LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
325. Jaya Sempurna 58. Darma bakti sesama di laksanakan di penginapan Kalingga.


__ADS_3

Keesokan harinya suasana kedai dan penginapan Kalingga sudah ramai panitia adat istiadat ritual pernikahan sudah datang mereka sangat menghormati nyai Gora Sindula hingga tidak berani datang tepat waktu.


Dua pengantin wanita sudah di hias sedemikian rupa sesuai adat pada jaman itu, mereka berjalan di iring empat pengiring, 4 pengiring itu dari pelayan penginapan, di sana juga sudah duduk berdampingan Shun Land dan Lasmini kali ini Lasmini memakai pakaian dan bermahkota bagaikan seorang ratu, ini semua di beri oleh nyai Gora Sindula dan harus di pakai sedangkan Shun Land tidak mencolok berpakaian seperti biasa. Di sebelah Lasmini Nyai Gora Sindula yang sepertinya tidak ingin jauh dari Lasmini dan Shun Land.


Pengantin wanita telah datang dan menempati posisi tidak lama pengantin pria Lamsijam dan Delay datang di iring Aji Wisesa dan Aji Wijaya. Para tamu merasa ada yang kecewa melihat kedua pengantin yang di kira masih muda-muda cantik dan tampan ternyata mereka sudah tua. Mereka sangat menyayangkan pernikahan yang begitu mewah dan besar hanya menikahkan dua pengantin lanjut usia. Tetapi mereka merasa sangat bersyukur bisa menghadiri acara ini karena bisa makan gratis dan akan mendapatkan Darma bakti sesama, yang lebih menjadi daya tarik adalah mereka akan melihat seorang juragan dagang perempuan sangat dermawan yang kaya raya yaitu juragan dagang utusan keadilan Lasmini.


Lamsijam dan Delay sangat gugup karena jarang berkumpul ataupun bersosial dengan orang banyak pas sekali bersosialisasi dengan acara yang besar.


Tamu pembesar pedukuhan Asemarang datang juga para kolega nyai Gora Sindula semuanya pada datang mengucapkan selamat dan memberikan hadiah pada kedua pengantin.


Setelah acara ritual pernikahan selesai di lanjutkan dengan makan bersama semua bergembira Nyai Gora Sindula sampai menitikkan air mata kebahagiaan hidupnya dalam hitungan hari berubah menjadi seorang yang sangat di hormati dan di segani di wilayah Asemarang dan sekitarnya hanya dalam dua hari.


"Putri ku Lasmini kau merubah segalanya dalam sekejap di wilayah Asemarang ini ibu sangat bahagia terima kasih Putri ku". Nyai Gora Sindula memeluk Lasmini bagai putrinya sendiri di sambut oleh Lasmini dengan erat dan hangat sembari berkata.


"Ibu jangan berterima kasih pada saya tapi berterima kasih pada suami ku yang tampan tapi kadang menjengkelkan". Nyai Gora Sindula mengerutkan keningnya mendengar ucapan Lasmini lalu bicara sambil melepaskan pelukannya.


"Jangan begitu putri ku, Aden Jaya menantu ibu ini sangat baik, dan sudah menjadi kewajiban seorang istri berlaku sabar dan lemah lembut kepada suaminya".


"Aaah belum apa-apa ibu sudah membelanya ibu jangan terpengaruh oleh sikapnya yang terlihat baik di balik sopan santun dan kebaikannya ada kekejaman yang tersembunyi, bayangkan Bu saya harus siap meladeninya setiap dia mau tapi aku pun suka sih buuu". Lasmini berkata polos-polos saja. Nyai Gora Sindula sampai wajahnya memerah.


"Huuuus jangan berlebihan". Hanya itu yang keluar dari mulut nyai Gora Sindula, kedua pengantin wanita Karmia dan Kasmia tertawa kecil sambil di tutupi mulutnya.


Shun Land hanya melirik dan tersenyum, Shun Land baru menyadari bahwa Lasmini mempunyai karakter yang kuat dan tipe pemimpin yang tegas yang sebelumnya tidak terlihat tapi sekarang setelah bertemu dengan Nyai Gora Sindula seakan membuka penghalang suatu karakter kuat dalam jiwa Lasmini lagi sekarang memakai pakaian seorang Ratu dan bermahkota.


Shun Land semakin penasaran siapa sebenarnya nyai Gora Sindula mempunyai kursi singgasana keprabon dan mahkota ratu dari mana semua itu. Karena untuk membuat sebuah kursi singgasana Keprabon atau pun suatu mahkota Ratu bukan perkara mudah butuh suatu keahlian bahan dan yang paling penting adalah batu-batu permata yang menempel di kursi dan mahkota bukan batu permata biasa ini sangat sulit untuk mendapatkannya walaupun seberapa banyak jumlah koin emas belum tentu bisa mendapatkannya.

__ADS_1


Dalam satu mahkota Ratu atau raja harus ada batu permata murni yang mempunyai 4 warna dengan kualitas yang sama, 4 warna batu permata ini melambangkan 4 kekuatan alam, Hitam lambang bumi, merah lambang api, biru lambang air dan kuning lambang angin.


Empat warna ini mempunyai arti dan makna yang harus di pahami dan di miliki seorang pemimpin hingga kepemimpinannya kokoh dan membuahkan ke sejahtera bagi rakyatnya. Shun Land ingin segera mendapatkan kesempatan untuk bicara empat mata dengan nyai Gora Sindula.


Acara makan pun selesai di teruskan pembagian Darma bakti ke sesama. Yang di awali oleh Lasmini memberikan Darma bakti ke seluruh pelayan dan pekerja nyai Gora Sindula. setelah itu di teruskan pembagian oleh Aji Wisesa dan Aji Wijaya di bantu beberapa pekerja setia dan jujur yang di pilih langsung oleh nyai Gora Sindula membantu membagikan keping koin emas Darma bakti sesama juragan dagang utusan keadilan.


Pembagian Darma bakti sesama juragan dagang utusan keadilan Lasmini sampai sore hari, segenap rakyat berbondong-bondong dari berbagai wilayah ada juga yang datang hanya anaknya saja karena ibu dan bapaknya tidak bisa berjalan lagi, ada juga yang datang walaupun harus di gendong oleh anaknya dan berbagai orang datang untuk mengambil jatah Darma bakti sesama.


Di sela-sela yang mengantri ada seorang laki-laki yang berpakaian serba putih ikut mengantri setelah mendapatkan bagian berkata pada Aji Wijaya yang kebagian memberikan koin emas. "Nak bolehkah aki ini bertemu dengan juragan dagang utusan keadilan Dewi Lasmini dan suaminya".


Aji Wijaya menatap wajah si aki lalu menjawab. "Sebentar ya Ki saya kan menyampaikan pada nyonya Lasmini dan tuan jaya".


Aji Wijaya langsung pergi menemui Lasmini dan Shun Land. "Tuan Jaya dan nona Lasmini ada seorang kakek-kakek yang ingin bertemu katanya 'hanya ingin sekedar mengucapkan berterima kasih' di bolehkan atau tidak".


Aji Wijaya pergi menemui si kakek-kakek yang menunggu dengan sabar. "Silahkan kek ikuti saya" Aji Wijaya berkata mengajak untuk menemui Shun Land dan Lasmini. Setalah sampai Shun Land berdiri dan memegang tangan si kakek dan di tuntun ke meja yang penuh dengan makanan.


"Kakek makanlah dulu jangan nanti setelah makan kakek boleh bicara saya juga akan menemani kakek makan di sini". Shun Land pun duduk dan ikut makan bersama si kakek.


****************


Sekelumit catatan latar belakang cerita LRA.


Ada rahasia penting yang jarang orang mengetahui tentang sejarah Nusantara yang banyak di sembunyikan atau di belokan oleh bangsa eropa dan bangsa kita sendiri.


semuanya mempercayai bahwa raja-raja dahulu adalah keturunan aji saka sang pangeran dari Ayodya Hindustan. dengan berbagai bukti dan argumentasi.

__ADS_1


tetapi salah satu ilmuwan dan sejarawan Belanda yang tidak terpengaruh dengan politik dan kepentingan apapun menulis di sebuah catatan pribadinya hasil dari penelitiannya berpuluh tahun di tatar Pasundan dan sekitarnya.


Nama sejarawan tersebut bernama Van der meulen, Van der meulen nyimpul bahwa pada jaman sebelum awal Masehi Bangsa Dayak Kutai Kaltim sebelum mendirikan kerajaan Kutai mereka berbondong-bondong datang ke tanah Jawa khususnya di wilayah Jawa bagian barat dan tengah dan membaur dengan pribumi kemudian di awal Masehi mendirikan sebuah kerajaan pertama di Nusantara ini dengan nama Galuh Sindula yang di perkirakan berdiri di kawasan perguruan Gora atau selamet.


Pendiri kerajaan tersebut Ratu Galuh.


kerajaan berdiri sampai abad ke 6 Masehi, dari sini keturunan Ratu Galuh Sindula terpecah menjadi 3. satu mendirikan kerajaan Tarumanegara 2. mendirikan kerajaan Kutai pertama 3. mendirikan kerajaan Mataram kuno. dari keturunan 3. baru berdiri dinasti Syailendra yang menurunkan raja-raja besar sampai ke Majapahit dan Demak bintoro bercorak Islam.


Jadi menurut Van der meulen bahwa Raja-raja besar Nusantara keturunan Aji saka harus dikaji ulang.


hanya riset Van der meulen mempunyai kelemahan tidak mempunyai bukti tertulis tetapi kebenarannya bisa di buktikan sampai sekarang. dengan beberapa penemuan dan petilasan punden berundak yang asli milik leluhur Nusantara.


Van der meulen pun menyikapi berbagai asumsi bukti tertulis cerita aji saka, menurutnya tulisan itu condong bermuatan politik keagamaan yang pada waktu itu Hindu dan Buddha ingin mengukuhkan semua Kiblat budaya menuju bangsa India.


Tapi sekarang sedikit demi sedikit mulai terkuak bahwa kita mempunyai akar budaya dan agama sendiri yang kokoh dari leluhur kita.


Lihat di Bali apa sama dengan Hindu atau Buddha di India, jawabannya tidak karena hampir semua acara keagamaan dan adat berakar budaya dan tatacara agama lokal dari leluhur kita.


LRA memulai ke inti cerita dan jawaban mengapa MC dari daratan luas Nusa kencana akan terjawab di sesi ke2 Jaya Sempurna.


LRA mempunyai 3 sesi. Pertama Sesi Satria Nusa kencana. Ke2. Sesi Jaya Sempurna dan ke3. Sesi Rajawali Api dan Naga Bergola.


Semoga Author di beri kesehatan hingga tamat Aamin, Support Like And vote nya


Salam Nusantara 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2