LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
198. Pasukan Kama Deva dan laporan pendekar tapak sakti.


__ADS_3

Di istana Naga Hitam di kaki bukit kerinci, dataran luas Swarnabumi. Kama Deva sedang menghadap junjungannya Mara Deva di sana juga hadir Deva putta ahli strategi Mara Deva


"Kakang Kama Deva menurut saya tidak harus membawa kekuatan penuh untuk menyerang kerajaan baru Tarumanagara, cukup membawa 5000 prajurit itu sudah cukup, 100 pasukan gajah dan 2000 pasukan berkuda, alasan saya juga jelas, di sini juga perlu pengamanan karena sekarang ini banyak perguruan yang membelot ke pihak kerajaan Tarumanegara". Deva putta bicara.


Tetapi Junjungan Mara Deva tidak memperdulikan dua pengikutnya yang berdebat dia malah mempertanyakan keberadaan manusia terpilih yang di anugerahi tubuh spesial empat lintang kelima pancer.


"Kalian atur saja bagai mana baiknya tetapi aku ingin kalian memberi keterangan tentang bocah pemilik tubuh empat lintang kelima pancer". Junjungan Mara Deva bicara pada kama Deva.


Sebelum suara Kama Deva keluar dari mulutnya seorang penjaga masuk ingin melaporkan sesuatu.


"Bicaralah dengan cepat dan benar" Deva putta memberi perintah.


"Tuan di luar ada pendekar Tapak sakti ingin melapor katanya 'ada sesuatu hal yang penting ingin di sampaikan' begitu tuan".


Prajurit penjaga memberi laporan.


"Suruh dia masuk" Deva Putta membalas dengan singkat, prajurit penjaga kembali ke pintu istana.


Tidak lama Pendekar Tapak sakti datang dia langsung berlutut dan menghaturkan sembah bakti kepada Junjungan Mara Deva.


"Junjungan agung tuan Mara Deva saya mendengar dari salah satu anak buah saya yang saya tempatkan di sekitar jalur labuan ke kota Sundapura bahwa pendekar Braja Geni dan kelima muridnya Panca Braja di kalahkan oleh seorang pemuda yang konon pemuda itu memiliki pedang yang bergagang kepada Naga dan mempunyai kekuatan api yang sangat mengerikan, setelah mengalahkan Ki Braja Geni dan kelima muridnya, pemuda itu menuju ke arah barat" begitulah kabar yang terbaru yang saya dapat". Pendekar Tapak sakti melapor.


Junjungan Mara Deva berdiri saking terkejutnya. "Apa pendekar muda itu berasal dari daratan luas Kalimantan, siapa nama pendekar itu ???". Dari nada suara junjungan Mara Deva seperti ada kegelisahan yang tersembunyi.


"Maaf junjungan agung saya tidak tahu pasti dia dari mana dan siapa nama dia yang jelas dia mempunyai ilmu saipi yang sangat tinggi hampir mendekati sempurna begitu yang saya dengar dari anak buah saya". Pendekar Tapak sakti memberi jawaban yang dia tahu.

__ADS_1


Padahal andaikan Pendekar Tapak sakti melihat pasti dia mengenali pendekar muda itu adalah Shun land karena dia hampir nyawanya melayang bila Kama Deva tidak menolongnya.


"Kerahkan seluruh anak buah mu untuk mencari keterangan siapa pendekar muda itu, dan kau sendiri undang Pendekar Braja Geni dan kelima muridnya beri iming-iming harta yang berlimpah bila mau menghadap ku cepat laksanakan". Junjungan Mara Deva memberi perintah langsung.


Pendekar Tapak Sakti melirik ke arah Kama Deva mengisyaratkan meminta pendapat.


Kama Deva pun mengerti isyarat itu lalu berkata. "Ki Tapak Sakti jangan ragu-ragu melaksanakan perintah junjungan agung".


"Baik junjungan agung saya siap melaksanakan perintah mohon undur diri". Ucap pendekar Tapak Sakti sambil menghormat dan hendak pergi.


"Tunggu dulu Tapak Sakti, Parva ambil beberapa kotak koin emas berikan pada Tapak Sakti aku tidak ingin tugas ini gagal". Junjungan Mara Deva memang sangat loyal pada anak buahnya yang benar-benar sangat setia padanya.


"Baik ayahanda". Jawab Parva dia pun segera masuk ke dalam tidak lama kembali membawa dua kotak kayu cukup besar langsung menaruh di depan Pendekar Tapak Sakti mantan guru besar perguruan Tapak Maut di daratan luas Kalimantan.


"Kakang Kama Deva bagai ada berapa perguruan yang masih setia pada kita di daratan luas Dwipa". Deva Putta bertanya.


"Adik Deva Putta untuk saat ini hanya tinggal tiga perguruan 1.perguruan pedang setan Nyai Andita, 2.perguruan Badak liar Ki Arya Teja dan Perguruan Golok setan Ki Kartolo hanya itu yang tersisa Adik Deva Putta". Kama Deva menjawab dengan tegas.


"Kakang sebaiknya kirim utusan pada mereka untuk segera bergabung di sini, mereka suruh membawa anak buah mereka semua untuk Pindak, bila perang pecah kita membutuhkan pendekar-pemdekar yang berilmu tinggi". Deva Putta memberikan perintah pada Kama Deva, walau pun Kama Deva berilmu lebih tinggi tetapi untuk urusan perencanaan Kama Deva sangat percaya pada Deva Putta.


"Baik Adik kakang akan mengutus orang kepercayaan kita untuk menghubungi mereka". Jawab Kama Deva.


"Kama Deva, Deva Putta kalian harus benar-benar memikirkan dan menindak lanjuti tentang Pendekar muda itu, aku ada pirasat bahwa Pendekar muda itu adalah musuh besar kita yang telah berhasil menemukan pusaka bintang pedang Naga Bergola, kau menyerang daratan luas Dwipa di bantu Vibrama, Rati dan Parva sebagai cadangan bila pendekar muda itu muncul, aku kira kalian ber empat mampu untuk mengalahkannya walau dia mempunyai pusaka bintang".


Junjungan Mara Deva perintah pada tiga anaknya untuk ikut dalam penyerangan pada daratan luas Dwipa, setelah bicara Junjungan Mara Deva pergi menuju Ruang pribadinya yang tidak ada satupun dari mereka pernah masuk ruangan itu.

__ADS_1


Kama Deva keluar bersama Vibrama, Parva dan nyai Rati mereka untuk mempersiapkan keberangkatan pasukan mereka menyerang ke daratan luas Dwipa khususnya ke kerajaan Tarumanagara.


-----------------*****---------------


Pendekar Tapak Sakti setelah keluar dari istana Naga hitam dia pun mengumpulkan anak buahnya yang notabene para pembunuh bayaran kelas tinggi.


Setelah mereka mengahancurkan perguruan Ciomas mereka mencoba menyerang perguruan Gajah Mungkur di kaki gunung Pulosari akan tetapi mereka bagai menerjang dinding cadas.


Dua puluh anak buah pendekar Tapak Sakti yang menyerang yang kembali hanya tiga, semuanya tewas hanya melawan Ki Sadewa murid tertua dari leluhur agung Ki Bagus Atma. Yang telah di beri kepercayaan untuk mengurus perguruan.


Jadi di ketahui secara umum guru besar gajah Mungkur adalah Gajah Mungkur adalah Ki Sadewa, sedangkan keberadaan leluhur agung Ki Bagus Atma tidak ada yang mengetahui hanya golongan mereka saja.


Pendekar Tapak Sakti dan anak buahnya segera menuju ketimur mereka berlari mengunakan ilmu meringankan tubuh demi untuk menyingkat waktu.


Sementara itu di perguruan Ciomas sepuh Ki Mahisa Taka kedatangan Boma mengendari Sang Rajawali Api.


Boma menjelaskan tujuannya bahwa sepuh Ki Mahisa Taka dan pendekar Colet dan seluruh Anaka buahnya untuk segera berkumpul di perguruan Gajah Mungkur untuk menyerang perguruan Badak liar di labuhan.


Sepuh Ki Mahisa Taka dan pendekar Colet tidak banyak pertimbangan mereka segera bersiap untuk berangkat, tetapi sepuluh anak buah pendekar Colet tetap tinggal di perguruan Ciomas di pimpin oleh Dirga dan Aji Tama murid kepercayaan sepuh Mahisa Taka, Kusuma dan Tanu ikut berangkat ke perguruan Gajah Mungkur.


Boma setelah selesai menyampaikan perintah Shun Land dia kembali ke perguruan Gajah Mungkur untuk menjemput leluhur Khalma jaya dan Dewi Minawati.


Mereka bertiga pergi ke ibukota Sundapura di kerajaan Tarumanagara untuk menemui Ratu SHI khal dan menantu mereka Jhasun serta para permaisuri Shun land.


---------------*****-----------

__ADS_1


__ADS_2