
Pangeran Shun land, Ki Bajul pakel dan Boma berjalan ke belakang pelabuhan masuk ke dalam hutan yang di sana sang Rajawali Api menunggu.
Pangeran Shun land meloncat mendahului di ikuti Boma dan Ki Bajul pakel.
Sang Rajawali Api mengepakkan sayapnya setelah menghentakkan kakinya, dia pun terbang ke arah barat selatan.
Pangeran Shun land menatap kebawah saat melewati sebuah gunung yang di atasnya ada punden berundak matanya terus memandang tempat ibadah tersebut sampai menghilang.
Punden berundak gunung Padang Cianjur situs megalitikum tertua di dunia, melebihi Piramida di Gaza Mesir.
Hati pangeran Shun land berkata suatu saat aku akan menginjakan kaki ke sana tempat leluhur ku membangun peradaban yang besar dan agung.
Tidak sampai tiga kali waktu menebak nasi (satu kali menanak nasi sekitar 40 menit waktu sekarang).
Sang Rajawali Api seakan sudah mengenal daerah ujung kulon dia merasa pamiliar dengan tempat ini.
Sang Rajawali Api mendarat di depan sebuah gua yang menghadap ke samudra Hindia, seorang laki-laki tua tapi tubuhnya masih kekar berisi menghampiri mereka bertiga.
Ki Bajul pakel langsung berlutut menunduk meletakan kedua tangannya di depan dada, pangeran Shun land dan Boma mengikuti dari belakang.
"Bangunlah kalian maaf paduka raja saya menemui mu di sini bukan di padepokan, itu untuk kebaikan kita semua.
Ki Srengga sengaja memerintahkan Ki Bajul pakel untuk membawa pangeran Shun land ke gua Sanghyang sirah tidak di padepokan yang berada di atas tebing itu.
Mereka pun berjalan mengikuti Ki Srengga ke dalam gua tersebut, mereka berempat duduk di atas lempengan batu yang lebar.
"Maaf pangeran saya tidak bisa menghormat dengan baik". Ki Srengga mengawali bicara.
"Tidak apa-apa guru malah saya yang harus meminta maaf karena tidak membawa apa pun untuk guru". Pangeran Shun land menimpali.
__ADS_1
Ki Bajul pakel dan Boma tidak ikut bicara keduanya tidak berani bicara bagai mana pun ini bukan wilayah bebas untuk mereka, walau Boma orang yang sekehendak hati tapi dia mempunyai didikan di lingkungan istana hingga mengerti adab sopan santun.
"Terima kasih Guru yang telah mengirim peta mustika api merah delima". Pangeran Shun land bicara langsung kearah yang penting.
"Itu sudah kewajiban ku, aku di beri amanat oleh guru ku secara turun-temurun agar memberikan peta tersebut kepada seorang anak manusia yang mempunyai Anugerah tubuh empat lintang kelima pancer, pas sekali anak tersebut adalah pengeran".
Ki Srengga menarik napas dalam-dalam seakan ingin mengeluarkan beban jiwanya, Lalu meneruskan bicaranya.
"Pangeran saya juga mempunyai kewajiban mengajarkan ilmu saipi pada pangeran dan memberi pengertian tentang ilmu tersebut....
Coba pangeran terangkan arti ilmu saipi menurut pangeran". Ki Srengga bertanya untuk mengawali memberi pelajaran kepada pangeran Shun land.
"Menurut saya ilmu saipi adalah ilmu Kanuragan tinggi yang penggunaannya harus mempunyai perangai yang luhur Budi itu yang saya pahami sekarang ini guru".
Pangeran Shun land menjawab tanpa ragu-ragu.
"Itu kurang lengkap, kalau ilmu saipi sesuai dengan pengertian pangeran, terus bagai mana dengan golongan Mara Deva yang mengunakan ilmu saipi ini untuk kejahatan dan ketidak Adilan ? Mereka menggunakan ilmu saipi juga". Ki Srengga balik bertanya.
Pangeran Shun land termenung dia merasa ucapan ki Srengga benar, bila ilmu saipi harus penggunanya harus berbudi luhur, mengapa Golongan Mara Deva bisa menguasai padahal hidup mereka sangat mengikuti hawa nafsu dan ke Angkara murkaan.
Ki Srengga diam sejenak memilih bahasa yang tepat untuk menerangkannya.
"Kau Bajul pakel dengarkan dan kau juga, aku akan menjelaskan makna yang terkandung di dalam ilmu saipi ini". Ki Srengga berhenti menatap pangeran Shun land, Ki Bajul pakel dan Bimo untuk memastikan mereka mendengar dengan seksama.
"Ilmu saipi ini di bagi dua makna, 1.Cangkang ke2.isi.
Cangkang adalah yang kalian pelajari selama ini, terdiri dari berbagai gerakan dan meditasi akibatnya kalian bisa berlari dengan kencang dan sebagainya.
Yang ke 2. Adalah isi. Ini yang lebih penting. Saipi menurut guru ku, asal kata dari saepi dalam bahasa aslinya adalah dari dua suku kata, sae dan Pi, Pi di sini kepanjangan dari pikiran.
Sae artinya bagus sedangkan pikiran maksudnya adalah pemikiran kita, dengan kata lain biar kalian lebih mengerti, kalian harus Bagus pemikiran dalam segala hal.
Sekarang ku terangkan. Jurus pertama adalah saipi angin. Kalian tahu kecepatan yang tidak berbentuk melebihi kecepatan angin"... Ki Srengga bertanya pada murid-muridnya. Semua menggelangkan kepala.
__ADS_1
Ki Srengga meneruskan penjelasannya.
"Dalam tubuh manusia ada yang lebih cepat dari angin, dari kilat, dari cahaya, dia adalah pemikiran, contoh Boma sore ini akan pergi ke ibu kota Nusa kencana, tubuh Boma masih di sini tapi pemikiran Boma sudah ada di sana., di sana dia akan menemui istrinya akan mengunjungi tempat ini itu dan sebagainya.....
Yang mempunyai ilmu saipi dan paham hakikat ilmu tersebut, pemikirannya, rencananya semua perbuatan bagus dan dia pun selalu mengamalkan kebaikan ke sesama di mana pun, kapan pun, tapi orang yang mempunyai pemikiran jelek belum sampai kesana dia sudah mempunyai rencana yang jelek". Ki Srengga sengaja berhenti bicara agar para muridnya mencerna apa yang dia terangkan.
Pangeran Shun land merenungkan semua keterangan gurunya sampai kehati, bakat luhur Budi dari lahir terpercik oleh ilmu pengetahuan tingkat tinggi menjadikan jiwa dan hatinya semakin cemerlang pola pikirnya semakin matang dan bijaksana.
"Saya mengerti guru terus bagai mana arti jurus kedua, jurus Saipi air". Pangeran Shun land semakin haus akan ilmu pengetahuan isi dari ilmu saipi, yang bisa di gunakan di mana pun dan kapan pun.
Hakikat dari ilmu Kanuragan, yang di ciptakan untuk kedamaian dan keadilan, tapi kedamaian dan keadilan tidak akan tercapai bila sang pemilik ilmu Kanuragan itu tidak memahami dan memiliki hakikat ilmu tersebut.
"Sabar dulu pangeran, Bajul pakel Boma apa kau mengerti apa yang tadi aku terangkan". Ki Srengga bertanya ingin memastikan kedua muridnya.
"Saya mengerti guru". Jawab Ki Bajul pakel, Boma pun ikut menjawab.
"Guru aku belum paham, tentang pengertian contoh tadi, Andai aku ke ibu kota Nusa kencana. Pemikiran ku sampai kesana dulu padahal jasad ku masih di sini, tolong terangkan sekali lagi guru". Boma keningnya sampai merenggut memikirkan umpama itu.
Ki Srengga tersenyum lalu menjawab dengan sabar dan telaten.
"Boma andai kau ingin ke ibu kota Nusa kencana apa yang aku lakukan di sana". Ki Srengga menjawab pertanyaan Boma dengan pertanyaan.
"Kalau aku sampai ke sana aku segera menemui Mawinei istriku aku sudah kangen sekali guru" Boma dengan cepat menjawab.
"Yang sampai dulu kesana kau apa pemikiran mu". Ki Srengga bertanya lagi.
"Ya pikiran ku, andai aku sampai di sanaaaa". Boma tertegun akhirnya mengerti maksud keterangan Ki Srengga.
"Saya paham guru", kata Boma sambil manggut-manggut.
...****************...
Terima kasih sahabat NOVELTOON yang sudah setia pada tulisan ini, berkah dan sehat selalu untuk kalian.
__ADS_1
SALAM NUSANTARA
SALAM GARUDA PERKASA