
"Aku bertaruh 10.000 koin emas untuk kemenangan komandan Nadabutar ingat jika aku menang kau harus membayar 100.000 koin emas". panglima Kosam ikut bertaruh.
"mana uangnya tuan". pria tambun itu bertanya tanpa rasa takut.
"uang nya nanti bila komandan Nadabutar terbukti kalah".
"Tidak bisa tuan kalau tuan tidak punya uang sudah jangan bertaruh karena bila saya kalah tuan bisa dengan mudah menangkap saya sedangkan bila saya menang tuan bisa saja mengelak dan saya tidak bisa menagih tuan".
Pria tambun itu berdalih apa adanya, panglima Kosam mendengar di sebut tidak punya uang hatinya panas tapi membenarkan ucapan pria tambun itu.
"ini ingat jangan jauh-jauh dari arena kau dan gadis mu". panglima Kosam mengalah menyerahkan lima kantong besar koin emas yang masing berisi 2000 koin emas.
pria tambun itu pergi kembali ke tempat semula bersama gadis cantik yang bersamanya.
"kalau begini aku cepat kaya melebihi para raja". pria tambun berkata sambil senyum-senyum.
Sementara itu di tengah arena komandan Nadabutar setelah memberi hormat formalitas segera mengukur kemampuan tenaga dalam Shun Land tetapi tidak mampu mengukur yang sebenarnya yang di rasakan komandan Nadabutar hanya sekitar 20.000 lingkaran tenaga dalam.
"Silahkan komandan untuk menyerang duluan". Shun Land memberikan kesempatan.
"Terima kasih Paduka maaf saya jadi lancang". Komandan Nadabutar berkata basa-basi sambil menyerang dengan tangan kosong.
Tinju cepat tangan kanan meluncur ke arah dada kiri di susul tinju dengan tangan kiri kearah wajah.
Shun Land dapat menghindar dengan mudah komandan Nadabutar merasa sangat marah serangannya menghantam angin dengan cepat mengarah tinju dan di kombinasikan dengan tendangan kearah pinggang.
Tapi lagi lagi Shun Land luput dari serangan yang mematikan, sesekali Shun land menyerang dengan gerakan jurus tapak harimau kumbang tanpa di sertai tenaga dalam hingga bisa di tangkis oleh komandan Nadabutar.
Di salah satu kesempatan Shun Land sengaja tidak menghindar hingga tubuhnya terpental jauh.
Sengaja Shun Land menempatkan diri seperti imbang melawan komandan Nadabutar agar musuh yang lain nantinya berani masuk ke arena kalau Shun land berniat sebelum komandan Nadabutar bisa menarik napas niscaya tubuhnya sudah hancur berkeping-keping.
Shun Land bangkit lagi dengan gaya seperti menahan rasa sakit.
"Yaaah dasar raja pea suka mencari perhatian para gadis gayanya kesakitan seperti kucing burik".
Pria tambun yang tidak lain adalah Boma menggerutu kesal melihat Shun Land memainkan sandiwara.
Dan wanita yang bersamanya adalah permaisuri Dewi Sumayi yang paling susah di atur dia ikut bersama Boma menunggang sang Rajawali Api sahabatnya sejak kecil.
"Walau pun seperti itu dia tepat terlihat tampan dan gagah pangeran ku". Permaisuri menimpali.
__ADS_1
"Yaah suami sama istri sama pea nya, orang meringis seperti itu di bilang tampan". Boma membalas tidak mau kalah.
Perdebatan itu berakhir dengan tendangan ke pantat Boma permaisuri Dewi Sumayi melotot setelah menendang.
Boma meringis kuda sambil menggeser tubuhnya yang hampir menyentuh pembatas.
"Paman Penasehat apa Paduka raja bisa memenangkan Pertarungan ini". Pangeran Narasi bertanya sedikit khawatir karena pertarungan ini taruhannya kerajaannya.
"Tenang pangeran seperti nya paduka raja Shun Land memiliki rencana untuk membungkam dalang penyebar Isyu dan fitnah di kerajaan kita.
"Hay pria gendut awas taruhan ku jangan sampai tidak di bayar". Salah satu yang bertaruh pada kemenangan komandan Nadabutar berkata keras.
Teriak salah satu penonton yang bertaruh.
Panglima Kosam melihat anak buahnya di atas angin dia berbisik pada pejabat tinggi Nambolon.
"Sepertinya negri ini memang harus di pimpin orang seperti tuan aku sudah sabar melihat tuan duduk di singgasana kerajaan dan saya sebagai penasehat kerajaan dan pejabat tinggi keuangan".
Pejabat tinggi keuangan tersenyum bangga mendengar pujian Panglima Kosam.
Sementara itu di tengah arena melihat Shun Land Shun yang terpental oleh pukulannya komandan Nadabutar tambah percaya diri dan berkata dengan congkaknya.
Shun Land tersenyum lalu berkata, "keras juga pukulanmu, maukah kau bertaruh dengan ku, jika aku menang kau harus sumpah darah setia pada negri ini dan setia pada raja yang sah di negeri ini".
"Hahahaha paduka ini sepertinya suka bercanda tapi baiklah demi menghormati paduka raja saya komandan Nadabutar akan bersumpah darah bila aku kalah akan setia pada negri ini dan setia pada pemimpin negeri ini nyawaku jaminannya".
Karena merasa akan memenangkan pertarungan komandan Nadabutar berkata dengan keras penuh percaya diri.
"Cabut senjata mu komandan jangan sampai menyesal kalah tidak menggunakan senjata andalan komandan".
Shun Land memberikan saran pada musuhnya dengan senyuman gembira karena musuhnya sudah masuk dalam perangkapnya.
Ada kengerian di hati komandan Nadabutar melihat mata Shun Land sekilas ada kilatan api membara dengan spontan dia mencabut pedang yang mempunyai gagang panjang seperti tongkat pendek.
"Silahkan komandan menyerang jangan sungkan-sungkan". Sambil berkata Shun land memasang kuda jurus pertama tapak harimau kumbang.
"Maaf kan saya paduka bila menyakiti paduka". Komandan Nadabutar sambil berkata menerjang Shun land dengan pedang panjangnya.
Kali ini Shun Land meningkatkan kecepatan gerakannya hingga semua serangan komandan menerjang tempat kosong.
Di saat tubuh komandan Nadabutar condong kedepan terbawa serangannya sendiri Shun land dengan cepat memasukan kakinya ke langkah komandan Nadabutar di sertai serangan jurus tapak harimau kumbang ke bagian punggung.
__ADS_1
Tak ayal lagi jurus tapak penghancur raga bersarang dengan telak komandan Nadabutar tubuhnya seperti di hantam Godam membara hawa Panas menjalar ke seluruh tubuh hingga jatuh tersungkur dengan wajah mencium tanah.
Shun Land sengaja membuat gerakannya sangat cepat hingga tidak terlihat oleh semua penonton.
Prasangka Semua penonton komandan terjatuh terbawa serangannya sendiri, panglima Kosam sangat kecewa melihat anak buahnya terjatuh karna serangannya sendiri.
"Dasar ceroboh". Panglima Kosam berucap sendiri.
Komandan Nadabutar segera bangun dan mengalirkan tenaga dalamnya untuk menahan hawa panas di tubuhnya.
Dengan rasa penasarannya komandan Nadabutar menyerang dengan jurus andalannya dengan cepat, Pedang bergagang panjang meluncur vertikal seperti mau membelah tubuh Shun Land.
Tapi sayang serangan itu menghantam tanah hingga debu berhamburan menutup pandangan penonton.
Shun Land bagai berpindah tempat dia berdiri di samping komandan Nadabutar lalu berkata.
"Komandan menyerah lah aku akan menyerang komandan untuk mengobati hawa panas di tubuh komandan, berpura-pura lah terpental dan segera melakukan sumpah darah".
Komandan Nadabutar yang telah sadar sebenarnya kekuatan Shun jauh di atasnya mengangguk kan kepala tanda setuju.
Debu-debu telah menghilang terlihat keduanya masih berhadapan.
"Serang Lah dengan kekuatan penuh mu".
Shun land berkata dengan keras
Komandan Nadabutar langsung menyerang Dengan cepat, kali ini Shun Land hanya menggeser kuda-kuda ke kiri sedikit sambil memberikan serangan ke arah dada.
Komandan Nadabutar tidak menghindar ketika tapak dari Shun Land mendarat di dada komandan Nadabutar hawa sejuk menelusuri setiap sudut tubuhnya menghilangkan hawa panas seketika.
Komandan Nadabutar pura-pura terpental beberapa depa sambil berteriak keras.
"Saya menyerah paduka".
______*****______
Kritik dan saran di tunggu di kolom komentar.
SALAM NUSANTARA
SALAM GARUDA PERKASA.
__ADS_1