi Sabui, memulai cerita
"Dulu waktu tuannya meninggalkan khalayak ramai, bertapa Brata di suatu tempat, dia pun ikut menemani, setelah keluar dari pertapa, dunia kacau penuh Angkara murka.
Lalu dia di perintah masuk lagi ke pertapaan, dan menunggu tugas berikutnya, Dua tahun berlalu tapi tuanya tak datang lagi, tapi burung Rajawali api, menemuinya dan memberikan penjelasan tugas selanjutnya.
Pada waktu itu sang Rajawali api sangat terburu-buru, memberi lokasi ini dan menyuruh ku, menunggu dan menjaga mustika api merah delima, yang ada di tengah-tengah sumur lahar itu.
Burung Rajawali api pun memberi pesan bahwa dia akan menemuinya dengan junjungan muda, pada waktu yang tepat.
__ADS_1
"Begitulah ceritanya tuan junjungan"
Naga bumi Sabui mengakhiri ceritanya dengan nada sedih, dia tidak sempat bertemu lagi dengan junjungan hingga bencana itu datang.
Pangeran Shun Land mendapat mengerti mengapa, naga bumi Sabui sangat marah.
"Naga bumi Sabui, aku sendiri belum sepenuhnya memahami tentang takdir diri ku, hingga sampai menemui mu, mungkin kita sudah ditakdirkan untuk bertemu oleh sang pencipta alam semesta ini" pangeran Shun Land berhenti sejenak, memikirkan kalimat selanjutnya
"Naga bumi Sabui, sang Rajawali api tidak bermaksud mempermainkan mu, ingatan dia hampir semua hilang, yang tersisa hanya kepingan-kepingan kecil.....
Aku bertemu dengannya dalam keadaan tersegel di dalam batu kristal, itu pun hanya jiwa dan rohnya, sedangkan jasadnya tidak ada, jasad yang sekarang ini, jasad kelahiran baru yang terbentuk dari setetes darahnya yang tersisa"
Pangeran Shun Land menjelaskan kepada Naga bumi Sabui, pertemuannya dengan sang Rajawali api, hingga tidak terjadi salah paham.
"Pangeran, Naga bumi Sabui mohon menerima hamba sebagai pelayan, karena menurut, junjungan kami yang dulu, kami di beri kewajiban mutlak untuk mendampingi, manusia terpilih, di waktu yang telah di gariskan" naga bumi Sabui meminta pangeran Shun Land menerima dirinya sebagai pelayanan.
"Baik lah bila kau memaksa, tapi bukan sebagai pelayan tapi sahabat, seperti sang Rajawali api, tapi bagaimana caranya, aku tak mengerti" akhirnya pangeran Shun Land menerima permintaan naga bumi Sabui, tapi bukan sebagai pelayan tapi sebagai sahabat.
"Mudah pangeran, pangeran tinggal menelan kristal darah ku, yang akan kuberikan kepada pangeran....
"Dengan begitu darah pangeran menyatu dengan darah ku, kesakitan pangeran, kesakitan ku, di mana pun pangeran berada asal kaki pangeran menginjak bumi aku bisa merasakan keberadaan pangeran" Naga bumi Sabui memberikan penjelasan panjang lebar
Naga bumi Sabui mengeluarkan kristal hijau dari mulutnya sebesar biji kacang, melesat ke arah pangeran Shun Land.
Pangeran Shun Land segera melompat dan menelan kristal itu, setelah melewati tenggorokan kristal itu mencair, meresap keseluruhan tubuh pangeran Shun Land, rasanya dingin sampai menusuk ke dalam sumsum.
Pangeran Shun Land mendengar detak jantung naga bumi Sabui seolah dia berada di dalam tubuh naga itu.
'' Naga bumi Sabui, aku mendapatkan peta ini dan di peringatkan bahwa aku mempunyai musuh yang sangat tangguh, kau tau siapa sebenarnya musuh ku" pangeran Shun Land, bertanya tentang musuh besarnya, yang menurutnya pribadinya, dia tak mempunyai musuh.
"Aku tidak bisa menjelaskan ini, tapi yang jelas dia juga punya tunggangan sebangsa ku, Naga api hitam" Naga bumi Sabui tidak memberikan jawaban, oleh sesuatu sebab.
Pangeran Shun Land tidak memaksa
"Harus pangeran ingat, yang mempunyai tubuh 4 lintang ke5 pancer, menurut ramalan, akan menjadi raja besar, dan sudah jadi hukum alam, yang baik dan besar mempunyai musuh yang tidak sedikit...
Pesan ku, bila pangeran bertemu dengan Naga api hitam, sebelum menguasai, jurus rajawali emprit, sebaiknya pangeran menghindar, aku sendiri belum tentu bisa mengalahkannya"
__ADS_1
Naga bumi Sabui mewanti-wanti, junjungan nya agar berhati-hati.
"Naga bumi Sabui, sudah waktunya aku kembali ke istana, aku tidak ingin bunda Ratu dan orang-orang terdekatku merasa khawatir, dengan kehilangan ku" pangeran Shun Land berpamitan
"Kau sebaiknya tetap di sini, karna bila kau keluar akan terjadi kehebohan, tapi tunjukkan jalan cepat keluar dari sini"
Pangeran Shun Land, meminta naga bumi Sabui tetap tinggal di dalam gua.
"Pangeran jalan keluar dan jalan masuk hanya ada dua, 1. Keatas menuju kawah gunung ini, 2. Jalan lorong yang pangeran lalui waktu masuk, kalau melalu kawah akan ada ledakan, bisa menimbulkan kepanikan penduduk, sebaiknya pangeran melalu lorong tadi, biar singkat pangeran naiklah ke punggung ku aku akan mengantar pangeran"
Pangeran Shun Land segera melompat ke punggung Naga bumi Sabui, sedangkan sang Rajawali api mendahului terbang menelusuri lorong itu.
Naga bumi Sabui terbang dengan lincahnya, menelusuri lorong itu, meliuk-liuk dengan cepat.
Sampai di pertigaan lorong, pangeran memerintahkan untuk lurus.
Sampailah di ujung lorong, naga bumi Sabui mengeluarkan air dari mulutnya, pintu gua terbuat dari lempengan batu itu menganga keluar, naga bumi Sabui keluar perlahan, terlihat gua itu adalah, gua di mana sang Rajawali api tersegel.
Naga bumi Sabui keluar dari mulut gua, pangeran Shun Land masih di punggungnya dan di ikuti sang Rajawali api.
Di luar Lodaya sang harimau besar menatap tajam Naga bumi Sabui dan tuannya yang berada di punggungnya.
Sang Rajawali api terbang dan hinggap di punggung Lodaya sang harimau besar, mencoba memprovokasi Lodaya dengan pandangan mengejek naga bumi Sabui
Pangeran Shun Land melihat itu hanya menarik nafas dalam-dalam.
"Jangan pedulikan burung emprit itu, kita harus cepat sampai ke istana" pangeran Shun Land memberi perintah
Naga bumi Sabui terbang dengan cepat kearah yang di tunjuk pangeran Shun Land.
Tidak memakan waktu yang lama, sampailah di tepi hutan, naga bumi Sabui di suruh cepat kembali sebelum ada yang melihat.
Tidak lama sang Rajawali api dan Lodaya menghampiri, pangeran shun Land meneruskan perjalanan menaiki punggung Lodaya.
...****************...
jangan lupa like dan support nya
__ADS_1
jangan lupa jaga kesehatan
bay-bay 🙏🙏🙏🙏🙏