
Pangeran Khal Shugal terpental tujuh Depa dia terduduk sambil di topang pedangnya, mulutnya mengalir darah kental, menandakan luka dalam yang lumayan parah.
Keadaan pangeran Shun Land tidak terpengaruh, tegak berdiri tak Terpundur walau sejengkal.
Andai pangeran Shun Land tidak menahan sedikit kekuatannya niscaya pangeran Khal Shugal bisa kehilangan nyawa.
''kakang Khal Shugal, sebenarnya aku tidak tertarik menduduki tahta kerajaan dan menyerahkan padamu, andai kakang, memiliki niat menjadi raja demi rakyat hidup lebih baik, karena aku sendiri ingin berkelana keseluruhan dunia'' Shun Land berjalan mendekati pangeran Khal Shugal.
Pangeran Shun Land ingin memeriksa luda dalam pangeran Khal Shugal, bagai manapun dia adalah saudara misan satu-satunya yang lelaki.
''Maaf kan aku adik Shun, aku telah di butakan oleh ambisi ku sendiri'' sambil berbicara dan Roman memelas, tangan kiri pangeran Khal Shugal, mengambil sesuatu di balik bajunya dan melemparkan ke arah pangeran Shun Land,
''Mati'' gumam pangeran Khal Shugal pelan.
''Awas kakak Shun, serangan racun''
Sekelebat bayangan perempuan mendorong tubuh pangeran Shun land, tapi jarak terlalu dekat antara pangeran Shun Land dan pangeran Khal Shugal.
Jarum kecil itu mengenai dada atas sebelah kanan, pangeran Shun Land, karena dorongan perempuan penyelamat, jarum itu melenceng dari sasaran awal, yang menuju arah jantung.
Pangeran Shun Land terjatuh kebelakang tapi di tahan tubuh perempuan cantik sebaya, dengan pakaian kulit ular hijau, kulit putih mulus bagai giok.
Sebagian kaki jenjangnya terlihat sampai ke paha ketika terduduk menahan tubuh pangeran Shun land.
Shun land menoleh sambil meringis menahan nyeri akibat racun Gangsa, di jarum yang di lemparkan pangeran Khal Shugal.
__ADS_1
Mata mereka bertemu ternyata penyelamat itu putri tabib Lau Lien, dia tiada lain May Lien,
''kakak Shun segera minum ini'' May Lien menyodorkan botol kecil kemulut pangeran Shun Land.
Pangeran Shun Land segera meminumnya.
Seluruh penonton bergemuruh, para bangsawan dari istana dan tamu Kerajaan sangat kecewa, atas tindakan pangeran Khal Shugal yang melewati batas, ingin melenyapkan nyawa seorang putra mahkota kerajaan yang sah dengan cara licik.
Panglima Shu khal segera meloncat ke arena dan memerintahkan para prajurit untuk menahan pangeran Khal Shugal, untuk di mintai pertanggungjawaban.
Sesepuh agung Khal San seakan di siram kotoran hewan atas kejadian ini, merasa sangat malu atas kecerobohan dan kenekatan putranya.
Tidak terkecuali ibunya sendiri Dewi Iswari bagai di sambar petir di siang bolong, atas tindakan pangeran Khal Shugal.
Sesepuh agung Khal San langsung mengahap ke Ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun.
Hanya putri Sari tungga Dewi yang tinggal, ingin mengetahui keadaan pangeran Shun Land, terkena Racun Gangsa yang terkenal ganas.
Sebenarnya pangeran Shun Land tanpa meminum penawar racun pun, racun itu tidak akan membuat bahaya pada nyawanya.
Karena kekuatan api abadi yang bersemayam di tubuhnya akan membakar racun itu, tapi itu di butuhkan waktu agak lama.
Penawaran racun itu bekerja sangat cepat, sebab racun itu hanya beredar pada tubuh luar saja, sedangkan organ dalamnya di lindungi api abadi warisan dari leluhur agung.
Pangeran Shun Land segera bangkit di bantu May Lien berjalan menuju tenda Rombongan istana.
__ADS_1
Pangeran Khal Shugal telah di tangkap dan di jebloskan ke penjara.
''Terima kasih adik May, telah menolong dalam waktu yang tepat''
Sesampainya di tenda sang Ratu, pangeran Shun Land mengenalkan gadis yang telah menolongnya.
''Siapakah nama gadis cantik ini yang telah menolong putraku'' sang Ratu bertanya dengan lembut dan senyum ramahnya.
''Saya May Lien tinggal sebelah selatan hutan Gusti Ratu'' may Lien menjawab singkat, dia tidak ingin bahwa dirinya telah mengenal pangeran Shun Land sebelum ini terjadi.
Tetua Mantikai maju dan mengumumkan pemenang kontes adalah pangeran Shun Land, dan segera menutup acara.
Di beritahu kan juga bahwa setelah tiga hari ini, akan di adakan acara ucapan terima kasih, dari Ratu ke seluruh peserta dan segenap keluarga besar bangsawan telah hadir di acara kontes latih tanding ini.
Kemenangan pangeran Shun Land di rayakan segenap isi kota Nusa kencana.
Kerita kehebatan pangeran Shun Land tersiar cepat ke seluruh pelosok negeri.
Keesokan harinya Shun land bersiap menemui, may Lien di penginapan yang telah di beritahu dan di cek kebenarannya oleh Boma.
Pihak kerajaan pun telah mengutus perwakilan kepada pemilik penginapan, bahwa Tabib Lau lien beserta putrinya adalah tamu kerajaan, masalah biaya dan sebaiknya, di tanggung pihak istana.
Shun Land di temani Boma berangkat ke penginapan, tujuan utamanya menyampaikan undangan resmi kepada Tabib Lau lien dan putrinya.
Sebagai penolong putra mahkota kerajaan, sudah sewajarnya pihak kerajaan mengundang dan meminta untuk menginap di istana, sebagai rasa terima kasih, sebagai Ibu dan bapak, dan berterima kasih atas Nama Ratu dan seluruh kerajaan.
__ADS_1
...****************...
maaf agak sedikit dari biasanya. lagi kurang enak badan trim's sahabat