
Leluhur Ki Bagus Atma memang mempunyai usia yang sangat panjang tetapi dia merasa usianya yang panjang membuat perasaannya sangat kesepian karena harus menyaksikan orang-orang yang di kasihnya pergi mendahuluinya.
Dalam hal ini leluhur Ki Bagus Atma mempunyai ilmu ot Danum kehidupan dan Ilmu Sunda wiwitan, yang di sana sangat menganjurkan cara hidup menyatu dengan alam semesta.
Dari cara makan Leluhur Ki Bagus Atma tidak memakan hewan yang bernyawa dia memakan hanya dedaunan dan umbi-umbian.
Waktunya pun banyak di habiskan dengan bersemedi mendekatkan kehadirat sang maha pencipta.
Pemikiran sangat selaras dengan ajaran ilmu saipi yang di wariskan dari leluhurnya turun temurun, dalam hal ilmu Kanuragan leluhur Ki Bagus Atma sangat tinggi.
Pusaka bintang Tombak trisula dia dapatkan dari gurunya, hanya saja pusaka bintang tersebut di rahasiakan hingga pada waktu Pedang Naga Bergola muncul Tombak trisula boleh di munculkan untuk latih tanding, karena tidak ada pusaka yang bisa menandingi Pedang Naga Bergola kecuali pusaka bintang Tombak trisula yang bahan dasarnya sama dari batu bintang yang jatuh.
Akan tetapi batu bintang bahan membuat Pedang Naga Bergola dan Tombak trisula lebih tua puluhan ribu tahun dari pada bahan Tongkat pusaka yang di pegang Baraja Geni yang di ciptakan oleh Aji Raksa murid dari Suda Paksi yang mempunyai tehnik peleburan dari sumber yang sama yaitu dari Sang Hyang Triloka.
Inilah runtutan ilmu Saipi yang dari penciptanya Sang Hyang Triloka.
Sang Hiang triloka mempunyai 5 murid.
1.Raja agung Jatiraga.
2.Panca siksa. Yang menciptakan Ajian Rawarontek.
3.Sambawa.
4.Sambada
5.Winasa.
Murid Leluhur Sang Hyang Triloka 3, 4, dan 5, tidak di ketahui nama aslinya, ketiganya terkenal dengan Nama kitab yang di ciptakannya, ke3 kitab itu adalah, 1.kitab Sambawa, 2.kitab Sambada, 3.kitab Winasa, ke3 Kitab tersebut menjadi pegangan bagi yang menganut ilmu Sunda Buhun.
Raja Agung Jatiraga mempunyai 2 murid.
1.Mara Deva yang berkhianat
__ADS_1
2.Leluhur Ki Besan.
Sedangkan Pancasiksa mempunyai murid tunggal yaitu Mata Deva, Mara Deva setelah berkhianat kepada Raja Agung Jatiraga, dia berguru pada Pancasiksa, Pancasiksa mewariskan ilmu ajian Rawarontek kepada Mata Deva dengan tujuan ingin membalas dendam keseluruhan keturunan Raja agung Jatiraga kakak seperguruannya, dia iri karena sang guru membuat 2 senjata pusaka bintang hanya di berikan pada Raja Agung Jatiraga, sedangkan dia sendiri yang akan menerima Pusaka bintang Pedang Naga Bergola yang lebih hebat dari Tombak trisula malah di urungkan karena Raja Agung Jatiraga melaporkan sifat serakah dan sifat mengumbar nafsu Pancasiksa.
2.Leluhur Ki Nesan mempunyai murid tunggal yaitu leluhur Darma jati.
Leluhur Darma jati mempunyai 2 murid.
1.Manik Maya, 2.Aji Wisesa.
Leluhur Manik Maya mempunyai 2 murid.
1.Suda Paksi dan 2.Darma Yuda.
Leluhur Suda Paksi mempunyai 3 murid.
1.Jati Purwa.
2.Singa lodra yang menciptakan Jurus tapak singa lodra pecahan dari ilmu saipi Geni.
Sedangkan leluhur Darma Yuda mempunyai murid tunggal yaitu Leluhur Ki Bagus Atma.
Leluhur Jati Purwa mempunyai 4 murid.
1.Ki Srengga, 2.Panglima Kumbang,
3.Nyai Kunti Devanti, 4.Ki Pucuk Ulum.
Leluhur Ki Srengga mempunyai 6 murid.
1.Ki Bajul Pakel, 2.Antaka, 3.Larasati.
4.Kusuma Wijaya, 5.Narpat Maja,...
__ADS_1
Dan yang ke 6 diri mu sendiri,...
Begitulah runtutan ilmu Saipi dari yang menciptakan Sang Hyang Triloka sampai kepadamu". Leluhur Ki Bagus Atma menjelaskan pada Shun land prihal Ilmu Saipi.
Sebenarnya mereka semuanya telah mengetahui Tentang ilmu Pedang Tarian Rajawali Api akan tetapi mereka di ikat suatu wejangan yang turun temurun dari Sang Hyang Triloka sendiri tidak boleh menceritakan kepada siapapun kecuali kepada murid yang terpilih dan usia dia di ambang kematian.
Shun land akhirnya mengerti bahwa huru-hara dan tindak ketidak Adilan selama ini bersumber dari murid Sang Hyang Triloka sendiri dari dulu sampai sekarang, yaitu dari Pancasiksa yang menghasut Mara Deva yang akhirnya Mara Deva mengikuti jejak gurunya.
"Eyang Bagus Atma, mengapa eyang tidak langsung memburu dan membunuh Mara Deva kekuatan eyang saya kira mampu mengungguli kekuatan Mara Deva". Shun land Bertanya demi menghilangkan rasa penasarannya.
Mendapatkan pertanyaan ini Leluhur Ki Bagus Atma tersenyum lalu menjawab dengan tenang dan tegas.
"Tidak semudah itu cucuku Walau pun Mara Deva tidak sekuat dulu dia mempunyai Naga Api hitam dan dia juga di kelilingi oleh Anak-anaknya yang mempunyai ilmu sangat tinggi, dan yang paling penting adalah guru Mara Deva Pancasiksa kemungkinan besar masih hidup dan berada di samping tersembunyi di dekat Mara Deva,....
Walau pun sejak bertarung dengan Raja agung Jatiraga dia kalah, tetapi tidak ada jasad di temukan sejak saat itu pula Pancasiksa tidak muncul lagi,....
Akan tetapi beberapa tahun kemudian Mara Deva menantang Raja agung Jatiraga dengan ilmu Ajian Rawarontek dari Pancasiksa itu membuktikan bahwa dia masih hidup sampai sekarang,....
Cucuku ketahuilah bahwa tubuh empat lintang kelima pancer adalah perpaduan dari darah murni Raja agung Jatiraga yang menjadi simbul keadilan dan darah Pancasiksa yang menjadi simbol kesengsaraan dan ketidak Adilan, percampuran darah tersebut membentuk struktur tulang dan tubuh yang kuat yang di sebut Tubuh Papat lintang kelima pancer,...
Singkatnya di dalam diri mu selain ada sifat-sifat yang luhur Budi ada juga sifat-sifat sang Raja iblis yang sewaktu-waktu dapat keluar dari diri mu yang ingin menguasai alam bawah sadar mu,...
Karna bila Sifat iblis itu muncul pada diri mu hanya satu jalan kau mendalami ilmu tertinggi dari ilmu saipi yaitu ilmu Saipi Bumi". Leluhur Ki Bagus Atma diam memandang Shun land ingin melihat reaksi Shun land. Setelah beberapa saat leluhur Ki Bagus Atma meneruskan bicaranya.
"Apa kau mengerti maksud ku cucu ku???".
Leluhur Ki Bagus Atma memecahkan keheningan di antara mereka yang mencerna ucapannya.
"Saya mengerti eyang Bagus, saya pun telah mendapatkan wejangan dari guru batin saya". Shun land tidak mengatakan nama guru batinnya yang sebenarnya guru batinnya adalah Sang Hyang Triloka sendiri.
"Kami semua mempunyai harapan pada mu cucuku karena leluhur agung Sang Hyang Triloka menciptakan Pedang Naga Bergola dan Ilmu pedang Tarian Rajawali Api hanya untuk mengimbangi dan mengalahkan kekuatan Mara Deva". Sesepuh Ki Srengga ikut bicara yang sedari tadi hanya diam saja.
"Kami semuanya dari keturunan Raja agung Jatiraga tidak menemukan kelemahan ilmu ajian Rawarontek tetapi menurut keterangan yang di tulis oleh Leluhur Raja agung Jatiraga engkau akan menemukan kelemahan ilmu ajian tersebut". Macam Kumbang ikut menyakinkan Shun land.
__ADS_1
------------------*****---------------