
"Semoga kalian sabar Mendengarnya, Seluruh Struktur tubuh kakang sampai ke tingkat sel bisa beradaptasi dengan kekuatan api tanpa terbakar tapi mengakibatkan kakang tidak bisa mempunyai keturunan seumur hidup, keputusan kakang memilih jalan ini demi menguasai kitab pedang tarian Rajawali api yang bisa menandingi ajian Rawarontek, alasan yang paling utama adalah permusuhan Pancasiksa dengan keturunan Raja agung Sundaland Jatiraga harus di tuntaskan hingga kita tidak seperti dulu pada waktu Mara Deva berkuasa selalu di buru di bunuh oleh Mara Deva, semoga perjuangan dan pengorbanan kakang membuahkan kebaikan kepada seluruh negeri ini". Shun Land mengakhiri bicaranya.
Permaisuri May Lien yang duduk paling dekat langsung memeluk dari samping tubuh Shun Land sambil berkata terbata-bata. "Kakang jangankan kakang tidak bisa memberikan keturunan pada May, kakang tidak memberikan apapun May akan selalu berada di samping kakang apapun yang terjadi".
Ucapan permaisuri May Lien di timpali oleh Ratu Galuh Sindula. "Kakang pertama kali kakang Jaya bertemu saya, saya dalam keadaan sakit yang tidak ada obatnya hanya menunggu kematian kakang datang sebagai penyembuh dan memberi kehidupan baru,.......
,.. ..setelah itu dari kehidupan yang penuh kemiskinan dan kesusahan kakang rubah menjadi seorang bangsawan dan sekarang kerena kakang pula Lasmini menjadi Ratu Galuh Sindula itu pemberian sudah melebihi yang saya harapkan, dan kakang sekarang mempunyai kekurangan tidak bisa memberikan keturunan tidak akan bisa menghilangkan kasih kakang pada Lasmini,......
,.......seumpama seorang nestapa di beri istana, tapi meminta bulan purnama, kakang nyawa ini untuk membayar kasih sayang dan pemberian kakang tidak akan cukup masih besar pemberian kakang, Saya tidak akan berubah sikap atau pun rasa cinta saya terhadap kakang Prabu jaya Sempurna". Ratu Galuh Sindula berkata panjang lebar.
"Percayalah kakang Prabu saya dan adik Dewi Sumayi sedikitpun tidak terpengaruh oleh kekurangan kakang prabu, cinta kami akan selalu bersama kakang, Seandainya kita mempunyai keturunan dan keturunan kita tidak seperti kakang tentunya akan menjadi beban bahkan siksaan batin bagi mereka, karena bagai manapun hukum dunia akan selalu membandingkan Anak kita dengan kekuatan kakang prabu sekarang ini. Rakyat kakang akan selalu menuntut yang terbaik mereka tidak akan menerima hal yang kurang menurut pemikiran mereka. Mungkin ini adalah keadilan dan kebijaksanaan sang maha Pencipta terhadap kita, kakang prabu jangan merasa bersalah pada kita, karena kita hanya menjalankan hidup menurut garis kehidupan yang Maha Pencipta berikan pada kita".
Permaisuri Sari Tungga Dewi memberikan Support pada Shun Land. Sedangkan Permaisuri Dewi Sumayi hanya memegang tangan Shun Land sambil menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan ucapan permaisuri Sari Tungga Dewi.
Shun Land merasa lega mendengar ungkapan para istrinya tetapi ada satu ganjalan lagi karena mempunyai janji pada putri Serindang bulan di kerajaan Rijang Renah Selawi.
"Kakang sekarang ini sedikit ragu akan menemui putri Serindang bulan di daratan luas Swarna Bumi, sedangkan kakang sudah berjanji untuk nikahinya". Shun Land bicara sambil membuang Nafas panjang.
Permaisuri Sari Tungga Dewi langsung merespon ucapan Shun Land yang penuh keraguan, menurut permaisuri Sari Tungga Dewi bagai manapun pernikahan ini harus di lakukan, bukan saja karena masalah janji Shun Land tetapi pernikahan ini lebih menjurus ke politik kerajaan.
__ADS_1
Andai saja pernikahan ini di urungkan bisa saja raja kerajaan Rijang Renah Selawi bisa tersinggung dan memilih untuk melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Galuh Sindula bisa saja setelah itu bergabung dengan kerajaan Kutai di daratan luas Nusa kencana ini bisa lebih membahayakan.
Pemikiran permaisuri Sari Tungga Dewi yang sudah di tempa sebagai pimpinan kerajaan bisa menganalisa berbagai kemungkinan.
"Kakang masalah ini tidak bisa di anggap enteng karena bisa mempengaruhi kestabilan hubungan kedua kerajaan, pernikahan ini harus di Langsung karena jikalau di batalkan banyak yang di pertaruhkan, kakang harus berangkat ke kerajaan Rijang Renah Selawi bersama adik Permaisuri Dewi Sumayi dan permaisuri May Lien, biarkan di sini saya dan Nyai Ratu Galuh Sindula yang mengurus". Permaisuri Sari Tungga Dewi mengakhiri ucapannya.
Mereka berempat memberikan kepastian pada Shun Land bahwa mereka akan selalu mendampinginya walaupun Shun Land tidak bisa memberikan keturunan.
Shun Land memilih perjalan sore hari berangkat ke kerajaan Rijang Renah Selawi untuk menemui putri Serindang bulan, selain itu Shun Land juga ingin memenuhi undangan dari Harsa di puncak gunung Kerinci di daratan luas Swarna Bumi.
(Lihat chapter 228).
Shun Land berjalan di iring empat isterinya, ketika Shun Land berjalan di depan para pejabat tinggi kerajaan mereka menundukkan kepala tanda hormat.
Pada saat itu Boma tidak mengetahui bahwa Shun Land akan berangkat ke kerajaan Rijang Renah Selawi, Shun Land sampai di samping sang Legenda Rajawali Api dan menyuruh permaisuri Dewi Sumayi untuk naik, setelah itu permaisuri May Lien naik namun sebelum Shun Land naik ada seseorang berkelebat dan langsung naik ke punggung sang Legenda Rajawali Api.
"Sekarang aku tidak akan ketinggalan, aku mewakili Semua yang berada di istana ini untuk mengawal mu, jangan sampai seperti dahulu izinnya mau bermeditasi tapi hilang tak berbekas, apa kalian setuju Raja kalian dapat pengawalan yang ketat". Boma yang sudah berada di atas punggung Sang Legenda Rajawali Api bicara keras.
"Setujuuuuuuuuuuu......!!!".
__ADS_1
Yang mengantar bagaikan ada yang mengomandoi serempak menjawab. Shun Land tidak bisa berkata-kata hanya menarik nafas dan membuangnya sambil menggelengkan kepalanya.
Dalam batin Shun Land berkata pada sang legenda Rajawali Api, "apa kau kuat membawa kami berempat".
"Sudah tiga kali kau berkata demikian ini sangat menjengkelkan, coba kau ukur panjang tubuh ku, ada berapa depa". Sang Legenda Rajawali Api menjawab kesal.
Shun Land mengikuti ucapan Sang Legenda Rajawali Api mengukur badan sang Legenda. Tentu saja membuat sang legenda sangat marah merasa dirinya di sepelekan.
"Kau mau naik atau tidak jangan membuatku merasa di hina di depan banyak bawahan mu, atau aku tinggalkan saja". Sang Legenda Rajawali Api bersungut-sungut.
"Kau ini sangat membingungkan aku menuruti ucapan mu untuk mengukur panjang tubuhmu eeeh kau marah, coba kau tadi bilang 'aku kuat membawa kalian semua' itu beredar susah juga berurusan dengan burung bengek". Shu. Land sengaja memancing emosi sang Legenda Rajawali Api.
Mata sang Legenda Rajawali Api berubah jadi merah membara, "Bodo amat aku pergi duluan". Sang Legenda Rajawali Api melesat ke udara tapi belum mengetahui tujuannya.
Shun Land mengeluarkan tenaga dalamnya dan kekuatan ajin Saipi angin melesat mengejar sang Legenda Rajawali Api yang sedang marah.
Shun Land tiba-tiba ada di samping sang legenda Rajawali Api lalu berkata. "Aku mau kemana terburu-buru terbang". Mendengar pertanyaan Shun Land merasa kalah sebelum berperang.
"Kau membuatku marah saja seperti aku sudah tak penting lagi bagimu" sang Legenda Rajawali Api yang seyogianya Roh anak yang mau beranjak dewasa akan cepat merajuk bila marah.
__ADS_1
**************