
"Kakang dan kak Sari besok di persidangan jangan banyak berbicara nanti aku dan paman panglima Shu khal yang akan mengatasinya"
"Kakang dan kak Sari Tungga Dewi, kita sekarang ini sedang menghadapi, musuh yang sangat tinggi ilmunya aku sendiri tidak tahu mampu atau tidak menghadapinya, kedua musuh kita ini sangat licik dan menghalalkan segala cara, maka dari aku mohon kakang dan adik membantu saya, kakang pelajari ilmu saipi angin ini" pangeran mengakhiri bicaranya, sambil menyodorkan salinan kitab saipi angin kepada pangeran Khal Shugal.
"Dan kakak Sari Tungga Dewi, sebenarnya lagi aku akan pergi keluar kerajaan, adik Sari akan menggantikan tugas ku, sebagai perwakilan bunda Ratu dan kakang sebagai ganti ayahanda sebagai perdana Mentri....
"Kalian harus berkerja sama dengan putri Dewi sumayi, dia sangat piawai dalam bernegosiasi dan perdagangan, dan putri May lien, yang mempunyai kelebihan menangkap sesuatu yang tidak wajar, aku pun akan meminta pangeran Dehen untuk menjadi penasehat kerajaan....
"Kak Sari nanti jadikan pangeran Kitri sebagai pengelola catatan dan hal-hal kenegaraan lainnya"
Pangeran Shun Land memberi tahukan rencana kepada kedua kakak sepupunya, dengan detil.
Dalam pemikiran pangeran Shun Land, dia ingin para pangeran muda dalam istana kerajaan, mengambil bagian penting dalam tatanan struktur pemerintahan kerajaan, sedini mungkin, demi masa depan kerajaan ini.
"Adik Shun mengapa harus aku yang menggantikan posisi adik Shun, Bukan kakang Khal Shugal atau putri Dewi sumayi" putri Sari Tungga Dewi mempertanyakan mengapa dirinya yang harus mengganti posisi putra mahkota, dan menjalankan tugas-tugasnya.
"Kak Sari pertimbangan adik, adalah satu adik mempunyai ilmu olah Kanuragan yang cukup, kedua kak Sari tidak pernah mempunyai konflik, dengan golongan mana pun, ketiga kalau mengangkat kakang Khal Shugal, itu akan jadi serangan dari dalam istana, dengan dalih orang yang pernah melakukan kesalahan besar, tidak pantas menjabat posisi penting"
Pangeran Shun Land menjelaskan
"Kalau begitu kakang Khal Shugal tidak perlu menjabat mengantikan paman perdana Mentri Jhasun, cukup jadi bayang bayang adik, dan memperhatikan kelompok-kelompok yang menentang dengan halus kepada kerajaan, dan sebagai gantinya posisi itu di isi dengan pangeran kitri"
Putri Sari Tungga Dewi memberi usulan yang sangat tepat dan efektif, ini bukti bakat kepemimpinan alami putri Sari Tungga Dewi, yang tidak terpengaruh oleh ikatan kekeluargaan, mengambil keputusan tapi mementingkan kepentingan yang lebih baik.
Pangeran Shun Land menyetujui usulan putri Sari Tungga Dewi, dan pamitan kepada pangeran Khal Shugal
Sepeninggal pangeran Shun Land, pangeran Khal Shugal segera membuka kitab ilmu saipi angin, dan menghapal isinya, selanjutnya memahami isi kitab tersebut.
Pangeran Khal Shugal sendiri tidak mengerti akan rencana pangeran Shun Land yang sebenarnya.
__ADS_1
Tetapi pangeran Khal Shugal percaya bahwa adik sepupunya ini mempunyai kecerdasan dan mempunyai kelebihan dari yang lain, keputusan yang diambil olehnya pasti mempunyai tujuan yang lebih tinggi, demi kemajuan Kerajaan Kutai khal ini.
Setelah mengunjungi pangeran Khal Shugal, pangeran Shun Land, menemui kepala pengawal istana Djata, dan memberikan tugas untuk mengundang bangsawan ot Danum, bangsawan Banjar, bangsawan Ngaju, untuk menemuinya di kediaman pribadi badinya.
Dia pun meminta Boma untuk menemui pendekar syair kematian, Tian agan dan yu asri haring, ketiganya agar segera menemuinya di pendopo taman belakang istana.
Pangeran Shun Land duduk di pendopo taman di belakang istana.
Datanglah putri May lien mengenakan pakaian ketika pertama mereka bertemu, pakaian atas yang tanpa lengan dan hanya melilitkan kain sebatas pertengahan betis untuk bawahannya.
Putri May lien membawakan teh racikan rahasia keluarganya yang sangat bermanfaat untuk peredaran darah.
Mata pangeran Shun Land memandang tertegun walau sering ketemu, tapi jarang melihat putri May lien, memakai pakaian yang sedikit terlihat kulit putih mulusnya,
Terlihat kulit lengannya sampai keatas di lanjutkan leher jenjang, dan waktu melangkah, terlihat bukan hanya betisnya tapi sampai ke pertengahan pahanya.
Sebagai lelaki normal pangeran Shun Land sedikit berdebar jantungnya.
"Iiih malah melongo emang May, lukisan cuma di lihat doang, di suruh duduk dong kaki May pegel nih pangeran" Suara putri May lien sedikit manja.
"Maaf kakak lagi teringat pertama ketemu, May memakai pakaian ini" menutupi rasa malunya, pangeran Shun Land
Putri May lien duduk dan menuangkan secangkir teh lalu menyodorkannya kepada pangeran Shun Land.
"Bagai mana adik May mengetahui kakak ada di sini"
"Tadi aku berpapasan dengan paman Djata, dan di beritahu bahwa kakak pangeran ada di sini, jadi aku langsung kesini, tadinya mau ke kediaman pribadi kakak"
Putri May lien menjelaskan.
__ADS_1
"Ada apa adik May lien menemui kakak, ada yang penting" pangeran Shun Land bertanya sangat penasaran
"Kakak pangeran pertama May di suruh ayah, bahwa Kakak pangeran segera menemuinya, kitab pengobatan yang kakak pangeran ingin pelajari, sudah tersusun rapih, sekaligus kakak pangeran harus meneliti, nantinya susun kitab tersebut, akan menjadi panduan untuk murid-murid akademi ketabiban....
Berhenti sejenak untuk menarik nafas, lalu melanjutkan.
"Susunan kitab itu, adalah pelajaran dasar ketabiban, dari mengenal tumbuhan-tumbuhan, akar-akaran yang bisa menjadi bahan obat, juga cara dasar untuk mengetahui penyakit yang di derita pasien"
Putri May lien menjelaskan panjang lebar, yang sebenarnya dia sendiri adalah tabib muda yang handal,
"Kakak belajar ilmu ketabiban nya,, aku saja yang ngajari yaaaa aku mohon" Putri May lien meminta pangeran Shun Land, belajar ilmu ketabiban nya kepadanya.
Mendengar ini pangeran Shun Land, tersenyum-senyum, dalam pemikirannya kalau di ajari oleh guru seperti ini, bukannya belajar ilmu pengobatan, tetapi ilmu mengendalikan diri emosi dan menahan hasrat jaguarnya.
"Tidak adik May, kakak ingin belajar sendiri saja, melalu kitab itu, karena kakak sangat sulit untuk mendapatkan waktu" pangeran menolak secara halus.
Kepala pengawal istana Djata datang menghadap pangeran Shun Land.
Setelah memberikan hormat kepala pengawal istana Djata, memberi laporan.
"Pangeran para tetua semuanya tidak berada di kediaman masing-masing, tetapi ketika di kediaman bangsawan ot Danum, bertemu dengan pangeran Dehen, setelah menceritakan kepentingan saya, pangeran Dehen memberi usulan bahwa sebaiknya, para tetua menemui pangeran setelah, sidang pengadilan pangeran Khal Shugal, dan yang akan memberi undangan tersebut pangeran Dehen sendiri" Djata memberi laporan panjang lebar.
"Terima kasih paman, dan temui lagi pangeran Dehen untuk mengatur pertemuan ini, katan padanya bahwa dia perwakilan dari saya dan dia pun harus menghadiri pertemuan ini"
Pangeran Shun Land memberi perintah lanjutan.
"Baik pangeran perintah segera saya laksanakan"
Djata setelah memberi hormat, lalu pergi menuju kediaman bangsawan tetua Ampong, bangsawan Ot Danum
__ADS_1
...****************...