
Shun Land duduk di depan perapian bersama empat orang pengawal yang berjaga beberapa orang telah datang mengintai rombongan, "hhmmm baru 2 orang mungkin ini sebagi pengintaian".
Mata Shun Land yang tajam dan kebatinan yang mulai stabil membuat mata batinnya semakin tajam. Tidak berapa lama 8 orang berkelebat menemui dua orang yang pertama datang.
"Bagai mana apa benar yang info kan Delay rombongan penuh barang yang berharga". Yang paling tinggi besar bertanya pada yang datang pertama.
"Benar ketua ada belasan kuda dan lima kereta barang, satu kuda penuh dengan barang bawaan yang berat biasanya kotak-kotak koin emas mungkin di antara mereka ada bangsawan yang ikut". Yang datang pertama kali menjawab, di timpali oleh temannya.
"Ketua ada empat wanita yang masih muda-muda dan satu wanita bagai bidadari kemungkinan wanitanya bangsawan yang ikut bergabung dengan rombongan pedagang, Si Delay tidak bohong tetapi mengapa dia tidak menggarapnya lebih dulu".
"Delay sendiri bilang dia merasa kurang berani karena para pengawalnya banyak". Yang di panggil ketua menjelaskan pemberi informasi Delay.
"Malam ini kita harus menggarapnya sebab malam besok sudah masuk wilayah Raja tengkorak kita tidak akan bisa masuk, kalian segera menempatkan posisi masing-masing tapi jangan ada yang berani bergerak sebelum ada perintah dari kakang Datong Yang masih dalam perjalan bersama Delay. yang ingin bagian karena memberikan informasi, ini mangsa besar". Yang di sebut ketua memberikan perintah dan peringatan agar jangan menyerang tanpa aba-aba pemimpin mereka yang bernama Datong.
Shun Land berdiri dan berkata "kakang Semua saya izin buang air sebentar kebalik pepohonan".
"Nak Jaya jangan kejauhan di sini katanya sangat rawan". Salah satu pengawal menasehati, Shun Land melangkah ke belakang tenda lalu melingkar ke balik pohon.
Dua orang perampok yang datang pertama mengintai dari balik pepohonan yang sedikit dekat ketenda. "Aku buang hajat dulu". Tanpa menunggu jawaban yang satu berkelebat ke arah sungai.
Sampai di pinggiran sungai langsung duduk menerawang ke langit merasakan dari bawah ada yang keluar, sedang asik-asiknya dua batu sebesar ibu jari kaki melesat mengenai lehernya.
"Aaaaaah......!!! Hanya itu yang keluar dari mulutnya sedikit kencang lalu tergeletak. Shun Land setelah membereskan yang sedang buang hajat lalu memandang yang satunya, yan masih mengintai tenda-tenda.
__ADS_1
"Diam jangan bercanda kalau pimpinan melihat bisa bahaya". Yang mengintai berkata pelan menepis tangan yang mengusap telinganya tapi kemudian tangan tersebut menyentil keras daun telinganya.
"Ini bukan bercanda" pengintai itu berbalik tetapi baru saja melihat orang di belakangnya dua jari menyasar saraf lehernya dengan keras tanpa bersuara pengintai itu ambruk.
"Datang lagi ini sepertinya pimpinannya karena tenaga dalamnya paling tinggi oooh ada 6 orang di belakangnya lumayan banyak kelompok ini pantas saja di takuti yang melintas di jalur ini. Delay bagus juga jadi pengundang para bandit-bandit hutan". Shun Land berkata dalam hati.
Shun Land kembali duduk bersama dengan para pengawal, 6 pengawal bangun giliran berjaga, yang empat orang akan pergi tidur tapi di larang Shun Land.
"Paman paman jangan tidur dulu bantuin mengubur para bandit kelas keroyokan". Shun Land berkata tegas. Lalu melanjutkan dengan berkata keras.
"Keluarlah semua terutama yang bernama Datong Datang datang ***** di potong hahahaha". Shun Land tertawa geli sendiri mengartikan Nama Datong.
Yang di panggil Datong tercengang di ketahui keberadaannya padahal sudah menyembunyikan auranya sekis berpikir dia di khianati Delay benar saja pas di tengok Delay sudah tidak berada di tempatnya. Para pengawal hanya diam pikirannya masih meloding apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara itu Delay telah menjauh di posisi aman ingin menyaksikan pembantaian kelompok Datong yang sebenarnya salah satu saingannya di wilayah ini.
Datong keluar dari balik kegelapan berjalan mendekati perapian begitu dekat langsung untuk memilih.
"Paman tolong pinjam pedangnya dan diam di tempat". Shun Land menunjuk pedang yang tersarung di pinggang salah satu pengawal, pengawal itu langsung memberikannya.
Shun Land langsung menunjuk ke Datong dengan pedang dapat meminjam. "Ingin cara cepat atau lambat". Shun Land berkata datar.
"Datong merasa tertantang langsung memasang kuda-kuda dan hendak mencabut kapak andalannya.
__ADS_1
"Aaah kelamaan....... Bersamaan dengan suara itu Shun Land sudah membelah tubuh Datong. Lalu melempar pedang penuh darah ke yang punya.
"Bersihkan pedang itu dari darah kotor, pakaian ku bisa kotor, lempar pedang yang bersih ke sini". Pengawal teman perjalan Shun Land langsung melemparkan pedang yang bersih.
Shun Land melesat kesana kemari bagai bayangan beberapa saat kemudian duduk lagi di tempat semula lalu berkata pelan "kalian cari tali ikat satu sama lain dan ikat juga aku.
Pengawal yang berjumlah sepuluh saling mengikat Shun Land pun di ikat. "Dengarkan aku jangan bicarakan hal ini pada siapapun, dan paman ketua pengawal akui bahwa para perompak ini di kalahkan paman dan seorang pendekar bertongkat yang menolong paham, dan yang mengintip akan mendapatkan hukuman". mereka semua mengangguk kalimat terakhir Shun Land entah kepada siapa yang di tuju.
Saat ini hari mulai pagi jadi kepala pengawal membangunkan pemimpin Rombongan Juragan Warsiman. Juragan warsiman dan yang lain bangun mereka melepaskan pengawal yang di ikat Shun Land pun di lepaskan.
"Terima kasih paman, paman hebat" Shun Land mengedipkan mata. "sama-sama tuan jaya". Kepala pengawal menjawab.
Esoknya paginya Shun Land dan Lasmini pergi mendahului ke sungai untuk mandi. Sementara para pengawal sibuk menguburkan mayat mayat bergelimpangan ada yang kepalanya terpisah ada yang badannya terpotong ada yang pinggangnya yang terpotong ada juga yang menjadi beberapa bagian dan sebagainya.
Tapi tiba-tiba Shun Land berteriak paman pengawal di sungai ada satu mayat. Kepala pengawal dan kedua temannya segera mendatangi Shun Land di sungai yang akan mandi.
Shun Land duduk di batu menunggu Lasmini yang sedang mandi. Tekadnya sekarang ini ingin membersihkan jalur alas Roban dari para perampok dan para penyamun.
"Waduh aku lupa menyuruh Delay untuk mengundang para pendekar hitam, tapi terlihat semalam tertidur di atas pohon semoga saja belum pergi". Shun Land melupakan hal yang penting.
Mereka berdua kembali ke tenda tetapi sampai di tempat tenda sudah rapi di kemas dan perlengkapan Shun Land pun ikut di kemas rapi oleh para pengawal.
Rombongan meneruskan perjalanan Juragan Warsiman di depan setelah agak jauh kuda Shun Land berbalik.
__ADS_1
"Neng Lasmini lanjut saja kakang lupa ada yang tertinggal nanti menyusul". Shun Land berlalu tanpa menunggu jawaban.
*****************