LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
340. Jaya Sempurna 73. manusia purba raksasa Penghuni asli Sunda Land.


__ADS_3

"Pangeran Sanjaya saya sudah mengetahuinya mereka nanti malam akan kesini akan membicarakan sesuatu saya sendiri tidak tahu apa yang mereka akan bicarakan, tolong jangan beritahu mereka nanti terjadi kepanikan, di antara mereka yang dewasa paling rendah tenaga dalamnya 100ribu lingkaran tetapi mereka tidak bisa terbang karena tubuh mereka sangat besar hampir dua kali lipat tubuh kita, pangeran Sanjaya sepertinya mengenal mereka". Shun bicara di akhiri pertanyaan yang menelisik.


"Kebetulan saja tuan Jaya saya melihat mereka membuntuti kita" pangeran Sanjaya triloka bicara seolah ada yang di sembunyikan tetapi Shun Land tidak lanjut bertanya, karena Shun Land menyadari mungkin ini suatu rahasia keluarga pangeran Sanjaya triloka.


(Ini mulai nyambung mengapa Bangsawan Wajak Leluhur Birawa bersaudara dengan Shun Land ayah Shun Land sendiri adalah Adik Prameswari Dwibuana dan leluhur Birawa mempunyai adik bernama Dewi Iswari nikah dengan Khal San ayah permaisuri Sari tungga dewi, apa hubungannya Shun Land dengan manusia purba raksasa ini kita ikuti cerita selanjutnya. Hanya mengingatkan mungkin banyak yang lupa karena di ceritakan awal Chapter)


"Tidak akan saya beritahu siapapun tapi tuan saya mohon nanti malam saya ikut dengan tuan" pangeran Sanjaya triloka meminta.


"Baik pangeran Sanjaya, saya akan memberi tahu pangeran Asal pangeran Sanjaya jangan tidur, saya meminta kepada mereka menemui saya lewat tengah malam agar semuanya sudah tertidur.


Shun Land hampir kelepasan bicara saja berkata pada pangeran Sanjaya bahwa dirinya mempunyai darah yang sama dari garis ayah.


Shun Land duduk di samping Lasmini, Lamsijam dengan Karmia, pangeran Sanjaya triloka dengan putri Sanja hanya Delay yang memisahkan diri bersama Sanga istri Nyai Kasmia. Sedangkan yang lainnya duduk melingkar.


Mereka makan dengan lahapnya karena seharian perut mereka tidak terisi satu suap pun nasi. Setelah makan selesai sebelum bubar Shun Land bicara dengan mimik wajah serius.


"Untuk malam ini semua tidur biar yang berjaga saya dan pangeran Sanjaya, kalian harus cukup istirahat karena besok kita akan melalui jalur yang sangat sulit membutuhkan tenaga ekstra, yang kedua dalam hutan ini banyak mahluk halus yang akan terganggu bila banyak manusia yang terjaga malam hari". Shu Land mengakhiri bicaranya.

__ADS_1


Senja berangkat pergi malam menggantikan dengan patuh tanpa membantah. Pangeran Sanjaya triloka menyalakan perapian mengusir nyamuk dan dingin yang tiba-tiba muncul.


Shun Land dengan terpaksa mengeluarkan kekuatan airnya agar suhu lebih dingin hingga seluruh pengikutnya tertidur lebih lama.


Pangeran Sanjaya triloka duduk bersama dengan Shun Land menunggu bangsa raksasa datang, pangeran Sanjaya triloka tidak mengetahui bahwa sebenarnya pimpinan bangsa manusia besar penghuni asli lembah begawan Solo menantang Shun Land untuk berduel entah apa tujuannya, tanpa sebab mereka menantang Shun Land tanpa sebab.


Di seperempat malam mereka belum juga tetapi ketika 2 perempat malam sebuah wajah muncul tiba-tiba di depan pangeran Sanjaya dan Shun Land, tentu saja pangeran Sanjaya triloka beringsut kebelakang dengan kaget nya bila tidak segera menutup mulutnya. Berbeda dengan Shun Land yang biasa biasa saja.


Wajah besar itu berkata dengan singkat. Manusia kecil pimpinan kami menunggu mu ikuti aku". Hanya itu yang keluar dari mulutnya lalu pergi ke arah Utara.


Shun Land berdiri lalu mengikutinya di susul pangeran Sanjaya triloka di belakangnya karena manusia raksasa itu berjalan cepat mau tak mau Shun Land berlari mengunakan aji Saipi anginnya begitu juga pangeran Sanjaya triloka.


Ruangan itu penuh dengan manusia raksasa sangat banyak tidak terhitung oleh Shun Land, di paling ujung duduk manusia maling besar dan berkulit sawo matang.


Begitu Shun Land datang ke tengah lapangan manusia purba raksasa bangkit dengan sangat ringan meloncat ke tengah lapangan berdiri di depan Shun Land dengan jarak tiga Depa.


"Pangeran Sanjaya mohon menyingkir lah ke tepi lapangan" Shun Land bicara pada pangeran Sanjaya triloka tanpa menoleh. Pangeran Sanjaya triloka menurut tanpa bicara melesat ke arah sisi lapangan.

__ADS_1


"Selamat datang manusia kecil maaf ini hanya sambutan untuk kalian, karena ini adalah tradisi kami bila ada yang datang ke wilayah kami, kami ingin menguji kalian layak atau tidak mengetahui keberadaan kami bersiaplah dengan kekuatan terbaikmu, aku Taksaka pimpinan di sini menantang mu untuk beradu kekuatan olah Kanuragan semoga kau tidak mengecewakan ku". Raja manusia purba raksasa Taksaka memberikan salam dengan menangkupkan kedua telapak tangan di depan wajahnya.


"Terima kasih tuan Taksaka yang menghormati kami, hingga menantang saya dengan sopan, apabila tuan Taksaka tidak menghormati kami tentu saja kami semua sudah tewas karena menggunakan tempat kalian tanpa izin, semoga saja saya tidak mengecewakan tuan Taksaka".


Shun Land bicara dan membalas salam yang sama, Shun Land mundur dua langkah perlahan suhu di sekitar lapangan naik sedikit demi sedikit bersamaan dengan tubuh Shun Land mengangkat keatas dan melayang di depan Raja Taksaka hingga mereka sejajar tingginya.


Shun Land kali ini tidak menganggap remeh Raja manusia purba raksasa Taksaka yang di rasakan Shun Land tenaga dalam Raja Taksaka lebih dari 150ribu lingkaran. Dalam kesempatan ini Shun Land harus mengeluarkan kekuatan api abadinya untuk menghemat tenaga dalamnya.


"Cabutlah pedang mu aku tidak ingin pertarungan yang lama karena aku akan mengeluarkan senjata dan menggunakan seluruh kekuatan ku dengan jurus yang aku kuasai". Raja manusia purba raksasa Taksaka bicara tanpa meremehkan Shun Land.


Shun mendengar permintaan Raja manusia purba raksasa Taksaka tidak menolaknya dirinya langsung mengeluarkan pedang Naga Bergola dari Sarungnya.


"Naga Bergola kita di beri kesempatan untuk mempraktekkan jurus pedang yang sudah kita latih jurus Rajawali bersayap api, kita akan menggunakan dari jurus yang pertama Rajawali menerjang badai langsung tahap ketiga". Shun Land bicara melalu Batinnya ke roh Naga Bergola.


"Baik tuan" Naga bergola menjawab tetapi sebelum Naga Bergola mengeluarkan kekuatannya untuk menyatu pada Shun Land. Terdengar oleh Shun Land dan Naga Bergola suara Roh Ruyi Jingu Bang tongkat sakti.


"Aku ikutan Doong sudah ribuan tahun aku tidak pernah bertarung" tetapi suara itu di bentak oleh Naga Bergola "Diam kau ini bukan dunia ini bukan bagian mu, sekali lagi kau bicara aku akan melempar pada Pencipta mu Raja Naga agar kau tidak lagi berkeliaran". Di bentak oleh Naga Bergola roh Ruyi Jingu Bang tidak berdaya karena ribuan tahun silam moyang Naga Bergola yang menciptakannya.

__ADS_1


Pedang naga Bergola mengeluarkan api biru di tengah-tengah bilahnya sedangkan kedua bilahnya mengeluarkan api merah kehitaman.


***************


__ADS_2