LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
318. Jaya Sempurna 51. Lamsijam kehilangan kakak kandungnya si Tapak besi.


__ADS_3

"Apa kata ku, kau lihat dia berdiri telanjang sambil mendongak mengeluarkan desisan dia sedang berlatih jurus ular sekarang buktinya dia sedang berusaha menghisap hawa murni, kau juga lihat yang terlihat cantik sekali sedang memegang senjata yang berdiri mungkin dia sedang membantu untuk mempercepat masuknya kekuatan ilmu ular. aaah kau ini tuan yang kurang percayaan, tuh lihat walaupun terlihat perempuan ada benda yang panjang seperti punya mu". Suara Naga Bergola nyerocos bergema di ruang batin Shun Land.


Shun Land diam saja tidak menjawab tapi ingin membanting pedang Naga Bergola ke tanah saking kesalnya, "tuh kau terdiam sekarang membenarkan seluruh ucapan ku setelah melihat sendiri percaya tuan saya tidak pernah berbohong tidak kaya Naga bau Sabui".


Saking kesalnya Shun Land tidak sadar berkata melalui mulutnya langsung.


"Diaaaaam kau". Tentu saja suara ini mengagetkan Tapak besi yang sedang asiiik menikmati belayan dan hisapan berlatih ilmu ular kata Naga Bergola loooh. (Buka kata penulis yaaa)


Begitu pun sebaliknya Raja tengkorak menengok kaget spontan langsung menjerit kaget dengan jeritan khas milik perempuan jelmaan pria.


"Aduuuh si tampan mengagetkan saja, sini sayang jangan malu-malu Neneng seneng banget tampan bergabung pasti tampan tidak akan bisa melupakan Neneng yang cantik ini".


Raja tengkorak berkata sambil turun dari ranjang batu hitam kedua kakinya menjulur ke bawah terlihat betis dan paha yang sangat indah putih mulus bagaikan sutera.


Raja tengkorak berdiri lalu berjalan perlahan, Shun Land sesat bengong. "Heii hai hai dia laki-laki tuan tuuh kan terlihat jelas di lihat dari depan ada buntutnya seperti tuan". Suara Naga Bergola berteriak di ruang batin Shun Land ini membuat spontan Shun Land bergerak sangat cepat menyerang ke arah Raja tengkorak.


Raja tengkorak mendapatkan serangan yang secepat itu tidak mungkin bisa menghindar karena di luar kemampuannya walau pun raja tengkorak sudah bersiap karena sangat waspada.


Raja tengkorak mengeluarkan seluruh tenaga dalamnya membuat tameng tenaga dalam hanya itu yang bisa dia lakukan.


Tapi sayang pedang Naga Bergola bukan sebuah pedang biasa andaikan tameng tenaga dalam yang telah mencapai 150ribu lingkaran lebih, itu belum cukup untuk menghentikan kekuatan naga Bergola.

__ADS_1


Tameng tenaga dalam Raja tengkorak tidak bisa menahan pedang Naga Bergola walaupun seperempat detik, pedang Naga Bergola melewati tubuh bagian dada atas di sebelah kiri dan bagian dada tengah di bagian dada kanan.


Tubuh Shun Land melewati tubuh Raja tengkorak dan dengan satu gerakan Shun Land melaju lebih cepat dari tadi menyabet raja tengkorak, pedang Naga Bergola langsung menusuk dada kiri Tapak besi tembus ke belakang, Tapak besi langsung mati jantungnya hancur.


Sementara itu Tubuh raja tengkorak seketika meledak dan jadi serpihan abu jatuh ke lantai, tetapi tubuh Tapak besi tetap utuh dan jatuh terjengkang.


Shun Land sengaja menyuruh Naga Bergola agar tubuh Tapak besi tetap utuh. Keputusan ini di ambil Shun Land untuk menghargai Lamsijam untuk sempat melihat wajah sang kakak dan jasad sang kakak di kubur dengan layak.


Shun Land baru saja menyarangkan pedang Naga Bergola Lamsijam masuk ke dalam ruangan. "Kuburkan jasad kakak paman dengan layak, saya pun melaksanakan permintaan paman dia melepaskan nafas terakhir dengan sangat cepat hanya beberapa detik".


Shun Land keluar dari ruang bawah tanah di ikuti Lamsijam yang membopong tubuh sang kakak si tapak besi begitu keluar terlihat Lasmini dan Delay juga kakak beradik Aji Wisesa dan Aji Wijaya sudah berdiri di halaman markas Raja tengkorak.


Ketiganya menyongsong Lamsijam yang melangkah mendekati mereka. "Biar aku yang membopong dan kakak Lamsijam tunjukan di mana tempat menguburnya". Delay meminta untuk membopong jasad Tapak besi.


"Terima kasih Delay kau sangat pemaaf padahal kakak ku ini sering menyakiti mu dengan ucapan dan perbuatannya, adik Aji Wisesa dan adik Aji Wijaya terima kasih, tidak menyangka aku mempunyai saudara yang bisa merasakan perasaan ku walau pun kalian baru mengenal ku, aku ingin mengubur jasad kakak ku di belakang markasnya di samping batu besar".


Lamsijam berjalan kebelakang markas Raja tengkorak di ikuti ketiganya. Delay dan kedua kakak beradik Aji Wisesa dan Aji Wijaya menggali kuburan di pinggir batu besar, sedangkan Lamsijam berdiri sambil membopong jasad Tapak besi kakaknya.


Tidak butuh waktu lama liang lahat telah selesai Lamsijam meloncat ke liang lahat dengan cucuran air mata, walau bagaimanapun tapak besi adalah kakak satu-satunya Lamsijam.


Delama hidup mereka selalu bersama dalam suka dan duka walaupun pun sesungguhnya Lamsijam banyak di sakiti hatinya dari ucapan dan tindakan tapak besi tetapi Lamsijam selalu memaafkannya karena kasih sayang dalam hati Lamsijam sangat tulus terhadap kakaknya si Tapak besi.

__ADS_1


Setelah selesai mengubur, Lamsijam mengeluarkan tenaga dalamnya di alirkan ke telapak tangan kanannya lalu menghantamkan tapak tangannya ke atas batu hingga di atas batu itu tercetak sebuah telapak tangan batu itu sebagai nisan dan tanda bila suatu waktu ingin mengunjunginya.


(Jaman dulu thn 90an ada geger dari mulut ke mulut bahwa ada yang menemukan batu besar ukuran sekitar 80cm persegi dengan gambar telapak tangan kanan sangat besar di alas Roban bagian timur, entah benar atau tidak berita itu penulis tidak membuktikannya maklum jaman kuno)


Setelah selesai menguburkan mayat si Tapak besi mereka berempat menghampiri Shun Land dan Lasmini yang sedang duduk di depan markas Raja tengkorak.


Lamsijam masuk ke dalam markas mengajak Delay tidak lama mereka berdua keluar membawa beberapa kotak koin emas. Semuanya ada 5 kotak kecil dan 3 kotak besar berdiameter 40cmx40cm sedangkan yang kecil berukuran satu jengkal tangan dewasa.


Sementara dua kakak beradik Aji Wisesa dan Aji Wijaya mengumpulkan kuda semuanya ada lima dan dua kereta cukup mewah yang di tarik oleh dua kuda.


Delay menghampiri Shun Land dan berkata. "Tuan jaya sekarang kita ada kereta kuda, kita sudah tidak membutuhkan gerobak dan sapinya, harus di apakan apa akan kita tinggal di sini saja".


"Paman Delay kalau begitu kita potong saja sapinya sebagian kita masak di sini dan sebagian lagi kita buat dendeng buat bekal di perjalanan". Shun Land menjawab dengan cepat.


"Serujuuuuuu.....!!!".


Delay langsung saja saja berteriak dan tanpa basa basi meminta bantuan Dua kakak beradik untuk membantu menyembelih sapi.


Malam pun menjelang Shun Land memutuskan untuk bermalam di sana ini lebih baik dari pada di dalam hutan. Mereka berlima duduk memutar di ruangan depan dalam markas menikmati makan dengan daging sapi yang di masak Lasmini yang sudah biasa memasak karena ibunya seorang pemilik kedai.


**********************

__ADS_1


__ADS_2