LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
36.salah paham May lien 2


__ADS_3

May lien hanya tertawa melihat sahabat barunya ini, sedangkan tabib Lau lien hanya tersenyum, mulai mengerti tabiat Boma.


Boma duduk di dekat May lien, segera menyampaikan maksud tujuannya.


"Saya di beri tugas oleh pangeran Shun Land, menyampaikan undangan kepada putri May lien, untuk menghadap pangeran di taman istana, sekarang" Boma menyampaikan dengan bahasa yang pormal, karena di depannya ada ayah May lien, tabib Lau lien.


"Ayah, May lien izin, untuk memenuhi undangan pangeran Shun Land" may Lien berdiri sambil memberi hormat


Boma mengikuti setelah pamitan pada Tabib Lau lien.


Di perjalanan tidak terjadi obrolan, hanya wajah May lien yang berseri-seri, gembira atas undangan itu, memang dalam pikiran May lien, ingin menjumpai pangeran Shun Land, tapi merasa malu, banyak mata yang melihat, berbeda pada waktu berada di tengah hutan.


Perjalan tidak memakan waktu lama, keduanya sampai di pendopo taman, di depannya ada kolam cukup besar, berbagai jenis ikan di dalamnya, berwarna warni,


"Silahkan duduk adik May lien, ada yang ingin aku sampaikan padamu, Boma tolong ambilkan minuman di dapur istana" pangeran Shun Land mempersilahkan May lien, dan menyuruh Boma mengambil minuman, padahal di sana sudah tersedia, Shun Land hanya memberi isyarat agar Boma meninggalkan mereka berdua.


Boma mengerti lalu segera pergi tanpa bicara.


"Ada apa kakak Shun, memanggil saya" May lien jadi agak grogi melihat mimik wajah pangeran Shun Land, serius


"Adik May lien, mungkin setelah pengangkatan ku menjadi putra mahkota, sebaiknya adik May lien, jangan terlalu dekat dengan kakak, karena banyak musuh kakak yang mengintai di setiap sudut, demi keselamatan adik May lien sendiri" pangeran Shun Land, sangat kesulitan untuk menjelaskannya, karena tidak mungkin, dia ceritakan semua tentang kiriman gulungan itu.


Shun Land pun sebenarnya masih bertanya-tanya musuh kuat seperti apa yang akan di hadapinya.


Mendengar ini hati yang sudah berbunga-bunga kini layu, timbul kebingungan apa yang sebenarnya terjadi terhadap pangeran Shun Land, terhadap dirinya, ada perasan sakit di hatinya, ketika mendengar, agar menjaga jarak, demi keamanan.


Pemikiran May lien masih sangat polos, jadi alasan demi keselamatan itu rekayasa belaka, tapi aslinya pangeran Shun Land hanya ingin menjauh darinya.


May lien hanya bisa pasrah walau di benaknya banyak pertanyaan yang muncul, tapi dia sadar diri siapa dia dan lelaki yang ada di depannya, dia seorang pangeran sekaligus calon putra mahkota.


Pemikiran May lien masih sangat polos, jadi alasan demi keselamatan itu rekayasa belaka, tapi aslinya pangeran Shun Land hanya ingin menjauh darinya, itu kesimpulan pemikiran May lien.

__ADS_1


May lien hanya bisa pasrah walau di benaknya banyak pertanyaan yang muncul, tapi dia sadar diri siapa dia dan lelaki yang ada di depannya, dia seorang pangeran sekaligus calon putra mahkota.


Pangeran Shun Land, melihat wajah May lien sedih, hatinya merasa ada yang salah, tapi dia tak merasa salah, karena yang di perbuat olehnya, hanya semata-mata, ingin orang di dekatnya tidak dalam bahaya.


Mereka bermain dengan pikirannya masing-masing hingga tidak terasa waktu siang akan segera berganti dengan malam.


May lien berpamitan, walau dalam hatinya ada rasa sakit yang sangat dalam, tapi dia tidak penampakannya, di depan pangeran Shun Land,


dia masih bisa tersenyum manis sebelum pergi dari hadapan pangeran Shun Land.


Pangeran Shun Land pun beranjak pergi kearah peristirahatannya.


May lien melangkah dengan perasaan hati yang hancur, pria yang di kira mempunyai perasan yang sama dengannya, ternyata hanya menganggap dia sebagai teman biasa, perasaan dekat hanya di miliki dirinya sendiri, sedangkan dia, jangankan ada perasaan dekat dengannya, malah dia menyuruh untuk menjauh.


Tak terasa air mata jatuh menetes tanpa tertahan, tadinya hatinya telah berbunga-bunga, jarak tempat tinggal yang jauh menjadi dekat, tetapi setelah jarak menjadi dekat, kini terasa jauh bahkan sangat jauh.


May lien masuk kekediaman sementara, karena rumah kediaman untuk dia dan Ayahnya akan di bangun oleh kerajaan setelah pengangkatan, tabib Lau lien jadi Tabib istana.


Tabib Lau lien akan menanyakan setelah kondisi anaknya stabil, bagai mana pun dia ingin tahu kenapa putrinya bisa menangis setelah di undang pangeran Shun land, sebagai seorang ayah ada kecurigaan telah terjadi suatu hal yang tidak baik terhadap putrinya.


----------$$$----------


Malam itu pangeran Shun Land, masuk ke ruangan penyimpanan harta leluhur agung dengan bantuan sang paman panglima Shu khal, tujuannya ingin mempelajari dua gulungan itu, dan bermeditasi.


Setelah pintu terbuka Shun Land segera masuk, tapi panglima Shu khal tetap tinggal.


Panglima Shu khal, memberi peringatan jangan sampai pangeran Shun Land, tidak menghadiri, penobatan sebagai putra mahkota.


Sang Rajawali api ikut masuk ke dalam ruangan penyimpanan harta leluhur agung.


Di dalam ruangan penyimpanan leluhur agung, Shun Land duduk di batu bulat tempat bermeditasi kakeknya sesepuh agung khalma jaya.

__ADS_1


Sedangkan sang Rajawali api duduk mendekam di samping batu itu,


Shun Land membuka lembaran kedua yang berisi peta mustika api merah delima dan mustika air panca warna, dengan teliti Shun land memeriksa peta tersebut, ternyata peta tersebut bukan menunjukkan satu tempat tapi dua tempat berbeda.


Gambar pertama terlihat sebuah gunung tidak terlalu tinggi, gambar mustika berada di dalam gunung tersebut, ada garis dari gambar mustika itu, melintas panjang, setelah di pinggir gunung garis itu bercabang dua, satu garis tidak terlalu panjang dan berakhir di sebuah gambar segi empat, tepat di tengah-tengah gambar tersebut, di ujung garis itu ada lingkaran kecil,


Sedang garis yang satunya agak panjang dan berakhir di sebuah gambar segi empat, sama seperti yang satu lagi, perbedaannya di ujung garis ini, ada gambar segi empat.


Di dalam peta itu tidak ada keterangan lainnya hanya gambar gambar itu saja,


Pangeran Shun Land memejamkan matanya, membayangkan peta itu di alam batinnya, terus membanding bandingkan bentuk gunung itu, akhirnya sedikit dapat pencerahan, bahwa garis itu adalah lorong gua panjang menuju perut gunung tersebut.


Burung Rajawali terbang ke pundak Shun land, melihat peta yang di pegang Shun Land.


"Ini peta mustika api dan mustika air" sang Rajawali api, seakan pernah melihat peta ini, tapi dia tidak mengingatnya.


Mendengar perkataan Sang Rajawali Shun land menatapnya berharap sang Rajawali memberi informasi, setidaknya memberi gambaran tempatnya, tapi kepada sang Rajawali menggeleng,


Tiba-tiba sang Rajawali berkata mengejutkan Shun Land.


"Aku ingat mustika api merah delima di jaga Sahabat ku naga bumi Sabui" hanya itu yang keluar dari suara sang Rajawali.


"Kau ingat letaknya di mana" pangeran Shun Land bertanya


"Itu di sebuah gua besar di perut gunung" sang Rajawali menjawab


"Itu juga aku tau, maksud ku letak gunung itu, apa di daratan luas ini apa daratan Dwiva apa di daratan Sula, apa di daratan Swarna, apa di daratan Papua" pangeran Shun Land agak emosi.


...****************...


trim's para sahabat jangan lupa jaga kesehatan.

__ADS_1


like end komennya 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2