LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
39.Geger hilangnya Putra mahkota 2


__ADS_3

Hingga pembangunan akademi ketabiban sesuai dengan kebutuhan.


Setelah sidang istimewa kerajaan selesai, para peserta sidang istimewa telah kembali ke kediamannya masing-masing.


Saat itu hari sudah menjelang tiga perempat hari, matahari telah condong ke barat.


Di ruangan pribadi Ratu SHI khal, di istana Sunda ageng, Sang Ratu SHI khal perdana menteri Jhasun, panglima Shu khal, Boma berkumpul, membicarakan hilangnya pangeran Shun Land.


"Adik Shu khal, bagai mana kejadiannya, tentang putra ku, jangan sampai kejadian 9 tahun silam kembali terulang" Ratu SHI bertanya kepada sang adik panglima Shu, penuh dengan rasa khawatir. Dia tidak ingin kejadian kehilangan 2 anaknya terulang kembali.


Panglima Shu khal menceritakan, bahwa pada waktu itu, pangeran Shun Land, ingin di temani masuk kedalam ruangan penyimpanan harta warisan leluhur agung.


Dengan tanpa rasa curiga panglima mengantar tapi tidak ikut masuk, karna pangeran ingin sendirian bermeditasi.


Hingga tadi pagi, di lihatnya ruangan penyimpanan harta warisan leluhur agung, ternyata pangeran Shun Land sudah tidak ada.


"Begitulah kejadiannya kakak Ratu"


Ratu terdiam melirik suaminya,


"Tenang Dinda Ratu, kakang rasa pangeran sedang ada sesuatu hal yang sangat penting untuk pribadinya, dan jangan terlalu khawatir pangeran, anak kita bukan remaja biasa lagi, dia sudah mumpuni dalam ilmu olah Kanuragan, aku dan adik Shu saja belum tentu bisa mengalahkannya, bila dia mengeluarkan seluruh kemampuannya bisa jadi kami jadi bahan latihannya" perdana menteri Jhasun memberi nasihat pada istrinya.


Panglima Shu khal melirik Boma, dan berkata


"Benar tidak ada yang di katakan pangeran padamu" panglima Shu khal ingin menyakinkan


"Benar tuan panglima, setelah saya memanggil putri tabib Lau lien, May lien dan mempertemukan di pendopo taman sore itu, saya di suruh langsung pergi, saya tidak mengetahui pembicaraan apa dengan putri May Lien" Boma menjelaskan lebih detil.


"Adik Shu sebaiknya panggil putri Tabib Lau lien, kemari" Ratu SHI memberi perintah kepada sang adik


Tapi perdana menteri Jhasun melarangnya.


"Jangan adik panglima yang ke sana, lebih baik Boma saja, menghindari kecurigaan pihak luar"


Boma segera berdiri hendak melaksanakan perintah.


"Boma katakan pada putri May lien, aku ingin bertemu sekarang, jangan kau katakan tentang kejadian ini" sebelum Boma melangkah pergi sang Ratu memberi arahan.

__ADS_1


Di lain sisi, di dalam kamar pribadi putri May lien sedang memikirkan kejadian tadi pagi, di sidang istimewa kerajaan.


Ketidak hadiran pangeran Shun Land, jadi suatu di lema, apa lagi di hubungkan dengan, permintaan dia supaya jangan terlalu dekat, karna ada musuh yang berbahaya mengincar pangeran, dan dia tidak ingin dirinya ikut dalam bahaya


Mengingat ini, pemikiran May lien jadi panik, jangan-jangan benar pangeran menyuruh dirinya untu menjauh untuk melindungi dirinya, sedangkan dia sudah berprasangka buruk terhadap pangeran Shun Land.


"Pangeran maaf kan aku, telah salah paham padamu, pangeran katakan, bahaya apa pun aku rela demi membelamu" gumam putri May lien dengan linang air mata.


Pintu kamar di ketuk bersamaan terdengar Sang ayah tabib Lau lien berkata


"May lien di luar ada Boma mencari atas titah sang Ratu, sang Ratu SHI ingin bertemu dengan mu"


Mendengar ini langsung putri May lien merapihkan pakaian dan riasan wajah dan rambutnya.


"Ayah aku segera keluar"


Tidak menunggu lama May lien menemui Boma, tidak banyak pembicaraan terjadi, mereka berdua langsung menuju ke istana, guna menemui sang Ratu SHI khal.


Sesampainya di Ruangan pribadi sang Ratu, putri May lien di sambut bagai keluarga sendiri, tidak ada sikap yang di tunjukan pihak kerajaan, rasa bahwa mereka golongan bangsawan.


"Sini putri May Bunda Ratu kangen sama kamu" sang ratu berdiri dan memeluk putri May lien dan membimbing duduk di sisinya, Hinga perdana menteri Jhasun bergeser duduk di sebelah panglima, sedangkan Boma duduk agak dekat dengan pintu,


Setelah tenang dan saling sapa hormat putri May lien memberikan diri untuk bertanya


"Paduka Ratu ada keperluan apa Hingga memanggil hamba"


"Jangan panggil paduka, panggil saja bunda, kecuali di dalam ruang resmi ya anak cantik" Sang Ratu memberi arahan agar jangan memakai bahasa formal.


'baik bunda Ratu"


"Nah begitu kan terdengar enak"


Putri May lien sangat takjub dengan sikap sang Ratu SHI khal yang sangat sopan dan santun, walau di dalam sidang terlihat berwibawa dan anggun, tetapi dari dekat dia sangat lemah lembut, pantas pangeran Shun Land memiliki perangai yang santun dan sopan, ternyata ini, di wariskan dari sang ibu yang sangat baik.


Hati putri May lien terenyuh, betapa bahagianya dia bila mempunyai seorang ibu seperti sang bunda Ratu, penuh kasih sayang, dan lemah lembut perangainya.


"Putri ku May lien, ibu ingin tahu apa yang kamu bicarakan dengan pangeran Shun Land putra ku, tempo hari di pendopo taman" bunda Ratu berhenti sejenak melirik kearah May lien, lalu melanjutkan.

__ADS_1


"Bukanya ibu ingin ikut campur urusan pribadi kalian, tapi ini sangat penting bagi pangeran Shun Land putra kami" sang Ratu SHI menambahkan.


Mendengar pertanyaan ini putri May lien agak memerah rona wajahnya.


"Emang apa yang terjadi dengan pangeran bunda Ratu" putri May lien balik bertanya


Ratu SHI khal memandang perdana menteri Jhasun dan panglima Shu khal.


Mereka berdua menganggukkan kepala tanda setuju.


Bunda Ratu SHI khal, menceritakan semuanya tentang kejadian pangeran Shun Land, saat ini belum di temukan


Putri May lien merasa shock, ternyata dugaannya benar bahwa pangeran Shun Land, mungkin sedang dalam bahaya


Melihat putri May lien terdiam seribu bahasa Ratu SHI khal bicara nada membujuk


"Putri ku may Lien, apa may menyukai anak ibu, katakan jangn malu, ibu akan mendukung bila kalian saling suka, ibu tak pernah membandingkan derajat, semua sama"


Mendengar ini putri May lien, wajahnya bagai tomat, dia merasa malu, akhirnya dia menceritakan semua obrolan singkat sore itu di pendopo taman, tidak ada satu pun sembunyikan.


Awal pertemuan dengan pangeran Shun Land, di tepi danau di ceritakan semua, keputusan May lien ini berdasarkan, karena tidak baik menutupi sesuatu di hadapan seorang Ratu kerajaan.


Semua terdiam mendengar penuturan putri May lien, kepanikan yang di sembunyikan sang Ratu sedikit terlihat.


"Terima kasih Putri ku May lien, silahkan May Lien kembali istirahat, jangan khawatir Pangeran mu, tidak akan terjadi apa-apa"


Sang Ratu SHI berdiri dan memeluk putri May lien.


Setelah itu putri May lien pamit, sebelum pergi putri May lien diamanatkan kejadian ini supaya jangan di ceritakan kepada siapapun.


...****************...


terima kasih tim editor NOVELTOON


🙏🙏🙏🙏


jangan lupa sahabat semua Like end support nya

__ADS_1


jangan lupa jaga kesehatan, bay bay


__ADS_2