LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
336. Jaya Sempurna 68. Roh Tongkat sakti Ruyi Jingu Bang.


__ADS_3

Lasmini langsung berlari dan memeluk Shun Land dengan erat dan menceritakan ketakutannya. "kakang aku takut sekali mereka berkata akan membawaku ke markas mereka untung saja kakang segera datang". Setelah memeluk Shun Land Lasmini mengambil kayu gerobak yang hancur sepanjang setengah depa Dengan amarah yang meledak mendatangi Pataya yang masih duduk bersimpuh".


Dengan sekuat tenaga Lasmini mengayunkan kayu tersebut ke punggung Patayan berulang kali hingga cape sendiri. Shun Land tidak melarang, dan Pataya hatinya tertawa kayu itu tidak akan bisa melukai kulitnya yang di lindungi tenaga dalam. Setelah cape Lasmini berkata dengan menunjuk lurus ke wajah Pataya.


"Kau sekarang jadi pengikut suamiku tapi kau belum mendapatkan hukuman mu, hukuman mu menyediakan air hangat untuk mandi suamiku dan mencari kayu bakar bila waktunya kami memasak paham kau". Tentu saja dalam hati Pataya terbahak-bahak mendengar hukuman yang di berikan sang istri tuannya ini.


"Baik Juragan Dewi Lasmini saya akan kerjakan hukum ini dengan senang hati" Pataya berkata dengan menunduk. Tanpa di ketahui sebelum kedua wanita istri Lamsijam dan Delay tahu-tahu berada di samping Pataya mengayunkan Ranting pohon dengan keras kearah Pataya.


Pangeran Sanjaya triloka dan Pramuja serta anak buah Pataya sendiri tertawa melihat seorang pendekar di keroyok dua ibu-ibu. Pataya melirik ke empat anak buahnya, spontan anak buahnya diam sambil menahan tawanya.


Delay menarik tangan istrinya agar berhenti tetapi tangannya di singkirkan dengan keras, dengan berkata keras. "Diam kau aku belum puas menyiksa sebelum meminta ampun dan meminta maa".


Delay yang baru melihat kemarahan istrinya bergidik membayangkan bila kemarahan itu tertuju padanya. Pramuja spontan menunjuk wajah Delay yang pucat di bentak Kasmia. "Pejantan tangguh kalah ketakutan oleh wanita hahahaha". Pramuja terpingkal pingkal sampai lupa mempunyai luka dalam dan akhirnya terbatuk mengeluarkan darah dari mulutnya.


Delay melihat itu segera meloncat dengan ringan memegang badan Pramuja, "Sudah paman Delay saya tidak apa-apa" Pramuja berkata sambil menyeka darah dari mulutnya.


Shun Land segera menghampiri Pramuja tetapi kali ini tidak memberikan air dari pusaka cupumanik astagiana tetapi Shun Land menyuruh Paramuja duduk dan membuka seluruh titik Meridian dan mengosongkan peredaran darahnya.

__ADS_1


"Tahan rasa sakitnya sebentar". Setelah berkata Shun Land meletakan telapak tangannya di punggung Pramuja perlahan terasa hangat menyusuri kulit lalu ke daging dan tembus ke tulang perlahan tapi pasti panas itu masuk kesumsumnya, seketika Pramuja mengeratkan rahangnya merasakan seluruh persendian dan rahangnya bagai di rendam mendidihnya lahar gumpalan darah hitam menyembur dari mulutnya beberapa kali setelah itu Pramuja merasa nafasnya ringan dan rasa nyeri di dadanya hilang perlahan-lahan rasa panas bagai di bakar di perapian berangsur-angsur hilang.


Shun Land mengeluarkan Pusaka cupumanik astagiana. "paman Delay minumkan pada yang terluka 3 tetes saja". Setelah bicara Shun Land menghampiri para wanita yang masih memukuli Pataya.


"Sudah bibi Pataya sudah meminta maaf bagai mana kalau kita makan dulu sambil menunggu paman Lamsijam datang". Kedua wanita yang sedang emosi menghentikan kegiatannya lalu melirik ke Lasmini meminta pendapat.


"Mari bibi kita memasak kau carikan kayu bakar" Lasmini menunjuk Pataya, "siap nona". Pataya tanpa banyak bicara berdiri langsung melesat ke dalam hutan, hanya butuh beberapa puluh menit Pataya sudah kembali dengan membawa banyak kayu bakar di pundaknya.


Delay menarik nafas lega salah satu tugasnya ada yang mengantikan tapi belum juga rasa gembiranya hilang lambaian tangan Kasmia membuat duduk santainya sambil bersandar di bawah pohon harus usai. "Aah nasib baru saja mau duduk santai sebentar harus menuruti tuan kedua yang berkulit putih mulus". Delay menghampiri sambil menggerutu.


Sementara itu pangeran Sanjaya triloka sedang duduk bermeditasi menstabilkan kondisinya berkat Shun Land yang telah membuka seluruh titik Meridian dan persendiannya pangeran Sanjaya triloka dengan cepat bisa memulihkan tenaga dalamnya. Putri Sanja segera bergabung dengan Lasmini untuk membatu memasak, yang kali ini memasak lebih banyak karena bertambah lima orang.


"Ketua Pataya sudah menjadi bagian kita saat ini, beristirahatlah sekarang paman sebentar lagi kita akan makan bersama setelah itu kita lanjutkan perjalan". Shun Land sengaja tidak menjelaskan tentang tongkat Sakti roh Ruyi Jingu Bang.


Lamsijam duduk di sebelah Shun Land matanya melirik ke seluruh tempat hanya ada satu gerobak yang hancur dan terlihat Basara Bisiri sedang memindahkan barang-barang dari gerobak tersebut ke punggung beberapa kuda.


Para wanita memanggil para pria untuk segera berkumpul untuk makan bersama. Pataya dan ke 4 anak buahnya terlihat kikuk, dan itu di lihat Pangeran Sanjaya triloka yang langsung bicara menghilang rasa canggung Pataya. "Paman Pataya janganlah merasa canggung dan malu-malu kami disini di bawah pimpinan Juragan dagang utusan keadilan Dewi Lasmini sangat senang dengan bergabungnya paman Pataya perkenalkan saya Pangeran Sanjaya triloka dari Kebangsawanan Wajak lembah begawan Solo Sangiran".

__ADS_1


"Terima kasih pangeran maaf tadi hampir melukai atau membahayakan nyawa pengeran berarti pangeran putra dari leluhur Birawa saya mengenal ayah pangeran waktu di puncak Mahameru hendak mencari sesuatu". Pataya meminta maaf atas tindakan tadi.


Mereka pun makan bersama dengan daging rusa hasil tangkapan Anggada dan kawan-kawannya. Setelah makan mereka saling berkenalan karena secara pribadi mereka tidak ada masalah dan dendam. Dengan Delay kali ini menjadi bahan candaan nyai Kasmia istrinya hanya senyum-semyum melihat suaminya di pojokan dengan istilah pendekar takluk sama kulit lembut.


Ke4 bawahan Pataya memiliki tenaga dalam yang cukup tinggi bisa di bilang pendekar kelas menengah yang paling tinggi Laika dan Banruah yang telah mencapai 54ribu lingkaran sedangkan Maskur dan Sarjani memiliki 48ribu lingkaran.


Shun Land mengajak Pataya ke pedalaman hutan dengan alasan untuk mencari jalan alternatif tetapi sebenarnya Shun Land ingin bertanya tentang Tongkat Sakti emas. Setelah mendapatkan tempat yang nyaman di bawah pohon jati purba yang besar mereka berdua duduk.


"Paman ceritakan bagai mana paman bisa mendapatkan tombak sakti emas itu". Shun Land memulai dengan pertanyaan pokok.


"Tuan jaya dua puluh tahun yang lalu saya berada di hutan Purwo tiba-tiba datang angin topan sangat dahsyat pada waktu itu saya melihat ada yang bersinar di udara sebesar pohon kelapa dan jatuh di puncak Mahameru, setelah badai topan menghilang saya langsung menuju ke sana pada waktu itu saya merasa sendirian,....


Setelah sampai puncak Mahameru saya melihat sebuah sinar kekuningan memanjang Tampa ragu-ragu saya langsung mendekatinya, dengan rasa gembira saya melihat sebuah tongkat emas tertancap di atas kawah yang mengering, tidak menunggu lama saya langsung mencabut tongkat tersebut dengan mudah, di luar dugaan tongkat itu mengecil hingga saya menyimpan di balik baju saya,.....


,.....Tetapi ketika saya akan kembali tidak di sangka datang Leluhur Birawa dengan mata curiga memandang saya, dengan tegas bertanya pada saya 'Apa kau melihat sesuatu di sini saya sedang mengejar sesuatu yang bersinar sampai di sini ?' Saya berbohong pada waktu itu bahwa saya tidak melihat apa-apa dan saya pun berkata saya juga sama mengejar cahaya itu,.....


Akhirnya kami berdua turun dari puncak Mahameru dan kembali ke tempat saya, begitulah ceritanya hanya saya begitu penasaran Selma 20 tahun lebih saya merasa sangat penasaran karena tongkat sakti emas itu tidak keluar kesaktiannya bila untuk menyeang hanya bisa untuk bertahan tanpa di perintah". Pataya mengakhiri ceritanya.

__ADS_1


Shun Land menjadi teringat kejadian waktu kehilangan kedua saudaranya badai topan sangat besar itu ternyata di sebabkan oleh pusaka tongkat sakti roh Ruyi Jingu Bang dari negeri Tiongkok keluar dari tempatnya.


*****************


__ADS_2