
Shun Land menjawab dengan tenang, pangeran Naraga memberikan saran.
"Paduka apa lebih baik pelaksanan jajal ilmu olah Kanuragan di laksanakan esok hari saja".
Dengan cepat Shun Land mengerti akan maksud ucapan pangeran Naraga.
"Ooh tidak pangeran acara ini tidak bisa di tunda, seperti kekosongan kepimpinan kerajaan Nagur ini, saya sebagai penanggung jawab keamanan kerajaan telah sepakat dengan penasehat kerajaan tuan Bungaran dan kedua pangeran, pangeran Narasi(purba) dan pangeran Narasag(Saragih) untuk mengangkat pangeran Naraga(Sinaga) untuk mengisi kepemimpinan kerajaan Nagur, dan bagi yang tidak setuju boleh mengajukan keberatan dengan menantang saya di arena latih tanding keprajuritan, yang bisa mengalahkan saya akan menjadi pemimpin kerajaan ini apa kalian setuju".
"Setujuuuuu.....!!!".
Semua yang mengikuti pertemuan menjawab serempak.
Putri Serindang bulan melihat ini tersenyum karena Sepertinya tidak ada kemampuan di Antara mereka yang memiliki tenaga dalam lebih dari 40.000 lingkaran. Ini tidak akan mungkin mengalahkan Shun Land yang telah memiliki 100.000 lingkaran bahkan lebih Mara Deva yang memiliki 100.000 lingkaran tenaga dalam saja bisa di kalahkan Shun Land.
Iring-iringan keluar dari istana kerajaan menuju tempat latih tanding keprajuritan para penduduk yang telah di beritahu ternyata sudah memenuhi pelataran latih tanding lebih dulu.
Mereka ingin menyaksikan kehebatan pendekar Legenda Rajawali Api secara langsung bukan hanya sekedar mendengar berita dari mulut ke mulut.
Kerajaan Nagur sendiri dulunya adalah bawahan dari Mara Deva yang menjadi utusan menaklukkan kerajaan Nagur pada waktu itu adalah Laksamana Asvaghosa.
Sayang pada waktu penyerangan Asvaghosa sang raja Narayad Damadik yang konon memiliki kesaktian olah Kanuragan bagai Dewa sudah pergi ke pertapaan menarik diri dari dunia ramai.
Kesaktian Raja Narayad Damadik sangat termasyhur konon dia juga bisa melayang di udara dan berlari di atas air hingga di juluki Atau gelar Narayan Nama lain dari Dewa Wisnu.
Kerajaan Nagur tidak melakukan perlawanan terhadap serangan Asvaghosa pada waktu itu Naraga memilih keselamatan rakyat dan para pasukannya dari pada berperang yang kemungkinan menangnya sangat kecil.
Para penduduk sangat antusias karena peristiwa ini jarang terjadi.
Semua telah duduk di tempat yang telah di atur penasehat kerajaan tuan Bungaran yang sudah memprediksi siapa saja yang ingin menginginkan tahta kekuasaan.
Isyu atau pun fitnah yang beredar di kerajaan Nagur berasal dari pejabat tinggi keuangan negara yang di kepalai Nambolon di dukun panglima Kosam.
__ADS_1
Ini sangat berbahaya karena hampir seluruh pasukan telah di hasut untuk mendukung Nambolon untuk mengisi singgasana kerajaan yang sedang kosong.
Sedangkan yang berhak menduduki singgasana kerajaan tiga menantu Raja Narayad Damadik hanya mendapat dukungan dari penasehat kerajaan tuan Bungaran dan beberapa pejabat tinggi yang kurang mempunyai pengaruh di kalangan istana kerajaan.
"Semua yang merasa mampu bisa mengalahkan raja Shun Land silahkan maju ke dalam arena, paduka raja Shun Land apa mereka bebas menggunakan senjata dan seluruh kemampuannya". Penasehat kerajaan tuan Bungaran membuka Adu ilmu olah Kanuragan dan bertanya tentang penggunaan senjata sebagai ucapan pelengkap.
"Tuan penasehat tidak akan adil bila ada larangan mengunakan senjata semua penantang silahkan mengunakan seluruh kemampuan dan boleh memakai senjata bahkan senjata rahasia kalian, saya tidak akan menuntut bila dalam adu ilmu olah Kanuragan ini nyawa saya melayang dia putri Serindang bulan dari kerajaan Rijang Renah sebagai saksinya".
Shun Land berkata sedikit keras sambil menunjuk ke arah putri Serindang bulan yang berada di sampingnya, putri Serindang bulan mengangguk sebagai suatu kesanggupan.
"Raja muda dari Tarumanegara ini sangat sombong, panglima Kosam apakah kau bisa mengalahkan raja muda itu". Ucap Pejabat tinggi Nambolon kepada panglima Kosam sambil melirik ke arah penasehat kerajaan tuan Bungaran lawan politiknya.
"Sepertinya tidak harus saya yang maju cukup Nadabutar yang menghadapi raja muda itu tidak akan bertahan dalam sepuluh jurus, kelihatan sekali tenaga dalam raja muda hanya sekitar 20.000 lingkaran itu sangat mudah".
Dengan congkaknya panglima Kosam menjawab sambil menunjuk ke komandan Nadabutar.
Komandan Nada Butar hanya tersenyum bangga di puji atasan sambil melirik ke kedua komandan lainya, komandan Namanindo dan komandan Nallagan.
Kedua komandan yang tidak terprovokasi sikap komandan Nadabutar, ketiganya terlibat persaingan untuk mendapatkan kepercayaan panglima kosam karena yang mendapat kepercayaan panglima Kosam akan mendapatkan misi yang berlimpah uang.
"Silahkan siapa yang pertama yang ingin menjajal ilmu olah Kanuragan saya silahkan maju ke arena". Shun land mempersilahkan.
"Nadabutar tunjukan kehebatan mu jangan mempermalukan kita, kalahkan raja muda sombong itu agar tuan Nambolon cepat menjadi raja kehidupan kita akan lebih sejahtera".
Panglima Kosam bicara tidak di tutup-tutupi karena merasa yakin akan bisa dengan mudah mengalahkan Shun Land.
Shun Land sengaja menyembunyikan kekuatannya tenaga dalamnya untuk memancing lawan yang bersembunyi menginginkan tahta kekuasaan kerajaan.
"Dengan senang hati tuan panglima". Nadabutar dengan sekali hentakan tubuhnya melesat ke tengah arena.
Di tengah arena Shun Land telah berdiri dengan tenang pedang Naga Bergola berada di punggungnya sesekali bergetar menandakan roh Naga Bergola ingin keluar.
__ADS_1
Andai saja panglima Kosam lebih teliti memandang pedang Naga Bergola yang berada di punggung Shun Land niscaya panglima Kosam dan anak buahnya tidak akan menyepelekan Shun Land.
Nadabutar mengeluarkan aura untuk mengintimidasi lawan tapi sayang Shun land tidak terpengaruh sedikit pun.
Aura menekan sampai ke penonton, banyak di antara penonton yang meragukan kemampuan Shun Land karena tidak terlihat ilmu Kanuragannya.
"Sayang sekali andaikan raja muda yang tampan itu harus berakhir hari ini, sepertinya akan sangat sulit untuk memenangkan pertarungan ini komandan Nadabutar sangat tinggi". Seorang berpakaian seperti pedagang berkata pada temannya yang berada di sampingnya.
"Siapa yang ingin bertaruh 5 banding 1, 5 berada di pihak raja dan 1 di pihak komandan".
Terdengar Suara dari seorang pria bertubuh tambun bersama seorang wanita cantik di sampingnya.
Para penonton yang sudah mengetahui kehebatan komandan Nadabutar langsung memberikan taruhan pada kemenangan komandan Nadabutar.
Setelah tidak ada lagi yang bertaruh terdengar suara wanita yang berada di samping pria tambun yang bertaruh pada kemenangan Shun Land 5 banding satu.
"Siapa yang bertaruh 10 banding 1. 1 Untuk kemenangan komandan Nadabutar".
Sontak saja yang tidak ikut bertaruh 1 banding 5, menjadi tergiur karena pikiran mereka sangat polos 20 koin emas dapat 200 koin emas ini kesempatan mendapatkan uang banyak, sedangkan kondisi raja muda tidak menyakinkan untuk menang.
Pria tambun ikut menampung juga 10 banding 1 di berjalan keliling lapangan dan sampai di dekat rombongan panglima Kosam.
"Hai kau kemari" panglima Kosam memanggil pria tambun, dengan lima langkah pria tambun sampai di dekat panglima Kosam.
"Apa jaminan mu bila komandan Nadabutar menang". Panglima Kosam bertanya.
"Tenang tuan semua harta saya dan nyawa saya jaminannya andai itu kurang gadis cantik yang bersama saya menjadi milik tuan". Pria tambun menjawab dengan wajah meyakinkan.
_____*****_____
Like dan komentarnya sangat membantu author untuk perkembangan LRA.
__ADS_1
SALAM NUSANTARA
SALAM GARUDA PERKASA.