LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
106. Hukuman buat sang pembunuh


__ADS_3

Semua yang melihat tertawa terbahak bahak.


Boma menganggukkan kepalanya, tanda terima kasih, sambil cengar-cengir.


Antaka dan duo tapak mengatur dan memberi pengarahan tentang cara kerja pasukan khusus senyap.


Setelah di pilih oleh Brewok yang selalu ada di padepokan, anggota padepokan tapak maut terdiri dari.


23 anggota telah memiliki kekuatan lima ribu lingkaran lebih.


26 anggota di tingkatan tiga ribu sampai empat ribu lingkaran., dan sisanya para pemula.


Yan 23 di pilih untuk di tempatkan di pedukuhan Santui di bawah pengawasan, duo tapak tapak besi dan tapak Bayu.


sisanya akan di latih langsung oleh Antaka dan para senior pasukan khusus senyap.


Pangeran Shun Land juga memerintahkan pendekar Antaka untuk merekrut sebanyak-banyaknya para anak muda untuk di latih menjadi para prajurit yang handal.


Pangeran Shun Land merencanakan ingin menyatukan seluruh daratan luas Kalimantan menjadi satu kesatuan kerajaan yang di bawah satu komandonya.


maka dari itu dia ingin membangun suatu pasukan yang besar demi menjamin keamanan dan keadilan seluruh rakyatnya.


Berita kalahnya padepokan tapak maut oleh pendekar legenda Rajawali api, tersebar luas dengan cepat, sama seperti keberadaan pedukuhan Santui yang menjadi perwakilan kerajaan Kutai khal.


Wilayah yang terdekat, menyatakan bergabung di bawah panji-panji kekuasaan kerajaan Kutai khal.


Para pemuda berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi prajurit kerajaan di pedukuhan Santui.


yang di kepalai oleh salah satu komando Rumaga.


Dia jadi sangat sibuk menerima dan melatih olah Kanuragan kepada para pemuda yang bersemangat menjadi bagian prajurit kerajaan.


panglima Tian agan dan yu asri haring mengutus satu regu pasukan khususnya untuk membantu Rumaga, namun itu tidak cukup.


Pangeran Shun Land dan pangeran Sanjaya triloka serta putri Dian Prameswari dwibuana, tidak langsung pulang ke kerajaan, dia langsung mengontrol seluruh penataan para pasukannya.


Dalam tempo sepuluh hari daerah selatan dari daerah tanah bumbu sampai pesisir menyatakan bergabung dengan kerajaan Kutai khal.


mau tidak mau pangeran Shun Land mengirim perintah kepada panglima Tian agan dan Yu asri haring untuk segera membantu Rumaga dan membawa separuh pasukannya.

__ADS_1


Panglima Tian agan dan yu asri haring segera melaksanakan perintah pergi ke pedukuhan Santui, mengomandani keamanan di sana yang menjadi pusat pemerintahan perwakilan.


Sedangkan pasukan yang berada di istana kerajaan, di pimpin pangeran Khal Shugal mengantikan panglima Tian agan dan Yu asri haring.


perluasan kerajaan ke barat sampai ke sungai Barito dan ke Utara sudah sampai ke sungai Mahakam.


Pada saat itu belum ada pemerintah kerajaan, yang ada hanya perkumpulan-perkumpulan kecil seperti pedukuhan yang di kepalai kepala adat.


Hingga berdirinya kerajaan Kutai khal yang di sana ada jaminan keamanan, para kepala perkumpulan segera menyatakan bergabung dengan kerajaan Kutai khal.


Nama kerajaan yang memiliki komando keamanan di pimpin langsung oleh pendekar Legenda Rajawali api, Satria Nusa kencana, menjadi sangat terkenal, seluruh masyarakat dari kota sampai ke pelosok negri sangat antusias, mereka meyakini bahwa sosok dalam ramalan telah terlahir memimpin mereka menuju peradaban baru.


Dua bulan sudah pangeran Shun Land memimpin langsung menata struktur perluasan kerajaan, dan penempatan pasukan kerajaan di berbagai titik strategis.


Nama Satria Nusa kencana makin melekat di hati masyarakat, para golongan hitam nyalinya menjadi ciut mendengar nama Satria Nusa kencana pendekar Legenda Rajawali api.


merasa sudah cukup, pangeran memanggil para sahabatnya, untuk berkumpul.


Pangeran Sanjaya triloka, putri Dian Prameswari dwibuana, Boma, pendekar syair kematian Antaka, Rumaga, pangeran Dehen yang menjadi pemimpin pemerintahan wakil dari pemerintah pusat mengantikan Rumaga, dia di bantu pangeran Labas Paban, kumpul di pedukuhan Santui yang berubah jadi kota kecil, tidak luput panglima Tian agan dan Yu asri haring.


"maaf saya memanggil kalian semua secara mendadak, karena ada sesuatu hal yang ingin saya sampaikan" pangeran Shun Land memulai bicara, berhenti sejenak lalu melanjutkan bicaranya.


"pagi ini juga saya segera pergi ke ibu kota Nusa kencana, untuk menghemat waktu saya terbang bersama sang Rajawali api", Pangeran Shun land mengakhiri bicaranya.


pangeran Shun Land keluar di ikuti Boma, pangeran Sanjaya triloka dan putri Dian Prameswari dwibuana, dan seluruh yang hadir.


Di halaman bangun pusat pemerintahan perwakilan, sang Garuda berdiri dengan gagah.


pangeran Shun Land da ketiga sahabatnya naik ke punggung sang Rajawali api, karena pendekar tapak Geni, yang telah di musnahkan ilmu Kanuragannya telah di kirim ke ibu kota kerajaan.


Dengan sekali hentakan sang Rajawali api terbang melintas di atas udara mengepakan sayap lebar dan kokoh menuju istana Sunda ageng.


Dalam tempo yang singkat sang Rajawali api menukik ke halaman istana.


Lodaya yang sudah hapal suara sahabatnya segera berlari, ke ruangan pribadi permaisuri May lien,.


Mereka berdua segera menuju halaman istana ternyata di sana sudah ada kedua permaisuri Dewi sumayi dan permaisuri Sari Tungga Dewi.


para prajurit berbaris dengan rapi para pelayan segera lari ke dapur istana untuk mempersiapkan jamuan untuk raja mereka yang lama baru kembali.

__ADS_1


Kaki sang Rajawali api mendarat di halaman istana, serentak yang berada di sana segera berlutut, dan mengucapkan salam pada raja mereka.


"Salam hormat kepada paduka Raja, semoga paduka selalu dalam keberkahan sang maha Pencipta".


"Segeralah bangun". Hanya itu yang di ucapkan pangeran Shun Land, sesungguhnya dia sangat risi dan tidak senang, tapi tidak bisa menolak karena adat seperti itu telah di tetapkan oleh para tetua kerajaan.


Pangeran Shun Land dan pangeran Sanjaya serta putri Dian Prameswari dwibuana masuk istana, hanya Boma yang segera berpamitan menuju kediaman sang mertua kepala pengawal istana Djata.


Tiga permaisuri pangeran Shun Land, berlutut di hadapan sang raja muda Shun land yang duduk di singgasana.


Mereka bertiga menghaturkan sembah sungkem ke suami tercinta.


Setelah beristirahat sebentar makan dan minum hidangan yang ada pangeran Shun Land, segera bicara.


"Besok segera kumpulkan seluruh petinggi kerajaan dan sebarkan berita sang pembunuh ibu angkat raja telah tertangkap dan akan di adili".


Raja muda Shun land memberi perintah setelah itu dia pergi ke ruang pribadinya di iringi ketiga permaisurinya.


"para istri ku semua, aku kembali ke istana hanya sebentar, tadinya aku akan terus melanjutkan perjalanan ke daratan luas Dwipa...


"Tapi setelah mendengar pendapat Pangeran Sanjaya triloka, aku putuskan untuk kembali ke sini, karena ingin menunjukkan Pamor kerajaan Kutai khal, penangkapan pelaku pembunuhan ibu angkat ku, harus di ketahui oleh seluruh rakyat ku, dan menghukum dengan seberat-beratnya...


"agar menjadi contoh siapapun yang mengusik keluarga ku akan mendapatkan hukuman yang berat...


"Dan setelah selesai mengadili pendekar tapak Geni, aku segera akan pergi ke daratan luas Dwipa, memburu Maasiak otak dari pembunuhan ini". pangeran Shun Land mengakhiri bicaranya, sambil mengeratkan rahangnya menahan amarahnya bila menyebut nama Maasiak.


...****************...


Like and support serta komentar sungguh membantu penulis.


trim's sahabat yang telah setia menemani perjalanan.


LEGENDA RAJAWALI API


jangan lupa jaga kesehatan dengan pola makan dan tidur yang cukup


SALAM NUSANTARA


SALAM GARUDA PERKASA

__ADS_1


__ADS_2