
Nyai Kasmia dan Karmia datang membawa minuman dan makan daging bakar sisa tadi ke hadapan Shun Land dan pangeran Sanjaya triloka beserta yang lainnya.
Sedangkan putri Sanja dan putri Dyah Prameswari Dwibuana menemani permaisuri May Lien dan permaisuri Sari Tungga Dewi masuk ke kamar pribadinya masing-masing.
Sedang asik-asiknya minum minuman hangat dan daging kijang bakar dari kejauhan terdengar gemuruh seperti derap kaki kuda, tapi getarannya seperti kelompok telapak kaki kerbau besar yang berlari.
Semakin lama semakin dekat suara gemuruh itu di sertai suara dahan-dahan pohon yang patah, tetapi setelah lebih dekat suara gemuruh itu hilang tak berbekas. Tidak lama kemudian empat langkah kaki besar berjalan ke arah pintu gerbang luar istana.
Dua orang penjaga berasal dari para murid laki-laki berlari menuju ke dalam istana. Sesampainya di depan Shun Land dan lainya salah satu dari mereka berkata.
"Paduka ada yang datang para raksasa di di di luu luar sana". Murid penjaga berkata dengan terbata-bata sambil nafasnya tersengal-sengal berlari sekuat tenaga, mereka saking paniknya melupakan bahwa dirinya mampu dengan cepat dengan ilmu meringankan tubuh dan ajian Saipi angin.
Shun Land berjalan keluar istana dengan gagah dan berwibawa pakaian kebesaran dan mahkota masih di kenakannya. Begitu keluar terlihat 4 orang manusia purba raksasa menunggu, dengan cepat ke empatnya langsung berlutut dan mengepalkan dua telapak tangan dan di letakan di depan perut kemudian membungkuk seraya berkata.
"Salam hormat dan bakti pada paduka raja Galuh Sindula Prabu Jaya Sempurna".
Shun Land merasa kaget karena menurut dirinya dialah yang harus memberi hormat karena mereka lebih tua darinya.
"Bangun paduka raja Taksaka, Ibu Ratu, pangeran Jaya Singa triloka dan putri Sapta apa-apaan kalian memberi hormat padaku.
Di jawab oleh Raja Taksaka.
"Paduka prabu jaya lupa, Paduka prabu memakai mahkota utama yang di ciptakan Sanghyang Tunggal untuk menantunya Sanghyang Triloka, tapi tak dipakai malah di pakai oleh Raja Agung Sundaland Jatiraga".
__ADS_1
"Sudah lah paduka raja Taksaka kalian bangun dan masuklah". Shun Land Menimpali dengan wajah tak senang.
"Paduka prabu Jaya Sempurna sebelum masuk izin kan Rakyat saya memasuki halaman istana ini mereka ingin melihat sang Prabu Jaya Sempurna manusia pilihan sang maha pencipta yang menjadi penunggang Garuda sang Legenda Rajawali Api".
"Dengar pemuda semprul mereka ingin melihat pendekar Legenda Rajawali Api yang di sebut itu aku bukan kau, dengar yang baik-baik Garuda itu nama asliku yang di berikan oleh Sanghyang Tunggal paham kau". Di ruang batin Shun Land sang Legenda Rajawali Api berkata dengan bangganya. "Dasar emprit tidak menyimak, yang menunggang, bukan pendekar Legenda Rajawali Api, diam kau.... dasar kuping saliwang". Shun Land membalas.
Sang Legenda Rajawali Api terdiam karena merasa salah mendengar, "aaah dasar kau tidak boleh aku senang sedikit pun". Sang Legenda ngedumel.
"Silahkan paduka raja". Shun Land menjawab. Kemudian sang raja manusia purba raksasa Taksaka bertepuk tiga kali, tidak lama kemudian berjalan para manusia purba raksasa memasuki gerbang luar istana. Jumlah mereka hampir mencapai 400 orang andai sang raja manusia purba raksasa Taksaka tidak melarang pada rakyatnya niscaya mereka yang berjumlah ribuan akan datang semua.
Selain mereka yang berasal dari bangsawan Wajak, mereka sangat terkejut dan timbul sedikit rasa takut dalam hatinya. Dari mereka yang paling rendah tenaga dalamnya mencapai 80ribu lingkaran. Bayangan mereka andaikan mereka menyerang mestinya yang akan selamat hanya sang prabu Jaya Sempurna sendiri.
Mereka semua duduk di halaman pakaian mereka terbuat dari kulit binatang, tetapi wajah mereka berseri-seri tidak ada wajah yang terlihat menunjukkan permusuhan.
"Salam hormat pada kalian semua maaf kan saya tidak bisa menghormat seperti kalian menghormati saya waktu saya berkunjung pada kalian".
Salah satu dari mereka yang paling depan bangkit dan berjongkok lalu meraih bahu Shun Land dan menariknya untuk berdiri.
"Paduka Prabu Jaya Sempurna jangan berani-berani berlutut karena itu tidak di bolehkan seorang Raja agung Sunda Galuh penerus Raja Agung Sundaland Jatiraga merendah di hadapan manusia biasa".
Dia adalah Uriba yang mengantar Shun Land ke istana bangsawan Wajak dari hutan purba.
Shun Land berjalan menyalami mereka semua ada keharuan di hati rakyat manusia purba raksasa Taksaka, mereka merasa di perlakukan sangat manusiawi padahal mereka bukan berasal dari golongan bangsa manusia biasa dan wujud mereka pun sangat jauh berbeda.
__ADS_1
Di antara mereka ada yang memegang wajah Shun Land dengan kedua tangannya sambil berlinang air mata, mereka sangat merindukan raja mereka dari bangsa manusia biasa pangeran Cakrawala yang sangat baik dan bijaksana menghadapi mereka dengan welas asih yang tiada batas, pangeran Cakrawala lebih banyak memaafkan dari pada menghukum mereka yang berbuat salah.
Shun Land memeluknya dengan hangat dan berkata "paman kita akan saling mengunjungi, aku akan sering datang bersama sang Garuda".
Setelah selesai menyalami mereka satu persatu Shun Land kembali ke depan istana dan duduk di bersama raja manusia purba raksasa Taksaka.
Naga Bumi Sabui berkata di batin Shun Land.
"Sang prabu Jaya Sempurna perlu di ketahui bahwa istana ini yang membangunnya adalah Raja Taksaka dan seluruh rakyatnya, mereka datang setelah Paduka Raja pergi selesai bermeditasi dari sini, saya sendiri tidak tahu mereka mereka dapat informasi bahwa di sini akan di bangun istana, yang jelas setelah paduka pergi pagi itu malamnya mereka datang di antara oleh Lodaya sampai di sini,....
,.....sejak malam itu juga mereka membangun siang dan malam hingga selesai dalam waktu tiga hari tiga malam, yang membuat saya heran mereka mengakut batu begitu banyak tetapi tidak tahu asal batu itu". Sang Naga Bumi Sabui mengakhiri ceritanya dengan panjang lebar.
Shun Land termenung ternyata ucapan raja manusia purba raksasa Taksaka yang menyebut ingin membantu ternyata bukan membantu tetapi membuatkannya untuk dirinya dan rakyatnya.
Shun Land saking fokus pada ucapan Naga Bumi Sabui di bantinnya hingga tidak mendengar raja manusia purba raksasa Taksaka bertanya tentang Naga Bumi Sabui yang menjaga batu altar ketika akan di bangun dan menjaga ketika sudah jadi istananya.
"Maaf paduka raja Taksaka saya tidak mendengar pertanyaan paduka, tolong di ulang pertanyaannya". Wajah Shun Land memerah dan meminta raja manusia purba raksasa Taksaka mengulang pertanyaannya.
"Begini sang prabu Jaya Sempurna saya ingin bertemu dengan Naga Bumi Sabui yang menjaga istana ini". Raja manusia purba raksasa Taksaka mengulang pertanyaannya.
"Kau kemarilah Naga Bumi Sabui" Shun Land berkata melalui telepatinya ke batin sang Naga Bumi Sabui. Bersamaan dengan suara Shun Land berhenti dari sisi kiri benteng istana keluar kepala Naga Bumi Sabui yang besar selain itu terbang sang Legenda Rajawali Api dan menyenggol kepala Naga Bumi Sabui dengan kakinya.
*********************
__ADS_1