LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
297. Jaya Sempurna 30. Berita duka sampai ke istana Sundapura.


__ADS_3

Permaisuri May Lien berdiri lalu memberikan udang tanpa kulit yang di rebus makanan kesukaan Shun Land di piring Shun Land. Shun Land tidak berani menatap mata permaisuri May Lien memalingkan wajahnya ke Lasmini sambil mengambilkan nasi ke piring Lasmini.


"Terima kasih permaisuri ku tapi sayang saya tidak suka udang". Shun Land berkata tanpa menatap wajah permaisuri May Lien.


Semua mata memandang kejadian ini apa lagi mata Boma yang menatap Shun Land seperti memiliki dendam.


Setelah makan selesai Shun Land berdiri lalu menunduk ke arah Boma sambil berkata "Lain kali jaga mata mu pria gendut terhadap ku".


Tapi di balik berkata begitu Shun Land bergumam dalam ruang hatinya 'maafkan aku kak Boma aku bersikap demikian demi Ritual Topongrame ku".


Semua yang tidak mengetahui keheranan dengan sikap raja Shun Land pada Boma. Karena yang mengetahui kebenarannya hanya keluarga istana terdekat.


Ketika akan bubar perjamuan makan malam seorang anggota pasukan khusus senyap datang menemui panglimanya Ki Bajul pakel dia membisikan sesuatu ke dekat telinga Ki Bajul pakel.


Shun Land mengunakan ilmu Saipi anginnya untuk mendengar ucapan pasukan khusus senyap yang melapor mendengar ucapan itu Shun Land jantungnya terasa berhenti tapi Shun Land segera menguasai dirinya untung saja aura api tidak rembes keluar.


Anggota pasukan khusus senyap keluar setelah memberikan laporan pada panglima khusus senyap Ki Bajul pakel. Ki Bajul pakel segera berdiri dan berkata "maaf paduka saya undur diri mendahului ada yang ingin saya bicarakan dengan permaisuri Sari tungga dewi".


"Silahkan paman". Shun Land singkat menjawab. Permaisuri Sari tungga dewi keluar mengikuti panglima pasukan khusus senyap Ki Bajul pakel dan masuk ke ruangan pribadinya di ikuti Ki Bajul pakel yang menunggu di depan pintu.

__ADS_1


Setelah di dalam permaisuri Sari tungga dewi langsung bertanya. "Ada kabar apa paman Bajul". Ki Bajul pakel tidak langsung menjawab tetapi menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya mengurangi beban hatinya.


"Ada berita duka permaisuri perguruan gajah mungkur di serang oleh orang yang tidak di kenal perguruan hancur sampai ke ruang bawah tanah, dan keberadaan leluhur Ki Bagus Atma dan ibunda Ratu Shi khal dan suami juga tidak di ketahui keberadaannya begitu juga leluhur agung Ki Khalma Jaya beserta istri tidak di temukan, tetapi menurut Telik sandi yang memeriksa tempat itu dengan teliti di temukan beberapa kain yang tidak habis terbakar seperti kain baju yang biasa sang bunda Ratu Shi khal gunakan. Jadi kemungkinan besar semuanya terbunuh". Ki Bajul pakel mengakhiri laporannya.


Permaisuri Sari tungga dewi diam seribu bahasa, dalam pemikirannya bagai mana dirinya harus menjelaskan pada Raja Shun Land ketika dia kembali sang ibunda dan ayahandanya sudah tiada.


"Paman berita ini jangan di kasih tahu kepada siapapun biar hanya kita berdua yang mengetahui, jangankan orang luar orang dalam pun jangan di kasih tahu, berita duka ini menjadi rahasia kita". Setelah bicara permaisuri Sari tungga dewi keluar dan memasuki ruang perjamuan tetapi semuanya telah meninggal ruang pertemuan.


Sementara itu Shun Land berjalan bagai tanpa beban walaupun hatinya menjerit dirinya tidak bisa berbuat apa-apa ketika orang yang dia sayangi telah tiada berita kepergian sang ibunda dan ayahanda tercinta membuat luka hati yang sangat dalam, Shun Land benar-benar mengakui kebenaran perkataan sang sahabat Rajawali Api bahwa Topongrame ini sangat berat menerpa jiwa, secara fisik Topongrame hampir tidak mempunyai beban.


Sambil berjalan Shun Land mengingat lagi ucapan sang guru Batiniahnya Sanghyang Triloka 'yang terpenting dari Ritual Topongrame adalah keikhlasan menerima kehendak sang maha Pencipta' Shun Land menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya sekaligus membuang beban jiwa yang begitu berat dan yang paling menekan mental dan perasaan pada saat-saat seperti ini dirinya harus menerima sendirian tanpa seorang pun mendampinginya.


Tetapi Lasmini tidak berani bertanya pikirnya setelah sampai di kediaman akan menanyakannya dalam nuansa yang tenang. Kedewasaan Lasmini mulai terbentuk dengan sendirinya di tambah perkataan Mustika air panca warna yang selalu mengiang-ngiang di pikirannya.


Sesampainya di pembaringan Shun Land langsung merebahkan tubuhnya terlihat wajah lelah dan letihnya, letih bukan karena badan yang cape tapi letih menahan kesedihan dalam hatinya, inginnya hati menangis dan menjerit-jerit mengeluarkan beban jiwanya kehilangan kedua orang tuanya yang sangat di cintainya.


Kenangan bersama sang ibunda Ratu Shi khal terbayang satu persatu menghiasi ruang ingatannya membuat tanpa terasa menitipkan air mata.


Lasmini melihat ini tidak berani berkata apa-apa hanya merebahkan tubuhnya di samping tubuh Shun Land yang setengah bersandar di ujung ranjang.

__ADS_1


Lasmini membalikan badannya menjadi posisi tengkurap siku tanga kiri menahan bobot badannya wajahnya mendongak menatap Shun Land dengan sendu tangan kanannya meraba ke pipi Shun Land yang basah oleh air mata beberapa tetes tanpa terasa.


Jari-jari lentik itu menyentuh pipi Shun Land mengusap air mata dengan lembut, sinar mata sendu Lasmini memancarkan sinar kebiruan yang samar menatap wajah Shun Land terasa sangat teduh sampai ke hati Shun Land. Inilah salah satu kekuatan Mustika air panca warna membuat orang yang memandang terasa teduh dan damai dalam hatinya.


Shun Land tersenyum walaupun hatinya perasaannya sangat sedih entah mengapa hatinya menjadi luluh oleh tatapan Lasmini ada kedamaian yang masuk ke dalam jiwanya ini seperti ketika dirinya berada bersama dengan permaisuri May Lien.


Bibir lembut Lasmini mengeluarkan suara yang pelan. "Lasmini tahu kakang sedang bersedih dan tidak mau bercerita pada Lasmini tentang kesedihan kakang itu tidak apa-apa, mungkin suatu saat nanti di masa depan kakang akan mempercayai Lasmini dan mau berbagi kesedihan, tetapi untuk saat ini izinkan Lasmini menghibur kakang dengan tubuh ini dan hati ini, kakang andaikan nyawa ini bisa mengobati kesedihan kakang Lasmini rela memberikan nyawa ini untuk kakang".


"Kakang percaya pada Lasmini tapi belum saatnya Lasmini mengetahui semuanya tapi percayalah kakang akan berusaha selalu berada di samping Lasmini". Shun Land menjawab sambil membelai wajah Lasmini.


Lasmini bangkit dan duduk di depan Shun Land tangannya mulai melepas yang melekat di badannya satu persatu lalu berkata dengan gaya yang genit. "Kalau begini Lasmini terlihat lebih cantik tidak ?". Setelah berkata Lasmini mendekatkan wajahnya hingga hidung hampir menempel ke hidung Shun Land.


Shun Land menyodorkan wajahnya tetapi Lasmini mundur dan meletakkan satu jarinya ke bibir Shun. "Sabar yaaaa". Bibir indah itu berkata sambil menjulurkan lidahnya.


Lasmini lantas berdiri di hadapan Shun Land, kedua kakinya berada di antara pinggang Shun Land lalu duduk di atas perut nya setelah itu para pembaca meneruskannya sendiri kejadian yang membuat dunia terasa asiiik dan damai.....!!!.


*******************


Sungguh berat menulis di paragraf ujung chapter ini sahabat NT hihihihihi.

__ADS_1


__ADS_2