
Sang Rajawali Api hinggap di depan halaman halaman istana Naga hitam bekas peninggalan Mara Deva.
Para prajurit penjaga yang telah mengenal Putri Serindang bulan segera berlutut tetapi mereka tidak mengenal Shun Land karena belum pernah berjumpa.
istana Naga hitam di berubah nama dengan istana Gendis warna hitam yang mendominasi di rubah menjadi warna biru muda.
2 ribu prajurit bekas pasukan Naga hitam di tempatkan di sana sedangkan yang memimpin putri Serindang bulan sendiri.
Pasukan yang di kirim oleh Shun land ke dataran Swarnabumi berjumlah 10.000 prajurit, sampai ke sini di bagi tiga.
2000 Prajurit di tempatkan di istana Gendis 5000 di tempatkan di istana Rejang Renah Selawi sedangkan yang 3000 di tugaskan di berbagai pelosok untuk menjaga keamanan secara bergiliran.
Rakyat sangat senang yang berada di pelosok-pelosok karena sejak adanya pos-pos keamanan mereka menjadi merasa di lindungi oleh kerajaan.
Para penjahat seperti rampok dan premanisme di berantas sampai tuntas oleh pasukan khusus senyap yang sangat cepat bila ada laporan kejahatan.
Putri Serindang bulan ikut belut beserta Boma lalu berkata dengan keras.
"Salam pada paduka Raja Shun Land Raja di Raja kerajaan Tarumanagara sembah bakti saya haturkan".
Ucapan putri Serindang bulan di ikuti oleh seluruh pasukan kerajaan Gendis dengan kompak.
"Berdirilah saya tidak suka di sembah-sembah lain kali rubah kalimat sembah dengan kalimat lain".
Shun land memberikan perintah untuk berdiri dan memberikan perintah untuk merubah ucapan salam kepada pasukan khususnya Shun Land menunjukan pada putri Serindang bulan.
Mereka bertiga masuk ke istana di kawal kepala pasukan Udacca wakil kepercayaan panglima Demagog, panglima Demagog mempunyai dua bawahan kepercayaan 1.Karma dan 2.Udacca.
Udacca di beri tugas memimpin pasukan di istana Gendis, karma di beri tugas di istana Rejang Renah Selawi.
Sedangkan panglima Demagog sendiri memimpin pasukan berpatroli ke seluruh wilayah Swarnabumi menumpas bekas bawahannya yang masih beroperasi.
Dengan demikian penumpasan golongan gerombolan dan para penyamun dapat di selesaikan dengan cepat.
__ADS_1
Shun land duduk di singgasana di sampingnya putri Serindang bulan sedangkan boma pergi ke dapur istana yang di sana banyak pelayan istana yang cantik-cantik bekas para wanita penghibur di kekuasaan Mara Deva.
"Udacca apa di sini ada ruangan rahasia". Shun land bertanya dengan tegas.
"Ada paduka ruangan itu sampai sekarang tidak ada yang berani masuk karena dulu ada yang berani masuk tidak pernah kembali lagi jadi kami takut untuk memasukinya".
Kepala pasukan Udacca menjawab dengan jujur apa adanya.
"Apa kau mendengar tentang nama Dewi Iswari Tunggal Pertiwi selama berada di sini". Shun land bertanya lebih lanjut.
Kepada pasukan Udacca tidak langsung menjawab tetapi dia mengingat-ingat karena ingatannya pernah mendengar nama ini tetapi dia tidak mengingat dengan jelas.
"Saya pernah mendengar nama tersebut dari anak Mara Deva yang bernama Harsa malah dia pernah.......
Kepala pasukan Udacca termenung mengingat ucapan Harsa akhirnya dia berkata dengan gembira.
"Saya ingat paduka nyai Dewi Iswari Tunggal Pertiwi di makamkan di belakang istana ini oleh Harsa konon Harsa juga adalah anak pertama dari Nyai Dewi Iswari Tunggal Pertiwi sayang adiknya di bunuh oleh Harsa atas perintah junjungan Mara Deva".
"Tunjukan di mana makam Dewi Iswari Tunggal Pertiwi pada ku sekarang". Shun land berkata sambil berdiri.
"Silahkan paduka, saya akan menunjukan pada paduka ikuti saya". Kepala pasukan Udacca berjalan di depan di ikuti oleh Shun Land, Putri Serindang bulan dan empat pelayan serta beberapa prajurit.
Di belang istana Naga hitam terlihat pepohonan yang rindang dan air terjun yang sangat indah.
Di antara pepohonan ada sebuah batu tertancap di tanah yang sedikit menggunduk di sekeliling tempat itu sangat bersih tidak ada rumput satu pun, ternyata Harsa telah menugaskan orang untuk selalu merawat makam ibunya hingga saat ini.
Kepada pasukan Udacca menunjuk batu tersebut sambil berkata.
"Itu makamnya paduka ada salah satu pelayan laki-laki yang di tugaskan sampai sekarang mengurus makam tersebut hingga. Sampai sekarang terlihat bersih".
Shun land setelah berada di samping makam dia berlutut semua yang ikut kesana pun ikut berlutut.
"Leluhur maaf kan saya yang tidak berbakti semoga Leluhur tenang di Kahyangan".
__ADS_1
"Panggil yang mengurus makam ini". Shun land memberi perintah tanpa menoleh.
Kepala pasukan Udacca melirik ke salah satu pelayan, tanpa di perintah dengan lisan pelayan itu pergi dan tidak lama membawa seorang laki-laki tua sekitar usia 55 tahun.
"Ini tuan yang mengurus makam tersebut". Putri Serindang bulan berkata.
Shun Land berdiri di ikuti oleh yang lainya lalu berkata.
"Bapak terima kasih telah merawat makam leluhur saya dia adalah buyut saya Dewi Iswari Tunggal Pertiwi ibu dari nenek saya Dewi Mirnawati, putri Serindang bulan tolong beri hadiah yang beberapa kotak koin emas untuk rasa terima kasih saya padanya".
Laki-laki tua pengurus makam itu berlutut dan berkata.
"Paduka tidak perlu memberikan apa-apa pada saya, saya sudah tiga generasi merawat dan membersihkan makam ini atas perintah tuan Harsa anak laki-laki nyai Dewi Iswari Tunggal Pertiwi dan kami telah di beri upah lebih dari cukup, makanya walau pun tuan Harsa telah tidak ada di sini saya tetap merawat makam Nyai Dewi Iswari Tunggal Pertiwi menurut kakek saya yang pernah berjumpa dengannya dia sangat cantik sekali dan sangat baik tapi sayang dia salah men...... ". Pelayan laki-laki itu tidak melanjutkan ucapannya.
Shun land mengerti walau ucapan itu tidak di teruskan, lalu Shun land berkata pada Putri Serindang bulan.
"Putri besok bangun makam ini dengan layak, bapak nanti sore datang di perjamuan makan di istana nanti kepala pasukan Udacca menjemput Bapak bawa seluruh keluarga bapak yaaa".
"Baik paduka saya akan melaksanakan apa yang menjadi titah paduka". Pelayan makam tersebut menjawab.
Shun land dan yang lainnya kembali ke dalam istana, Shun land memerintahkan putri Serindang bulan untuk menyiapkan jamuan makan malam untuk keluarga pelayan yang merawat makam Dewi Iswari Tunggal Pertiwi buyut dari Shun land.
Selain itu Shun Land pun menyiapkan hadiah untuk pelayan tersebut sebagai terima kasih, dalam perjamuan itu pula Shun land ingin bertanya tetang Harsa Kakak dari neneknya Dewi Mirnawati.
Sedangkan Boma telah tertidur di kamar peristirahatan raja dengan lelap setelah dua pelayan memijit badanya.
Dalam perjalan kali ini Boma sangat menikmati perjalanan ini tanpa beban.
Shun land sendiri mengetahui segala perbuatan Boma tetapi Shun land tidak melarang dalam pemikiran Shun Land sudah sewajarnya Boma merasakan hidup bagai seorang Raja seperti dirinya.
Shun land ingin berbagi kesenangan dengan Boma bagai mana pun Shun Land merasa bisa sampai sekarang ini karena jasa kakak angkatnya yang selalu membela dan mendukung ketika tidak ada yang perduli padanya.
________*****________
__ADS_1